Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 579 Istri Tercinta Datang


Adanya bantuan dari pemerintah, tanah ini tidak akan rugi.


Hanya saja Harry tidak tahu kalau PT. Atish sudah bekerja sama dengan Biro Red Shield.


Harry pelan-pelan berdiri. Kalau acara lelang ini sudah selesai, dia tentu saja harus pulang ke rumah. Tapi, Alex malah tersenyum di saat ini.


“Harry, apa aku ada bilang membiarkanmu pergi?” Alex melihat Harry.


Sedangkan Harry menatap Alex dan tidak tahu apa yang mau dilakukan oleh Alex.


“Apa yang ingin kamu lakukan? Apa kamu berencana membunuhku di tempat ini?” tanya Harry dengan tenang.


Alex menggelengkan kepala. “Tentu saja bukan, aku ini orang baik, bagaimana mungkin aku melakukan hal itu? Tapi, ada hal yang perlu kamu tahu. Aku nggak akan dengan mudah melupakan hal Aston. Pikirkanlah hal yang kamu lakukan dengan baik, aku mau kamu mendapatkan hukuman setimpal.”


Harry mengetuk lantai dengan tongkatnya sambil berkata dengan dingin, “Kalau begitu, lakukan saja. Aku juga ingin tahu apa yang mau kamu lakukan?”


Alex minggir ke samping untuk membiarkan Harry pergi. Ketika Tommy melewati sisi Alex, Alex tiba-tiba turun tangan padanya.


Kali ini, Alex turun tangan dengan marah, tapi Tommy adalah master Alam Grandmaster, jadi dia bisa merasakan serangan Alex dan hanya bisa menggunakan sepasang tangannya untuk mengadang di depan. Tapi itu tidak ada gunanya, karena kekuatan besar itu membuatnya terbang.


Tommy menabrak banyak kursi, akhirnya jatuh ke lantai sambil memuntahkan seteguk darah. Selain itu, sepasang tangannya juga sudah patah.


Alex hanya menatap Harry dengan tenang, sedangkan Harry hanya berjalan keluar tanpa mengatakan apa pun.


Steven menatap Alex dengan dingin. Sebenarnya dia ingin tahu kemampuan Alex, tapi Harry tidak berhenti, jadi dia tidak mungkin tetap di sini untuk berkelahi dengan Alex.


Pada akhirnya, acara lelang ini berakhir dengan Harry meninggalkan seorang pengawal.


Alex hanya mengangkat bahunya, sedangkan juru lelang menghampiri Alex sambil berkata dengan senyum, “Tuan, karena kamu sudah mendapatkan tanah ini, silakan ikut aku untuk melunasi biaya pembelian tanah ini.”


Alex memegang hidungnya. “Maaf, aku nggak bawa begitu banyak uang.”


Juru lelang melihat Alex dengan kaget, tapi dia masih tetap tersenyum. “Nggak apa-apa, kamu bisa membiarkan orang perusahaanmu untuk datang melunasi tanah ini.”


Alex melihat Davin, tapi Davin malah melihatnya dengan ekspresi tak berdaya. “Dirut Alex, tadi CEO Erika sudah bilang harga tanah ini hanya senilai 60 triliun, tapi sekarang sudah melebihi harga itu. Aku juga nggak punya cara untuk membayar tambahan 30 triliun itu.”


Alex merasa tak berdaya. Saat itu, dia tidak berpikir banyak. Bagaimanapun juga, dia hanya ingin menghancurkan kehebatan Harry. Sekarang setelah masalah berlalu, dia pun merasa pusing.


Tepat pada saat ini, seorang wanita muncul di sampingnya, juga memegang tangannya dengan lembut dan berkata, “Kalau mau uang, kenapa nggak mencari istrimu?”


Alex menunjukkan ekspresi senang dan memeluk Erika. “Sayang, aku sangat merindukanmu.”


Awalnya Erika ingin memeluk Alex. Tapi, wajahnya malah memerah karena dipeluk Alex, bahkan melirik sekitar dengan malu.


Masih ada banyak pengusaha yang belum pergi. Saat mereka melihat Erika keluar, mereka semua terkejut, karena susah mencari wanita secantik itu.


