Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Jasmin Malik dari Aliran Rajawali


Alex sangat kesal dengan wanita berhati iblis seperti Astrid. Namun, dia menenangkan diri lalu berkata, “Larry, aku menghormatimu karena kamu lebih tua dariku, selain itu, meskipun kamu mencelakai orangku, tapi aku tetap berharap kamu bisa menolong mereka, dengan begitu aku akan melupakan dendam di antara kita.”


Bukannya Alex berhati mulia, tapi karena dia merasa ilmu itu sangat misterius, dan tidak bisa dipecahkan untuk sementara waktu, jadi dia perlu bantuan Larry.


Larry berkata dengan nada dingin, “Menolongmu? Kenapa aku harus menolong semut seperti kalian? Selain itu, beraninya kamu melukai Ehsan, kamu sudah sepantasnya mati! Masih berani melecehkan Astrid ku, benar-benar tidak bisa diampuni! Jangan banyak bicara lagi, ayo maju!”


“Bener, Paman, bunuh dia!” kata Astrid sambil memelototi Alex.


Alex benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa menghadapi orang seperti ini, dia melangkah maju perlahan dan berkata, “Larry, kalau begitu buktikan saja dengan kekuatan!”


Yang digunakannya adalah gaya siaga, kakinya melangkah maju, dan tinju kanannya melaju ke perut Larry, setiap jurusnya sangat terang-terangan.


Larry berhasil menghindari tinjuan Alex, keduanya mulai bertarung.


Tentunya Alex tidak menggunakan kekuatan penuh, tapi dia segera menyadari kalau Larry sangat lincah, dia datang dan pergi dengan mudah, sungguh luar biasa!


Selain itu, gerakan tangan Larry juga sangat cepat secepat kilat, dan ini menjadi ancaman yang sangat besar bagi Alex.


Setelah Larry beradu puluhan jurus dengan Alex, dia juga terkejut dalam hati. Entah kecepatan ataupun jurus, anak ini sama sekali tidak kalah darinya! Bagaimanapun Larry menyerang, Alex selalu dapat menghadapinya dengan santai, sama sekali tidak terlihat kewalahan.


Tidak hanya itu, dia sepertinya sangat berpengalaman!


Larry diam-diam memegang sebuah kertas di tangannya, saat mengubah jurus, dia pun melemparkan kertas itu ke arah Alex!


Alex dengan akurat melihat setiap gerakan Larry dengan indera penglihatannya yang tajam, jadi dia juga telah memprediksikan arah pergerakan kertasnya itu.


Oleh karena itu, langkah kaki Alex segera membentuk zig-zag, setelah beberapa langkah aneh, dia akhirnya sampai di hadapan Larry!


“Hm?” Larry yang awalnya yakin ilmunya itu cukup untuk menahan Alex sama sekali tidak menyangka anak ini bisa menghindarinya.


Selain itu, kemunculan Alex tidak hanya aneh, dia juga sangat cepat, kecepatannya sudah melebihi pemahaman Larry! Sama seperti teleportasi.


Kecepatan secepat ini hanya pernah dilihat Larry saat Tambo turun tangan! Apa anak ini setingkat dengan Tambo? Ini terlalu konyol!


Dalam sekejap, sebelum Larry sempat memikirkan lebih banyak hal lain, dia sudah bisa merasakan jemari Alex sedang mencekik tenggorokannya.


“Akh!” Yang terdengar lebih dulu adalah teriak kaget, tapi ini bukan milik Larry, melainkan Astrid!


Melihat Larry ditangkap, Astrid pun ketakutan hingga menjadi pucat, sekujur tubuhnya gemetaran: Tadi aku masih bilang mau motong Alex jadi ratusan bagian, dengan situasi sekarang, apa aku masih bisa selamat?


Meskipun ilmu bela dirinya tinggi, tapi dengan bagian fatal seperti tenggorokan dicekik, dia juga tidak bisa melakukan apa-apa selain patuh, kecuali dia memang sudah bosan hidup.


Dia tahu, dengan kemampuan dan kecepatan Alex, lehernya pasti akan putus jika berani bergerak sedikit saja.


“Lepaskan aku.” Nada bicara Larry masih saja terdengar angkuh.


Alex berkata dengan pelan, “Selamatkan rekanku, kalau tidak, aku akan membuatmu hidup segan mati tak mau!”


“Beraninya kamu memerintahku?” Larry masih saja tidak mau mengalah.


