Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 587 Kalau Nggak Setuju, Mati Saja


Alex menatap Alif sambil berkata, "Paman ketigamu ini benar-benar lucu. Aku rasa dia pasti bisa sukses jadi pelawak."


Alif perlahan-lahan bangkit dari lantai dengan ekspresi suram. Dia memungut belatinya, lalu berjalan ke depan salah seorang pengawal.


Sebelum pengawal itu sadar apa yang ingin dilakukan Alif, Alif sudah menancapkan belatinya ke perut pengawal itu.


Pengawal itu membelalakkan matanya karena tidak menyangka Alif ternyata begitu kejam.


Setelah itu, Alif menikam pengawal itu lagi beberapa kali sebelum melepaskannya.


Pengawal itu langsung jatuh ke lantai dan kejang-kejang sebentar.


Alif masih belum berhenti. Dia langsung menyerang pengawal satunya lagi dan berniat untuk menikamnya juga. Hanya saja, pengawal ini sudah mewaspadainya. Jadi, belati Alif tidak berhasil menancap di perutnya.


Namun, Alif sama sekali tidak menyerah. Dia memindahkan belatinya ke tangan lain, lalu menikam pengawal itu. Kali ini, Alif juga menendangnya.


Meskipun bisa menangkis serangan Alif, pengawal itu juga ketakutan. Bagaimanapun juga, Alex sedang membidik senapan mesin ringan ke arah mereka. Dalam situasi seperti ini, dia hanya bisa menangkis. Apabila dia menyerang, dia takut Alex akan langsung menembaknya.


Pada akhirnya, Alif juga berhasil menikam pengawal itu sampai mati.


Setelah menyelesaikan aksinya, seluruh badan Alif sudah dilumuri darah. Dia mengangguk sambil tersenyum ke arah Alex, "Oke, masalahku sudah selesai. Yang tersisa hanyalah masalah kita."


Alex mengangkat bahunya, "Kamu juga tahu kalau aku datang hanya untuk membantumu. Aku nggak punya banyak pendapat tentang mengakuisisi keluarga Vixon. Tapi aku bisa membantumu menjadi pemimpin keluarga."


Saat ini, Hasan sama sekali tidak berani bergerak. Bahkan setelah mendengar kata-kata itu, dia hanya merasa cemas. Dia awalnya menduga bahwa membunuh Alif di kediaman Vixon adalah hal yang sangat gampang.


Siapa sangka ada yang bisa diam-diam menyelinap ke kediaman Vixon, lalu menemukan tempat ini dan menyelamatkan Alif.


"Sobat, aku rasa ada salah paham di antara kita. Aku juga bisa memberikan apa yang diberikan Alif untukmu!" Hasan ingin menarik Alex ke sisinya.


Bagaimanapun juga, Alex adalah tokoh hebat. Lagi pula, hal yang dimiliki Alif tidak banyak, sedangkan Hasan menguasai seluruh keluarga Vixon. Dia yakin bisa membuat Alex berubah pikiran.


Akan tetapi, Alex malah berkata sambil tersenyum, "Sebenarnya, Alif punya sesuatu yang nggak kamu miliki."


Hasan tertegun sejenak, lalu Alex lanjut berbicara, "Ini."


Alex menunjuk ke kepalanya sendiri.


Ekspresi Hasan langsung berubah. Saat melihat Alex yang membidik senapan ke arahnya, dia buru-buru mengangkat tangannya. Dia tentu saja tidak ingin mati, tetapi Alex sepertinya bukan orang yang baik hati.


Alex adalah seorang pembunuh!


Hasan dapat merasakan bahwa aura yang dipancarkan Alex saat ini adalah aura yang hanya dimiliki oleh pembunuh yang sangat hebat.


Saat ini, Alif berjalan ke hadapan Hasan, lalu berkata sambil tersenyum, "Paman ketiga, aku sudah pernah bilang kalau aku akan membunuh siapa pun yang berani menghalangi jalanku. Kamu pasti merasa itu hanya omong kosong, 'kan?"


Hasan baru hendak berbicara, tetapi Alif langsung menikam jantungnya. Dalam sekejap, Hasan hanya bisa memegang dadanya, lalu jatuh dengan tak berdaya.


