
Wilson tidak ada rasa curiga terhadap mereka yang berada di depan pintu rumahnya di tengah malam.
Karena profesi mereka sebagai aktor, maka kehidupan mereka pun tidak teratur.
Wilson mengendarai mobil Audi Q3 untuk kembali ke rumah dengan cepat.
Dia lekas turun dari mobil, lalu membuka gerbang teras rumahnya, kemudian dihampiri oleh Alex dan Nova.
“Mari, silakan masuk.” Wilson mempersilakan Nova dan Alex masuk ke dalam teras dengan sopan.
Wilson terus-menerus menguap sampai membuatnya mengagumi daya tahan kedua orang muda di hadapannya.
“Tidak ada wanita di rumah, jadi rumah agak berantakan, mohon dimaklumi ya.” Wilson masih sangat sungkan setelah membuka pintu, bagaimanapun ini adalah klien, selain itu dia bisa mendapat komisi lebih tinggi jika menerima pekerjaan secara pribadi.
Setelah mempersilakan Nova dan Alex duduk dengan ramah, Wilson pun bertaya, “Apa kalian ada masalah penting sehingga mencariku malam-malam begini? Kalau begitu katakan saja permintaan kalian.”
Alex melirik Wilson dari atas sampai bawah. Dia terlihat seperti pria yang berusia sekitar 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 178 cm. Dia terlihat cerdik, selain itu juga memiliki bibir besar yang mencolok, tidak heran dia juluki sebagai mulut besar sampai sulit dilupakan.
Nova menatap mata Wilson dan berkata, “Kami mencarimu karena masalah dua tahun lalu. Apa kamu masih ingat rekan malangmu yang bernama Oktavia?”
“Hm?” Wilson terkejut, tatapannya juga terlihat jelas menghindar, “Bukankah kalian datang mengundangku untuk manggung? Siapa kalian sebenarnya?”
Dia mundur beberapa secara reflek sambil melihat dua anak muda di hadapannya dengan tatapan yang mulai panik.
Sosok Alex sudah tiba di sampingnya hanya dalam sekejap mata, lalu memegang tangan kanan Wilson dengan kuat dan menekannya sehingga dia langsung berlutut di lantai.
“Aduh, bung pelan sedikit! Pelan sedikit! Sakit.” Wilson berusaha menahan rasa sakit, tapi keringat di dahinya terus mengalir karena kesakitan.
Sebenarnya sebagai seorang aktor, Wilson biasanya juga berolahraga dan tingkat kelincahan tubuhnya juga cukup baik. Namun, dia nggak bisa melawan setelah ditahan oleh Alex, dan ini membuatnya tahu bahwa dia sudah bertemu seorang master.
Nova menatap tajam Wilson yang berlutut dan berkata, “Katakan, bagaimana kamu meracuni Oktavia?”
“Bukan aku! Aku dan Oktavia adalah rekan setim, lalu waktu itu kami juga sepasang kekasih, jadi mana mungkin aku mencelakainya? Mana mungkin?!” Wilson berdalih dengan polos, “Kalian jangan memfitnahku! Oh ya, kalian siapanya Oktavia? Jika kalian nggak percaya, kalian bisa tanyakan pada Oktavia, aku nggak mungkin menyakitinya.”
Alex berkata, “Nggak usah ngomong kosong. Jika kamu nggak mengakuinya, maka aku akan memotongmu jadi berkeping-keping!”
Plak plak, Alex menampar wajah Wilson hingga bengkak dan bercak darah muncul di sudut bibirnya.
“Aku benar-benar nggak mencelakainya! Suara Oktavia begitu merdu, suasana hatiku sangat senang ketika menjadi rekannya, mana mungkin coba aku menyakitinya? Kalian pasti salah orang.” Wilson terus-menerus membela diri.
Nova berkata, “Mungkin kamu nggak tahu kehidupan Oktavia sekarang, kan Jika dia adalah rekan terbaikmu, mengapa kamu nggak bertemu dengannya setelah suaranya rusak? Apa kamu takut?!”
“Katakan!” ucapan Alex cukup menakutkan.
“Apa kalian benar-benar ingin membantu Oktavia balas dendam?” Wilson memastikan satu hal yaitu kedua orang muda ini harusnya bukan dari pihak polisi.
“Tentu saja! Siapa pun yang mencelakai Bibi Oktavia, aku pasti akan membuat orang itu terkena balasan setimpal!” Ucapan Nova ini tidak cocok dengan statusnya sebagai polisi.
Wilson merenung sejenak, lalu berkata, “Kalian mengandalkan apa untuk membantu Oktavia balas dendam? Meskipun aku nggak ada bukti, tapi aku tahu siapa yang mencelakai Oktavia. Justru karena tahu, makanya aku nggak berani bertemu Oktavia.”
