
Acara yang dinanti-nanti pasangan remaja ini pun akhirnya datang juga. Aluna terlihat begitu cantik dengan gaun pernikahan yang di rancang langsung oleh kedua neneknya — nenek Dianti dan nenek Yani.
Wajah cantik Aluna yang dipoles sangat cantik itu semakin membuat Frey merasa pangling. Istrinya ini hanya pernah dua kali ia lihat didandani yaitu saat mereka akan melangsungkan akad nikah dan malam ini di acara respersi mereka.
Frey pun mendekat dan mengusap bahu Aluna yang terbuka sedikit. "Sayang, kamu sangat cantik malam ini. Bagaimana kalu kita menunda dulu resepsinya dan kita bermain dulu beberapa ronde," bisik Frey yang membuat pipi Aluna yang sudah diberi pemerah buatan itu semakin memerah.
"Frey ih, apaan sih. Malu tahu sama kakak MUA-nya," ucap Aluna yang saat ini salah tingkah karena jelas sekali perkatannya itu samar-samar didengar oleh tukang make-upnya.
Dua orang petugas MUA hanya senyam-senyum sendiri melihat pasangan muda ini. Dulu mereka juga yang dipercaya untuk mendandani Aluna sehingga sudah tahu jika pasangan ini bukanlah pasangan muda yang menikah karena sebuah insiden.
"Kalian sangat serasi, yang satu sangat cantik dan yang satu sangat tampan. Semoga tidak ada bibir pelakor diantara kalian ya. Dan jika ada, Luna bisa melapor pada Mami, biar Mami dandani wajahnya semenyeramkan mungkin lalu mami viralin dengan hastag pelakor kena karma," ucap salah satu petugas MUA tersebut yang sepertinya seumuran dengan bundanya — Nurul Aina.
Aluna tertawa diikuti oleh dua petugas MUA tersebut. Sekilas Aluna memberikan tatapan penuh arti pada Frey hingga suaminya itu merasa kembali disudutkan oleh Aluna.
"Pasti Mami, Luna punya kok nomor kontak mami," ucap Aluna menimpali.
Tak lama kemudian para wanita dari keluarga mereka memasuki kamar tersebut. Semuanya dibuat terpana oleh kecantikan Aluna yang terllihat sedikit dewasa dari usianya. Nurul hampir saja meneteskan air mata, karena sebentar lagi putri kecilnya akan diketahui khalayak telah menikah dan berstatus sebagai istri dari Frey Abirsham Griffin.
Pernikahan keduanya ini sangat disambut oleh para pemburu berita. Anak dari keturunan Prayoga dan juga Emrick tentu saja akan menjadi trendidng topic. Belum lagi disini pasti akan ada banyak pengusaha sukses yang akan berkumpul.
Yang ingin mencari dan memburu berita tentang perekonomian pasti akan sangat bahagia karena akan mendaptkan banyak sumber berita dari para pebisnis hebat, terutama dari Daniyal Axelle Farezta yang merupakan pebisnis terkaya di negara ini mengalahkan keluarga Prayoga, namun tetap saja Axelle merupakan bagian dari keluarga Prayoga itu, ia adalah salah satu menantu di keluarga Prayoga sebab ia memperistri Evelyn Prayoga Mahesa.
"Ponakan tante sangat cantik. Maaf ya sayang, tante Alee baru bisa datang sekarang, pamanmu sangat sibuk dan pasien tante sangat banyak yang melahirkan. Gimana sama kandungan kamu sayang, apa ada keluhan?"
Aleesha memeluk Aluna dengan penuh kasih sayang, ia yang disibukkan dengan pekerjaan baru bisa datang.
"Dia sepertinya baik-baik saja, Tante. Oh iya, kemarin malam dia sempat nendang loh, tapi setelah itu udah enggak lagi," ucap Aluna sambil mengusap perutnya yang sudah mulai membuncit.
Tapi mungkin anak gue tahu ada bibit pelakor di dalam mobil, dia pinginnya nendang wanita itu cuma belum bisa karena masih dalam kandungan, imbuh Aluna dalam hati.
Aleesha pun mulai menjeskan kepada Aluna tentang perkembangan janin hingga nanti saatnya melahirkan. "Huhh, untung saja kehamilan kamu ini baik-baik saja. Tante jadi ingat waktu bundamu hamil kamu sayang, dia sangat kepayahan karena rhesus kamu sama bunda itu berbeda. Untung saja tante bisa donorin darah tante buat kamu," ucap Aleesha kembali terkenang akan kehamilan Nurul dulu.
Aluna menatap Nurul yang duduk di tepi ranjang bersama Evelyn dan Clarinta. Ia tersenyum haru seraya berkata, "I love you bunda, terima kasih karena sudah berjuang sekuat itu untuk melahirkan Luna ke dunia. Maafin Luna ya jika selama ini selalu bikin bunda sakit kepala. Sungguh semua itu karena Luna keturunan papi Varo yang emang ngeselin."
Tadinya semua yang ada di ruangan itu merasa terharu dengan ucapan Aluna terhadap Nurul, namun mendadak Aluna mengubah alur dialognya di akhir kalimatnya hingga membuat Nurul tersedak ingusnya sendiri karena sudah sedari tadi merasa terharu.
"Danissa Aluna Guzelim Emrick Prayoga!!" pekik Nurul dengan wajah yang terlihat begitu mengenaskan.
"Benar-benar keturunan bos lucknut," timpal Clarinta.
