
Sesampainya di UKS, Aluna dibantu oleh Jasson untuk duduk di atas tempat tidur. Petugas UKS pun langsung mendekat dan menanyakan keluhan Aluna, hanya saja gadis cantik itu berkata jika ia tidak suka meminum obat. Ia hanya ingin berbaring saja dan minta ditinggalkan sendiri.
Petugas UKS pun beranjak pergi sedangkan Jasson masih setia menemani Aluna. Diam-diam ia memperhatikan wajah cantik itu yang matanya sedang terpejam.
Cantik dan mematikan. Entah sudah berapa banyak cowok yang di ghosting olehnya. Dan gue nggak tahu apakah gue bisa menaklukkan hatinya setelah mendengar semua cerita kalau dia suka membuat cowok baper lalu dia menghilang tanpa kabar.
Braakk ...
Pintu UKS terbuka, Frey terlihat gelisah dan ia segera mendekat ke arah Aluna yang kini terkejut karen Frey sudah datang ke UKS padahal dirinya saat ini sebenarnya tidak sedang sakit. Bukan sekadar modus pada Jasson juga, melainkan sedang berusaha mengistirahatkan pikirannya tentang perasaannya terhadap Frey begitupun sebaliknya.
Aluna lelah memikirkan kapan Frey akan jatuh cinta padanya sehingga mendadak kepalanya pusing. Apalagi mendengar cerita Riani tadi yang terlihat sangat menyukai Frey, Aluna takut kalah. Aluna takut Frey akan luluh pada Riani dengan kerja keras gadis itu. Aluna takut jika lelaki yang bertahun-tahun ia sukai dalam diam ini justru mendaratkan hatinya pada gadis lain.
Aluna butuh istirahat, setidaknya sebelum jam pelajaran kembali dimulai dan ia kembali berada di kelas yang sama dan menghirup udara yang sama dengan Frey.
"Na, lu kenapa? Mana yang sakit? Gue bawa pulang ya? Atau kita ke rumah sakit sekarang, gue nggak mau lu kenapa-napa. Jangan sakit please!"
Jasson dan Aluna dibuat menganga dengan ucapan Frey tersebut. Bolehkah Aluna merasa jika Frey begitu peduli dengannya. Mendadak Aluna meleleh mendapat perhatian Frey seperti ini.
Gadis itu menggeleng lemah. Ia lemah bukan karena sakit melainkan lemah karena tubuhnya terasa lemas setelah diberi perhatian lebih oleh Frey.
"Gue bisa dibunuh papi kalau lu sampai kenapa-napa. Gue masih sayang nyawa gue," lanjut Frey yang seketika langsung membuat Aluna lemas dan ini benar-benar lemas karena merasa seolah energi dalam tubuhnya telah diserap makhluk astral.
"Frey Abirsham Griffin!!" teriak Aluna kesal.
Bagaimana tidak kesal, sudah dibuat melayang karena perhatiannya dan tiba-tiba saja cowok ini langsung membantingnya dengan menunjukkan jika perhatiannya itu tidak lain hanya karena takut pada papi mereka. Sungguh Aluna rasanya ingin menelan Frey hidup-hidup.
Jasson dan petugas UKS terkejut mendengar teriakan Aluna sedangkan Frey sudah tidak kaget lagi, hal biasa baginya mendengar suara Aluna seperti itu.
Diam-diam Jasson memperhatikan Aluna dan Frey. Dapat ia lihat jika cara Aluna memandang Frey ini berbeda dalam konteks memandang seorang pria sebagai saudaranya. Ia bisa melihat tatapan Aluna lebih pada menatap seorang lawan jenis yang ia sukai.
Namun segera ia tepis pemikirannya tersebut karena ia tahu kedua kakak kelasnya ini adalah kakak beradik. Siapa yang tidak kenal mereka, pasangan kakak beradik yang wajahnya berada di atas rata-rata dan kadar kecantikan serta ketampanan mereka mungkin saja bisa mengukir sejarah orang cantik dan tampan. Jika bisa pun boleh diberi sertifikat seperti yang didapatkan oleh Kim Taehyung also known as V BTS.
