
Pria kekar yang menabrak Alex adalah komplotan pemuda berpakaian olahraga, niatnya adalah membuat Alex tidak bisa menghindar dan memberi peluang kepada rekannya untuk menikam Alex, setelahnya mereka akan segera kabur.
Namun, tangannya malah menangkap angin?!
Alex yang awalnya tidak bisa mengelak tiba-tiba menghilang!
Orang di sekitar bahkan tidak sempat memperhatikan hal tersebut, dan pisau yang ada di tangan pemuda berpakaian olahraga langsung menancap ke otot dada pria kekar!
“Ahhh! Sialan, kamu buta ya! Ngapain kamu nusuk aku?” pria kekar memarahi rekannya karena kesakitan, pisau tersebut setidaknya menusuk otot dada nya sedalam 1 inch dan masih bergoyang, dan darah sudah bercucuran!
“Ah?” pemuda berpakaian olahraga juga terkejut, “Kak Mukti, aku tidak sengaja! Mana pria itu?”
Plak! Alex menampar wajah pemuda berpakaian olahraga, lalu berkata, “Orang bodoh kayak kalian mau menyerangku? Pergi sana! Cepat pergi!”
Saat pria kekar memegang lukanya dan hendak membuat tuduhan palsu terhadap Alex, Alex tiba-tiba mendekat dan memukul bagian belakang kepalanya, “Pergi! Enyahlah sejauh mungkin!”
Orang-orang di sekitar melongo melihatnya, mereka masih tidak tahu apa yang terjadi.
Erika masih tetap menyantap bakminya dengan tenang. Karena dia tahu tidak akan ada yang bisa melukainya dengan adanya Alex!
Kedua pria tersebut segera lari terbirit-birit, si pria kekar bahkan tidak sempat mencabut pisau yang tertancap di dadanya sehingga aksi pelariannya ini mengagetkan orang-orang di sekitar!
“Ya Tuhan! Ada pisau tertancap di dada pria ini!”
“Ada darah! Ini pembunuhan!”
Orang-orang yang berada di food street segera melarikan diri dan membuat kekacauan.
Pemilik kedai bakmi terbengong mengetahui apa yang terjadi!
Di matanya, Erika adalah seorang wanita kaya yang datang merasakan kehidupan rakyat di food street ini, dan Alex adalah pengawalnya.
Dilihat dari postur tubuh Erika yang seksi dan wajahnya yang cantik, ditambah dengan ketenangannya saat pengawalnya diserang, tebakannya pasti tepat!
Alex berdiri sambil tersenyum di sisi Erika, melihatnya menyantap bakmi tersebut sesuap demi sesuap, Alex tersenyum kepada pemilik kedai dan berkata, “Sudah tidak apa-apa, lakukanlah pekerjaan kalian.”
Beberapa menit kemudian Erika akhirnya selesai menghabiskan semangkuk bakmi, dia berdiri dan beranjak pergi, sedangkan Alex segera pergi membayar, pemilik kedai bakmi buru-buru berkata, “Tidak usah! Bakmi tadi gratis!”
Erika berkata, “Bisnis kecil tidaklah mudah dijalankan, mana mungkin aku makan tanpa bayar.”
Pemilik berkata, “Kakak pengawal ini hebat sekali, aku benar-benar kagum, sungguh tidak perlu bayar!” pemilik tersebut tahu jelas, jika bukan karena Alex menghindar tepat waktu dan mengatasi serangan kedua orang tadi, dan jika Alex benar-benar tertikam di sini, selain bisnisnya tidak bisa dilanjutkan malam ini, takutnya dia juga perlu ikut ke kantor polisi untuk bekerja sama dalam investigasi…
Melihat si pemilik kedai bersikeras tidak mau menerimanya, Alex hanya bisa berterima kasih, lalu kembali berjalan-jalan di food street.
Erika berkata, “Tadi aku tidak lihat jelas, pisau itu bukan kamu, kan yang tusuk ke badan pria kekar itu?”
Alex menggelengkan kepala, lalu berkata, “Beneran bukan aku! Aku jamin tidak ada sidik jariku di pisau itu. Kalau tidak, kamu kira mereka akan lari?”
Erika terkekeh, lalu berkata, “Mereka benar-benar sial bertemu dengan orang sepertimu, rekannya saja sampai ketusuk.”
