GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
Keluh Kesah Bunda


Keenan berjalan sambil mengendap-endap memperhatikan gerak-gerik Frey yang saat ini sedang sibuk mengambil ini dan itu atas permintaan istrinya. Siang ini mendadak Aluna ingin makan berbagai jenis camilan sehingga ia mengajak Frey pergi ke minimarket untuk membelinya.


Frey yang bertugas mendorong troli sedangkan Aluna duduk anteng di kursi yang disediakan di bawah troli yang sebenarnya hanya dikhususkan untuk anak-anak saja, tetapi Aluna bisa muat di dalamnya Ia hanya menunjuk ini dan itu sedangkan Frey yang akan mengambilkan untuknya


Hari ini bahkan Keenan membolos sekolah agar bisa mengikuti kegiatan Frey hingga sore hari, ia rela tidak masuk sekolah. Sedari pagi Keenan sudah mengamati kediaman keluarga Prayoga hingga ia menemukan mobil Frey keluar dan ia mengikutinya namun dengan jarak yang cukup jauh agar tidak mengundang rasa curiga.


Kegiatan Frey hari ini hanya masuk kampus beberapa jam kemudian ia kembali lagi ke rumah dan membawa Aluna ke minimarket ini. Keenan selalu berada di belakang mereka, mengintai kegiatan mereka dan tidak ingin kehilangan jejak karena sebenarnya Keenan sudah memiliki rencana lain di luar rencana yang sudah disusun oleh Jessica sebelumnya.


Melihat Frey dan Aluna yang begitu asyik dengan belanjaan mereka, dengan cepat Keenan keluar dan ia berniat untuk merusak mobil Frey. Ia akan melakukan rencana Jessica lebih dulu namun hanya untuk membuat wanita itu percaya jika Keenan berada di pihaknya, tetapi selanjutnya akan menjadi rencana miliknya sendiri.


"Lihat saja, setelah ini lu bakalan habis Frey. Ucapkan selamat tinggal pada dunia. Dan buat lu Aluna, karena lu lagi hamil gue nggak tega sama lu. Cukup lu nangisin suami lu aja itu udah cukup sebagai balasan apa yang sudah kalian perbuat ke gue," ucap Keenan setelah ia selesai mengempeskan ban mobil milik Frey.


Setelah puas berbelanja dengan tiga kantung belanjaan penuh dengan snack dan minuman milik Aluna, keduanya pun kembali ke mobil. Belum sempat mereka masuk ke dalam mobil, beberapa bodyguard yang memang selalu ditempatkan untuk menjaga Aluna dari kejauhan pun mendekati mereka.


"Selamat siang tuan dan nona muda, sebelumnya saya hanya ingin mengatakan bahwa kalian berdua sebaiknya ikuti mobil yang satu saja karena mobil ini baru saja di utak-atik oleh seseorang. Dan kami sudah mengamankannya," ucap bodyguard tersebut.


Frey dan Aluna saling bertatapan, belum sempat Aluna mengeluarkan pendapatnya Frey langsung memotong dengan mengatakan bahwa memang mereka lebih baik mengikuti para bodyguard saja. Urusan orang yang sudah melakukan dan berniat buruk pada mereka, itu akan menjadi urusan belakang karena yang terpenting adalah keselamatan Aluna untuk saat ini.


Mau tidak mau Aluna menurut saja. Ia lebih baik mengikuti arahan Frey daripada harus bertanya ini dan itu yang membuat kepalanya pusing. Selagi ia bersama Frey dan begitu banyak bodyguard yang menjaga mereka, Aluna yakin sekali jika ia akan selalu berada di tempat yang aman.


"Amankan orang itu, aku akan mengantar istriku dulu kemudian akan pergi ke markas," ucap Frey dengan suara yang begitu dingin setelah ia membukakan pintu dan Aluna masuk ke dalam mobil.


"Baik tuan muda, kami akan menunggu kedatangan Anda di sana," ucap bodyguard tersebut dan ia pun langsung masuk ke mobil lainnya.


Berani berniat buruk sama gue dan istri gue apalagi ada calon anak gue, berarti orang itu sudah tidak menginginkan kehidupannya lagi! gumam Frey dalam hati. Tangannya terkepal kuat, ia benar-benar tidak akan mengampuni orang yang sudah berniat buruk padanya.


Sesampainya di rumah Frey langsung meminta Aluna untuk beristirahat. Ia akan segera pergi untuk menemui orang yang sudah ditahan oleh anak buahnya. Frey sangat penasaran siapa sebenarnya sosok yang berniat jahat pada mereka, akan tetapi ia yakin sekali orang itu adalah orang yang sangat ia kenal.


"Tapi Frey, aku nggak mau ditinggal kamu ya," protes Aluna begitu Frey memintanya untuk tidur.


"Aku di sini kok, menemani kamu sampai tertidur. Nggak akan kemana-mana janji!" ucap Frey yang terpaksa mengumbar janji palsu agar istrinya ini tidak cemas.


Aluna memanyunkan bibirnya. "Sudah tahu tidak bisa berbohong, masih juga sok ingin berbohong," ucap Aluna yang kemudian membuat Frey terkekeh. Frey merasa malu karena sudah ketahuan oleh istrinya tengah berbohong.


Bunyi ketukan pintu membuat Frey terjaga. Ia segera bangun dan mengecup dahi Aluna yang masih tertidur dengan begitu lelapnya, kemudian ia berdiri dan berjalan ke arah pintu. Frey nampak terbengang begitu melihat sosok Bunda yang begitu ia cintai terlihat wajahnya tidak baik-baik saja.