"Kenapa teriak?" tanya Frey heran dan oh-oh, wajah panik tadi kini berubah jadi datar lagi.
"Frey, tubuhku mendadak lemas. Gue istirahat saja ya di UKS. Tadi kalau tidak ada Jasson, gue bisa pingsan. Makasih ya Jasson," ucap Aluna kemudian ia tersenyum manis pada Jasson dengan harapan Jasson akan meleleh dan Frey akan cemburu.
"Tubuhmu sedikit hangat. Ayo gue antar pulang," ucap Frey tak ingin dibantah.
Aluna menggeleng. Ia tidak ingin pulang karena masih ada beberapa jam lagi waktu belajar. Ia tidak ingin meninggalkan Frey tanpa pengawasannya di sekolah. Ia takut Frey diterkam macan tutul atau kucing garong lainnya. Aluna harus terus siaga disamping cowok yang digadang-gadangkan akan menjadi suami masa depannya ini.
"No Frey, gue nggak mau pulang. Ya udah mending sekarang kita ke kelas aja deh. Gue udah baikan kok. Gue juga takut sendirian di UKS. Jasson, sebaiknya lu juga balik deh ke kelas, sebentar lagi usaha mau bel dan lu jangan sampai terlambat. Jangan lupa belajar yang rajin ya," ucap Aluna kembali tersenyum manis pada Jasson yang sialnya cowok itu langsung meleleh dibuatnya.
"Lu nggak mau gue bantuin ke kelas?" tanya Jasson memastikan. Beberapa saat bersama Aluna dan melihat senyum manis dari wajah cantik itu sudah membuatnya tertarik seolah Aluna adalah magnet yang siap menariknya ke dalam dekapan.
Frey memasang tampang datar, dua tangannya yang berada di dalam saku celana itu terkepal kuat.
Aluna! Lu itu calon istri gue tapi kenapa lu selalu tebar pesona sama cowok lain sih? Ck! Gue harus bersiap lagi menjauhkan dia dari lu secepatnya. Gue nggak suka milik gue didekati atau sampai disentuh orang lain. Kayaknya lu memang harus diberi pelajaran, gue terlalu membebaskan dan memanjakan lu selama ini.
"Ada gue disini. Lu mending keluar sekarang dan balik ke kelas lu," ucap Frey dingin dan tatapan menusuk.
Jasson kesulitan menelan salivanya, buru-buru ia kembali ke kelasnya dan meninggalkan pasangan kakak beradik itu di UKS.
"Kok Jasson disuruh pergi sih Frey? Dia itu target gue selanjutnya. Lumayan lho Frey, lima juta. Nanti gue bagi deh sama lu," ucap Aluna sambil memanyunkan bibirnya.
Cupp ...
Mata Aluna melotot ketika Frey dengan tiba-tiba mengecup kilat bibirnya. Belum hilang kekagetan gadis itu, Frey sudah berbalik badan dan meminta Aluna untuk naik ke punggungnya.
Mata itu mulai menyipit dengan bibir yang tersungging senyuman. Dengan senang hati ia naik ke punggung Frey. Ia memeluk leher Frey sambil senyam-senyum.
Huaaaa ... Frey!! First kiss gue diambil Frey, huhuuu ... Bunda ... Papi ... Aluna jatuh cinta. Jatuh cinta. Jatuh cinta!!
Frey sendiri tersenyum setelah ia berhasil mengambil ciuman Aluna. Ia kemudian menggendong Aluna di punggungnya dan membawanya keluar dari UKS.
Banyak pasang mata yang menatap mereka. Andaikan para siswa-siswi tidak tahu jika mereka adalah saudara, maka mereka pasti akan mengatakan mereka ada best couple dan terlihat benar-benar serasi.
Di salah satu pintu kelas, seseorang menatap tak terbaca pada pasangan kakak beradik itu. Ia tersenyum miring.
Frey adalah penghalang terbesar untuk mendekati Aluna. Entah mengapa dia selalu saja menjadi pengawal pribadi Aluna. Gue harus bisa menjauhkan Frey dari Aluna agar langkah gue buat mendapatkan hati gadis cantik itu semakin mudah.