GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
Keinginan Leon


Balapan pun dimulai, suara para pendukung dari masing-masing peserta terdengar begitu menggelegar dan para pembalap itu sedang fokus menuju ke garis finish. Posisi saat ini masih dipimpin oleh Naufal dan dibelakangnya ada Leon yang terus mengejar sedangkan yang lainnya masih tertinggal cukup jauh.


Jika yang terlihat iru adalah pertandingan antara beberapa pembalap maka bagi Leon dan Naufal di arena saat ini hanya ada mereka berdua saja. Naufal harus menang agar Leon tidak membocorkan kegiatannya kepada bundanya sedangkan Leon juga harus menang agar rencananya berjalan sempurna.


Leon menarik gas motornya, ia harus bisa melewati Naufal karena kurang dari dua ratus meter lagi jarak garis akhir terlihat. Naufal juga tidak ingin kalah, ia menarik gasnya namun justru karena ia terus memikirkan ucapan Leon akhirnya ia hilang kontrol dan hampir saja terjatuh dari motor jika saja ia tidak kembali mendapatkan fokusnya. Akan tetapi kini Leon sudah bersorak dengan begitu girangnya karena berhasil mencapai garis finish lebih dulu.


Para penggemar Leon langsung berkerumun khususnya gadis-gadis cantik dan seksi. Mereka sangat suka melihat ketampanan Leon yang terlihat lebih dewasa dibandingkan Naufal namun bukan berarti Naufal kalau saing dari Leon. Wajah Naufal terlihat lebih imut dan menggemaskan, sesuai usianya hanya saja ia kelebihan tinggi badan.


Zyan dan Givan menghampiri Naufal yang baru saja sampai beberapa detik setelah Leon. Namun sahabat rasa saudara itu langsung mengangkat tangannya dan meminta keduanya untuk jangan dulu menghampirinya sebab ada Leon yang hendak berbicara dengannya. Naufal segera turun dari motornya dan membuka helmnya. Ia berdiri di samping motornya sambil menunggu kedatangan Leon.


Langkah Leon terlihat sangat bersemangat, ia bersiul-siul mendekati Naufal yang saat ini sedang menatap datar kearahnya.


"Apa yang lu inginkan?" tanya Naufal tanpa basa-basi lagi.


Leon tertawa sumbang, "Sabar, nggak perlu buru-buru. Kita bisa ngopi-ngopi dulu atau ngapain gitu," ucap Leon namun ia hanya sekadar basa-basi semata. Ia sangat suka memancing emosi Naufal yang terlihat sama persis seperti Frey.


"Gue nggak akan bocorkan tentang hobimu ini kepada bundamu akan tetapi kau harus membantuku untuk membawa Aluna datang ke pestaku besok malam. Tanpa Frey!"


Naufal terkejut, ia tidak menyangka bahwa yang diinginkan oleh Leon adalah kakaknya yang sekarang sudah berstatus sebagai istri dari Frey. Namun Naufal tentu tidak bisa memberitahukan hal tersebut. Semua akan kacau apabila ada yang tahu tentang status hubungan antara Aluna dan Frey.


Tapi ... Naufal tidak mungkin membawa Aluna juga tanpa Frey. Ia bisa dikuliti oleh keluarganya terutama oleh Frey jika membawa istrinya bertemu dengan laki-laki lain.


"Tidak bisa!" ucap Naufal dengan lantang. Ia tentu tidak akan melakukan hal tersebut. Ia juga berpikir, bukan tidak mungkin Leon akan merencakan hal buruk pada kakaknya. Naufal tidak ingin mengambil risiko besar.


Bola mata Leon membesar, ia tidak menyangka Naufal akan menolaknya padahal ia pikir hal ini adalah hal yang mudah dibandingkan apa yang akan terjadi apabila Leon membocorkan kegiatan Naufal di jalanan.


Apakah Frey itu sangat menakutkan sampai-sampai Naufal pun nggak mau bawa Aluna ketemu gue? Ck! Frey adalah penghalang besar dan gue nggak yakin kalau Aluna dan Frey itu nggak ada sesuatu! Oh ... oh, jangan-jangan Frey terjebak siscon alias sister complex? atau Aluna yang terjebak brocon? Oh my God!


Siscon atau sister complex sendiri adalah situasi dimana seorang saudara laki-laki sangat terobsesi pada adik atau kakak perempuannya. Sedang brocon atau brother complex adalah situasi sebaliknya dimana saudara perempuan sangat terobsesi pada adik atau kakak perempuannya. Hubungan seperti ini cenderung mengarah pada kisah asmara atau sikap overprotektif terhadap saudara mereka yang tetap saja tidak mungkin menjalin hubungan seperti berpacaran mengingat status mereka.


