
Tiba-tiba telingan Alex bergerak, dia berbisik: "Kapten Ardiansyah, ada orang di balik hutan. "
Nova terkejut, "Benarkah? Apakah itu si mesum?"
Alex berkata: "Belum pasti. Namun, aku dapat mengatakan bahwa orang ini berada sekitar 50 meter dari kita, dan ilmu bela dirinya sangat bagus. Kamu tidak boleh bertindak sekarang, jangan sampai membuatnya waspada dan kabur sebelum menangkapnya. "
Nova mengangguk dan berkata, "Mengerti. Namun, bagaimana kita bisa menariknya keluar?"
Alex juga tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya bisa menentukan perkiraan lokasi orang misterius itu, tetapi tidak bisa menetapkannya secara akurat. Jika menangkapnya dengan gegabah, lawan akan lari ketakutan. Medan di sini rumit, dengan pegunungan tinggi dan hutan lebat yang tidak kondusif untuk penangkapan, si mesum itu pasti akan lolos.
Alex memutar matanya dan mendapat ide, "Kapten Ardiansyah, aku punya cara untuk memancing si mesum."
Nova bertanya: "Bagaimana caranya?"
Alex berkata: "Pria itu sangat waspada. Jika kita ingin dia masuk jebakan, kita harus berpura-pura lebih nyata lagi. Kamu pernah nonton drama, kan? Apa yang dilakukan pria dan wanita yang sedang jatuh cinta? Kita harus melakukan itu agar si mesum mengurangi kewaspadaannya. "
Nova merasa bahwa perkataan Alex masuk akal, jika ingin menangkap si mesum, dia tidak punya pilihan selain melakukan langkah ini. Namun, Nova tidak habis pikir. Apakah perlu mempelajari hal yang sama seperti para aktor dan aktris dalam drama, memeluknya dan menciumnya? Betapa memalukannya itu, pacar saja belum punya, tapi sudah harus melakukan hal itu dengannya? Bagaimana bisa?
Melihat wajah Nova yang malu, Alex berbisik: "Kapten Ardiansyah, apa kamu siap?"
Nova berkata: “Aku siap, kamu harus cepat ... Tapi kamu tidak boleh benar-benar mengambil keuntungan dariku.” Sekarang, Nova tidak punya pilihan selain setuju berakting dengan Alex untuk untuk menarik si mesum, lalu menangkapnya.
Alex berkata dengan wajah serius: "Kapten Ardiansyah, jangan khawatir, aku bukan pria brengsek, aku tidak akan memanfaatkanmu. Namun, kita harus berakting dengan sungguh-sungguh, jika tidak kita tidak bisa menipu dia. Jika dia tidak datang, usaha kita malam ini juga akan sia-sia."
Nova sependapat dengan Alex, dia berkata degan wajah merona, "Alex, aku mengerti. Cepatlah ..." Sembari berbaring, dan menutup matanya.
Alex menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit, lalu menghiburnya, "Kapten Ardiansyah, jangan gugup. Kalau kamu terlalu gugup, bagaimana kita melakukan akting kita? Kelihatannya, kamu benar-benar belum pernah punya pacar."
Nova berkata: "Apa mungkin aku berbohong padamu? Cepat mulai."
Alex mengangguk, mendekatkan tubuhnya, dan dengan pelan menekan tubuhnyake tubuh Nova. Begitu tubuh Alex turun, tubuh Nova seketika semakin gugup. Alex memeluk pundaknya. Wajah wanita cantik di depannya sudah merona, Alex sedikit melamun ketika mencium wangi tubuh Nova dan campuran air danau.
Nafas berat Alex jatuh di wajah Nova. Nova belum pernah sedekat ini dengan seorang pria sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan hal seperti ini, jantungnya pun berdebar kencang.
"Alex, jaga jarak, kamu hampir mencium wajahku. Bajingan itu sangat jauh, dia tidak mungkin bisa melihatnya."
Alex berkata: "Aku tahu, aku akan menjaga jarak. Kapten Ardiansyah, sebaiknya kamu bekerja sama. AKu di sini untuk membantumu menangani kasus ini. Jika kamu tidak bekerja sama, upaya kita sebelumnya akan sia-sia."
