
Di bawah pelayanan Naura, semuanya bersenang-senang dengan sepuasnya. Dan ya memang sangat puas, karena apapun yang diperlukan, Naura akan segera meminta orang untuk mengantarkannya, lalu pergi dengan sopan.
Ruangan Starry Jade cukup luas, ruangannya masih terlihat sangat kosong setelah diisi oleh belasan orang. Saat mereka sedang asyik menikmati hidangan, Charles tiba-tiba keluar dari lift, lebih tepatnya, dia didorong keluar dari lift oleh orang. Saat pintu lift tertutup, Salma yang bermata jeli berkata, “Eh! Charles diantar satpam kemari ya?”
Sebenarnya, Alea dan yang lainnya tahu kalau kedua satpam barusan sama sekali tidak memperlakukan Charles sebagai tamu terhormat, harusnya bukan “diantar”, tapi “ditangkap” kemari.
Ini juga pertama kalinya bagi Charles menginjakkan kaki di Starry Jade, dia tercengang dengan penampakan di dalamnya, “Ini Starry Jade yang sering disebut itu?”
Julian mengernyitkan dahi dan berkata, “Char, kami masih nunggu kamu buat bayar tagihannya lho, kok telponmu ngak aktif? Jangan-jangan kamu ganti nomor ya biar ngak ditagih?”
Teman-teman yang lain ikut-ikutan menyalahkannya, kepala Charles dibanjiri keringat dalam sekejap, “Eh, Sorry ya, baterai ponselku habis.”
Alea berkata sambil tersenyum, “Char, ponselmu benar-benar ajaib ya! Bisa pas gitu baterainya habis di saat waktu yang dijanjikan tiba. Jangan-jangan ponselmu ngerti pikiranmu?”
Wajah Charles seketika jadi pucat saat melihat Alex dan Erika, dia bahkan kehilangan tenaga untuk berbicara.
Naura segera berjalan ke arah Charles, tapi pandangannya tertuju pada arah Alex berada, “Maaf, apa Anda butuh tempat duduk?”
Erika berkata, “Tepat sehari setelah reuni hari itu, dia menghubungi preman setempat bernama Rian untuk membunuhku dan Alex! Untung saja Alex melindungiku, kalau tidak, aku mungkin ngak bisa ketemu kalian hari ini.”
Julian seketika beranjak dari kursinya, “Charles, gila kamu ya! Jangan pernah bilang kamu temanku lagi!"
Beberapa teman pria juga ikut mengatakan ingin menjauhi Charles dan tidak akan berhubungan lagi dengannya.
Charles merasa sangat canggung, tapi dia tetap memelototi mereka sambil menjelaskan, “Erika, tahu dari mana kamu kalau aku mau membunuhmu?”
Naura membuka lebar-lebar matanya, “Oh kamu yang namanya Charles?! Kalau gitu berdiri saja!”
Dia sudah mendapatkan perintah dari Paijo agar tidak perlu sopan kepada Charles.
Alex tersenyum sinis, lalu berkata, “Charles, masih ingat janjimu?”
Begitu dia mengatakannya, teman-teman yang hadir langsung teringat. Waktu itu Charles bilang, kalau Alex sungguh-sungguh mengakuisisi perusahaannya, maka dia akan berlutut dan memanggil Alex Ayah!
Namun, mereka semua sudah dewasa, jadi tidak ada yang mau mempersulit keadaan di saat seperti ini. Tapi mereka semua terdiam, suasana di dalam Starry Jade sangat sunyi dan aneh hingga suara jarum jatuh saja bisa kedengaran.
Tentu saja Naura tidak akan peduli dengan kehormatan Charles, dia memalingkan wajah dan berkata sambil tersenyum kepada Alex, “Tuan Alex, saya sangat penasaran ada perjanjian seperti apa di antara kalian?”
Alex menyipitkan matanya dan menatap Charles seperti seekor harimau kelaparan, “Hei, kamu tahu sendiri apa yang sudah kamu lakukan. Cepat lakukan taruhanmu waktu itu! Segera, cepat.”
“Hah?” Charles membatu di sana, kalau dia sampai beneran berlutut dan memanggil Alex Ayah di Starry Jade, mau taruh di mana mukanya nanti?
