Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Pembunuhan


Devan berkata: "Bagus sekali, Tuan Dennis. Tidak hanya Erika, tetapi juga Alex. Mereka harus mati. 66 miliar ini adalah bayaran dariku. Terimalah. Kemudian lepaskan perintah Pencabut Nyawa kelas A untuk membantuku membunuh kedua orang ini. "


Dennis sedikit mengernyit, "Presdir Utama, apa itu perlu? Perintah Pencabut Nyawa kelas A harus dibunuh olehku secara pribadi. Untuk menghadapi Alex, perintah Pencabut Nyawa kelas B sudah cukup."


Devan bertanya dengan gelisah: "Maaf, Tuan Dennis, siapa yang akan kamu kirim? Berapa besar kemungkinan berhasil?"


Dennis tertawa terbahak-bahak, "Presdir Utama, kamu terlalu gugup. Aku akui bahwa aku telah meremehkan musuh dengan mengirim 2 pembunuh biasa terakhir kali. Kali ini, jangan khawatir. Meskipun aku tidak bisa turun tangan secara langsung, tapi aku akan menyuruh kepala instruktur kami, Pradana Seto untuk turun tangan secara langsung. Kamu seharusnya cukup tenang, bukan? "


Devan sering mendengar paman ketiganya berkata bahwa kepala instruktur organisasi Pencabut Nyawa, Pradana, memiliki hubungan yang baik dengan pamannya, dan kekuatan bertarungnya adalah yang kedua setelah Dennis. Jika dia turun tangan, 8 Alex juga tidak bisa mengalahkannya. Pada saat itu, bahkan jika keluarga Wibowo mengirim seorang ahli untuk membantu, mereka mungkin juga bukan lawan Pradana. Terutama, melaksanakan perintah Pencabut Nyawa bukanlah sebuah kompetisi, hanya dibutuhkan pembunuhan kecil untuk membunuh Alex dan Erika.


Negosiasi keluarga di Restoran Akira Back kali ini membuat Alex terkenal. Semua orang suskses di Jakarta yang hadir tidak menyangka bahwa keluarga Buana berani bertindak sejauh ini terhadap keluarga Utama. Selain itu, yang memimpin perlawanan dengan keluarga Utama adalah Alex yang tak lain adalah menantu tak berguna.


Klaim kompensasi sebesar 64 juta membuat Devan dan ayahnya malu, dan juga hampir melepaskan julukan Alex sebagai "Sampah".


Namun, beberapa orang malah berpikir bahwa Alex masih terlalu muda, dia akan menerima pembalasan dari Rangga cepat atau lambat.


Keluarga Wibowo dapat melindungi dia untuk sementara waktu, tetapi tidak seumur hidup. Dalam waktu singkat, keluarga Buana akan membayar harga yang besar untuk kemenangan hari ini.


Pagi ini, suasana hotel Emperor amat baik, beberapa penjaga keamanan yang dirawat di rumah sakit juga telah kembali.


Hari ini adalah hari dimana karyawan hotel Emperor menerima gaji. Erika telah menyiapkan hadiah untuk semua staf hotel.


Lebih dari 10 penjaga keamanan, 4 orang koki, 4 orang asisten dapur, 8 orang pelayan, dan asisten Erika, Clara, semuanya telah mendengar berita sebelumnya bahwa Presdir Buana akan memberikan bonus kepada semua orang hari ini.


Pertama, gaji bulan lalu dibayarkan sesuai dengan absensi kehadiran. Erika berkata: "2 hari yang lalu, hotel kita dikepung. Petugas keamanan kita bertempur dengan gagah berani, dan 5 di antaranya terluka. Aku sangat terharu dengan keberanian kalian. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk memberi hadiah bagi karyawan yang mencintai profesi mereka. "


Setiap penjaga keamanan yang berpartisipasi menerima bonus sebesar 1 miliar.


Setiap koki dan asisten dapur yang berpartisipasi menerima bonus 660 juta.


Pelayan hotel, karena menjamin kualitas layanan tepat waktu, masing-masing juga diberi bonus 220 juta.


5 orang yang cedera masing-masing akan menerima bonus tambahan sebesar 220 juta.


Melihat Erika menghabiskan begitu banyak uang, para karyawan tidak dapat mempercayainya, "Presdir, apakah ini benar?"


Erika berkata: "Janji yang telah dibuat tidak boleh diingkari. Clara, minta Departemen Keuangan untuk membagikannya sesuai dengan perintahku hari ini. "


"Baik, Presdir."


