Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Kamu Telah Ditangkap


“Eh!” Sekujur tubuh Ayah Lina gemetaran begitu melihat seikat uang kertas merah di depan.


Uang terbanyak yang pernah Ayah Lina temui sampai di umur 60 tahun hanyalah dua lembar uang kertas seratus ribu. Tetapi sekarang, berapa banyak uang seikat ini? Detak jantung Ayah Lina hampir berhenti.


Lina tidak tahu apa yang telah terjadi. Dia hanyalah gadis yang berumur 16 tahun, sama sekali tidak berhak untuk duduk bersama orang-orang dewasa.


Sebenarnya Ayah Lina sangat menyukai para pemburu dari luar karena para pemburu tidak hanya memiliki senapan, juga memiliki uang, serta muda, bertenaga dan menguasai ilmu bela diri yang hebat.


Dia pernah mencoba untuk berinteraksi dengan mereka, tetapi para pemburu muda itu sama sekali tidak menghiraukannya.


Sekarang mereka tiba-tiba datang mencarinya dan memberikan uang yang begitu banyak, tindakan ini membuat Ayah Lina merasa bingung.


“Apa kalian ingin aku membawa kalian ke hutan sehingga memberiku begitu banyak uang?” tanya Ayah Lina dengan heran.


“Tentu saja bukan. Kakakku menyukai putrimu. Jika malam ini bisa menikah… maka uang seperti ini masih ada sepuluh ikat lagi,” kata pengawal sambil tertawa.


Pengawal ini pandai mengamati ekspresi orang. Dia segera menjanjikan uang kepada Ayah Lina setelah melihat hatinya tergerak karena uang.


“Ah? Masih ada sepuluh ikat?” Ayah Lina pun tercengang. “Bagus, bagus sekali kalau Lina memiliki suami sebaik ini. Kalian orang mana?”


Pengawal berkata, “Kalau putrimu menikah dengan kakak kami, maka akan menikmati kekayaan yang tidak ada habisnya! Dijamin seumur hidup akan hidup makmur sebagai nyonya kaya.”


“Bagus, bagus!” Kedua tangan Ayah Lina gemetaran sambil meraba seikat uang itu, lalu dia berteriak ke dalam, “Lina, cepat keluar!”


Lina menjawab dengan waswas, lalu keluar dan berdiri di sisi Ayah Lina. Kemudian dia melihat pengawal perkasa di depan dengan tak berdaya.


Ayah Lina berkata, “Lina, Ayah sudah menjodohkanmu dengan kakak dari para pemburu ini. Kakaknya benar-benar kaya sekali. Kamu lihat, ini mas kawinnya. Kedepannya kamu akan hidup kaya raya, nggak perlu menderita lagi di desa terpencil ini.”


“Ayah…” Hati Lina sangat panik, “Aku tidak mau nikah, aku mau merawat Ayah selamanya.”


Ayah Lina mengelus rambut Lina dengan rasa sayang, “Anak bodoh. Seorang gadis memang harus menikah setelah dewasa. Kamu sekarang bukan anak kecil lagi. Malam ini kawinlah dengan suamimu.”


“Malam ini? Cepat sekali?” Lina terus mundur ketakutan.


Ayah Lina memelototinya, “Beraninya kamu tidak menuruti ayah? Cepat pergi dengan kakak ini.”


Alhasil, Lina dibawa ke kediaman Borez.


“Wow! Cantik sekali!” Borez yang sedang dilayani orang tiba-tiba melihat gadis desa yang sangat cantik, jadi dia segera menggerakkan jari telunjuknya, “Sayangku, kemarilah dan biarkan aku melihatmu lebih dekat.”


Lina sangat ketakutan ketika melihat pria di sekitar Borez yang berwajah galak, juga membawa pistol. Tak lama kemudian, dia ditiduri Borez dalam kondisi tidak mengerti apa-apa.


Borez yang tidak menyentuh wanita selama 10 hari, tiba-tiba merasa semangat ketika melihat ada gadis desa yang muda. Dia pun menjadi pria yang bisa melakukan hubungan intim tujuh kali dalam semalam, sementara Lina seperti tikus yang ketakutan karena perbuatan Borez. Ketika Lina melihatnya lagi, sekujur tubuhnya gemetar karena ketakutan.


Dia tidak bisa menentukan nasibnya sendiri. Sebenarnya dia tidak memiliki pendidikan apa pun, juga tidak pernah berpikir untuk mengendalikan nasib sendiri, hanya berharap suaminya bisa sayang padanya.


