Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Penyebab Sebenarnya


Baru saja mereka senang dengan perkataan dokter jenius, tapi sekali lagi mereka dilanda kekhawatiran, Alex bertanya, “Apa maksudnya, Dok? Tolong jelaskan pada kami, jangan sembunyikan apapun.”


 


 


Dokter jenius mulai berbicara, “Yang ada di kepalanya bukan tumor, tapi cacing.”


 


 


Semua yang ada di sana terkejut, “Cacing? Kenapa bisa masuk ke kepala?”


 


 


Dokter jenius berkata, “Saat masih kecil atau sudah remaja dia pasti pernah meminum air dari sebuah gunung, di dalam air ada satu jenis telur cacing aneh. Ulat semacam ini disebut Spinochordodes tellinii atau cacing rambut parasit. Cacing ini akan masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan melalui air. Lalu, mengalir ke segala bagian di dalam tubuh melalui darah dan berkembang di sebuah tempat. Kemudian, telur cacing mulai tumbuh besar, setelah beberapa tahun lamanya, cacing kecil akan mulai membentuk. Bentuknya seperti benang, warnanya kuning keemasan.”


 


 


“Alasan yang dilihat dokter di luar sana adalah bentuk tumor karena lingkup pergerakannya di dalam otak sangat kecil, setelah badannya menggulung, maka akan membentuk lingkaran yang tak teratur. Cacing jenis ini sangat beracun, walaupun tidak beracun, dengan ukuran sebesar itu di dalam otak manusia, dia juga akan mengancam nyawanya seiring berjalannya waktu.”


 


 


Alex buru-buru bertanya, “Dok, bagaimana cara membunuh cacing ini? Apa bisa dengan operasi?"


 


 


Dokter jenius berkata, “Tempat cacing ini tumbuh terlalu dekat dengan saraf pusat otak. Bahaya operasi sangat besar. Selain itu,  cacing jenis ini punya kesadaran, kalau operasi dilakukan, dan dia menyadari adanya bahaya, maka dia akan berusaha keras masuk ke bagian terdalam otak. Buruknya, dia akan menggigit pembuluh darah otak atau saraf. Kalau sampai itu terjadi, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”


 


 


Alex bertanya, “Lalu bagaimana mengobatinya?”


 


 


Dokter jenius berkata, “Dalam buku medis turun temurun keluargaku, tertulis ada satu jenis obat yang khusus mengobati cacing rambut. Asal meminum obat ini, maka dalam waktu 1 bulan cacing rambut akan berubah menjadi darah dan pasien juga akan sembuh.”


 


 


Alex kembali bertanya, “Obat apa itu? Berapa harganya?”


 


 


Dokter jenius berkata, “Obat ini tidak mahal, tapi obat primernya sangat sulit ditemukan. Perlu serbuk dari sisik Lembuswana emas, tapi Lembuswana emas hidup di pedalaman gunung, sama sekali tidak mungkin ditemukan.”


 


 


Alex bertanya, “Lembuswana emas, apa itu? Kenapa kami tidak pernah mendengarnya?”


 


 


Dokter jenius berkata, “Bentuknya menyerupai Lembuswana, tapi ukuran tubuhnya hanya seukuran kelinci, gerakannya juga aneh, selain itu dia hidup di gua di pedalaman gunung dan jarang menampakkan diri. Ingin menangkap seekor Lembuswana benar-benar lebih sulit dari menang undian.”


 


 


Alex berkata, “Seberapa sulit pun itu aku juga akan mencobanya. Dok, beritahu aku, di mana bisa menangkap Lembuswana?”


 


 


Dokter jenius berkata, “Ada sebuah tempat bernama Gunung Lembuswana 15 kilometer dari desa ini. Sepuluh tahun yang lalu, aku bertemu seekor Lembuswana saat mencari obat-obatan di gunung itu, hanya saja setelah 10 tahun berlalu, entah hewan itu masih ada atau tidak.”


 


 


Tuan Ismail bertanya, “Apa sudah mati? Hewan kecil itu bisa hidup berapa lama?”


 


 


Dokter jenius berkata, “Usianya setidaknya mencapai ratusan tahun. Kalau tidak ada ancaman dari dunia luar, dia tidak akan mati secara alami. Selain itu, hewan itu adalah hewan mitologi, sangat susah untuk membunuhnya. Jadi, meskipun mengerahkan orang untuk menangkapnya, juga belum tentu bisa tertangkap. Sayangnya, aku sudah tua, tidak bisa lagi memanjat gunung. Kalau tidak aku bisa ke sana…”


 


 


Alex berkata, “Dengan adanya lokasi kemunculannya, aku pasti harus mencobanya. Tidak ada hal yang mutlak di dunia ini. Aku yakin dengan usaha keras kita, kita pasti bisa menangkap Lembuswana ini.”


 


 


Dokter jenius berkata, “Kalau kamu mau pergi, aku akan minta Christie menunjukkan jalannya.”


