Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 511 Tetap Harus Dilepaskan


Orang-orang yang tidak mengenal Andi akan merasa Andi terlalu kasar. Saat bertarung, Andi suka bertarung secara berhadapan. Pertarungan fisik adalah kesukaan Andi selama ini.


Alex melihat Andi dengan acuh tak acuh. “Kenapa aku selalu ketemu kamu kemana pun aku pergi?”


Andi terkekeh. “Apa boleh buat? Waktu itu bukankah kamu suruh aku kejar Dakson? Jadi aku kejar dia sampai ke tempat ini. Dari informasi yang kami dapatkan, sekarang dia ada di Kota Kendari, tapi aku masih sedang mencari tempat persembunyiannya.”


Alex tersadarkan. “Jadi sekarang Dakson juga di kota ini?”


“Iya, tapi sementara belum tahu dia tinggal di mana. Kemampuan anti-pengintaian si keparat itu benar-benar hebat. Kita ramai-ramai cari dia juga nggak berhasil menemukan dia.” Andi sangat kesal terhadap hal ini.


Kalau mereka berhasil menemukan Dakson, akan mudah bagi mereka untuk membunuhnya.


Namun, sekarang aksi mereka terhambat. Mereka tidak kunjung menemukan Dakson sehingga misi perburuan Dakson ditunda untuk sementara waktu.


Dia langsung datang ke sini setelah tahu Alex datang.


Kebetulan menemui hal semacam ini, dia tentu harus turun tangan menghabisi Farrel.


Namun, dia tahu walau Amel mengawal pasukan Farrel ke kantor polisi, besok pagi mereka tetap akan dilepaskan.


Sekarang tidak ada banyak orang yang berani mengurung anggota keluarga Bazel.


Alex melihat Andi dengan acuh tak acuh, “Kalau begitu, kita benar-benar berjodoh. Namun, kamu harus menemukan Dakson dalam waktu satu minggu!”


Dakson adalah target yang ingin dibunuh oleh Roselline. Jadi dia tidak ingin menunda waktu terlalu lama.


Bagaimanapun dia harus menghormati Roselline.


“Kak, Roselline dan kamu benar-benar hanya mitra kerja sama?” Andi bermain mata.


“Memangnya apa kalau bukan?” Alex melihatnya dengan jengkel.


Andi tersenyum dan berkata, “Dulu saat kamu masih menjadi Bos Gang Beruang Hitam, Roselline hanya seorang gadis biasa. Sekarang dia dijuluki Roselline si assassin, juga sepenuhnya karena kamu undur diri dari ajang pertarungan internasional. Kalau gak, bagaimana mungkin ada Roselline si assassin?”


Alex bertanya dengan heran, “Apa hubungannya ini dengan yang kamu katakan? Nggak peduli dia menjadi assassin atau gak, semuanya tidak ada hubungannya denganku. Aku hanya ingin menjalani kehidupan tenang bersama istriku.”


Andi mendesah. “Kak, kamu sudah menyerah? Dengan tingkat kharismamu, nggak sulit kalau kamu mau menaklukkan Roselline. Meskipun kamu sudah bukan Bos Gang Beruang Hitam, kekuatanmu tetap dikagumi sehingga mudah untuk mencapai gol tertentu!”


Alex berkata dengan kesal, “Kalau kamu sempat berpikir yang enggak-enggak, lebih baik kamu pikirkan bagaimana cara untuk menemukan Dakson. Tempat ini hanya seluas itu. Sekarang Dakson juga sudah menjadi buronan. Kalau kalian masih nggak bisa menangkap dia, 4 Raja Dunia benar-benar membuatku kecewa.”


Mendengarnya, Andi mengangkat bahu dengan tidak berdaya. “Aku tahu. Kalau begitu, aku pergi dulu. Langsung panggil aku kalau ada apa-apa. Aku pernah berinteraksi dengan keluarga Bazel. Kalau ada aku, setidaknya akan bertambah satu penekanan.”


Tanpa bertele-tele, dia berbicara sambil berjalan. Selesai bicara, dia sudah meninggalkan halaman rumah.


Kemudian, Friska dan Geya berjalan keluar. Alex duduk sendirian di kursi dengan tenang, sedangkan di sekitarnya porak poranda.