Alex benar-benar beruntung!


Karena bisa menikah dengan istri yang begitu cantik.


Selain itu, istrinya terlihat sangat kaya.


Erika berkata dengan senyum, “Aku tahu. Meskipun tanah ini melebihi harga awal, tapi asal suamiku senang, aku pun rela membayar mahal tanah ini.”


Setelah mendengar ini, Alex merasa sangat senang dan lekas berkata, “Istriku paling mencintaiku.”


Erika menggandeng tangan Alex sambil berjalan ke arah juru lelang. Lalu, membuka laptop untuk menandatangani kontrak dan membayar uang.


Akun rekening Erika ditautkan dengan akun PT. Atish, jadi Erika bisa mempunyai banyak uang.


Setelah mereka membayar tanah itu, para pengusaha yang di sekitar pun tercengang, karena mereka tidak menyangka PT. Atish ada begitu banyak uang.


Dana puluhan triliun ini benar-benar mengejutkan semua orang.


Biasanya, jika suatu perusahaan ingin memiliki dana sebanyak itu pasti akan meminjam uang pada bank, karena Davin bilang PT. Atish hanya menyiapkan uang senilai 60 triliun.


Sekarang mereka malah mau membayar 90 triliun, juga masih sanggup membayar uang senilai itu dengan mudah. Hal ini membuat para pengusaha antusias.


Tampaknya kekuatan PT. Atish jauh lebih kuat dari yang mereka bayangkan, bahkan mereka belum tentu bisa dikalahkan kalau melawan keluarga Bazel.


Mungkin saja mereka akan berhasil mengalahkan keluarga Bazel. Kalau keluarga Bazel benar-benar terkalahkan, mereka mungkin saja bisa mendapatkan keuntungan.


Inilah yang paling mereka inginkan.


Setelah membayar uang, Alex membawa Erika keluar dari acara lelang. Setelah naik mobil, Alex pun melambaikan tangannya pada Davin. “Nanti, kamu pergi membeli tanah yang di sekitar tanah ini.”


Davin sedikit bingung. “Tapi, pihak pemerintah nggak akan menyetujui hal ini. Kamu juga tahu, kalau pihak pemerintah nggak setuju memberikan tanah, kita juga nggak punya hak untuk membangunnya.”


Alex hanya berkata, “Kamu nggak usah khawatir, kamu beli saja. Sisanya aku yang akan tangani.”


Setelah mendengar katanya, Davin menganggukkan kepala dan berjalan keluar.


Sedangkan Alex memeluk Erika. “Aku sangat merindukanmu. Apa kamu sudah menyelesaikan masalah di sana dan akan tinggal lama di sini?”


Erika mengangguk. “Masalah di sana sudah stabil, terus pihak pemerintah juga terus membantu kita. Jadi, sekarang perkembangan PT. Atish sudah di luar perkiraan kita, mungkin tak lama lagi akan mencapai hasil yang diinginkan kita.”


Alex tersenyum. “Kalau begitu, kamu nggak usah pergi lagi dan bisa selalu bersamaku.”


Erika mengangguk dengan malu. Alex meminta sopir untuk membawanya ke departemen penjualan. Karena Erika sudah datang, dia tidak akan memilih untuk terus tinggal di hotel.


Meskipun lingkungan hotel sangat baik, tapi nggak terasa seperti rumah.


Setelah Alex membawa Erika ke departemen penjualan, staf penjualan pun memperkenalkan Alex beberapa rumah biasa.


Staf penjual sangat pandai melihat kondisi orang, jadi mereka akan memperkenalkan rumah sesuai orang. Ketika staf itu melihat Alex dan Erika, dia merasa Alex dan Erika hanyalah keluarga biasa, jadi tidak akan memperkenalkan rumah yang mahal.


Cara memperkenalkan ini juga bisa menghindari malu.


Alex hanya melihat Erika sambil tersenyum. “Aku dengar katamu.”


Erika berkata sambil tersenyum, “Terserah, yang penting bisa ditempati saja, tapi fasilitas keamanannya harus baik.”