"Frey bisa bicara sebentar dengan Bunda? Aluna dimana, sedang tidur kah?" tanya Nurul dan Frey hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan saja.


Melihat wajah wanita yang sangat ia sayangi tidak dalam keadaan baik-baik saja, membuat Frey menerka-nerka apa yang sebenarnya yang sudah terjadi pada wanita kesayangannya ini. Keduanya pun berjalan masuk ke arah kamar Aluna yang nantinya akan ditempati oleh bayi mereka.


"Bunda terlihat tidak baik-baik saja, apa yang sudah terjadi? Coba katakan padaku, jika ada sesuatu mengganggu Bunda maka bicarakanlah. Aku pasti akan mendengarkan dengan baik dan jika aku bisa aku pasti akan membantu Bunda," ucap Frey dengan bersungguh-sungguh.


Nurul tersenyum, ia kemudian mengusap rambut Frey dengan begitu penuh kasih sayang. Bocah 3 tahun yang dulu menjadi anak angkatnya, yang ia besarkan dengan tangannya sendiri serta penuh dengan cinta kasih itu kini terlihat begitu gagah dan nampak bagaikan seorang pahlawan yang siap selalu melindunginya.


Walaupun Frey merupakan anak dari orang-orang yang pernah membuat hidup Nurul merasa dikecewakan, akan tetapi cinta kasih Nurul kepada anak ini begitu tulus. Nurul tidak pernah membeda-bedakan posisi Frey dengan dua anaknya yang lain. Semua cinta kasih itu ia berikan sama rata dan sama adilnya.


"Bunda hanya sedang terpikirkan tentang papi kamu. Entah mengapa perasaan bunda akhir-akhir ini menjadi tidak tenang, gelagat papi kamu itu luar biasa berubahnya. Alvaro memang sangat romantis, tetapi romantisnya kali ini sungguh-sungguh berbeda. Sangat berlebihan dan tidak seperti biasanya, bagaikan pria tua yang sedang terkena puber kedua," ucap Nurul yang mencoba untuk menahan tangisannya.


Nurul Aina, wanita yang begitu sensitif terhadap perasaan dan juga pernah dihancurkan hatinya oleh Alvaro tentu akan merasa insecure apabila ternyata benar suaminya sedang mengalami puber kedua. Bukan tidak mungkin ia akan diselingkuhkan karena mengingat bagaimana sepak terjang Alvaro semasa muda dulu.


Frey langsung membawa Nurul ke dalam pelukannya, ia sangat mengerti dengan perasaan bundanya saat ini. Dia tahu pasti bunda Nurul saat ini sedang merasa dilema dan juga dipenuhi dengan rasa penasaran dan kekhawatiran tentang sesuatu hal yang tidak ia inginkan terjadi.


"Bunda yang tenang dulu ya, selagi papi nggak macam-macam di luar, Bunda nggak perlu sampai berpikiran terlalu berlebihan seperti ini. Nanti jatuhnya Bunda yang stres. Dan untuk masalah ini, Frey akan menyelidikinya. Frey janji akan membantu Bunda dan akan terus mendukung Bunda. Sekalipun memang benar Papi di luar sana macam-macam, maka Frey akan siap membawa Bunda pergi dari sini. Tenang saja, Frey bisa menghidupi Bunda dan Aluna serta cucu bunda nanti."


Nurul tersenyum haru, ia tidak salah membesarkan anak ini walaupun Frey berasal dari orang tua yang memiliki pikiran licik dan begitu picik. Akan tetapi, berkat kasih sayang dan ketulusan hatinya ia berhasil mendidik Frey menjadi anak lelaki yang begitu baik dan juga sangat berbakti kepadanya.


"Semoga usahamu selalu sukses, Nak. Bunda tidak ingin apa-apa, Bunda hanya ingin melihat anak-anak Bunda selalu bahagia dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. Bunda hanya ingin pernikahan kalian selalu baik-baik saja, langgeng hingga maut memisahkan," ucap Nurul kemudian ia memeluk Frey dengan begitu erat.


Wajah tampan Frey yang tadinya tersenyum lembut pada sang Bunda kini berubah menjadi begitu datar dan dingin. Hati Frey begitu terluka melihat wanita yang sudah membesarkannya dengan penuh cinta kasih itu terpuruk. Ia bersumpah akan menghancurkan siapapun yang sudah merusak kebahagiaan wanita yang sudah menjadikannya sebagai seorang anak sekaligus menantu.


"Bunda tenang saja, aku pasti akan selalu mengingat pesan Bunda dan akan menjaga Aluna serta anak-anak kami nanti. Dan juga akan melindungi rumah tangga kami dari banyaknya prahara yang akan merusaknya. Frey tidak bisa merangkai kata-kata untuk membuat janji manis, tapi Frey bisa menjanjikannya dengan sebuah tindakan."


Nurul tersenyum, ia kemudian melepaskan pelukannya lalu ia menggenggam tangan Frey dan mengajaknya untuk keluar. Perasaan Nurul begitu lega setelah ia menumpahkan keluh kesahnya pada anak lelaki sekaligus menantunya ini.


Awas saja jika papi sampai berani macam-macam, aku akan menghancurkannya lewat tanganku ini. Sangat tidak bersyukur sudah memiliki istri seperti bunda Nurul, wanita sempurna dan terbaik dari semua yang baik.