Leon memainkan lidahnya di dalam mulutnya, ia bingung dan harus mencari cara secepatnya agar Naufal setuju dengan keinginannya. Ia sebenarnya hanya mengancam Naufal saja, mana mungkin ia bertindak buruk pada calon adik iparnya, restu akan melayang seketika tentu saja. Leon tidak ingin seperti itu.


"Ouhh ... jadi lu nggak mau. Ya udah nggak masalah. Gue kasih lu waktu, besok malam di hotel X lu datang sama Aluna tanpa Frey di acara gue pukul delapan malam. Semua tergantung lu bro, datang bersama Aluna tanpa Frey maka rahasia lu aman atau diam diam di rumah dan biarkan boom waktu meledakkan semuanya. Berpikirlah!" ucap Leon kemudian ia bergegas pergi menuju ke motornya karena ia tahu dengan ia pergi pasti Naufal akan mulai berpikir.


Gue yakin dia bakalan datang! Dan Aluna, besok malam lu bakalan jadi milik gue seutuhnya. Sorry tapi cara ini bisa bikin niat gue kesampaian buat membalas dendam dan tentunya buat dapatin lu seutuhnya. Setelah semuanya gue jamin lu nggak bakalan menolak kehadiran gue. Aarhh sial! Misi balas dendam justru berubah jadi main hati. Salah gue? Ini salah Keenan. Siapa suruh dia patah hati sama cewek secantik Aluna dan nyuruh gue. Gue main hati, bukan salah gue dong. Dia emang layak untuk dicintai!


Sementara itu, di dalam kamar pasangan pengantin baru itu sedang sibuk belajar. Lebih tepatnya Frey belajar sungguh-sungguh sedangkan Aluna hanya sibuk memperhatikan Frey dengan alibi membaca buku. Pipi Aluna bersemu merah saat menatap wajah Frey yang semakin tampan saat sedang serius membaca. Apalagi kacamata yang bertengger di hidungnya itu, sangat badas dan Aluna bersyukur karena hanya dirinya yang bisa menikmati wajah setampan itu setiap saat.




"Lihatin bukunya bukan akunya," ucap Frey tanpa menoleh ke arah Aluna.


Aluna berdecak, Frey sungguh mengganggu kesenangannya. "Dasar pengganggu! Tidak bisakah membiarkan gue menikmati keindahan Tuhan yang terpampang nyata di hadapan gue? Kau sangat tampan Frey dan aku adalah pemilikmu. Huaaa ... how lucky I am!" teriak Aluna hingga membuat Frey tertawa gemas dengan ucapan Aluna tersebut.


Frey melepaskan bukunya dan ia langsung menarik Aluna masuk ke dalam pelukannya lalu beberapa detik kemudian Aluna sudah berada di pangkuannya. Frey menyelipkan anak rambut Aluna di belakang telinganya hingga membuat pipi Aluna merona merah.


Dengan gemas Frey mengecup pipi Aluna lalu membelainya dengan manja. "Gue sayang banget sama lu. Lu itu istri gue, jangan coba-coba memandangi wajah pria lain. Wajah gue sangat tampan dan lu nggak bakalan menemukan ketampanan lain selain di wajah gue," ucap Frey kemudian dengan gemas ia kembali mengecup bibir Aluna.


Ciuman yang awalnya hanya saling menempel itu mendadak berubah menjadi ciuman yang panas. Baik Frey maupun Aluna sudah terbuai dalam pertukaran saliva tersebut.


Frey baru melepaskan pagutannya saat Aluna sudah terlihat kehabisan sesak napas karena pasokan udara di paru-parunya mulai menipis. Namun hanya beberapa saat karena Frey kembali menyatukan bibir mereka dan Frey melu-matnya dengan penuh kelembutan hingga Aluna kembali terbuai.


Frey sudah membaringkan Aluna di sofa dan kini ia menindihnya. Ciuman Frey sudah turun di leher Aluna dan desa-han lucnut itu sudah lolos dari mulut Aluna. Kepala Frey menjadi pusing, hasrat sudah menyelimutinya namun ia kembali tersadar jika hal ini akan berakibat pada kehamilan lalu bagaimana dengan sekolah mereka.


Sial! Sabar Frey, nggak lama lagi ujian dan lu pasti bisa nahan semuanya. Setelah ujian gue bakalan tuntasin semuanya. Sabar, sabar!