“Hm? Katakan saja yang sebenarnya! Tentang bagaimana cara balas dendam, aku hanya bisa memberitahumu bahwa di dunia ini masih ada keadilan!” Alex melepaskan tangannya sehingga Wilson dapat bernafas dengan leluasa, kemudian berdiri dan merasa lebih nyaman.
Nova berkata, “Situasi Bibi Oktavia sangat menyedihkan. Ibunya sakit parah, dan dia nggak punya uang untuk berobat. Dirinya sendiri juga kesulitan untuk menemukan pekerjaan yang cocok, bahkan masalah makan saja sulit diselesaikan! Bisa-bisanya kamu mengatakan dia adalah kekasihmu? Wilson, apa hati nuranimu telah dimakan anjing? Kamu benar-benar brengsek!”
Plak plak! Alex kembali menamparnya dan bekerja sama dengan Nova secara baik.
“Jangan pukul, jangan pukul lagi! Aku memang bersalah pada Oktavia, tapi aku juga nggak berani punya hubungan dengannya! Saat Oktavia terkenal, ada teman yang paling dekat dengannya di tim kami, namanya Ranita. Tapi dia sering bertanya pada ketua kami setelah terjadi masalah pada Oktavia, dia juga pernah menjenguknya. Alhasil, Oktavia dipaksa pergi, sedangkan Ranita hilang begitu saja dan nggak pernah terlihat lagi,” kata Wilson dengan ketakutan.
Nova melihatnya dengan sinis dan berkata, “Kamu nggak berani mendekati Bibi Oktavia lagi?”
“Iya! Kalian juga harus mengerti kondisiku! Aku hanya aktor kecil, aku juga perlu menghidupi diri dengan bergantung pada banyak orang, setiap tamu adalah raja! Kami memang terlihat sangat terhormat di panggung, tapi kami bukanlah apa-apa ketika di bawah panggung, kami bisa dianiaya oleh siapa saja,” ujar Wilson yang nggak bisa mengungkapkan semua kepahitan itu.
“Nggak usah omong kosong! Katakan lebih jelas, siapa yang kamu takuti?” Alex menggenggam erat kedua tangannya sehingga jari tangannya mengeluarkan suara dan memancarkan aura kemarahan..
“Saat Oktavia diracuni, aku tahunya ketika dia sudah diracuni. Sekarang aku merasa takut ketika memikirkan ini, sebenarnya setiap orang tahu kalau Richard yang menghancurkan Oktavia demi membuat Catherine terkenal, tapi aku benar-benar nggak tahu siapa yang memberinya racun. Tapi dilihat dari situasi setelahnya, harusnya hal ini berkaitan dengan ketua kami, Elbert,” ucap Wilson sembari mengingatnya.
“Setelah terjadi sesuatu pada Oktavia, dia nggak punya uang untuk berobat meskipun sudah dibawa ke rumah sakit. Sebenarnya tenggorokannya sudah rusak meskipun ada uang untuk berobat. Yang terpenting adalah Elbert sama sekali nggak memberikan uangnya! Untuk Ranita, sikap Elbert sangat buruk, dia juga pernah bilang ingin membunuh Ranita, setelah itu Ranita benar-benar menghilang. Sekarang aku nggak berani mengatakan apa-apa di dalam tim, entah berapa pun biaya pertunjukannya, berapapun yang diberikan Elbert padaku, maka aku akan menerimanya tanpa nego harga.”
“Semua orang merasa Elbert pasti orangnya Tuan Richard, karena Elbert selalu menyanjung Richard setiap dia mengantar Catherine datang ke lokasi teater.”
“Hm? Kok bisa Richard mengantar Catherine ke lokasi teater?” tanya Nova heran.
“Karena Catherine adalah putri angkat Tuan Richard! Catherine sering tinggal di rumah Tuan Richard, sebenarnya semua orang tahu bahwa dia bukan putri angkat, melainkan selingkuhan yang dibiayai Richard. Tapi orang-orang hanya bisa mengatakan kalimat seperti ini di belakang, nggak ada yang berani mengatakannya di depan Catherine.”
“Mungkinkah Elbert juga terlibat dalam hal ini?” tanya Nova sambil menatap Wilson.
“Semua orang berpikir begitu, karena merasa bocah ini sangat kejam dan hanya dia lah yang bisa melakukan hal kejam ini,” spekulasi Wilson.
“Jika aku mengetahui hal ini dibuat olehmu… maka aku akan menghancurkanmu!” kata Alex dengan santai.
“Aku benar-benar nggak melakukannya!” Wilson terus membela dirinya.