
Puft! Belati itu menusuk punggung Micky dengan akurat.
Micky pun terhuyung dan jatuh ke tanah.
Andi berlari ke sana, lalu menginjak punggung Micky dan kebetulan menginjak tepat pada gagang belati sehingga belati yang tertancap di punggung Micky menusuk lebih dalam sampai melampaui gagang belati.
Micky hanya bergerak sedikit, dan langsung mati di tempat.
“Berhenti!” Roselline berlari sambil membidik, dor dor!
Lioner yang berlari di depan tiba-tiba merasa ada moncong pistol yang sangat dekat dengannya.
“Ah?” Lawan sudah terlebih dahulu menembak ketika Lioner hendak menembak.
Kepala Lioner tembus dengan satu tembakan, lalu terjatuh ke depan dan mati.
Srh! Bukan Roselline yang menembak mati Lioner, melainkan salah satu anak buah Andi. Roselline lekas berbalik badan dan berlari ke arah lain!
“Masih ada lima!” teriak Alex.
Dor! Mark menembak dengan senapannya, lalu terdengar suara teriakan dari seorang pasukan khusus Negara H.
Salah satu anak buah Andi berada paling dekat dengannya, jadi dia langsung berlari ke sana dan menusuk prajurit khusus itu dengan belati!
“Masih ada empat!” teriak Andi dengan antusias.
“Dor dor dor!” Ada yang menembak ke arah Andi.
“Sialan!” Sosok besar Andi tiba-tiba bergeser ke samping sejauh dua meter, lalu berguling di tanah. Dia juga terlihat sangat kasihan karena desakan dari lawan.
Dor dor! Saudara Andi langsung menggantikan Andi untuk menembak ke arah orang itu.
Sosok itu muncul sambil menembak, dan menembak mati satu saudara Andi!
“Brengsek! Mati saja kamu!” teriak Andi dengan marah, dia yang belum berdiri langsung menembak mati musuh itu, kemudian setelahnya baru tahu bahwa orang itu adalah Jason.
“Reza, Javier, perhatikan persembunyian!” teriak Monster dengan keras, lalu tiba-tiba melempar dua granat ke arah Alex dan Roselline.
Bam! Bam! Dua granat itu meledak di waktu yang sama, tapi Roselline dan Alex sudah berjarak 6 meter jauhnya dari tempat granat itu meledak, selain itu mereka juga tiarap di tanah sehingga dapat menghindari ledakan tersebut.
Bam! Sebuah benda yang terlihat seperti bom meledak di samping Monster.
“Bom asap!” Alex berteriak, “Hati-hati, Monster mau melarikan diri, cepat cegat dan bunuh!”
Dor dor dor… terdengar suara tembakan sengit ke arah bom asap dan sekitarnya!
Dor dor dor, peluru jatuh satu per satu dan menimbulkan suara yang membuat orang merasa tegang.
Mark menggigit sebatang jerami, dia menggunakan lensa pengamatnya untuk mengamati halaman kecil di bawah bukit dengan gugup, “Aha! Bocah itu bersembunyi di bawah dinding tanpa berpindah sedikitpun rupanya. Lihat saja gimana aku memaksanya keluar!”
Dor! Dor dor! Mark menembak sebanyak tiga kali berturut-turut.
Tempat persembunyian Reza di bawah dinding kebetulan adalah tempat yang tidak bisa dijangkau oleh Mark, dirinya tidak bisa melarikan diri lagi sehingga satu-satunya hal bisa dia lakukan adalah menghindar menggunakan taktiknya yang sangat akurat, lalu berlari cepat ke dalam semak-semak yang ada di sebelah tenggaranya.
Tiga saudara Anda yang berada paling dekat dengan Reza menembak dengan serentak, “Dor dor dor!”
“Reza, hati-hati!” Monster yang telah melarikan diri dengan bantuan bom asap tiba-tiba berteriak keras, lalu rentetan peluru pun mengarah ketiga orang yang menyerang Reza!
Dor dor dor!
Srh! Roselline dan Alex tidak menembak lagi, melainkan melempar dua granat!
Pada saat yang sama, Alex berteriak, “Monster, hari kematianmu telah tiba!”