Alea yang awalnya ingin jadi penengah dalam masalah ini, segera menutup rapat-rapat mulutnya setelah mendengar kalau Charles menyuruh orang untuk membunuh Erika.
Karena meskipun dia Alea, tapi dia juga tidak bisa mentolerir orang brengsek seperti ini.
Naura berkata, “Kalau itu taruhan, maka tentu saja harus ditepati. Tuan Alex, harusnya yang menang Anda, kan?” melihat Alex mengangguk, Naura pun berbalik dan berjalan ke arah Charles, lalu berkata, “Hei kamu, silakan tepati janjimu segera.”
Meskipun Charles tidak berani berbicara kasar seperti yang lain, tapi melihat Naura yang berpenampilan layaknya pelayan di sini, dia tiba-tiba menyeringai dan mendorong Naura, “Ngak usah ikut campur!”
Bruk! Charles terjatuh ke lantai dengan wajah menghadap ke atas, dia terlihat sangat malang.
Naura mendengus, “Beraninya main tangan denganku, dasar buta.”
Charles bangkit dari lantai, tapi dia tidak berani mendekati Naura lagi, melainkan berkata sambil menunjuknya, “Ka… kamu sebagai pelayan, beraninya mukul tamu?! Aku mau melaporkanmu! Kulaporkan ke bosmu!”
Naura tersenyum acuh tak acuh kepadanya, “Silakan saja, mau aku beritahu nomor telpon Tuan Paijo ngak?”
Charles seketika jadi ketakutan, karena dia ditangkap kemari oleh orang suruhan Tuan Paijo!
Naura berkata, “Entah apa taruhanmu dengan Tuan Alex, silakan kamu tepati sekarang juga!”
“Aku…” Charles masih saja ragu.
Alex berdiri perlahan dan berjalan menghampiri Charles, “Jangan banyak omong kosong lagi, cepat berlutut, panggil Ayah!”
“Pfft!” Naura tertawa terbahak-bahak ketika mendengar taruhannya, “Cepat berlututlah! Charles, mau kubantu?”
Hanya ada 1 jalan keluar di Starry Jade, yaitu lift. Sedangkan lift tersebut dijaga oleh 2 orang satpam berbadan kekar.
Charles tidak bisa kabur, ditambah lagi dengan Naura yang semakin mendekat ke arahnya, dia mau tak mau segera berlutut di hadapan Alex, dan memanggilnya dengan suara pelan, “Ayah.”
Naura sangat pandai melihat situasi, dia berkata, “Charles, saramu kekecilan! Gedean dikit! Kami ngak dengar tadi!”
Charles mau tak mau kembali memanggil dengan lantang, “Ayah!”, setelah itu dia menundukkan kepala dan bersujud.
Sebenarnya, dia melakukan gerakan itu untuk menutupi wajahnya yang memerah karena malu.
Alex berkata dengan tenang, “Aku tidak sudi punya anak pecundang sepertimu, sana pergi!”
Charles buru-buru berbalik dan pergi ke arah lift dengan kepala menunduk.
Naura berkata dengan suara pelan, “Tuan Alex, orang seperti dia berani mengganggu Anda? Kenapa diampuni?”
Alex berkata, “Dia teman sekolah Erika.”
Barulah Julian, Alea dan juga Erika mengerti. Rupanya, Alex tidak membunuh Charles, dan hanya mempermalukannya hanya karena dia adalah teman sekolah Erika!
Jika Charles bukanlah teman Erika, apa mungkin dia masih bisa hidup sampai saat ini?
Belasan orang dari mereka bersenang-senang di Starry Jade selama 2 jam, saat mau bubar, mereka masih merasa tidak rela.
Julian yang punya pemikiran paling sadar berbicara kepada Alea, Salma dan juga teman yang lainnya, kemudian dia memanggil Naura ke tempat sunyi secara diam-diam, dan berkata, “Manager Naura, ada yang mau saya bicarakan dengan Anda.”
Naura berkata, “Kalian adalah tamu terhormat Starry Jade, permintaan kalian adalah tujuan pelayananku. Silakan katakan, Tuan Julian.”
Julian merasa canggung, setelah sekian lama, dia akhirnya berkata, “Uhm, anu, kami boleh bayar nyicil ngak ya?”