 


 


“Oke. KIta berangkat sore ini juga.” kata Alex dengan pasti.


 


 


Tuan Ismail berkata, “Baiklah, Alex, aku akan ikut denganmu.”


 


 


Alex berkata, “Tuan, umur Anda juga sudah tidak muda lagi, tunggu saja kabarku di rumah. Aku bisa menangkapnya sendiri.”


 


 


 


 


Christie juga berkata, “Kak Alex, aku pernah ikut Kakek mencari obat-obatan di gunung itu, aku akan membawamu ke sana.”


 


 


Dafa sedikit tidak rela mendengar putrinya juga akan pergi. Namun, Alex sudah menyelamatkannya, jadi membantunya sama sekali bukan masalah.


 


 


Setelah makan, Alex, Tuan Ismail, dan juga Christie pun berangkat, Erika juga ingin ikut, tapi kondisi fisiknya sangat tidak memungkinkan hari ini, hanya berjalan saja sudah keringatan dingin, jadi dokter jenius tidak setuju dia ikut. Mau tak mau Erika hanya bisa tinggal dan menunggu kabar.


 


 


“Alex, Christie, Tuan Ismail, kalian berhati-hatilah di jalan. Kalau memang tidak ketemu, langsung kembali saja.” kata Erika mengingatkan.


 


 


Ketiganya akhirnya berangkat. Jalan menuju gunung Lembuswana sangat sulit dilewati, setelah perjuangan panjang dan melelahkan, mereka akhirnya tiba di kaki gunung Lembuswana.


 


 


Mereka memulai pencarian di tempat Lembuswana emas pernah muncul, setelah mencari hampir sepanjang hari, bayangan Lembuswana emas pun tidak kelihatan.


 


 


Christie berkata, “Kak Alex, di depan sana sana sebuah gua besar. Kakek bilang di dalam gua itu ada banyak penampakan aneh, mungkin saja Lembuswana emas bersembunyi di dalam sana. Ayo kita ke sana.”


 


 


Alex berkata, “Oke, ayo ke sana.”


 


 


Gua ini sangat besar, semakin ke dalam semakin luas, suhu udara di dalam juga semakin rendah.


 


 


Setelah beberapa saat, Alex tiba-tiba menyadari ada sesuatu yang memancarkan cahaya berwarna emas di tempat tinggi yang tidak jauh di depan sana. Benda itu menyerupai Lembuswana, ukurannya sekecil kelinci, dan kedua matanya berwarna emas, sosoknya sangat mencolok di dalam gua yang gelap begini.


 


 


“Lihat, itu Lembuswana emas!” teriak Alex.


 


 


“Tunggu apa lagi, cepat tangkap dia.”  Tuan Ismail adalah orang pertama yang maju.


Tuan Ismail memainkan pisaunya dan menebas ke arah Lembuswana emas, pisau tersebut menebas tepat di tubuhnya dan membuat hewan kecil itu meraung, tapi sisiknya sangat keras, pisau biasa sama sekali tidak bisa melukainya. Lembuswana emas hendak kabur melihat ada yang menyerangnya.


 


 


Alex sudah punya persiapan untuk menghalangi jalan kaburnya sejak awal, “Kita harus menangkapnya.”


 


 


Namun, Lembuswana emas ini sangat lincah, ditambah dengan tubuhnya yang kebal akan pisau, menangkapnya benar-benar sangat sulit. Dia berlarian ke sana ke sini, dan ketiganya sama sekali tidak bisa menangkapnya. Beberapa kali Alex hampir saja berhasil menangkapnya, tapi hewan kecil itu malah kabur lagi.


 


 


“Kak Alex, ini untukmu.” Christie mengeluarkan sebuah benda dari dalam tas dan membukanya.


 


 


Alex bertanya, “Apa ini?”


 


 


Christie menjawab, “Ini Jaring emas yang diberikan Kakek sebelum ke sini. Kamu bisa menangkapnya dengan ini, dia tidak akan bisa kabur lagi.”


 


 


Alex kegirangan, dia memang sangat membutuhkan benda seperti ini, Lembuswana emas tidak akan bisa kabur lagi jika berhasil dijaring. Setelah perjuangan beberapa saat, Alex akhirnya berhasil menangkap Lembuswana emas erat-erat dengan jaring emas Christie.


 


 


Alex mengikat jaring tersebut dengan simpul mati, lalu mengangkat Lembuswana emas itu, dia berkata sambil tertawa terbahak-bahak, “Akhirnya ketangkap juga.”


 


 


Tuan Ismail berkata sambil menyeka keringat di keningnya, “Benar-benar susah sekali. Untung saja kedatangan kita tidak sia-sia. Istrimu sudah bisa diobati, Lex.”


 


 


Alex terlalu senang sampai lupa akan rasa lelah, dia berdoa di dalam hati, “Terima kasih banyak, Tuhan!”