Alex tersenyum dingin, “Itu karmanya.”
Dia berkata dalam hati: Kalau aku membantu mereka, mungkin si kekar sudah mati.
“Ya, benar Tuan Charles, saya sampah, saya tak berguna, saya beg*...” pemuda berpakaian olahraga ingin sekali mencari lubang dan bersembunyi di dalam, dia benar-benar malu.
Charles keluar dari klinik dengan murung.
Dia segera menelpon, “Rian, orang-orang bodoh yang kamu suruh benar-benar bikin repot! Bisa tidak kamu kerjakan tugas ini dengan baik? Cepat awasi orang itu baik-baik! Lalu ciptakan kecelakaan! Tabrak saja keduanya! Tidak perlu pikirkan yang lain.”
“Oke! Tenang saja, Tuan muda Charles! Aku jamin mereka berdua akan cacat kali ini!” kata Rian dengan kejam.
Rian segera menyuruh 4 orang pembalap, serta mengutus orang untuk mengawasi pergerakan Alex dan Erika, asalkan mereka sampai di tempat yang sudah diperkirakan, maka 4 unit mobil akan bergerak bersamaan, dia tidak percaya Alex masih akan seberuntung itu kali ini!
Charles duduk dengan tidak tenang di dalam mobil Porsche miliknya sambil menunggu kabar dari Rian, ruangan kecil di dalam mobil sudah dipenuhi dengan asap rokok.
“Mereka datang! Kalian harus berempat fokus! Kalau kali ini mereka tidak kenapa-napa, maka kalian bunuh diri saja!” perintah Rian lewat telepon kepada keempat pembalap tersebut.
“Baik, kak Rian. Jangan khawatir, mereka pasti akan tertabrak kali ini!” jawab keempat pembalap.
Erika melihat ke depan dan ke belakang secara bergantian saat hendak keluar dari food street ini, “Kali ini aman, kan? Charles mungkin sudah menyerah.”
Alex menggelengkan kepala, lalu berkata, “Kita tetap harus waspada.”
Brumm! 4 unit mobil menginjak pedal gas pada saat bersamaan, aksi ini agak menghebohkan!
“Gawat!” Alex segera merasakan ada yang tidak beres, dia yang sudah menghadapi banyak pertarungan segera memastikan situasi dan mengetahui kalau 4 mobil di ujung jalan adalah untuk menghadapi mereka!
Alex yang tenang melindungi Erika di belakang tubuhnya, lalu berpesan, “Jangan takut.”
Meskipun dalam hati Erika juga sangat gugup, tapi dia malah berkata, “Tenanglah, aku sudah sangat terlatih jika bersamamu.”
Brumm! Sebuah mobil Jeep terlebih dahulu melaju ke arah mereka.
Reaksi Alex sangat cepat, dia langsung merangkul pinggul Erika dengan tangannya dan membawa Erika berpindah tempat sejauh 3 meter saat mobil Jeep tersebut menabrak kemari, mereka menghindari tabrakan mobil Jeep tersebut dengan baik dan tepat.
Brukk! Dikarenakan tidak sempat mengerem, mobil Jeep tersebut menabrak tiang listrik yang ada di belakang Alex dan Erika. Bagian depan mobil penyok, dan tiang listrik tersebut bergoyang sejenak akibat benturan keras sebelum tumbang ke belakang.
Mesin mobil Jeep masih menyala, tapi malah terjepit oleh tiang listrik sehingga tidak bisa lagi bergerak.
Brumm! 2 unit mobil sedan masing-masing di kiri dan kanan menabrakkan diri ke arah Alex yang berada di samping mobil Jeep!
“Takut?” tanya Alex.
“Tidak.” jawab Erka berbeda dengan isi hatinya.
“Oke.” Alex membuat gerakan mengundang dengan tangan kirinya ke arah pengemudi mobil sedan, sedangkan tangan kanannya merangkul pinggul Erika tanpa maksud untuk menghindar.
Pengemudi mobil sedan tersebut menyeringai melihat kedua orang di hadapannya, dan terus menancap gas!
Saat mobil sedan menaiki bahu jalan, pengemudi mobil sedan dapat melihat dengan jelas Alex membawa Erika melompat tiba-tiba?!