Setelah itu, Alif pun membuang belatinya dan meregangkan tubuhnya. Kemudian, dia berjalan ke hadapan Rena, lalu berkata sambil tersenyum, "Ibu Rena, aku akan menyelesaikan semua masalah di sini. Kamu tidurlah dulu. Setelah semuanya selesai, aku akan membangunkanmu."


Pada saat-saat seperti ini, pergi tidur memang adalah pilihan terbaik. Lagi pula, dia juga tidak bisa membantu apa-apa.


Di aula, semua anggota keluarga Vixon sudah dibangunkan. Mereka sangat penasaran apa yang sudah terjadi. Namun, saat melihat Alif yang duduk di kursi utama, semua orang pun langsung terkejut.


Alex duduk di sisi lain sambil menyilangkan kaki. Saat ini, dia seharusnya sedang tidur enak sambil memeluk Erika, tetapi malah terganggu oleh hal tak penting seperti ini.


Oleh karena itu, ekspresinya juga terlihat sedikit tidak senang.


Saat ini, ada makin banyak anggota keluarga Vixon yang berkumpul di aula. Saat melihat sikap Alif, Jansen langsung menunjuk ke arah Alif dengan marah, "Alif, kamu ingin memberontak, ya? Semalam, kamu baru saja melawan Pak Harry. Sekarang, kamu juga seenaknya duduk di kursinya. Kamu kira Pak Harry nggak berani mengusirmu?"


Alif hanya melirik Jansen dengan tenang tanpa menjawabnya.


Begitu masuk ke aula, Henry juga langsung terkejut saat melihat Alif. Kemudian, dia langsung berkata sambil tersenyum masam, "Alif, apa kamu mau menjadi pemimpin keluarga?"


Alif menjawab sambil tersenyum, "Apa kalian tahu? Sebenarnya, kalian yang memaksaku. Kalau nggak, aku bahkan sama sekali nggak tertarik pada posisi pemimpin keluarga. Sayangnya, kalian semua selalu berpikir aku ingin merebut posisi ini."


Henry Vixon adalah paman pertama Alif. Jika bukan karena Henry lebih malas, posisi pemimpin keluarga juga tidak akan jatuh ke tangan Hasan.


Namun, meskipun Henry memang pemalas, bukan berarti dia tidak tahu apa-apa. Malam ini, mereka memang tidak bisa tidur karena tahu Hasan dan Alif akan berduel.


Hanya saja, hasilnya sangat mengejutkan mereka semua.


Orang yang muncul di aula ternyata adalah Alif, sedangkan Hasan malah menghilang. Sangat jelas bahwa sudah terjadi sesuatu pada Hasan.


Henry mendesah, "Kalau kamu memang ingin menjadi pemimpin keluarga, katakanlah kenapa kamu ingin menjadi pemimpin keluarga? Apa yang bisa kamu berikan kepada kami? Ini adalah hal yang perlu dijelaskan orang yang ingin menjadi pemimpin keluarga."


Henry memang tidak rela, tetapi dia juga tahu situasinya sudah mengarah ke sana. Lagi pula, Alif juga bukan berubah menjadi begini dalam sehari. Dia pasti sudah bersabar sangat lama.


Kesabaran Arif pasti sudah sangat terlatih dan Henry menghargai kelebihannya itu.


Alif tertawa.


Semua anggota keluarga Vixon yang ada di aula akan segera menentang Alif sebagai pemimpin keluarga apabila dia mengatakan omong kosong tentang harapannya untuk keluarga Vixon.


"Aku rasa kalian pasti akan setuju aku menjadi pemimpin keluarga. Karena kalau nggak, keluarga Vixon nggak akan berguna bagiku. Dengan begitu, kalian semua nggak akan bisa lari dan akan mati di sini."


Semua orang langsung tercengang. Mereka tidak mengerti maksud Alif.


Alif menjelaskan, "Maksudku, aku akan membunuh kalian semua kalau kalian menentangku menjadi pemimpin keluarga. Bukannya aku sudah bilang semalam? Orang yang menghalangiku harus mati."


Pada saat ini, Alex sudah berjalan ke depan pintu aula. Dia mengeluarkan senapan mesin ringan dan membidiknya ke arah semua orang di dalam aula.


Semua anggota keluarga Vixon memandang Alif dengan ketakutan.


Jansen langsung menunjuknya sambil memaki, "Apa kamu sudah gila? Kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan? Kamu akan mendapat ganjaran dari Langit!"