
Supir mobil pribadi yang terlihat jujur menghela nafas dan berkata, “Bung, mobilku ini baru saja dibeli, meskipun sudah 5 tahun berlalu sejak mendapatkan sim, tapi ini pertama kalinya aku menyetir, jadi… bener-bener maaf. Tenang saja, aku pasti akan menyembuhkan luka temanmu.”
Alex mengangguk, “Uhm, aku rasa, kamu bukan mau membahas ini ‘kan denganku?”
Senyuman di wajah supir tersebut seketika menjadi kaku, “Ukh, oh iya, kompensasi! Silakan katakan, 4 juta cukup? Lukanya memang ngak parah, 4 juta kurasa ngak sedikit.”
Sembari berkata, bola mata supir ini menatap kejauhan seperti sedang menunggu sesuatu.
Alex tersenyum tipis, “Lagi nunggu temanmu ya?”
“Ah? Apa? Jangan bercanda, Tuan. Temanku bukannya tadi sudah mengantar mereka ke rumah sakit.” Senyuman di wajah supir itu semakin kaku.
Sebuah BMW x7 melaju kemari dari kejauhan, Alex sama sekali tidak melihat supir ini, melainkan fokus pada mobil BMW x7 tersebut, “Mobil ini setidaknya seharga 2 miliaran kan. Sepertinya, temanmu sungguh orang kaya.”
Kemudian, Alex menoleh ke belakang dan menatap supir yang agak ketakutan, “Dan kamu, malah pakai Volkswagen yang biasa saja, rendah diri sekali.”
Merasa mobil BMW x7 sudah semakin dekat, supir tersebut seketika tertawa keras, “Hahaha, sudah ketahuan ya, Alex?”
Alex mengangguk, “Kamu membawa pergi temanku biar mudah bertindak, kan?”
Supir tersebut mengangguk, pada saat ini, Ghaston, Andreas, Bernard dan Nelson berempat, ditambah dengan si gede Sony yang berada di dalam BMW x7 turun dari mobil bersama-sama.
Tubuh kekar Sony akan membawakan rasa tertekan yang kuat kepada seseorang saat muncul.
Supir tersebut tertawa sambil mengangguk, “Kamu terlalu pintar, Alex!”
“Tapi, kamu sungguh ngak pintar.” Alex tetap saja bermulut pedas meski berada di dalam situasi yang tidak menguntungkan.
“Apa maksudmu?” Supir tersebut tentu saja tidak akan menganggap dirinya bodoh karena rencananya telah berhasil, “Emang ada yang salah?”
Alex menghela nafas, “Kesalahanmu sangat fatal! Kamu kira dengan kepergian temanku, aku akan kekurangan bantuan. Tapi sebenarnya ini justru bertolak belakang, dengan kepergian mereka, aku baru bisa mengerahkan seluruh kekuatanku tanpa harus memikirkan keselamatan mereka! Jadi, kepintaranmu malah membahayakanmu.”
“Ukh.” Supir tersebut terbengong, dia sedang memikirkan semua perkataan Alex barusan, dan tiba-tiba dia merasakan bagian dadanya terpukul oleh kekuatan yang tak bisa dilawan!
Syut! Supir tersebut terlempar sangat jauh, lalu terjatuh dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya, dia sudah pasti mati.
“Ini takdirmu karena ikut mencelakaiku.” Alex yang membunuh supir tersebut dengan satu tendangan seolah-olah baru saja melakukan hal yang sangat biasa, dia berkata dengan tenang.
“Uhuk!” Supir tersebut memuntahkan seteguk darah dan mati kehabisan nafas. Kalimat terakhir yang didengarnya adalah penilaian Alex terhadap dirinya.
Kemudian, Alex berdiri diam dan tersenyum kecut, “Kurang satu nih.”
Bernard memberi yang lainnya kode untuk mengepung Alex, lalu menyeringai, “Alex, kamu kira dengan membunuh seorang bawahan seperti dia sudah bisa menakuti kami berempat dan Sony? Jangan mimpi kamu! Hari ini, tempat ini akan jadi makammu!”