Monster malah berlari ke depan ketika melihat granat terbang ke arahnya tanpa memedulikan apa-apa. Lalu, tubuhnya berputar, kemudian masing-masing kakinya menendang kedua granat.
“Sialan!” Andi terkejut, karena salah satu granat itu terbang ke arahnya!
Srh! Andi menyamping dengan cepat, lalu berguling sehingga menabrak batu di belakangnya.
Duar! Dua granat itu meledak bersamaan sehingga wajah Andi dipenuhi dengan tanah, dia terus membersihkan mulut dan wajahnya tanpa berani mengangkat kepalanya.
“Monster, jangan melawan lagi. Keluarlah untuk bertarung denganku, jika kamu bisa menang, maka aku berjanji akan melepaskanmu, tapi kamu ngak boleh melanjutkan misimu lagi,” kata Alex yang bersembunyi di balik salah satu pohon.
“Siapa kamu?” tanya Monster yang bersembunyi dengan baik, tapi dia merasa sangat terkejut karena lawan mengetahui namanya.
“Aku Alex Gunawan, komandan Gang Beruang Hitam. Kamu seharusnya pernah mendengarkannya, kan?” suara Alex terdengar santai, karena dia merasa bahwa Monster pasti akan kalah dalam pertempuran ini!
Roselline langsung menyerang Reza, “Jika kalian menyerah, maka kami ngak akan membunuh kalian!”
Bagaimana mungkin Reza menyerah semudah itu? Dia langsung menembak, “Dor dor dor!”
Andi pun langsung menembak ke arah Reza tanpa memedulikan nyawanya sendiri, “Dor dor dor!”
Reza menghindar ke sana dan kemari karena tembakan Andi, tapi dia tidak memperhatikan Mark si penembak jitu yang berada di atas.
Dor! Senapan Mark berbunyi, sosok Reza yang sedang melompat tiba-tiba berhenti.
Dor dor dor! Andi segera menembak tubuh Reza dengan senapannya, sehingga tubuhnya berlubang seperti sarang lebah!
Roselline memeriksa keadaan di sekitarnya setelah melihat Reza tergeletak di tanah untuk mencoba mencari musuh terakhir.
Monster tahu jelas situasi sekarang. Setidaknya ada enam orang menyergap di sisi perjalanan menuruni gunung, meskipun Monster memiliki kemampuan yang hebat, tapi dia juga tidak bisa lolos dari sergapan itu.
Sedangkan jalan menuju ke atas gunung penuh dengan tebing. Meskipun Monster menggunakan kecepatan tercepat untuk naik ke atas, tapi tingginya setidaknya 100 meter dan mungkin saja Monster akan menjadi target lawan selama waktu itu.
Karena Alex ingin melawan Monster, maka Andi dan yang lainnya akan pergi. Mereka berjalan ke dalam semak-semak, lalu melempar beberapa granat dan menembak beberapa kali sehingga menimbulkan suara tembakan yang kacau.
Roselline sendiri segera menghampiri Monster diam-diam untuk membantu Alex.
Pada saat yang sama, Monster yang terluka tiba-tiba menyerang Andi dan yang lainnya.
“Letakkan senjatamu, keluar dan lawan aku!” Alex melempar senjata di tangannya dengan sangat santai, lalu berkata, “Monster, keluarlah, jangan mempermalukan Negara H!”
“Oke! Aku akan mempercayaimu karena kamu adalah komandan Gang Beruang Hitam!” Monster pun melempar semua pistol dan senapan ringannya, lalu berjalan ke hadapan Alex, kemudian menarik pedang panjangnya, “Komandan Gang Beruang Hitam, dengar-dengar kamu sudah mencapai tingkat dewa perang, hebat sekali ya. Hari ini, aku ingin melihat kehebatan komandan Gang Beruang Hitam!”
Alex hanya punya dua belati, tapi dia juga tidak mau kalah, “Oke! Monster, jika kamu kalah, maka panggil prajurit satu lagi, lalu kalian bunuh diri bersama-sama, gimana?”
Monster tertawa dingin, “Alex, kamu harus bunuh diri di sini jika kamu kalah, selain itu kamu harus membiarkan kami pergi. Gimana, berani bertaruh?”
“Oke!” Alex tersenyum.
Plak! Telapak tangan keduanya bertemu, lalu tubuh mereka mundur bersamaan dan memasang kuda-kuda!