
Ilody berpikir sejenak sebelum menatap Alex. "Aku tahu kamu pernah bertarung dengan Stevan sebelumnya. Kamu juga tahu gaya serangannya. Coba peragakan untukku."
Alex langsung memahami maksud Ilody. Dia berdiri dan berjalan ke ambang pintu. Hanya dengan satu kaki, sosoknya langsung muncul di depan meja Erika tanpa melakukan apa pun.
Dia menoleh dan melihat ke arah Ilody yang sedang memikirkan banyak hal dengan sangat serius.
Alex kembali ke sofa setelah melakukan pergerakannya dan menunggu Ilody memberikan solusi pencegahan.
Setelah menunggu beberapa menit, Ilody menghela napas lega dan berkata dengan percaya diri, "Mulai sekarang, aku akan berada di sisi Erika. Semua orang yang berhubungan dengan Erika harus tetap berada dalam jarak tiga meter."
Alex menatap Ilody dengan penasaran. "Artinya kamu juga bisa menangkis serangannya kalau dia menyelinap ke arahmu dari jarak tiga meter, 'kan?"
Ilody menganggukkan kepalanya dan berkata dengan penuh percaya diri, "Aku cukup kuat untuk menangkisnya pada jarak tiga meter, nggak masalah."
Alex tentu saja percaya pada Ilody, jadi dia tidak mengatakan apa-apa.
"Tapi aku benar-benar nggak habis pikir dengan masalah bom. Anggota Organisasi Wind telah gagal dalam tugas mereka kali ini. Aku akan memberimu jawaban yang memuaskan." Ilody berkata tanpa daya.
Alex melambaikan tangannya. "Aku meminta kalian untuk melindungi istriku. Adapun bangunan yang dibangun oleh PT. Atish, kalian nggak perlu mengkhawatirkannya. Kalau memang nggak ketemu, nggak masalah kalau memang berakhir diledakkan."
Ilody tertawa getir. "Nada bicara orang kaya berbeda. Kalau lebih awal mengetahuinya, saat itu aku nggak akan pulang dan menjual mi goreng setelah kembali. Mungkin saja aku akan berubah menjadi seorang bos besar kalau mengganti usaha."
Alex mendengus setelah mendengarnya. "Ilody, kamu ini ada-ada saja. Kalau kamu berbisnis dengan otakmu itu, bisa saja bisnismu akan berakhir rugi."
Ilody berkata dengan nada tidak terima, "Kok bisa? aku juga seorang pengusaha."
Alex berkata dengan datar, "Pikirkan sendiri. Apa kamu menghasilkan uang saat menjual mi goreng?"
Ilody buru-buru menjelaskan, "Aku melakukannya demi pekerjaanku dan untuk Organisasi Wind. Mi goreng hanyalah penyamaran. Nggak masalah kalau tidak menghasilkan uang."
Alex berkata sambil tersenyum, "Dengar, sudah kubilang kamu pasti akan rugi kalau terjun dalam dunia bisnis. Dari apa yang kamu katakan, aku bisa menebak kamu pasti akan kehilangan semua uangmu kalau benar-benar memulai berbisnis."
Ilody bingung. Dia tidak mengerti mengapa Alex berkata seperti itu, tetapi Erika malah langsung mengerti dan tersenyum.
Ilody menjadi semakin bingung setelah melihat senyum Erika.
Alex berdiri dari bangku dan berjalan ke luar, "Karena aku telah menyerahkan semuanya padamu di sini, aku akan pergi melakukan pekerjaanku dan menyelesaikan masalah di Provinsi Sulawesi Tenggara secepat mungkin agar istriku nggak berada dalam bahaya."
Ilody menganggukkan kepalanya. "Jangan khawatir. Kalau Stevan ingin membunuh Erika, aku yakin bisa menghentikannya."
Stevan sedang berjalan di jalan yang tidak jauh dari lokasi konstruksi PT. Atish dengan raut wajah muram, "Kenapa si bajingan ini malah mengundang Ilody kemari? Kalau seperti ini, bagaimana aku bisa bermain?"
Tadi dia ingin menyamar sebagai sekretaris dan menuangkan secangkir teh untuk Erika.
Kalau saja dia mengetahui hal ini, dia bisa meracuni Erika lebih awal dan Alex akan bisa ditangkap. Namun, dengan adanya Ilody, masalah ini pun akan menjadi sangat rumit.
