
"Saya terima nikahnya Danissa Aluna Gu--"
"Tunggu!"
Suara tersebut menginterupsi pengucapan ikrar Frey dan kini mereka semua serempak menatap ke arah pintu dimana sosok tersebut berdiri tegap dengan wajah tampan dan tubuhnya tinggi kurus tanpa perawatan. Hanya saja kali ini wajahnya terlihat lebih segar dari biasanya.
"Pa-pi," lirih Frey.
Kriss Griffin, pria tampan yang sudah begitu dewasa berjalan ke arah pelaminan dimana pengantin dan wali serta petugas dari kantor agama duduk bersama. Mata Frey berkaca-kaca, ia tidak menyangka di hari pentingnya ini papinya bisa hadir. Dengan cepat ia berdiri dan memeluk papinya yang sudah berdiri di samping kursinya.
Aluna dan yang lainnya turut terharu dengan pertemuan ayah dan anak itu apalagi di momen spesial ini.
"Jangan nangis calon pengantin. Nanti Aluna malah nggak mau nikah sama kamu," seloroh Kriss namun hal tersebut tidak menghentikan air mata Frey, ia tersenyum akan tetapi rasa haru itu seolah bersekongkol dengan air matanya.
Alvaro berdiri begitupun dengan Ikram dan Nandi. Keempat sekawan itu saling berpelukan dan mereka sudah melupakan masalah dulu. Apalagi semua itu karena dendam dari keluarga Ikram, ia merasa kasihan pada Kriss dan kedua orang tuanya sebab masalah ayahnya justru menyeret keluarga Griffin.
Kriss kemudian melirik calon menantunya yang terlihat begitu cantik. Ia mendekatinya dan tersenyum manis.
"Kau sangat cantik, Aluna. Ternyata kau bertumbuh menjadi begitu cantik. Duplikat Alvaro versi cewek," ucap Kriss.
"Halo papi mertua, jelas dong aku cantik. Kalau nggak cantik ya mana mungkin Frey cinta sama aku sampai nikahin aku secepat ini. Tapi ngomong-ngomong sesi reuninya udahan dulu ya, nanti aja di lanjutin. Yuk Frey, kita sah dulu dong. Cepat jadiin aku kekasih halal," ucap Aluna tidak sabaran hingga tawa menggema di rumah tersebut.
Nurul dan Alvaro rasanya ingin menutup wajah mereka mendengar ucapan Aluna tersebut. Benar-benar titisan Alvaro. Danish sendiri menatap sengit pada Alvaro yang akar dari sikap dan sifat keponakan cantiknya tersebut.
Kedua calon pengantin tersebut pun kembali duduk dan Kriss duduk berdekatan dengan Alvaro dan Ikram. Pak penghulu langsung memulai ijab kabulnya.
"Wahai Frey Abirsham Griffin bin Kriss Griffin, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan seorang perempuan yang bernama Danissa Aluna Guzelim Emrick Prayoga binti Nurul Aina Emrick yang walinya telah menyerahkannya kepada saya dengan mahar seperangkat alat sholat dan satu kalung berlian dibayar tunai, terima!"
"Saya terima nikahnya Danissa Aluna Guzelim Emrick Prayoga binti Nurul Aina Emrick dengan mahar tersebut dibayar tunai!"
"Saahh."
Penghulu tersebut menengadahkan tangannya seraya membaca doa pernikahan, dan setelah itu Aluna langsung mencium punggung tangan Frey dan Frey membalas dengan mengecup lembut dahi Aluna. Kedua remaja tersebut kita telah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah di mata hukum dan agama dan mengenai nasab Aluna, karena Ia merupakan anak yang lahir di luar pernikahan antara kedua orang tuanya maka ia harus mengambil wali dan nasab dari nama ibunya.
Alvaro tidak berhak menikahkan Aluna sebab pada saat itu ia dan Nurul tidak menikah sehingga Aluna tetaplah menyandang marga sang bunda -- Emrick.
Sedangkan mengenai mahar yang diminta oleh Aluna, sempat terjadi perdebatan antara Frey dan Aluna yang mana hampir saja pernikahan itu gagal jika saja Frey tidak menjanjikan akan mempertemukan secara langsung Aluna dengan ketujuh member BTS setelah mereka selesai ujian sekolah.