Ayah Lina pun berhasil mendapatkan sepuluh tumpukan uang sehingga sangat senang: Putrinya bisa menikah dengan pria kaya raya, pasti akan senang seumur hidup! Sementara aku juga bisa ikut senang…


Benar saja, Ayah Lina menjadi sosok yang dicemburui oleh seluruh desa. Semua orang mengatakan Ayah Lina mempunyai putri yang membawa keberuntungan sehingga bisa menikah dengan bos sebesar itu.


Fisik Gala sangat bagus. Meskipun kakinya patah, tapi dia sudah bisa berdiri setelah dirawat sepuluh hari, hanya saja tidak berani memaksakan diri.


Sementara Gala adalah anak berbakti. Meskipun ibunya bisa dijaga oleh istrinya, juga ada bantuan Richard, tapi Gala tetap khawatir.


Oleh karena itu, meskipun Aldo sudah mengantarnya ke tempat yang jauh, tapi itu masih di desa yang terpencil. Setelah dia dirawat 10 hari, dia pun menyewa mobil untuk kembali ke kota Tomohon.


Dia naik taksi dan hanya melewati kompleknya. Dengan pengalamannya, dia bisa segera menilai bahwa pihak polisi masih memantau rumahnya!


Oleh karena itu, dia tidak berani tinggal lama. Setelah meninggalkan komplek, dia meminjam ponsel pada seorang pejalan kaki untuk menghubungi istrinya, Rana Mohamad. Lalu memberitahunya untuk bertemu di restoran makan khas negeri tirai bambu terdekat.


Rana sangat ketakutan ketika mendapat telepon dari Gala. Tapi, dia tentu saja tidak akan melapor polisi karena mereka adalah suami istri. Rana pun datang ke restoran makan khas yang dijanjikan oleh suaminya pada malam hari dan mencari ruang VIP yang dikatakan Gala.


“Gala, kejahatan apa yang kamu lakukan sehingga polisi mengikutiku dan ibu setiap hari?” Rana langsung menangis ketika bertemu Gala. Tapi, dia hanyalah seorang wanita, juga tidak akan menanyakan masalah suaminya di luar sana. Sekarang dia benar-benar bingung apa yang terjadi, sementara mulut para polisi pun tertutup rapat..


Gala memeluknya dengan perasaan yang rumit, “Rana, kamu jangan tanya lagi. Bagaimana dengan ibu kita?”


Rana bersandar di pelukannya sambil berkata, “Ibu setiap hari menangis dan mata menjadi rabun setelah mendengar kamu kabur.”


“Apa?” Hati Gala sangat sakit, “Sial! Kalau begitu antar dia ke rumah sakit ya!”


Rana berkata dengan sedih, “Aku bersikeras ingin mengantarnya ke rumah sakit setelah melihat kondisinya memburuk. Tapi, ibu sangat keras kepala. Ia enggan pergi ke rumah sakit. Katanya keluarga kita nggak ada tulang punggung lagi, jadi ngapain membuang uang di rumah sakit? Lebih baik mati saja. Saat itu, aku benar-benar nggak ada cara lain, jadi mengundang dokter mata ke rumah untuk mengobati matanya.”


Gala merasa sangat sedih dan berkata dengan lirih, “Iya. Rana, aku tahu kamu adalah wanita baik, jangan menangis lagi.”


Saat itu, dia merasakan sentuhan lembut suaminya yang menyeka air matanya. Alhasil, tangisan Rana pun semakin menjadi..


Gala pun tidak bisa menahan rasa kesal di dalam hati, “Ngapain kamu menangis? Diam!”


Rana nggak berani menangis lagi, tapi masih terisak.


Gala mengeluarkan kartu bank, “Di dalam kartu ini ada banyak uang. Tapi, kamu nggak boleh mengambil banyak dalam sekali penarikan. Selain itu, kamu tidak boleh mengambilnya secara pribadi, sebaiknya menyuruh adikmu atau orang lain. Mengerti gak?”


“Apa? Gala, apa kamu sudah mau pergi? Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?” Rana mengambil kartu bank sambil menarik tangan Gala.


Gala pun menamparnya, “Pergi sana! Segera pergi! Jika aku bisa pulang, maka aku sudah pulang! Perlukah dibujuk kamu lagi? Pergi sana!”


Rana merasa tidak berdaya, hanya bisa terus-menerus menoleh sampai meninggalkan ruang VIP restoran khas Tiongkok ini dengan keadaan bingung.


Setengah jam kemudian, Gala muncul di tempat parkir restoran oriental ini. Ketika Gala hendak membuka mobil yang disewanya, tiba-tiba ada orang yang mengepungnya dari kedua sisinya, “Gala, kamu telah ditangkap!”