
“Kalau begitu Raja Kaki Utara akan mati!” Alex tertawa, “Tapi, ini tidak sesuai dengan aturan kompetisi seni bela diri di dunia persilatan.”
Roselline berkata, “Kita ini mau membunuhnya, jadi ngapain kamu mengatakan aturan dunia persilatan?”
Dia melihat Alex, lalu berkata, “Apakah kamu khawatir reputasimu akan hancur? Sebenarnya, membunuh Dodo nggak perlu merasa beban. Kamu pikirkan, selama ini dia telah membantu Richard melakukan kejahatan, bahkan membantu Richard menetapkan posisi penguasanya di dunia bawah tanah. Semua kejahatan yang mereka lakukan, cukup membuat mereka mati seratus kali.”
Alex mengangguk. “Aku mengerti. Kalau hanya kita berdua yang pergi, maka aku hanya perlu menyiapkan satu sepeda motor agar lebih tersembunyi.”
“Oke.” Roselline mengangguk.
Alex kembali ke PT. Atish, lalu menyerahkan tugas membeli motor kepada Martin.
Meskipun Alex punya uang, tapi dia nggak sempat membeli sepeda motor besar dalam waktu singkat.
Martin pergi ke tim satpam, lalu memanggil beberapa pemimpin, “Kalian semua bantu aku dulu. Siapa yang memiliki sepeda motor balap? Pak Alex mau meminjam motor kalian, kalau rusak, dia akan mengganti motor baru untuk kalian.”
“Lapor Pak Martin, aku ada. Honda Fireblade 1000 terbaru, peletonnya sudah ditingkatkan. Apa Pak Alex suka dengan barang begini? Ketika aku membelinya, harganya lebih dari 400 juta!”
“Wiwin? Aku nggak ngerti apa yang kamu katakan, kamu coba katakan saja pada Pak Alex. Kalau dia suka, maka kamu akan dianggap berjasa.” Martin menelepon Alex, lalu membiarkan Wiwin mengatakan hal ini pada Alex.
“Apa? Honda Fireblade 1000? Baik, kamu bawa ke sini dan biarkan aku mencoba mengemudinya,” kata Alex dengan acuh tak acuh.
“Baik! Pak Alex, aku akan segera pulang dan membawa motor ini kemari! Lalu ada seragam motor itu! Hehe,” pamer Wiwin.
“Baik, aku akan menunggumu.” Alex menutup telepon.
“Apa Pak Alex naksir motormu?” Martin sudah tahu ketika dia melihat ekspresi senang Wiwin, “Kalau begitu lekas bawa motormu kemari dan berikan pada Pak Alex.”
“Iya! Baik, sebenarnya motorku baru saja dikendarai sejauh 5.000 kilometer, ini motor baru!” Wiwin menggosok tangannya.
“Ngapain kamu basa-basi lagi di sini? Cepat naik mobil dan bawa motormu kemari!” Martin melambaikan tangannya dengan tidak sabar, seolah-olah dia sedang menyingkirkan lalat.
Sebenarnya Wiwin adalah penggemar sepeda motor, namun dia tidak mungkin mampu membeli motor impor yang begitu mahal dengan gaji yang dia peroleh. Uang 400 juta untuk membeli motor itu didapat dari orang tuanya, sedangkan dirinya hanya menambah sedikit uang.
Oleh karena itu, Wiwin sangat menjaga motor itu, bahkan tidak akan membiarkan orang lain meminjam motornya! Lalu kalau ada orang yang menyentuh motornya, maka dia akan mengomel sangat lama dan merasa tidak senang.
Akan tetapi, Pak Alex adalah orang yang paling dia kagumi! Dalam hatinya, Pak Alex lebih penting dari ayahnya, jadi Wiwin akan merasa bangga kalau Pak Alex mau meminjam motornya.
Sebagai satpam biasa, ini menujukkan bahwa Wiwin masih memiliki beberapa kelebihan yang bisa dilihat oleh Alex.
Setengah jam kemudian, di parkiran bawah tanah PT. Atish. Wiwin mengendarai Honda Fireblade-nya yang keren dengan cepat, lalu berhenti di depan Martin, kemudian membuka helmnya, “Ketua, aku sudah mengendarai motor ini kemari. Di mana Pak Alex?”
“Sebentar lagi Pak Alex akan tiba.” Ketika Martin melihat ke pintu di belakangnya, Alex sudah berjalan kemari dengan cepat.
Wiwin yang mengenakan setelan motor balap pun segera turun, lalu menggantung helmnya di kaca spion dan berdiri dengan tegas, “Halo Pak Alex!”
Alex mengangguk pada Wiwin, “Apa sepeda motor ini milikmu? Siapa namamu?”