Aluna merekam ucapan Frey tersebut sebagai bukti jika Frey akan membawa Aluna pergi sedangkan Frey sendiri tidak yakin dengan janjinya tersebut karena ia merasa kekayaannya belum tentu cukup untuk mengundang secara privat penyanyi tersebut sedangkan ia baru saja belajar memegang bisinis yang diwariskan padanya.
Asalkan pernikahan terlaksana, Frey akan menjanjikan apapun dan nanti ia tinggal mencari cara agar Aluna tidak mendesaknya. Frey pasti akan mengabulkannya tapi nanti. Tunggu ia sukses dan uangnya tidak memiliki nilai seri lagi. Dan itu entah kapan.
Di pernikahan yang dilangsungkan di kediaman keluarga Prayoga tersebut hanya dihadiri oleh keluarga besar dan juga para sahabat karena baik dari pihak Alvaro maupun Ikram sama-sama tidak ada yang ingin mempublikasikan dulu hubungan pernikahan antara Luna dan Frey karena mereka masih berstatus sebagai pelajar.
Juga agar tidak ada yang mengetahui jika pernikahan Aluna kali ini pengantin wanitanya bernasab kepada ibunya, hanya orang-orang terdekat saja yang mengetahuinya dan agar Nurul serta Aluna dan Alvaro tidak diperlukan dalam acara ini akibat perbuatan mereka di masa silam.
Segala rangkaian acara telah selesai, keluarga sibuk berfoto bersama dengan pengantin dan juga dengan keluarga besar tanpa pengantin. Rencananya satu Minggu setelah pengumuman kelulusan maka mereka akan mengadakan resepsi besar-besaran.
"Frey, sebenarnya papi sangat berat melepas Aluna. Tapi papi juga ingin Aluna ada yang menjaga dan papi tidak ingin kalian berbuat jauh seperti yang dulu papi lakukan. Setelah ini kalian bebas melakukan apapun tanpa takut akan dosa sebab kalian adalah pasangan yang sah. Hanya saja jika bisa jangan dulu buat Aluna hamil. Kalian masih sekolah dan fokus saja dulu untuk menyelesaikan sekolah kalian. Setelah itu papi akan memberikan kalian hadiah bulan madu dan saat itu berikanlah papi cucu yang banyak dan lucu-lucu."
Panjang lebar Alvaro berbicara, ia hanya sedang mencoba mengungkapkan rasa gelisahnya dan juga rasa tak rela karena kini putrinya sudah menjadi milik pria lain. Namun suatu saat pun pasti akan terjadi dan di sisi lain Alvaro juga merasa sangat lega sebab Aluna tidak menanggung karma buruk dari perbuatannya di masa lalu.
Alvaro kemudian menepuk pundak Frey dengan pelan. "Frey, kau tahu hal terberat bagi seorang ayah adalah melepaskan putrinya pada pria yang nanti akan menjadi pendamping hidupnya. Papi khawatir kau akan menyakitinya dan kau tidak akan memberikan cinta sebesar yang papi berikan padanya. Papi takut cinta putri cantikku itu terbagi dan lebih besar padamu. Suatu saat jika kalian memiliki anak perempuan maka kau akan merasakan seperti apa yang papi rasakan saat ini. Berjanjilah Frey, jangan menyakiti Aluna. Jika suatu saat kau menemukan dirimu yang ternyata sudah tidak mencintainya lagi maka katakan padaku. Biar papi yang menjemputnya pulang agar dia tidak begitu terluka," ucap Alvaro mendadak melankolis dan bahkan bibirnya bergetar setelah ia mengungkapkan perasaannya tersebut.
Frey mengangguk, ia kemudian memeluk Alvaro dengan penuh rasa sayang. Ia berjanji dalam hati tidak akan pernah menyakiti hati Aluna seumur hidupnya. Dan kalaupun hal tersebut sampai terjadi maka apapun itu ia tidak akan melepaskan Aluna.