Tubuh Larry jadi kaku, dia memelototi Alex dan memarahinya, “Dasar brengsek! Beraninya kamu melakukan ini padaku, keluarga Mahari pasti akan balas dendam!”


Alex menatapnya dengan sinis, lalu berkata, “Yang kamu lihat sekarang adalah balas dendam Alex!”


Dia mengambil sebuah tongkat dari punggung Larry, bisa dilihat kalau tongkat ini terbuat dari baja anti karat.


Melihat Larry yang masih saja tidak mau mengakui kesalahannya, Alex pun mengayunkan tongkat baja di tangannya!


Larry melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Alex memukul Astrid dengan tongkat itu!


Kepala Astrid seketika pecah seperti sebuah semangka rusak, otaknya berceceran, dan mayatnya terjatuh!


“Ka… kamu membunuhnya? Dasar bajingan!” Larry merasa sangat sakit hati, sepasang matanya penuh dengan api kemarahan, tapi dikarenakan titik akupunturnya dikunci, dia pun tidak dapat bergerak.


Alex tidak basa-basi, dia kembali mengayunkan tongkat itu dan memukul kaki kanan Larry!


Akhh! Larry menjerit kesakitan, meskipun tubuhnya tidak dapat digerakkan, tapi dia masih bisa merasakan rasa sakit yang membuatnya kejang-kejang, otot wajahnya sampai berubah bentuk.


Aura pembunuh Alex muncul, “Larry, kamu harus mengerti sekarang, kamu tak lain hanya tawananku. Nyawamu akan hilang kalau berani membantah perintahku.”


Setelah menyaksikan kekejaman Alex, Larry yang sudah dibasahi keringat karena rasa sakit pun tidak lagi berani memarahi Alex. Dia benar-benar tidak berani membuat iblis ini marah.


“Bi… bisakah kamu mengampuni nyawaku?” Keangkuhan Larry hilang dalam sekejap begitu merasakan nyawanya sedang terancam bahaya besar, dia mulai berbicara dengan hati-hati.


“Mengampunimu? Itu tergantung mood ku.” ujar Alex sinis, “Bukannya kamu juga ngak peduli dengan nyawa semut seperti kami?”


“Keluarlah! Jangan sembunyi lagi!” teriak Alex tiba-tiba ke tempat gelap.


“Ada orang lain?” Karena tidak dapat bergerak, Larry jadi tidak bisa menoleh.


Kemudian terdengar suara tepuk tangan, dan disusul suara seorang gadis yang merdu, “Bagus! Tegas sekali, Alex memang hebat.”


Alex tidak merasakan niat jahat gadis ini, tapi dia bisa merasakan kalau ilmu gadis ini juga pasti sudah berada di tingkat master. Jika tidak, dia juga tidak mungkin bisa datang ke lantai 3 secara diam-diam dan baru disadari oleh Alex.


Wajahnya sangat cantik, terlihat sangat muda, kulitnya terawat dengan sangat baik, dan gerakannya juga sangat luar biasa. Walaupun dia sengaja menyembunyikan kekuatannya, tapi mana mungkin bisa mengelabui Alex?


“Nona, siapa kamu?” tanya Alex sambil menyilangkan tangan di depan dada dan menatap gadis cantik di depannya.


“Aku Jasmin Malik.” Gadis ini sangat masa bodoh, dia mendekati orang berbahaya seperti Alex tanpa rasa waspada.


Alex merasa Jasmin lebih pendek darinya, jadi dia menundukan kepala untuk menatapnya, “Jasmin dari Aliran Rajawali?”


Jasmin menjentikan jarinya, “Alex memang tidak diragukan lagi.”


Alex mengancamnya, “Kamu sudah melihat tindakanku malam ini, kalau aku mau membunuhmu, maka kamu dalam bahaya sekarang. Karena, aku bukan orang yang berbelas kasih.”


Jasmin menganggukan kepala dengan santai, “Musuhnya musuh berarti teman! Sekarang kamu sudah menyinggung keluarga Mahari, sedangkan aku punya dendam kesumat dengan keluarga Mahari! Aku sudah bersembunyi di Medan selama 5 tahun, selama itu aku sudah pernah melakukan berbagai macam pekerjaan, dan itu semua demi balas dendam! 10 tahun yang lalu, orang tuaku, serta saudara-saudara mereka, semuanya dibantai oleh Kennedy dan anak buahnya, Tambo! Pemandangan saat itu sangat sadis….”