GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO
Keenan dan Jessica


"Mau kemana Keenan?"


Keenan menghentikan langkahnya ketika mendengar ibunya memanggil. Ia sudah siap dengan semua rencananya dan ia harus bisa berhasil kali ini. Lagi pula ia sudah menemukan sekutu yang pasti bisa membantunya memuluskan rencana.


"Ada tugas kelompok, Bu," jawab Keenan sembari tersenyum manis kepada ibunya. Wanita yang dulunya selalu terlihat cantik dan glamor ini, kini justru terlihat seperti ibu-ibu pada umumnya dengan daster murahan yang melekat di tubuhnya.


Tidak ada lagi perawatan mahal serta perhiasan mahal dan juga barang-barang branded yang dulunya sering ia buru kini tidak bisa lagi ia dapatkan. Jangankan barang branded, membeli perhiasan imitasi pun ia tidak memiliki kesempatan. Hidup mereka hanya cukup untuk makan sehari-hari dan itu pun hanya pemberian dari Ikram setiap bulannya.


"Hati-hati, perasaan ibu tidak tenang kamu pergi sudah jam segini. Ini sudah hampir sore loh, cepat pulang dan selalu kabari ibu," ujar ibunya dan Keenan langsung memeluknya lalu mengecup pipinya.


"Tentu Bu," sahut Keenan kemudian ia segera pergi.


Keenan mengendarai motor yang memang masih menjadi miliknya. Mobilnya ia jual untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan dan membuka usaha walaupun beberapa kali usaha itu mengalami gulung tikar.


Motor Keenan berhenti di sebuah kafe dan ia segera digiring masuk ke sebuah ruangan VIP. Seorang wanita cantik sudah menunggunya dan keduanya saling berjabat tangan.


"Kamu yang meminta saya untuk bertemu?" tanya Jessica.


"Ya, saya Keenan. Saya ini sangat mencintai Aluna dan dari yang saya perhatikan Anda juga menyukai Frey. Saya melihat gelagat Anda di pesta resepsi Aluna dan Frey," jawab Keenan dan Jessica tersenyum miris.


Jessica merasa ia sudah bertemu dengan orang yang tepat ia bisa mengajak Keenan bekerja sama, dimana ia akan mendapatkan Frey dan Keenan akan mendapatkan Aluna.


Jessica tidak tahu saja jika tujuan Keenan sebenarnya adalah Untuk memanfaatkan kekuasaan Jessica agar ia bisa menghancurkan Frey. Ketika nanti berhasil membuat Aluna dan free berpisah lalu pria akan kehilangan segala-galanya termasuk kepercayaan dari keluarga dan juga kehilangan cintanya.


Keenan menunggu saat-saat di mana Frey hanya tinggal sebatang kara, tidak ada lagi siapapun yang menginginkannya seperti dirinya saat ini. Hanya saja ia masih bersyukur karena memiliki ibunya yang bersamanya. Keenan ingin Frey merasakan apa yang ia rasakan setelah kehilangan segala-galanya. Bagi Keenan, hidup Frey saat ini benar-benar sempurna dan ia sangat iri terhadapnya.


"Jadi bener kamu mencintai Aluna?" tanya Jessica memastikan.


Keenan mengangguk. "Dulu saya dan Aluna itu begitu dekat, sampai akhirnya Frey tahu jika saya dan Aluna menjalin hubungan. Dia lantas memisahkan kami. Dia memukuli saya karena yang saya tahu saat itu Frey adalah saudara Aluna. Saya tidak menyangka saja jika mereka ternyata adalah pasangan kekasih dan kini sudah menikah ..."


Keenan menghela napas, ia kemudian menatap Jessica yang sedang serius mendengar ceritanya. "Saya hanya menginginkan Aluna, karena saya tahu Anda menginginkan Frey. Itu sebabnya kita akan menjadi partner yang sangat cocok. Anda mendapatkan Frey dan saya mendapatkan Aluna," lanjut Keenan.


Jessica mengangguk-anggukkan kepalanya, ia paham dengan tujuan Keenan sebenarnya yang ingin memanfaatkan dirinya untuk bisa mendapatkan Aluna. Tapi mereka sama saja, satu tujuan yaitu memisahkan pasangan suami istri tersebut. Jessica tentu tidak keberatan menjalin hubungan kerjasama dengan Keenan, karena jika Keenan yang bergerak maka Reyhan tidak akan tahu jika dirinya masih berusaha untuk menghancurkan rumah tangga Frey dan Aluna.


"Baiklah saya setuju bekerja sama dengan kamu. Mari kita menyusun rencana apa saja yang akan kita lakukan untuk bisa memisahkan mereka. Dan yang pasti aku hanya menginginkan agar bayi itu tidak ada di perut Aluna, karena anak bisa mengikat hubungan kedua orang tuanya," ucap Jessica sambil tersenyum menyeringai.


Keenan tentu sangat terkejut mendengar keinginan Jessica, secara tidak langsung wanita ini mengatakan jika ia ingin Aluna kehilangan bayinya. Keenan memang jahat tapi ia tidak ingin membuat seorang wanita hamil keguguran, terlebih lagi ia tahu jika saat ini Cici mendekam di rumah sakit jiwa sedang gadis itu tengah mengandung anaknya — anak yang tidak ingin ia tanggung jawabi.