Dari arah berbeda, nampak Naufal sedang duduk sambil berbincang bersama Ziya. Ia sangat suka saat pertemuan keluarga dimana ada Ziya yang pasti akan selalu datang mengajaknya mengobrol dan tentu saja gaya bicaranya sangat lembut dan manis semanis wajahnya.
"Ziya, lu mau nggak nanti jalan-jalan sama gue naik motor?" tanya Naufal.
"Bo--"
"Nggak boleh!" potong Zyan. Kakak alias saudara kembar Ziya ini sangat protektif terhadap Ziya sekalipun yang mengajak Ziya keluar itu adalah Naufal ataupun Gavin.
Selama ini Ziya hanya boleh pergi beramai-ramai atau berdua dengannya dan juga Frey. Zyan begitu melindungi dan ia cenderung menjaga Ziya agar tidak ada yang mendekatinya. Ziya harus dijaga dan dijauhkan dari para manusia berjenis kelamin laki-laki karena itu adalah pesan Ikram namun Zyan memang sudah bersikap berlebihan.
"Bang, kok gitu sih?" protes Ziya.
Wajah Zyan langsung berubah dingin dan Ziya tidak berani melayangkan protes lagi.
.
.
Malam sudah kembali menyapa, para kerabat sudah kembali ke rumah mereka masing-masing kecuali Deen, Dianti dan keluarga Aleesha. Mereka menetap di rumah tersebut dan rencananya besok baru akan kembali ke kediaman mereka.
Tadi sore tidak ada sesi membukakan pakaian Aluna sebab Frey memilih untuk berkumpul dengan keluarganya karena papinya hanya diberikan waktu beberapa jam saja dan hal tersebut atas permintaan Alvaro Genta Prayoga yang meminta pihak lembaga pemasyarakatan untuk memberikan izin kepada Kriss dengan ia sebagai jaminannya.
Dan kini saat semua sudah kembali ke kamar masing-masing, Aluna dan Frey justru tengah berdebat antara masuk ke kamar Aluna atau ke kamar Frey. Tidak ada yang mempedulikan mereka sebab saat ini seluruh anggota keluarga sedang beristirahat karena kelelahan.
"Frey, mending lu masuk ke kamar lu dan gue di kamar gue. Nggak usah diperpanjang lagi masalahnya. Biasanya juga 'kan gitu, kita nggak tidur bareng," ucap Aluna yang sudah sangat mengantuk dan ia sudah lelah berdebat.
Frey tersentak, namun ia diam saja karena menunggu hingga Aluna benar-benar tidak memiliki tenaga lagi. Saat Aluna berbalik dan hendak masuk ke kamarnya, Frey langsung menggendong Aluna dan membawanya bak memanggul karung beras. Aluna berteriak namun dengan cepat Frey menutup pintu kamarnya.
Frey langsung melempar Aluna ke atas tempat tidur namun dengan gerakan perlahan. Bibirnya menyeringai saat ia menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Aluna. Mata Aluna bergerak gelisah, jantungnya berdebar-debar kencang. Ia bukan lagi bocah yang tidak paham apa yang akan dilakukan suami istri saat malam pertama. Ia sering menonton lewat drama korea. Mendadak pipinya memerah.
"Di kamar gue kedap suara dan kalau lu mau teriak yang teriak aja," ucap Frey kemudian ia mencuri satu kecupan di bibir Aluna.
Mata Aluna melebar, ia seolah sedang sekarat saat ini. Frey tersenyum kemudian ia menghujani seluruh wajah Aluna dengan ciuman. "Na, mending sekarang kita tidur ya. Gue takut khilaf apalagi besok kita sekolah. Nanti aja kalau libur kita bakalan coba praktekkan pelajar biologi kesukaan lu di bab sistem reproduksi manusia," ucap Frey yang kemudian ia turun dari tubuh Aluna dan berbaring menyamping sambil menatap Aluna yang juga sudah menyamping menghadap ke arah Frey.
Pipi Aluna bersemu merah dan kali ini ia seperti tersengat listrik saat Frey memeluknya dalam satu selimut yang Frey pasangkan di tubuh mereka. Frey lalu mengangkat kepala Aluna dan membiarkan lengannya menjadi bantal untuk Aluna.
"Good night my wife. I love you."