
Erika tidak nafsu makan karena apa yang terjadi barusan, setelah memaksakan diri memakan beberapa suapan, dia menerima pesan baru di ponsel.
Presdir Buana: “Proyek yang akan dikembangkan bersama oleh keluarga Chandra dan keluarga Buana bisa kita negosiasikan kembali. Syaratnya adalah kamu harus datang dan memohon kepadaku secara langsung. ”
Melihat pesan teks dari Eric ini, Erika mengerutkan keningnya, menggertakan gigi, dan memukul meja dengan keras, "Eric, dasar biadab! Mimpi kamu. Akan kuperlihatkan padamu bahwa, Erika tidak bisa ditindas dengan mudah. "
Tiba-tiba, ada dua orang yang berjalan masuk, ternyata itu adalah nenek Erika, Lasmi Buana. Dia kasar dan berhati dingin, setelah kematian tuan besar Buana, dialah pemegang kuasa di keluarga ini.
Di belakang Lasmi itu adalah kakak sepupu Erika. Satriya Buana adalah kakak sepupu Erika. Dia sangat disayang Lasmi. Dia sekarang adalah General Manager dari Buana Group.
Melihat kedatangan sang nenek, Erika dengan cepat berdiri untuk memberikan kursinya.
Setelah Lasmi duduk, dia menatap Erika, lalu kemudian menatap Alex, dan berkata, "Empat hidangan dan satu sup, pasangan muda yang hidup dengan baik. Erika, tahukah kamu bahwa keluarga Buana kita dalam masalah besar sekarang?"
Erika mengerutkan kening, "Maksud nenek tentang Hotel Emperor?"
Lasmi mengangguk dan bertanya, "Apa pendapatmu tentang masalah ini?"
Erika berkata : "Si brengsek Eric Chandra baru saja mengirimiku pesan dan ingin bernegosiasi ulang, dia memintaku untuk berbicara dengannya sendirian. Menurutku dia pasti punya niat jahat. Jika dia ingin menuntutku, maka silakan saja!"
Lasmi berkata dengan dingin: "Erika, kamu memang belum dewasa. Aku tidak memberikan posisi General Manager untukmu, tapi ke Satriya karena kamu tidak berpikir secara rasional."
Satriya tersenyum penuh kemenangan dan berkata: "Nenek, kemampuan bisnis Erika sebenarnya cukup bagus. Alasan utamanya adalah pertimbangannya tidak menyeluruh. Erika, kamu tahu, keluarga Chandra sama sekali tidak bisa disinggung oleh keluarga kecil seperti kita. Hotel Emperor menghambat keuntungannya yang besar, dan penghancuran hotel adalah sesuatu yang harus terjadi. "
Erika berkata dengan santai: "Menurut peraturan pemerintah, jika tanpa persetujuan rakyat, tidak bisa seenaknya saja dihancurkan. Hotel Emperor adalah milik Erika Buana pribadi, jadi atas dasar apa harus dihancurkan hanya karena perkataannya?"
"Juga, aku ingin bertanya kepadamu, Satriya, kualifikasi apa yang kamu miliki mewakiliku untuk menandatangani perjanjian serah terima Hotel Emperor dengan Chandra Group?"
Satriya berkata dengan wajah yang memerah: "Erika. Aku melakukan ini untuk semua orang. Hanya dengan mengorbankan Hotel Emperor, keluarga Chandra akan terus bekerja sama dengan kita. Nenek juga setuju dengan masalah ini."
Erika sangat emosi, meninggikan suaranya dan berkata, "Keluarga Chandra membeli Hotel Emperor dengan harga yang begitu murah! Pernahkah kamu memikirkan perasaanku? Bahkan jika untuk keuntungan semua orang, kamu harus mendiskusikannya denganku sebelumnya. Tetapi kamu tidak. Aku tahu, kamu bahkan tidak menganggapku sama sekali. Kamu selalu menindasku selama bertahun-tahun karena kasih kakek nenek kepadamu. Aku ingin tahu seberapa besar manfaat yang telah diberikan keluarga Chandra kepadamu untuk membuatmu menjual hotel dengan harga murah? Apakah itu sungguh demi keluarga? "
Satriya memang mengambil keuntungan dari keluarga Chandra, semua orang tahu bahwa harga rumah di Teluk Indah telah meroket, dan harga pasar Hotel Emperor saat ini tidak akan pernah kurang dari 120 miliar. Eric Chandra berjanji bahwa setelah berhasil mengakuisisi Hotel Emperor dengan harga murah, Satriya akan mendapatkan tambahan 20 miliar.
