
"Kapten, bicarakan saja intinya. Aku di sini untuk membantu penyelidikanmu dan menanggapi masalah ini. Kita lupakan tentang teh tadi. Namun, memukul orang itu tidak benar. Polisi memukul orang, polisi memukul orang. "Alex berteriak keras.
“Jangan berteriak.” Sekujur tubuh Arya gemetar, tapi dia tidak bisa melakukan apapun pada Alex, dia bahkan tidak bisa menggerakkan tangannya.
Tepat saat ini, dua orang tiba di halaman depan, keduanya mengenakan seragam polisi, keduanya datang memeriksa setelah mendengar teriakan Alex.
Adhi dengan cepat mengingatkan: "Kak. Instruktur Raditya kemari."
Endra Satrio, direktur kantor polisi, kebetulan ada pertemuan di Biro Kota hari ini. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Nova, wakil kapten tim kriminal, dan isi pertemuan tersebut adalah tentang anti-narkoba.
Nova menekankan bahwa Desa Dante, Kabupaten Dori-dori, harus diadakan penyelidikan terhadap 32 desa di bawahnya, dan memeriksa siapa saja yang terlibat dalam perdagangan narkoba. Begitu ditemukannya pabrik obat, maka harus segera dilaporkan ke biro kota.
Ketika pertemuan sedang berlangsung, Erika menelepon dan mengatakan bahwa Alex telah dibawa pergi oleh petugas Opas.
Nova segera memanggil Endra keluar dari ruang konferensi dan memberi tahu Endra untuk meminta kantor polisi Desa Dante segera membebaskan Alex. Alex adalah ahli yang ditunjuknya secara khusus untuk menyelesaikan kasus .ini
Direktur Endra tidak berani mengabaikannya, dia segera menelepon instruktur kantor polisi. Raditya Wangsa adalah penanggung jawab kedua di kantor polisi dan juga merupakan atasan langsung Arya. Mengetahui bahwa perintah ini dikeluarkan secara pribadi oleh Kapten Ardiansyah dari Tim Polisi Kriminal Kota. Tentu saja dia tidak berani tinggal diam. Dia segera datang ke tim Opas.
Melihat Raditya datang, Arya tentu saja ketakutan, dia segera menghampirinya, "Instruktur Raditya, ada apa ini?"
Raditya mengangguk sedikit dan bertanya: “Apa yang terjadi? Sepertinya aku mendengar seseorang berteriak polisi memukul orang? Sudah aku tegaskan berkali-kali, sebagai polisi, kita tidak boleh menggunakan kekerasan dalam menginterogasi kasus. Apa kalian menggunakan kekerasan terhadap warga desa ini? "
Arya dengan cepat berkata: "Tidak ada. Lihat saja dia, tidak ada luka sama sekali di tubuhnya. Aku hanya menakutinya saja."
Raditya melihat ke arah Alex dan memang tidak ada bekas pukulan di wajah atau tubuhnya, lalu dia bertanya, "Lalu apa yang kamu teriakan?"
Alex berkata, "Pak, petugas di kantor polisi kalian terlalu sopan. Aku langsung disunguhi teh sebelum ditanyakan soal kasus."
Raditya berkata: "Bukankah itu rasa hormat?"
Alex tersenyum pahit dan berkata, "Namun, tehnya sangat panas, aku takut lidahku akan melepuh."
Raditya mengerutkan kening dan memandang Arya. Arya buru-buru berkata, "Ini tidak panas, tidak panas, aku sudah meminum semua tehnya, tidak panas sama sekali."
Raditya bertanya lagi: "Ada apa dengan orang ini?"
Adhi bercerita tentang Wendi yang dipukuli Alex. Alex membela diri: "Pak, mereka menggali pohon buah-buahan di desa kami secara paksa. Pohon buah-buahan itu adalah sumber pendapatan bagi penduduk desa kami. Perusahaan pengembangan menggali secara paksa pohon buah-buahan tanpa izin penduduk desa. Saat kami menghentikannya, mereka malah ingin melajukan ekskavator ke arahku. Jika bukan karena aku lari dengan cepat, aku sudah mati sekarang. Apa itu sah jika aku memukuli mereka? "
Raditya berkata dalam hatinya, "Teman Kapten Ardiansyah? Siapa yang mampu memprovokasinya. Jika dia tersinggung, maka siap-siap saja angkat kaki dari sini.”
Selain itu, Perusahaan Pengembangan DH memiliki reputasi buruk dari dulu. Raditya berkata dengan nada datar: "Kurasa itu sah-sah saja. Lepaskan saja dia."
Wajah Raditya menjadi suram, lalu berkata, "Sudah kubilang, itu sah-sah saja."
