
“Tidak, tidak, jangan buru-buru pergi!” Alex mendekati orang berkulit putih itu sambil tersenyum dan langsung menatap ke mata birunya, “Halo, aku seorang mahasiswa internasional yang kembali belajar dari Negara M. Apakah ada yang bisa kubantu?”
“Tidak, tidak perlu, terima kasih,” jawab orang berkulit putih dengan sopan, kemudian terus berjalan.
Alex melangkah maju untuk merebut kopernya, “Aku bantu kamu bawa! Tenang saja, aku tidak butuh tip.”
“Umm?” Napas orang berkulit putih itu tiba-tiba menjadi dingin, dia mundur selangkah dan mendorong koper ke belakangnya, “Jauhi aku! Aku tidak butuh bantuan darimu!”
Ekspresi orang berkulit putih itu tegas seolah ingin menakut-nakuti Alex.
Nova sudah menyentuh pistolnya sendiri dan siap bertarung kapan saja.
Walaupun kedua belah pihak berbicara bahasa Inggris dengan lancar, Nova juga hanya mengerti sebagian saja. Apalagi setelah melihat gerakan keduanya, dia semakin mengerti kedua belah pihak berada dalam situasi menegangkan!
Stefan kaget ketika melihat ini, dia juga buru-buru menyentuh pistolnya.
Dalam situasi seperti ini, walaupun orang berkulit putih itu idiot, dia juga sudah mengerti dirinya sudah ketahuan!
Hal seperti ini terlihat mudah, tapi setelah benar-benar ketahuan, akan berakibat fatal bagi orang-orang seperti mereka! Mereka bisa menghadapi kematian kapan saja.
Orang berkulit putih itu memandang Alex dengan masam, “Pria Asia, jauhilah aku, kalau tidak aku tidak akan sungkan padamu.”
Meskipun Alex tidak menyentuh kopernya, orang berkulit putih ini sudah menyadari bahwa Alex adalah seorang master yang akan sulit dihadapinya.
Alex tersenyum cerah, “Wah, teman dari jauh, aku pasti bersedia menjamu tamu yang datang dari jauh.”
Mata biru orang berkulit putih itu berkedip, “Diam! Minggir!”
Saat berbicara, tangannya sudah memegang sebuah belati dan langsung menikam ke arah Alex.
“Hati-hati!” Nova masih berjarak lima meter dari mereka. Awalnya dia ingin menembak, tapi Alex terlalu dekat dengan orang itu. Dia benar-benar tidak yakin kalau menembak, jadi terpaksa berteriak.
Alex bisa melihat orang berkulit putih ini adalah penembak runduk. Ilmu bela diri orang berkulit putih ini setara dengan petinju biasa, paling-paling setara dengan keterampilan di tingkat master.
Karena itu, jika ingin menyakiti Alex dengan ilmu bela diri orang berkulit putih ini, itu sungguh hanya lelucon saja.
Dalam pemikiran orang berkulit putih yang menikam dengan belati, meskipun pria Asia ini bisa ilmu bela diri sederhana, dia juga pasti akan terluka dengan teknik pisau yang sudah lama dia latih.
Akan tetapi, begitu dia menikam, dia menemukan belatinya hilang! Tangan kanannya juga mulai tidak nurut! Astaga, bagaimana bisa seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
Belati itu tentu saja sudah direbut Alex. Pergelangan tangan orang berkulit putih itu dengan mudah diputar Alex dengan satu gerakan, sendi-sendinya tertahan, jadi tentu tidak bisa bergerak dengan fleksibel.
Walaupun Nova juga hanya di tingkat master, sekilas saja dia tahu Alex sudah menaklukkan musuh!
Karena itu, dia menyimpan pistolnya dan langsung berlari ke sana, lalu memborgol tangan orang berkulit putih itu!
“Tidak! Aku orang asing! Kalian tidak berhak menangkapku! Lepaskan aku!” Orang berkulit putih ini berbicara dalam bahasa Inggris yang bercampur dengan beberapa kata bahasa Indonesia tidak baku sambil melawan dengan kuat.