Dia melihat sekeliling, lalu berkata, “Tempat ini sudah ditutup untuk keluarga Mahari, ngak akan ada siapapun yang mengganggu kita, satu lagi, kamu ngak perlu berharap polisi akan datang kemari setelah mendapat kabar.”
Alex mengangguk, “Oke, makasih ya sudah mikir panjang.”
Nelson menatap Alex dengan terkejut, “Hei nak, kamu ngak takut mati ya! Kalau kamu tahu kami ini siapa, harusnya kamu juga tahu kalau nyawamu bakal sulit selamat, kan?”
Ghaston berteriak marah, “Alex, ini makam untukmu!”
Alex tertawa terbahak-bahak, “Makam itu disiapkan buat orang mati. Jadi, aku ngak akan rebutan dengan kalian.”
Ghaston memasang kuda-kuda, lalu berkata, “Alex, pandai ngeles ya kamu. Tapi, hanya kemampuan asli yang bisa memutuskan hidup matimu.”
Andreas, Bernard, dan lainnya juga mengepung ke arah Alex bersama-sama, dan Sony tentu saja ingin bertindak duluan, “Hyaa! Alex, mati saja kamu!”
Sembari berkata, Sony pun menerjang ke arah Alex seperti sebuah truk besar di tengah suara langkah kaki yang keras.
Sebenarnya keluarga mahari punya jurus pemersatu, dan jurus itu adalah warisan asli dari Tambo, kehebatan pada jurus itu tak terhingga. Puluhan tahun yang lalu, jurus ini berhasil merenggut nyawa ahli yang lebih hebat dari mereka.
Namun, yang menggantikan Larry hari ini ialah si gede Sony.
Meskipun Sony juga mengerti jurus pemersatu ini dan juga tingkat bela dirinya tinggi, tapi justru dia kurang cerdik. Oleh karena itu, meskipun dia ikutan, juga hanya sebatas jadi pengganti Larry, sama sekali tidak mungkin bisa mengerahkan kehebatan jurus ini sepenuhnya seperti Larry.
Selain itu, Sony selalu bertarung sesukanya, jadi lebih tidak mungkin lagi bisa bekerja sama dengan Ghaston dan yang lainnya.
“Sony, pelan dikit!” Ghaston segera menyadari Sony terlalu cepat sehingga mengacaukan tempo jurus pemersatu.
Namun, tinju Sony saat ini sudah sampai di hadapan Alex.
Alex terus menatap Sony hingga pada saat tinju besarnya sampai di depan mata, barulah Alex tersenyum aneh, “Oke!”
Kemudian, sosok Alex tiba-tiba menjadi pendek dan menerjang ke depan, dia memutar badannya dan menghantam perut Sony dengan pundaknya!
“Dia gila ya?”
“Ngak ada yang ngak tahu kalau tubuh Sony sekeras besi dan ngak bisa ditabrak sama sekali.” 4 bersaudara keluarga Mahari sebenarnya punya pemikiran yang sama.
Buk! Seiring suara tabrakan yang nyaring, tampak Alex yang menabrak tepat di dada Sony dengan postur yang sangat dekat!
“Ukh!” Dengan ukuran tubuh Sony yang begitu besar, dia bahkan merasa sedikit pusing setelah ditabrak begitu, seluruh organ tubuhnya tersentak sehingga membuat sekujur tubuhnya kebas dalam sekejap!
Menurut perkiraan Sony, lama waktu tubuhnya kebas tidak lebih dari 1 detik.
Namun, bagi ahli top seperti Alex, 1 detik sudah cukup untuk melakukan banyak hal.
Sederetan suara pukulan terdengar! 4 buah tinju langsung dilayangkan ke depan dada Sony!
Kemudian, tonjokan siku didaratkan ke wajah Sony, tak hanya itu, dia juga menendang perut atas Sony dengan lututnya!
Duar! Sony seperti sebuah bukit yang runtuh ke tanah dan membuat debu-debu melayang di udara!
Pada saat ini, Ghaston yang berjarak paling dekat dengan Alex rupanya masih belum sampai di sisi Alex.
Satu pukulan? Hanya dengan 1 pukulan dia bisa menjatuhkan petarung pertama keluarga Mahari? Apa yang terjadi?