
Kedatangan Aluna dan Frey ke sekolah menggemparkan satu sekolah karena pasangan yang diduga sudah dikeluarkan dari sekolah itu ternyata masih bisa datang dan melenggang masuk ke area sekolah dengan begitu santainya. Bahkan ada Riani yang sudah berada di tengah-tengah keduanya. Ia menggandeng tangan Frey dan juga Aluna, ketiganya terlihat begitu bahagia dan membuat orang iri saja.
Tidak ada yang menyangka Riani yang selama ini mengejar cinta Frey bahkan dengan cara yang membuat dirinya malu di depan teman-teman sekolah ternyata adalah saudara Frey. Mereka sangat pandai berakting, tidak ada yang menduga semua ini termasuk para pembaca sekalipun. 😅
Frey bahkan biasa memaki Riani, itu semua tidak sesimpel terlihat. Frey dan Riani melakukan itu setiap kali mereka menangkap kehadiran Cici di sekitar mereka yang selalu mencuri dengar alias menguping pembicaraan mereka. Riani sangat rela mempermalukan dirinya sendiri, selain ingin mengecoh Cici, tujuan utamanya agar Aluna merasa cemburu sebab Frey sangat kesal pada istrinya yang selalu menjadikan banyak pria sebagai taruhannya.
"Gimana kabar calon keponakan gue?" tanya Riani saat mereka sedang berjalan ke kelas.
"Dia baik, hanya saja cukup rewel," jawab Aluna.
Riani mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia tidak ingin bertanya lagi karena setiap hari ia selalu menanyakan hal yang sama pada Aluna.
Sesampainya di depan pintu ruang kelas mereka, disana sudah ada Cici yang menyambut dengan tatapan melongo. Aluna melewatinya begitu saja, tanpa ada sapaan seperti dulu dan bahkan tanpa menatap sedikitpun.
Hati Cici jelas hancur, akan tetapi nasi sudah menjadi bubur dan ia tidak akan bisa mengubah waktu. Yang harus ia lakukan sekarang adalah memikirkan cara bagaimana ia bisa membuat Aluna dan Frey berpisah. Walaupun sulit, ia akan mencobanya.
Untuk sesaat Cici dibuat kembali terpaku di bumi manakala melihat Frey yang lewat di depannya. Cici mengumpat dalam hati melihat ketampanan Frey yang semakin bertambah padahal baru satu bulan mereka tidak bertemu. Kadar rasa cinta dan kagum Cici terhadap Frey semakin meningkat selurus dengan kecemburuan dan kedengkian Cici terhadap Aluna.
Frey ... andai lu lihat gue disini, gumam Cici dalam hati.
Aluna duduk dengan tenang menunggu jam ujian dimulai. Ia bahkan sempat beberapa kali bergurau bersama Riani dan mendapatkan beberapa gombalan receh serta perhatian yang membuat ia mendadak mleyot seketika dari suaminya, Frey Abirsham Griffin.
Frey sepertinya secara sengaja membuat yang iri semakin iri. Bahkan jika bisa ia ingin membuat yang tidak suka pada hubungannya dengan Aluna mendadak sekarat karena romantis yang ia pertontonkan.
Sebenarnya itu sudah sangat berhasil, Frey berhasil membuat Cici patah hati hingga tak bisa disembuhkan lagi. Gadis itu hanya bisa menggigit bibirnya dan memendam segela bentuk rasa sakit, sedih, marah dan juga iri terhadap semua ini. hanya saja, ia bisa apa jika janur kuning sudah melengkung.
...
Ujian pun dimulai, Frey dan Aluna sama sekali tidak kesulitan mengisi jawabannya karena mereka adalah siswa-siswi yang cerdas dan bahkan mereka belajar dengan sangat giat walaupun sudah diberikan otak yang encer. Belajar sambil bermesraan atau bermesraan sambil belajar membuat semangat untuk mendapatkan banyak ilmu pengetahuan itu bertambah.
Sepuluh menit sebelum waktu ujian mata pelajaran pertama berakhir, Aluna mengumpulkan kertas jawabannya. Dan sepuluh menit tak terduga bagi Riani karena Frey memberikannya contekan kunci jawaban.
Tanpa berpikir panjang, Riani segera menyalin jawaban yang diberikan Frey. Namun begitu ia sampai di bagian akhir, ia langsung dibuat lemas setelah membaca sebuah catatan kecil. Begitupun dengan Cici yang sedari tadi melihat jawaban Frey, ia ingin menyontek akan tetapi paketnya berbeda seperti yang dikerjakan oleh Frey.
"INI ADALAH JAWABAN JIKA KAU MENDAPATKAN PAKET SOAL GANJIL"
Begitulah kira-kira tulisan sebagai catatan kaki dari kertas yang diberikan oleh Frey. Cici merasa senang karena ia sudah menyalin jawaban tersebut sebab ia mendapatkan soal paketnya ganjil.
"Freeyy!! Gue bunuh lu!" pekik Riani tertahankan.
Frey tertawa, rasanya mengerjai sepupu sendiri itu sangat menyenangkan. Berbeda jauh dengan Riani yang menganggap semua ini adalah hal yang menyebalkan.
Frey mengumpulkan lembar jawabannya ke depan, ia masih memegangi perutnya yang terasa cukup sakit karena terlalu banyak tertawa. Ia bisa melihat wajah Riani bersungut-sungut, namun kemudian Frey berkata lagi, "Baca bagian belakangnya."
Meskipun masih marah, Riani tetap menuruti permintaan Frey dan ketika ia membacanya ia menjadi begitu senang sedangkan Cici lansung lemas seketika ketika membaca ...
"MARAH LU? NGGAK MASALAH KARENA UDAH SEMPAT BUAT LU PANIK, GUE HANYA NGERJAIN LU DAN JAWBAA ITU BENAR JAWABAN PAKET SOAL GENAP. LU SOAL GENAP 'KAN?"
Riani tersenyum senang sedangkan lagi dan lagi Cici dibuat tak berkutik. Rasanya ia ingin pingsan karena jawabannya salah semua dan ia terancam tidak lulus jika begini.
Sialan!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Teman-teman maaf ya kalau up-nya sedikit banget. Aku lagi di rumah sakit dan rawat inap ... Balitaku ...