
"Udah situasi susah dan hidup untung-untungan dikasihani, sekarang mau coba-coba balas dendam, lu sehat, kan?"
Keenan yang berjalan keluar dari gedung terkejut melihat sosok sepupunya yang sedang bersandar di dinding dengan satu kakinya terangkat menempel di dinding dan kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.
"Lu sadar dong Naan, bokap sama kakek lu itu udah nggak bisa bantuin lu. Mereka aja udah menelantarkan lu di negara ini dan lu harusnya bersyukur karena keluarga Elard masih menganggap lu saudara. Hidup lu masih mereka jamin dan kalau lu masih mau balas dendam, kapan semuanya berakhir. Lu nggak belajar dari kisah kakek sama bokap lu?"
Kembali Leon menasihati Keenan. Nampak jelas wajah Keenan tidak senang dengan ucapan Leon tersebut. Ia tidak suka diceramahi dan diingatkan soal keluarganya dan nasib hidupnya sekarang.
Bagi Keenan, ia harus tetap membalas sakit hati keluarganya. Ibunya bahkan kini sering sakit-sakitan karena memikirkan suaminya yang menjadi tawanan mafia besar sekelas Gavriel Mazeen. Ia selama ini memang tahu suaminya dan juga mertuanya itu adalah penjahat, hanya saja ia sudah terlanjur jatuh cinta dan juga tidak bisa hidup susah.
Keenan dan ibunya tinggal di rumah sederhana di Jakarta atas pemberian Cakrawala Shan, rumah itu adalah milik mendiang istrinya yang artinya rumah dari kakak ibunya Keenan. Keenan bersekolah dari pembiayaan Ikram Elard karena walau bagaimanapun Keenan adalah keponakannya dan memiliki darah Elard.
"Apapun yang gue lakuin itu bukan urusan lu!" ucap Keenan kemudian ia meninggalkan Leon yang menatap nanar pada sepupunya itu.
Leon hanya tak habis pikir dengan Keenan yang tetap saja keras kepala. Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa jika Keenan tidak mau mendengarkannya. Asalkan Leon selama ini sudah bersikap layaknya seorang saudara yang peduli, selebihnya itu adalah urusan Keenan.
Leon kemudian kembali masuk ke dalam aula pesta. Ia memang sedari tadi memantau gerak–gerik Keenan. Ia pikir setelah semua ini terjadi, Keenan akan berhenti dari rasa dendamnya. Namun ternyata Leon salah, darah Bastian Elard mengalir deras di tubuh Keenan dan dendam yang mendarah daging memang mungkin diturunkan juga padanya.
Di dalam ruangan, para tamu undangan sudah mulai berkurang karena acara pun sudah selesai. Yang tersisa hanya beberapa kolega bisnis yang masih asyik mengobrol dan juga keluarga besar. Pasangan pengantin sudah duduk bergabung bersama keluarga khususnya yang masih belia.
Sepupu Aluna sangat banyak dan ditambah lagi Gavin, si kembar Zyan dan Ziya, juga ada satu gadis yang tadi memuji Aluna di pelaminan.
Tadinya Frey sudah sangat ingin membawa Aluna ke kamar, akan tetapi keluarga meminta mereka berkumpul dulu dan Aluna sendiri justru sangat senang dan melupakan keberadaan Frey. Bukan karena masih sakit hati, hanya saja momen berkumpul keluarga seperti ini sangat jarang terjadi.
Pukk ...
Frey menoleh ke arah seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Ia tersenyum tipis dan juga langsung mengerti jika kakak iparnya ini ingin mengajaknya berbicara.
Reyhan dan Frey berjalan ke meja lain yang sudah kosong. Bisa Frey lihat kalau Reyhan saat ini sedang dalam mode serius. Ia pun langsung ikut memasang wajah serius.
"Apa kau mengenal Jessica?" tanya Reyhan to the point.
Frey mengangkat sebelah alisnya. "Jessica?" tanya Frey dan sepertinya Jessica yang dimaksud Reyhan adalah Jessica yang sedang ia pikirkan.
"Ya, Jessica Ayudia Pratama."
Frey membulatkan matanya, benar saja Jessica yang ia maksud sama dengan orang yang dimaksud oleh kakak iparnya. Reyhan tersenyum, ia sudah bisa menebak dari ekspresi Frey.