"Heii, ini adalah daya tarik kami sebagai keturunan Prayoga. Savage-nya dapat banget, 'kan? Dan itu hanya milik keluarga Prayoga saja," ujar Evelyn membela klannya.
.....
Tokk ... Tokk ... Tokk ...
"Dad, mau kemana? udah rapi aja ni," tanya Jessica.
"Anak salah satu kolega bisnis daddy mengadakan resepsi malam ini. Kamu tahu 'kan keluarga Prayoga, cucu perempuan pertama mereka ternyata sudah menikah dan malam ini adalah resepsinya. Berhubung daddy ngga punya teman untuk menghadiri, bagaimana kalau kamu saja," ajak daddynya.
"What? Itu artinya anak dari tuan Alvaro dong, Dad," terka Jessica.
"Ya. Daddy tidak sempat membaca undangannya, hanya Fin saja yang memberitahu daddy jika ada undanga itu. Mereka adalah pebisnis besar dan akan sangat bodoh jika daddy tidak turut menghadiri. Disana pasti ada banyak pengusaha sukses. Kau harus ikut, Nak. Siapa tahu disana kau bisa bertemu dengan jodohmu."
Jodoh ya ... sayangnya aku sudah menargetkan siapa yang akan menjadi jodohku Dad, gumam Jessica dalam hati.
"Tunggu Dad, bukannya anak tuan Alvaro itu masih sangat muda. Aku pernah mewawancarainya ketika menyelesaikan tugas kuliah dulu. Waktu itu anaknya masih SMP kalau nggak salah. Kok tiba-tiba nikah ya? Pria beruntung mana yang berhasil masuk ke jaringan keluarga terkaya di negara ini?"
Daddy Jessica hanya mengangkat kedua bahunya, ia tidak tahu karena ia tidak membaca undangannya. Jessica pun meminta daddynya untuk menunggu beberapa saat karena ia akan bersiap-siap dulu.
Beberapa saat kemudian Jessica sudah siap dan daddynya bahkan hampir ketiduran karena menungguinya. Keduanya pun melangkah bersama menuju ke mobilnya.
Setelah menempuh sekitar lima belas menit akhirnya mereka sampai di hotel, tempat dimana resepsi tersebut berlangsung. Jessica berjalan berdampingan dengan daddynya dan mereka menyapa dan disapa oleh beberapa orang yang mereka kenali.
"Dad, aku kesana dulu ya. Ada klien bisnisku," ucap Jessica saat tak sengaja melihat seseorang.
Senyum Jessica mengembang ketika melihat sang pujaan hati sedang berdiri di dekat pelaminan dengan dandanan yang semakin membuatnya terlihat menawan. Ia tidak peduli jika disini ada istri Frey, ia akan tetap maju.
"Fre— " panggilan Jessica terhenti ketika ia melihat ke arah iring-iringan pengantin wanita yang sedang diapit oleh dua orang pria tampan dan itu adalah Axelle dan Danish.
Sesuai pengaturan, Alvaro akan kebagian sebagai pendamping pengantin di atas pelaminan sedangkan yang mengantarkan Aluna pada sang suami adalah dua paman tampannya ini.
Wah, itu bukannya tuan Daniyal Axelle Farezta? Ck,ck,ck ... keluarga Prayoga memang tidak kaleng-kaleng. Eh tapi kok pengantinnya kayak pernah lihat ya? Gumam Jessica dalam hati sambil terus memperhatikan langkah pengantin tersebut.
"What? Nggak mungkin? Frey nikah sama anak dari tuan Alvaro Genta Prayoga? Nggak, nggak mungkin. Nggak bisa, kalau kayak gini saingan aku berat. Sial sekali, kenapa istrinya Frey bukan dari kalangan biasa saja biar bisa aku sabotase," pekik Jessica namun dengan suara yang dipelankan.
Bagaimana tidak kaget, ia melihat sendiri tangan Frey terulur menyambut kedatangan sang pengantin wanita, lalu keduanya bersama-sama naik ke atas pelaminan dimana sudah ada Alvaro dan Nurul sebagai pendamping dari Aluna serta Ikram dan Tara yang mendampingi Frey.
"Oh jadi kamu mau jadi pelakor di rumah tangga adikku. Jangan mimpi!"
Mendengar suara yang sangat ia kenali membuat Jessica langsung menoleh ke samping dimana sudah berdiri pria tampan yang sedang menatap lurus ke pelaminan dengan senyuman tersungging di bibirnya.
"Rey!" pekiknya kaget.
"Kita bertemu lagi wanita rubah. Aluna adalah adikku dan jangan pernah berpikir untuk merusak rumah tangganya karena jika sampai itu terjadi, kau akan berhadapan langsung dengan malaikat maut Jessica!" ancam Reyhan kemudian ia segera pergi dan bergabung bersama kedua orang tuanya dan juga kakek neneknya.
Jessica terdiam, sudah sangat lama ia tidak melihat sosok Rayhan. Dan kini ia melakukan kesalahan fatal karena ternyata wanita yang ingin ia rebut suaminya itu adalah adik dari Rayhan.
Kenapa semua berhubungan dengannya? Aku sudah lama menghilang dari pria dingin itu dan kami bertemu lagi malam ini dan ternyata Frey adalah adik ipar Rayhan. Lantas aku harus bagaimana? Aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya, sama seperti dulu ketika aku jatuh cinta pada ....