Mereka menatap Alex dengan kebingungan. Tadi mereka tidak keluar sehingga tidak tahu apa yang telah terjadi di halaman.


Oleh karena itu, pada akhirnya masalah ini berakhir begitu saja.


Dari awal sampai akhir, Andi juga tidak menghiraukan Aston. Aston tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa tersenyum pada Alex. “Temanmu benar-benar unik, cukup keren.”


Alex melambaikan tangannya. “Dia memang seperti itu. Biasanya dia ugal-ugalan, tapi dia sangat tangguh di saat genting. Dia juga bersikap seperti ini terhadap orang asing.”


Aston mengangguk. Dia tahu bahwa petarung hebat seperti ini bukan orang yang dapat mereka gapai. Sebaiknya dia lanjut memikirkan bagaimana cara menghadapi taktik keluarga Bazel.


Alex beranjak dari kursinya. “Paman Aston, kamu harus membereskan halaman ini sendiri. Tenang saja, nanti aku akan membuat Farrel membayarnya secara berlipat ganda.”


Aston tersenyum acuh tak acuh. “Semua ini hanya masalah sepele. Meskipun rumahnya hancur, yang terpenting adalah kita selamat.”


Setelah dipikir-pikir, Alex tersenyum. “Kelihatannya keluarga Bazel nggak akan mengganggu kalian lagi dalam waktu dekat. Jadi kalian aman untuk sementara waktu.”


Aston sangat senang. Berly juga menghela napas lega.


Mereka semua tahu bahwa semua ini karena Alex. Tanpa Alex, mereka sekeluarga tidak mungkin bisa keluar dari hotel.


Keluarga Bazel jelas sudah mengutus banyak pengawal di sekitar Hotel Gana. Setiap pengawal setidaknya juga punya satu pistol.


Setelah menyelesaikan masalahnya, Alex membawa Friska pulang ke hotel. Sepertinya Aston beserta keluarganya akan mendiskusikan rencana mereka di masa depan.


Saat ini Amel sudah membawa rombongan Farrel ke kantor polisi. Aparat polisi yang sedang bertugas sangat tercengang karena tidak tahu apa yang telah terjadi.


“Amel, untuk apa kamu bawa mereka ke sini?” tanya polisi dengan heran.


“Mereka memasuki rumah orang secara paksa, merusak harta milik orang lain, serta membawa senjata pistol. Kurung mereka semua. Aku mau mereka semua divonis!” kata Amel dengan bangga.


Hari ini Argo sedang bertugas. Ekspresinya langsung berubah setelah melihat orang-orang yang dikawal oleh Amel.


Dia tentu mengenali Farrel. Dia bergegas menarik Amel ke samping dan bertanya dalam bisikan, “Kamu sedang apa? Dia adalah Farrel Bazel!”


Amel mengangguk dengan sangat yakin. “Iya, dia adalah Farrel Bazel, juga dalang utamanya kali ini. Dia bahkan membawa senjata pistol. Ini akan divonis kurungan penjara delapan tahun ke atas.”


Argo tahu Amel adalah orang yang keras kepala, jadi dia bergegas menjelaskan agar Amel tidak terkena masalah, “Kita nggak bisa berbuat apa-apa terhadap anggota keluarga Bazel, setidaknya tidak untuk sekarang.”


Amel kebingungan. “Apa maksudmu?”


Argo merasa tidak berdaya. “Kamu juga bukannya nggak tahu kedudukan keluarga Bazel pada saat ini. Kalau kita tangkap Farrel, nggak butuh menunggu lama, keluarga Bazel akan datang dan menuntut untuk melepaskannya. Pada saat itu, kita terpaksa harus melepaskan Farrel dan selanjutnya, hanya akan berhadapan dengan pembalasan mereka.”


Amel sama sekali tidak takut. “Balas dendam? Aku adalah polisi. Mereka akan tamat kalau berani serang aku!”


Argo benar-benar tidak tahu harus bagaimana membujuknya.


Tiba-tiba Gordon maju dan merangkul bahu Argo, lalu berkata pada Amel, “Serahkan masalah ini padaku. Kujamin aku akan mengurus semuanya dengan baik.”