Arya tidak mengatakan apa-apa lagi. Alex dibebaskan begitu saja. Sebelum pergi, Alex mengetuk kepala Arya, "Kapten Satrio, meskipun Opas bukanlah polisi resmi, tapi apa yang kamu lakukan mewakili polisi masyarakat! Aku harap kamu bisa merenungkannya. Jika kamu terus berperilaku seperti ini di masa depan, aku pikir kamu tidak hanya tidak akan bisa mempertahankan seragammu, sangat mungkin kamu juga akan dihukum lebih berat. "
Alex berbalik dan berkata kepada Raditya: "Instruktur Raditya, kualitas anggota tim pertahanan gabungan kalian terlalu buruk, dan kamu juga punya tanggung jawab atas itu. Kamu perlu mendidik mereka baik-baik. Semua akan terlambat jika masalah besar terjadi. "
Raditya tertawa dan berkata, "Kamu tepat sekali, aku akan mengaturnya dengan baik."
Erika dan Nindi sama-sama menunggu di luar kantor polisi, mereka lega saat melihat Alex keluar dengan selamat.
Nindi berkata, "Alex, mereka tidak menyulitkanmu, kan?"
Alex berkata: "Kak Nindi, polisi kita mengutamakan bukti. Aku sudah memberi tahu pemimpin mereka tentang situasinya. Pemimpin berkata bahwa ornag-orang itu tidak boleh menggali pohon buah-buahan kita secara paksa. Kamu dapat menuntut mereka ke pengadilan. Mereka harus membayar ganti rugi atas pohon yang telah digali. "
Siang hari, Alex dan Erika makan siang di rumah Nindi. Alex bertanya kepada Nindi tentang tambang tembaga Gunung Musang, "Kak, seberapa banyak yang kamu ketahui tentang tambang tembaga ini?"
Nindi berkata: "Pemilik tambang tembaga bernama Ivan Sinaga! Beberapa tahun yang lalu, dia datang dari luar kota dan mengontrak tambang tembaga. Tambang tembaga Gunung Musang sebelumnya ditutup karena produksi tembaga yang rendah. Setelah Ivan Sinaga mengontraknya, kudengar bisnisnya berjalan dengan baik, tetapi aku tidak pernah mendengar berapa banyak tambang tembaga yang dia jual. "
Alex berkata: "Polisi curiga mereka telah melakukan perbuatan yang ilegal. Pengembangan tambang tembaga adalah untuk membuat pendapatan ilegal ini terlihat legal di mata semua orang. Kepulanganku kali ini bermaksud untuk membantu polisi mencari tahu situasi tambang tembaga. "
Nindi berkata: "Ada puluhan pekerja kuat di tambang tembaga. Karena jalan ke atas gunung tidak mudah, pasokan makanan tambang tembaga adalah masalah besar. Kebetulan aku menanam sayuran di rumah kaca. Jadi Ivan mencariku dan memintaku untuk menyediakan bahan makanan untuk tambang tembaga setiap minggu sekali. Mereka juga tidak berhutang kepadaku, dan membayarnya sebulan sekali. "
Alex berkata: "Apa lagi yang kamu ketahui tentang situasi dalam tambang tembaga ini?"
Nindi berkata: "Setiap kali aku pergi, aku akan kembali setelah mengantarkan barang-barang. Mereka tidak mengizinkanku berjalan sembarangan di atas gunung. Aku ingat penjaga keamanan di tambang tembaga memperingatkanku bahwa ada anjing serigala di gunung belakang. Tambang tembaga tidak akan bertanggung jawab jika digigit olehnya. "
Erika menyela: "Semakin tidak diizinkan, maka semakin menunjukkan bahwa ada masalah."
Secara kebetulan, ponsel Nindi berdering, dan ternyata itu dari Ivan. Semula hari untuk mengantarkan makanan dan sayur belum tiba, tapi Ivan mengatakan bahwa istrinya sedang sakit. Dia meminta Nindi untuk membantunya mencari dokter.
Alex bergegas memberi isyarat ke Nindi untuk menyetujuinya. Jadi Nindi berkata, "Oke. Aku akan segera mencari dokter, haruskah aku naik gunung sekarang?"
Ivan berkata: "Tentu saja. Perut istriku sangat sakit. Minta dokter datang secepatnya."
Setelah menutup telepon, Nindi bertanya pada Alex: "Alex, apa yang harus aku lakukan?"
Alex tersenyum dan berkata: "Aku akan menjadi dokter, lalu pergi ke gunung untuk mengobatinya sambil menyelidiki situasi tambang tembaga."
Erika berkata: "Alex, aku akan pergi denganmu."