Setidaknya itu adalah misi yang dia tidak ingin terlibat lagi.
"Siapa yang menugaskan ini padaku? Kenapa menugaskan misi dengan bayaran 20 miliar rupiah untuk melawan Bos Gang Beruang Hitam? Apa-apaan ini?" Stevan tentu saja tidak ingin melawan Alex lagi.
Stevan sudah pernah kalah dari Alex sekali dan tidak ingin kalah lagi, jadi dia hanya ingin bergegas meninggalkan tempat ini.
Dia juga sama sekali tidak ingin melakukan misi membunuh Erika.
Stevan sama sekali tidak tahu kalau Erika sudah menjadi istri dari Bos Gang Beruang Hitam.
Nyawa lebih penting.
Kalau membunuh Erika, dia pun sudah ditakdirkan untuk dibunuh oleh Bos Gang Beruang Hitam.
Sejak Alex menjadi Bos Gang Beruang Hitam hingga saat ini, semua misi yang dia lakukan selalu berhasil dan semua orang yang dia kejar telah terbunuh.
Ini menunjukkan betapa kuatnya Alex.
Stevan tidak berani melawannya.
Stevan berbelok ke sebuah gang kecil, lalu mengganti dandanannya lagi dan berjalan keluar setelah menjadi seorang wanita. Dia pun berjalan ke depan perlahan.
Alex masuk ke dalam gang dan melihat pakaian di dalam gang dengan serius, kemudian melihat ke arah Stevan pergi.
Alex bergegas pergi ke kamar sewaan Yanto yang telah diselidiki oleh Davin.
Setelah membuka pintu, dia mencium aroma pekat dari rumah itu seolah ada banyak kaus kaki bau yang sudah lama tidak dicuci.
Alex melihat sekeliling dan pergi ke kamar tidur. Dia melihat ada banyak kontrak dan dokumen tergeletak di dalamnya.
Setelah melihat sekilas, Alex tahu Tim Konstruksi Cahaya ini memang tim konstruksi di bawah kendali keluarga Bezel, hanya saja mereka sangat tersembunyi.
Akan tetapi, semua ini bukanlah yang Alex cari. Yang dia cari adalah dokumen yang bisa langsung menunjukkan siapa yang menginstruksikan mereka.
Meskipun dia tahu kemungkinan besar dokumen itu telah diambil, dia tetap harus mencarinya. Bagaimana kalau sampai ketemu?
Kamarnya kecil dan agak berantakan, tetapi lebih mudah untuk mencari sesuatu. Sayangnya, Alex tidak bisa menemukan apa yang dia inginkan.
Alex hanya bisa mengambil kontrak dan membandingkannya dengan cermat.
Akhirnya Alex menemukan sesuatu yang aneh setelah melihatnya selama sepuluh menit, yaitu perusahaan yang telah menandatangani kontrak adalah perusahaan yang sama.
Alex mengeluarkan ponselnya dan mencari perusahaan ini. Dia pun langsung menemukan nama perwakilan hukum perusahaan ini.
Farraz!
Alex tahu seharusnya dokumen ini masih belum direvisi, tetapi sekilas terlihat jelas siapa yang membuat tim konstruksi melakukan hal-hal ini.
"Yohan, aku tahu kamulah orangnya. Sepertinya kamu juga yang memasang bom itu. Hanya saja aku nggak tahu sekarang keberadaanmu di mana." Alex berkata sambil mencibir.
Alex tahu kalau dia bisa menemukan Yohan, dia pasti akan langsung membunuhnya. Bagaimanapun juga, Farraz sudah terbunuh.
Tidak masalah kalau dia harus membereskan Yohan.
Sayangnya dia tidak tahu kemana Yohan pergi, jadi dia hanya bisa terus mencari keberadaannya. Setelah hal ini dipastikan, dia pun bisa pergi ke rumah keluarga Bezel.
Alex memikirkannya, tetapi pada akhirnya menepis solusi ini. Dia tahu meskipun sekarang dia pergi ke rumah keluarga Bezel, Harry pasti tidak akan menyerahkan Yohan.
Maka dari itu, pergi ke sana sama saja dengan membuang-buang waktu.
Alex jelas tidak ingin membuang-buang waktu.
Saat ini, keluarga Bezel telah berdiam diri dan hanya membuat pergerakan kecil karena perkembangan PT. Atish belum menciptakan momentum besar, sehingga masih bisa memberi keluarga Bezel ruang untuk bernapas.