Dipeluk oleh Alex dengan erat, detak jantung Nova berdetak semakin cepat. Namun, saat ini dia hanya bisa terus berakting, jika dia mundur sekarang, pengorbanan yang dia buat akan sia-sia.
Nova sangat senang, "Akhirnya kena juga. Usahaku tidak sia-sia, hmph, tubuhku yang seksi, dan wajahku yang cantik. Semua orang mesum penuh nafsu. Mana mungkin bisa tidak terpancing? "
Nova melupakan rasa malunya karena senang. Keduanya berpura-pura intim lagi sebentar, tetapi tidak tahu mengapa, sosok gelap itu tidak mendekat lagi. Nova sedikit kehilangan kesabarannya, "Alex, kenapa dia tidak datang?"
Alex juga merasa sangat aneh, dan setelah memikirkannya, dia berkata, "Sepertinya si mesum ini sangat licik, Kapten Ardiansyah, jika kamu berinisiatif sedikit, pria itu pasti tidak akan tahan untuk kemari."
Nova bertanya dengan enggan: “Sekarang sudah seperti ini… apa lagi yang harus dilakukan? Sudah cukup memalukan untuk dipeluk olehmu sesuka hati. Jika lebih intim lagi, aku tidak akan bisa menerimanya."
Alex berkata: "Penampilanmu terlalu kaku, coba lebih alami lagi."
Nova benar-benar bingung, "Alex, gimana caranya?"
Alex berkata: "Aku juga tidak tahu ..."
"Kamu! Dasar sampah!" Kata Nova.
Keduanya saling mengeluh satu sama lain, Tiba-tiba, Nova melihat sosok itu mendekatinya lagi.
"Akhirnya terpancing, tangkap dia." Nova sangat bersemangat sehingga dia tidak bisa menahannya lagi, dia berdiri dan menerjang sosok gelap itu.
Jarak puluhan meter seketika menjadi begitu dekat, dia sudah berdiri di depan orang itu dalam sekejap mata. Nova akhirnya melihat dengan jelas. Orang itu adalah seorang pria muda bertubuh sedang. Tingginya sekitar 170 cm dan memiliki rambut putih pendek yang berkilauan. Dia memakai anting-anting di telinga dan kalung di lehernya, hanya saja dia memakai topeng, tidak bisa melihat wajahnya. Namun, berdasarkan karakteristiknya, Nova menyimpulkan bahwa orang ini adalah si mesum yang terus menerus melakukan kejahatan.
Nova berteriak tegas, "Hei, mesum, aku seorang polisi, apakah kamu masih tidak mau menyerah?"
Mendengar identitas Nova, pihak lain mencibir: "Menarik sekali. Tak disangka aku akan bertemu dengan seorang polwan cantik malam ini. Tubuhmu lumayan juga, terutama sepasang gunung ini."
Nova juga terkejut, "Tak kusangka kamu masih berani berbicara saat bertemu polisi. Hari ini, kamu akan mati."
Nova menggertakkan giginya dan berkata: "Kamu sungguh sial bertemu denganku. Aku harus melumpuhkanmu dulu sebelum menangkapmu." Nova sudah mengambil keputusan, dia mengulurkan tangannya, dan mengeluarkan sebuah borgol yang mengkilap dari tubuhnya, lalu menerjang ke arah si mesum bertopeng.
Si mesum bertopeng tersenyum dan berkata, "AKu masih belum pernah mencoba polwan, akan kucoba hari ini."
“Mati saja kamu.” Nova marah, dia bergegas ke depan dan memukul wajah mesum bertopeng itu. Si mesum bertopeng ini benar-benar kuat, kepalanya bergoyang sebentar, kemudian dia membungkuk untuk menghindarinya.
Kaki Nova menyerang tanpa ampun, dia mengangkat kakinya dan menendang ke ************ si mesum bertopeng. Kekuatan kaki Nova sangat kuat. Saat berlatih di sekolah polisi, papan kayu setebal 2 cm bisa dipatahkannya dengan satu tendangan.