Keenan hanya bisa memendam seluruh pertanyaannya di dalam hati dan benaknya saja. Ia harus bisa menahan keinginannya dan juga harus bisa betah berlama-lama bersama dengan Jessica, karena hanya wanita ini yang akan bisa ia datangi untuk bekerja sama menghancurkan Frey, walaupun dalam hal ini ia berpura-pura kepada Jessica jika ia menginginkan Aluna.


"Saya punya sebuah rencana dan saya yakin ini adalah sebuah peringatan pertama untuk mereka, dan juga setelah rencana ini dikerjakan, hal ini pasti akan membuat guncangan pada rumah tangga mereka. Tapi saya tahu sepak terjang Frey itu tidak kaleng-kaleng. Dia adalah lelaki yang cerdas dan itu sebabnya saya menyukainya. Tapi kamu harus bisa mengerjakan ini agar rencana kita berjalan mulus!"


Keenan bergidik ngeri melihat seringai di bibir Jessica yang terlihat begitu menakutkan. Sepertinya memang benar perasaan ibunya jika yang ia datangi ini bukanlah tempat yang baik. Tapi Keenan sudah kepalang tanggung, ia tidak mungkin mundur lagi dalam rencana ini, setidaknya jika ia hancur maka Frey pula akan hancur. Tidak akan adil baginya jika hanya dirinya yang mengalami kehancuran akibat masa lalu — dendam turun-temurun keluarga.


Apa gue tega membuat Aluna keguguran? Mereka emang jahat, tapi gue nggak bisa jadi penjahat apalagi pembunuh itu adalah bayi yang masih berada di dalam kandungan. Masa iya gue tega ngelakuin itu? Gimana nanti kalau gue nikah terus ada yang ngelakuin itu ke istri gue? Aduh ... gue harus gimana ya?


"Kamu tidak perlu bersusah payah untuk berpikir rencana apa saja yang bisa kita lakukan. Saya sudah menyiapkan daftarnya dan kamu hanya tinggal menjadi pionnya saja, bergerak seperti apa yang saya inginkan. Lagi pula saya tidak hanya mengajak kamu bekerja sama tapi saya juga memberikan bayaran jika setiap pekerjaanmu berhasil," ucap Jessica yang membuat Keenan langsung melupakan masalahnya.


Siapa yang tidak akan berubah pikiran jika sudah diiming-imingkan uang. Keenan yang memang membutuhkan banyak uang untuk kehidupannya bersama ibunya tentu tidak akan menolak.


"Baiklah, tugas pertama kamu akan dikerjakan besok aku akan memberitahukannya padamu apa yang harus kamu lakukan," ucap Jessica kemudian ia membisikan rencananya kepada Keenan.


....


"Papi kok kenal sama Jihan?" tanya Aluna terheran-herankan sebab ia sama sekali tidak mengetahui anak-anak kerabat kerja Alvaro. Ia dan Jihan pun tidak memiliki hubungan kekeluargaan karena mereka baru saja bertemu hari ini.


Alvaro menatap Jihan kemudian ia menatap Aluna. Wajah tampan pria yang sudah tidak lama lagi akan mendapat gelar sebagai seorang kakek itu terlihat sedikit tertekan. Namun buru-buru Alvaro mengubah ekspresinya dan menjadi terlihat santai.


"Dia anak rekan kerja Papi. Kebetulan di kantor ayahnya dia sering datang dan saat Papi berkunjung kami bertemu dan berkenalan. Jadi papi mengenalnya," jawab Alvaro kemudian ia menatap Jihan dengan begitu lekat.


Aluna dan yang lainnya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, sedangkan Frey menatap penuh curiga pada mertuanya yang terlihat begitu mencurigakan dengan gelaganya yang terlihat aneh. Frey yang sangat mencintai Bunda Nurul tentu tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu pada bundanya sekaligus ibu mertuanya itu.


Ada apa sama papi dan Jihanm? Mendadak raut wajah mereka menjadi begitu aneh. Semoga papi Alvaro nggak macam-macam di luar, kalau sampai itu terjadi gue sendiri yang bakalan hancurin Papi. Gue tahu dia emang pria yang udah membesarkan gue, tapi cinta kasih bunda Nurul adalah hal terpenting dalam hidup gue selain Aluna.


Alvaro kemudian berpamitan ke kamar, ia segera mencari sang istri tercinta yang ternyata tidak berada di rumah karena Nurul sedang sibuk di butik yang begitu ramai pengunjung.


Alvaro pun memutuskan untuk segera mandi. Hari ini ia pulang lebih cepat mengingat cucunya yang masih berada di dalam kandungan itu sangat menginginkan kue yang dibawakan langsung oleh dirinya.


Sementara itu di tempat belajar, Aluna dan yang lainnya kembali terlihat sibuk walaupun itu bukan tugas milik Aluna. Dia hanya mengerjakan tugas milik Frey sedangkan Frey sibuk memperhatikan Jihan yang kini gelagatnya semakin terlihat aneh.


Ini nggak bisa dia biarin! Dari gelagat mereka ini sangat mencurigakan. Apa jangan-jangan ...