Wiwin berkata dengan antusias, “Namaku Wiwin, motor itu milikku! Pak Alex, selama kamu ingin mengendarainya, kamu dapat mengendarainya kapan saja.”
Alex melihat ke arah Martin, “Motor ini milikku, sedangkan kamu pergi ke departemen keuangan untuk memberi Wiwin satu miliar agar dia beli motor baru lagi.”
“Iya.” Martin menjawab, “Wiwin sudah mengatakan motor baru ini hanya seharga 400 juta.”
Wiwin mengangguk, “Benar! Pak Alex, aku membeli motor ini seharga 460 juta.”
“Keterampilan mengemudiku? Sebenarnya aku pengemudi baru, tapi aku ada belajar beberapa keterampilan motor dari guruku,” kata Wiwin dengan ragu.
Alex berkata, “Kalau begitu tunjukkan padaku.”
“Tunjukkan? Di sini?” Wiwin melirik sekitar, “Di sini penuh dengan deretan mobil. Kalau aku nggak mengemudi dengan baik, maka akan menabrak mobil itu.”
Alex tertawa terbahak-bahak, “Nggak apa-apa. Mau kamu menabrak mobil siapa, aku akan mengganti rugi.”
“Baik. Terima kasih Pak Alex, kalau begitu aku akan mengemudi satu putaran.” Wiwin menggertakkan giginya dan membuat keputusan. Ia langsung mengendarai motornya.
Brm! Deru sepeda motor itu terdengar!
Alex mengangguk dan melambai pada Wiwin untuk membiarkan Wiwin melanjutkan.
Brm! Wiwin mengendarai motornya menyelinap sini sana! Lalu dia mengangkat kepalanya, tapi beberapa detik kemudian terdengar suara rem mendadak. Kemudian dia berbelok arah untuk mengemudi balik dan tiba-tiba berhenti di depan Alex.
Alex mengangguk, “Sangat baik. Keterampilan mengemudimu lumayan baik. Kalau kamu adalah pengemudi baru, maka kemampuanmu terbilang sangat baik.”
“Iya, iya. Pak Alex, apa kamu suka motor ini?” tanya Wiwin dengan hati-hati.
“Performa motor ini sangat bagus, biarkan aku mencobanya.” Setelah Alex berkata begitu, Wiwin pun segera melompat turun dari motor dan memberikan helmnya pada Alex.
Alex melambaikan tangan, lalu mengendarai motor itu. Setelah membuka motornya, dia memutar pedal gas, kemudian suara motor itu terdengar lagi. Bahkan Wiwin saja merasa antusias sambil melihat ke sana ketika mendengar suara ini: Apa Pak Alex adalah pengemudi yang mahir?
Alex memutar pedal gas, huaraz! Lalu, dirinya langsung mengangkat stang Honda Fireblade 1000 itu!
“Hah? Pak Alex hati-hati!” Wiwin tercengang. Belum mengendarai tiga hingga lima meter sudah mengangkat stang motor. Keterampilan mengemudi Pak Alex lebih hebat dari guru.
Meskipun mereka sama-sama mengangkat stang motor, tapi sangat berbeda.
Kemiringan stang berbeda, kecepatan motor juga berbeda. Kalau terlalu miring ditambah kecepatan mobil lambat, maka tidak akan bisa mempertahankan gravitasi.
Sedangkan Alex menggunakan kecepatan tercepat untuk mempertahankan kemiringan itu, lalu melaju kencang seperti angin!
Tak lama kemudian, terdengar suara brm, lalu Alex langsung berbelok sampai sosoknya tidak terlihat lagi. Tapi suara deru mesin itu sangat keras seperti keledai yang mengaum dan Wiwin dapat mengetahui Alex mengendarai dengan kencang dari suara deru motor itu!
Wiwin merasa bahwa dalam sekejap mata, Alex sudah balik dan motornya melaju ke arah Wiwin!
Wiwin takut sampai menutup mata: Ini sungguh cepat sampai dia secara nggak sadar ingin menghindar!
Cit! Alex mengerem dengan kuat tepat di depan Wiwin hingga bagian belakang Honda Fireblade itu terangkat!
Setelah Alex mengerem motor, Wiwin baru membuka matanya sambil mengacungkan jempol pada Alex, “Pak Alex sungguh hebat!”
Mungkin Alex memang hebat sampai tidak memakai alat pelindung dan helm.
Alex berkata dengan senyum, “Wiwin, motor ini milikku, sedangkan kamu bisa membeli motor baru lagi.”
Wiwin menjelaskan, “Iya, iya. Pak Alex, sebenarnya uang satu miliar sudah cukup membeli dua motor, jadi kamu benar-benar nggak usah memberi begitu banyak.”
Alex berkata sambil tersenyum, “Maaf sudah mengambil motor kesayanganmu. Uang yang lebih anggap saja kompensasi untukmu.”