Pergelangan tangan kanan orang berkulit putih itu tidak bisa digunakan. Sebagai penembak runduk itu berarti dia kehilangan lebih dari 90 persen kekuatan tempur, jadi dia hanya bisa perlahan mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah.
Setelah memborgol orang berkulit putih, Alex berjalan ke kerumunan. Nova dan Stefan membawa orang berkulit putih itu kembali ke kantor polisi.
Seluruh proses penangkapan memakan waktu tidak lebih dari tiga menit.
Bahkan banyak saksi di sekitar yang belum mengerti apa yang sedang terjadi, namun masalahnya sudah selesai.
Sampai orang berkulit putih itu dibawa pergi, tak ada satupun orang di sana yang mengerti apa yang sedang terjadi.
Setelah kembali ke kantor polisi, Nova segera mengatur tim untuk memulai interogasi karena setelah memeriksa kopernya, ternyata di dalam adalah senapan runduk yang sangat canggih! Hal seperti ini sangat dilarang di Indonesia! Karena itu, meskipun orang berkulit putih ini tidak melakukan kejahatan lain, juga tidak masalah untuk mengurungnya selama 15 hari!
“Siapa namamu? Dari mana asalmu? Kenapa kamu datang ke Indonesia? Katakanlah!” Orang yang bertugas untuk interogasi tentu saja polisi yang pandai berbahasa Inggris.
Orang berkulit putih yang kedua tangannya diborgol ini tidak mengatakan apa-apa dan hanya memandang polisi yang menginterogasinya dengan dingin.
Polisi yang menginterogasi juga bisa melihat orang berkulit putih ini memiliki aura arogan seolah-olah dia adalah raja yang berstatus tinggi dan sama sekali tidak menganggap serius polisi di depannya.
“Apakah kamu pikir tidak masalah meski kamu tidak berbicara? Dengan perilakumu yang membawa senapan runduk, aku sudah bisa menghukummu satu tahun penjara!” kata Nova dengan keras, lalu memberi isyarat pada polisi yang pandai berbahasa Inggris untuk menerjemahkan padanya.
Orang berkulit putih itu melirik Nova, kemudian memejamkan mata birunya menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak peduli dengan ancaman Nova.
Pokoknya, Nova menghabiskan waktu yang lama dan orang berkulit putih itu tetap bersikeras tidak mengatakan apa-apa, Nova juga tidak berdaya, lalu memerintahkan polisi di bawahnya untuk memasak orang ini!
Yang disebut 'memasak' tentu saja untuk memaksa orang berkulit putih dalam hal waktu, buat dia tidak punya waktu untuk tidur dan bahkan tidak memberinya kesempatan untuk memejamkan mata.
Cara seperti ini tampaknya sangat sederhana, tapi sangat efektif bagi banyak orang. Apalagi orang yang mentalnya tidak terlalu kuat, akan segera menyerah karena tidak punya waktu untuk istirahat.
Namun, orang berkulit putih ini masih terlihat acuh tak acuh setelah bertahan 24 jam, jelas dia juga orang berbakat yang sudah menjalani pelatihan khusus.
Nova tidak tahu apa-apa tentang orang berkulit putih ini! Dia sangat marah, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Menurut prosedur kalau sudah lebih dari 24 jam, dia seharusnya sudah membawa orang berkulit putih ini ke ruang tahanan.
Namun, karena identitas orang ini tidak diketahui, Nova berhak untuk terus menahannya.
Siapa sangka, orang ini adalah penembak yang disewa oleh Dakson, namanya Raymond! Selain itu, dengan teknik menembak Raymond, dia juga seorang penembak runduk yang sangat terkenal di dunia tentara bayaran.
Karena itu, dia sangat tertekan sudah ditangkap oleh Alex hari ini.
Bahkan di Negara M, mereka yang disebut dengan polisi terlatih juga tidak bisa menangkap Raymond. Raymond setidaknya sudah mengalami lebih dari belasan aksi penangkapan polisi, tapi dia masih bisa datang ke Indonesia. Setidaknya itu berarti dia selalu lolos dari penangkapan!
Indonesia yang merupakan negara kuno dan misterius ternyata menjadi kuburan bagi kariernya. Dia sama sekali tidak bisa terima hal ini, dia bahkan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.