Kemudian, Erika memberikan sebuah kartu bank kepada Hengky, "Kak Hengky. Meskipun kalian bertiga bukan karyawan hotel Emperor. Namun, kalian bertiga paling banyak membantu. Ini adalah sedikit rasa terima kasih dariku, terimalah. "


Hengky melambaikan tangannya berulang kali, "Presdir Buana. Kamu telah membayar biaya sewa kami sebelumnya. Aku tidak dapat menerima ini."


Alex tersenyum, "Hengky, separuhnya adalah rasa terima kasihku. Kalian bertiga juka mengalami luka ringan, dan uang ini adalah biaya pengobatan kalian. Oleh karena itu, tidak perlu menyerahkannya pada Friska. Aku sudah memberitahunya, dia sama sekali tidak keberatan. "


Mendengar bahwa Friska tidak keberatan, Hengky menerima kartu itu dengan tenang, "Terima kasih Presdir Buana dan kak Alex."


"Terima kasih, Presdir. Terima kasih, Presdir."


Setelah rapat, Hengky diam-diam memeriksa kartu itu, dia terkejut menemukan ada 6 miliar di dalam kartu itu. Mereka bertiga sangat tersentuh, "Presdir Buana dan kak Alex benar-benar baik, mereka memberi begitu banyak bonus sekaligus."


Hengky membagi uangnya, masing-masing mendapat 1 miliar. Rega berkata sambil bercanda: "Aku sangat berharap akan ada lebih banyak orang bodoh seperti Devan di Jakarta, bodoh tapi kaya."


Martin berkata: "Kalau begitu kita bisa mengikuti Presdir Buana dan kak Alex. Haha."


Sore harinya, Erika menemani Friska berjalan-jalan di Danau Runju, ditemani oleh Hengky. Rega dan Martin tinggal di hotel Emperor untuk membantu Alex mempersiapkan pembangunan kembali tiga gudang yang dirobohkan oleh Devan dengan ekskavator.


Sebenarnya, perjalanan Friska di Danau Runju bukan hanya untuk bersenang-senang.


Friska tidak mengetahui identitas asli Alex, dia selalu berpikir bahwa ayahnya menggunakan kekuatan keluarga untuk melenyapkan Chandra Group.


Dia telah lama tertarik dengan Dermaga Teluk Indah di Jakarta. Pemerintah sedang mencari rekan kerja sama untuk proyek ini, meski keluarga Utama sudah memiliki peluang bagus untuk bekerja sama dengan pemerintah.


Namun, Friska berharap bisa meniru kasus sukses pelenyapan keluarga Chandra dan keluarga Wibowo dapat turut berpartisipasi dalam proyek Teluk Indah.


Friska membantu Erika juga karena punya niat tersembunyi.


Keluarga Utama telah berada di Jakarta selama beberapa dekade, dan Rangga sangat sulit dihadapi.


Friska awalnya ingin menggunakan insiden Alex dan Devan untuk memprovokasi Rangga, kemudian menggunakan hubungan keduanya untuk melenyapkan keluarga Utama. Namun, Rangga sangat licik, dia lebih memilih dipermalukan daripada berhadapan langsung dengan keluarga Wibowo.


Tujuan utama Friska datang mengunjungi Danau Runju adalah untuk menyelidiki Dermaga Teluk Indah. Jika keluarga Wibowo dapat mengambil alih Dermaga Teluk Indah, maka kawasan ini perlu direncanakan ulang.


Bagaimanapun, karena Friska sudha ada di sini, maka dia harus menghasilkan keuntungan dari Dermaga Teluk indah.


Hari semakin gelap, Erika berkata, "Friska, ini sudah larut. Kita sudah mengelilingi Teluk Indah sebanyak dua kali. Apanya yang menyenangkan? Ayo pulang. Malam ini, aku akan mentraktirmu makan besar."


Friska tersenyum dan berkata, "Aku tidak ingin makan besar. Aku hanya ingin mencicipi masakan yang dipersiapkan suamimu untukmu. Aku dengar kalau keterampilan memasak Alex sangat bagus."


Erika berkata: "Oke. Biarkan dia yang memasak malam ini, kita berdua bisa minum."


Friska berkata: "Erika, meskipun kamu tidak bisa bela diri, tapi kamu hebat dalam minum. Jika benar-benar ingin bertanding, aku mungkin bukan lawanmu."


Keduanya berbicara sambil tertawa dan pulang, saat mendekati hutan kecil di depan, tiba-tiba suara tawa misterius datang dari dalam hutan.


Friska bergidik sejenak, ketika dia mendengar tawa itu, dia tahu bahwa dia adalah seorang ahli, Friska langsung melihat ke arah suara itu.


Seorang laki-laki berwajah datar yang mengenakan jubah hitam dengan rambut panjang muncul dari seberang, tatapan matanya sangat dingin, apalagi rambut panjangnya menutupi separuh wajahnya.


Friska bertanya: "Siapa kamu?"