"Jika kau sampai melukai Aluna, aku pastikan dengan tanganku ini aku akan menghabisimu. Kau tahu bukan seperti apa sepak terjangku selama ini? Jessica menyukaimu dan kau harus tahu kalau wanita itu adalah orang yang sangat nekat. Dia pasti akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Berhati-hatilah!" ucap Rayhan dengan penuh penekanan.
Frey cukup kaget karena ternyata Reyhan mengenal baik Jessica. Dan dari perhitungan Frey, sepertinya Reyhan memang seusia dengan Jessica. Dan dari sudut pandang Frey, ia meyakini jika Reyhan dan Jessica pernah terlibat masalah.
"Aku pastikan aku mencintai Aluna seumur hidup, Kak Rey. Aku sudah mencintainya sejak kanak-kanak dan tidak mungkin bagiku untuk mencintai orang baru walaupun ternyata orang baru itu memiliki kelebihan dari Aluna. Dan untuk masalah Jessica, Kak Rey tenang saja, aku akan mengatasinya langsung. Seperti kata readers, aku harus menghempaskan pelakor. Aku akan melakukannya," jawab Frey dengan bersungguh-sungguh.
Reyhan tersenyum lega. Bisa ia lihat Frey bersungguh-sungguh dengan ucapannya dan selama ini Reyhan adalah tempat curhat teraman Frey tentang isi hatinya selain pada Aluna. Reyhan sangat tahu bagaimana Frey mencintai Aluna sejak mereka masih kecil hingga saat mereka menikah.
Reyhan hanya berharap cinta mereka akan selamanya dan tidak akan diganggu oleh wanita yang akan merebut Frey atau pria yang akan merebut Aluna. Reyhan akan menjadi pelindung mereka dan akan menjaga hubungan adik-adiknya ini dengan sangat baik. Ia tidak ingin Aluna ataupun Frey terluka.
"Ya sudah jika begitu, aku harap kamu tidak mengecewakanku. Jaga baik-baik Aluna dan calon keponakanku itu, kalian adalah orang-orang terdekatku dan aku sangat menyayangi kalian, aku tidak ingin kalian sampai terluka atau tersakiti. Jangan lupa jika ada masalah, langsung segera hubungi aku. Aku pasti akan siap untuk membantu kalian," ucap Reyhan kemudian ia mengajak Frey untuk kembali bergabung bersama dengan keluarga besar mereka.
Frey menggenggam tangan Aluna, ia mengajak istrinya itu untuk beristirahat namun sebelum itu, Alvaro meminta mereka untuk berkumpul di kamar miliknya.
Di kamar itu ada keluarga besar Alvaro dan juga keluarga Mazeen. Jika Gea sudah bisa menebak ending dari pembicaraan ini, berbeda halnya dengan yang lainnya yang tidak paham kecuali para orang tua.
"Kenalkan anak–anak, beliau adalah Gavriel Mazeen, pengusaha sukses yang mendunia dan kalian tentu banyak mengetahui tentang pria ini karena kemasyhurannya sudah tersebar dimana-mana," ucap Alvaro membuka pembicaraan.
"Anda terlalu memuji saya, Tuan Prayoga," ucap Gavriel kemudian ia dan Alvaro tertawa bersama.
Mereka pun diminta untuk saling berkenalan satu sama lain. Setelah itu, Alvaro dan Gavriel memulai perbincangan mereka. Hal yang membuat semua orang tercengang kecuali gadis yang bernama Gea Aurellia Mazeen.
"Apa Papi nggak salah? Kenap tiba-tiba papi jodohin aku? Aku masih SMP loh Pi!" pekik Naufal tidak terima. Ia sudah memiliki calonnya sendiri dan tentu gadis yang bernama Gea ini sangat asing baginya.
"Ya menikahnya nanti, setelah lulus sekolah. Gea juga harus belajar dan dia itu putri satu-satunya keluarga Mazeen, jadi mereka mengharapkan kau bisa menjaganya. Tuan Gavriel Mazeen mempercayakan anaknya padamu dan ya, akan lebih baik kalian diberitahu sejak awal agar bisa saling melakukan pendekatan," lanjut Alvaro dan ia tidak ingin dibantah.
"Gea bisa kok jaga diri sendiri. Lagi pula Naufal itu sepertinya tidak bisa melindungi aku. Jangankan melindungiku, sepertinya melindungi dirinya sendiri pun dia tidak bisa!" ujar Gea yang membuat Naufal merasa darahnya seakan mendidih.
"Kamu!!"
...****************...
Maaf ya upnya lambat dan sedikit banget dan mungkin banyak typo, soalnya lagi cedera bahu 😂😂