"Jika kita benar-benar menyinggung keluarga Chandra, bukan hanya Hotel Emperor yang terkorbankan. Nenek, kamu adalah orang yang bijaksana."
Lasmi berpikir sejenak, lalu mengangguk dan berkata, "Erika. Yang dikatakan Satriya masuk akal. Jika kamu menyinggung keluarga Chandra. Akankah keluarga Buana kita terus bertahan di Jakarta? Jangan lupa, perusahaan kita sudah berhutang banyak."
"Apakah kamu benar-benar ingin melihat keluarga Buana bangkrut karena kamu?"
"Erika, kamu mungkin akan merugi sedikit di awal karenamengorbankan Hotel Emperor. Setelahnya, kamu bisa bicara baik-baik dengan Eric. Ketika kerja sama antara keluarga Chandra dan keluarga Buana diselesaikan, nenek pasti akan membantumu mendapatkan kembali kerugianmu hari ini. Aku jamin itu! "
Erika tidak berbicara, dia tahu bahwa neneknya sudah membuat keputusan ketika datang kali ini. Apakah dirinya setuju atau tidak setuju, Hotel Emperor akan dihancurkan, ini keputusan yang sudah final.
Lasmi dan Satriya pergi, tetapi Erika bahkan tidak mengantar mereka.
Dia menyandarkan kepalanya di atas meja dan mulai menangis, Alex berjalan mendekat dan menepuk pundaknya, "Erika, jangan sedih, kita pikirkan saja cara untuk berurusan dengan keluarga Chandra dan mempertahankan Hotel Emperor."
Erika tiba-tiba memeluk Alex, bersandar di pundaknya dan berkata, "Tidak mungkin, tidak ada yang bisa menyangkal perkataan nenek. Besok aku akan memberitahu karyawan untuk mengambil gaji dan pergi."
Alex membelai rambut Erika dan berkata, "Erika, jangan buru-buru memberhentikan karyawan. Aku punya teman yang berada di dunia bisnis. Aku akan menemuinya besok dan meyakinkan keluarga Chandra untuk tidak menghancurkan hotel kita."
Erika menangis sambil tertawa, "Bodoh, kamu benar-benar bodoh! Keluarga Chandra sama sekali tidak bisa diajak bicara, bagaimana kamu meyakinkannya?"
Aura pembunuh memenuhi wajah Alex: "Pokoknya, tidak ada seorang pun yang berani menyentuh Hotel Emperor."
Erika hanya menganggapnya sebagai hiburan dari Alex, lalu berdiri dan menghela nafas berat, kemudian berkata, "Aku lelah, aku tidak mau makan lagi ..."
Melihat punggung istrinya yang malang itu, hati Alex seakan terombang-ambing.
Pada saat ini, dia tiba-tiba mengerti satu hal. Meninggalkan Gang Beruang Hitam dan rela menghabiskan seluruh waktunya bersamanya seumur hidup, ini adalah pengorbanan terbesar bagi dirinya. Namun, yang dibutuhkan Erika bukanlah itu, dia membutuhkan suaminya untuk membantunya keluar dari kesulitannya saat ini.
"Aku telah mencapai kekayaan dan kekuasaan tertinggi sebelumnya. Aku sebenarnya lelah dengan kehidupan seperti itu, tapi selama dia menyukainya, memangnya kenapa jika kembali ke kehidupan yang dulu?"
Setelah menghembuskan napas berat, mata Alex terlihat sangat bersinar dari biasanya!