Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Menurunkan Barang Dengan Kasar


Seluruh karyawan PT. Atish terkagum-kagum pada Jasmin setelah melihat tindakan luar biasanya barusan.


“Bu Jasmin, Anda hebat sekali.”


“Bu Jasmin, Anda sungguh keren tadi!”


“Bu Jasmin, bagaimana kalau Anda luangkan waktu untuk mengajari kami bela diri?”


“Bu Jasmin, kamu idolaku!”


“Bu Jasmin, kamu adalah dewiku!”


Ghaston menyaksikan aksi Jasmin dengan mata kepalanya sendiri, sehingga dia tahu kemampuan seni bela dirinya seimbang dengan Jasmin. Dia pun cukup mengakui kehebatan pemimpin wanita di kota Medan ini di dalam hatinya.


Luka di leher Monica tidak dalam, jadi dia tidak apa-apa setelah lukanya dibalut dan darahnya dihentikan.


Kain kasa terbalut di lehernya, dia berjalan menghampiri Jasmin dengan pelan dan berlutut, “Bu Jasmin, terima kasih sudah menolongku.”


Jasmin buru-buru membantunya berdiri, “Monica, kamu ngak perlu seperti itu, banyak yang lagi ngeliat tuh, jangan begini. Pak Daniel juga masih berpidato, jangan mengganggu pidato Pak Daniel.”


“Iya!” Monica menganggukkan kepala dengan serius, “Bu Jasmin, kelak aku pasti akan rajin bekerja untuk membalas budi Anda.”


Jasmin tersenyum, “Jangan mengungkit masalah itu lagi, kelak seluruh karyawan  PT. Atish adalah satu keluarga. Monica, kamu rawat lukamu dulu, setelah itu baru bahas masalah kerjaan.”


Monica berkata, “Lukaku baik-baik saja, aku masih bisa bekerja. Bu Jasmin jangan khawatir.”


Setelah kejadian hari ini, acara PT. Atish bukan hanya tidak kacau, tapi juga membuat mengharumkan nama Jasmin.


Alex yang berada di dalam gedung pusat PT. Atish melihat semuanya melalui CCTV, dia percaya Jasmin dan yang lainnya bisa mengatasi hal ini. Oleh karena ini, dia tidak muncul.


Tiba-tiba Alex mendapat telepon dari Roselline, “Alex, segera datang ke Jalan Baru No 116, ada misi darurat!”


“Misi apa?” tanya Alex dengan bingung.


“Kamu akan tahu setelah datang!” Setelah itu Roselline langsung menutup telepon.


Alex sedikit gelisah, misi darurat? Ingin aku pergi dengan apa? Apa perlu bawa pistol? Kamu seharusnya berkata dengan jelas.


Kemudian, Alex langsung turun ke bawah untuk mengendarai mobil hitam Santana, lalu membuka GPS di ponselnya dan menuju ke lokasi yang dikatakan Roselline.


Jalan Baru No 116, ternyata adalah sebuah kediaman tunggal, setidaknya ada puluhan rumah di dalamnya. Setelah Alex masuk, dia pun melihat Roselline mengenakan baju lusuh, jadi dia berkata dengan kaget, “Jenderal Roselline, kenapa kamu? Kamu bukan lagi syuting, kan?”


Roselline berkata, “Aku mendapatkan berita rahasia bahwa ada tim pasukan khusus Negara H akan menyerang pelabuhan baru dan menghancurkan konstruksi pelabuhan kita malam ini. Selain itu, mereka bersembunyi di sekitar sini.”


“Apa? Apa kita berdua akan memanfaatkan kesempatan malam ini untuk membunuh mereka?” Alex menjadi semangat, “Bagaimana dengan persiapan musuh?”


Roselline berkata, “Saat ini, yang dapat aku ketahui adalah pihak musuh ada 20 orang, mereka semua adalah master perang, juga pasukan elit, bahkan punya peralatan lengkap dan bom yang banyak. Mereka bersiap untuk meledakkan pelabuhan baru dan melakukan insiden yang mengerikan.”


Alex mengerutkan kening, “Negara H terlalu menyebalkan! Tapi, mungkin sulit membunuh mereka semua kalau cuma kita berdua. Jika beberapa dari mereka berhasil kabur, maka pelabuhan baru juga akan tetap dalam bahaya.”


Alex tentu saja ingin melindungi pelabuhan baru karena ini adalah upaya Erika selama beberapa hari, pada saat yang sama itu juga merupakan bangunan penting di kota Medan. Pelabuhan ini akan menanggung tugas pengiriman besar di masa depan, meskipun ini hanya di kota Medan, tapi tetap merupakan strategi yang penting.


Alex berkata, “Kebetulan ada anggota Gang Beruang Hitam yang sedang liburan di Medan, aku bisa menyuruh mereka kemari!”


“Apa? Bagus sekali! Pasukan Gang Beruang Hitam kalian pasti semuanya master, kan?” Roselline sangat senang, “Jika bisa menyelesaikan misi ini dengan baik, aku pasti akan mengingat jasamu!”


“Ehuk huk, ngak perlu mengingat jasaku, jika tahu mereka membuat kerusuhan, maka pasti harus membunuh mereka.” Alex langsung menelepon Andi.


Andi memang suka berperang, dia pun langsung setuju setelah mendengar kabar ini, “Bagus sekali! Aku punya 6 orang bersamaku, aku jamin mereka seorang bisa memukul lima orang! Haha! Katakan lokasinya dengan jelas, kami akan segera datang dengan membawa senjata.”


Setelah mengakhiri panggilan, Alex berkata, “Saudaraku Andi akan segera kemari dengan membawa enam master Gang Beruang Hitam, ditambah kita berdua, total ada sembilan orang, harusnya sudah cukup untuk membunuh mereka semua.”


“Oke! Senjata dan peralatan dari militer setempat akan segera dikirim ke sini.” Roselline menganggukkan kepala.


Alex berkata, “Mengapa kamu ngak membiarkan pasukan khusus militer berpartisipasi dalam pertempuran kali ini?”


Roselline menggelengkan kepala sambil tersenyum pahit, “Kualitas pasukan khusus daerah sangat buruk, mungkin mereka cuma bisa mengantarkan nyawa jika melawan pasukan khusus Monster. Sayangnya Pasukan Khusus Red Shield -ku masih melakukan misi di luar negeri, dan ngak sempat untuk pulang. Kalau ngak, aku juga ngak akan membutuhkan bantuanmu.”


“Monster? Dia ya rupanya.” Alex sangat kaget, “Dia adalah tentara baik di kemiliteran Negara H. Pasukan khusus yang dilatihnya sangat terkenal di dunia. Selain itu dia memiliki kualitas militer yang sangat baik dan berada di peringkat 50 besar dalam peringkat pasukan khusus dunia.”


“Apa kamu takut?” tanya Roselline dengan agresif.


Alex berkata, “Meskipun aku dan Monster ngak pernah bertemu, tapi kami saling mengetahui. Meskipun dia sangat hebat, tapi dia masih belum layak untuk membuatkanku takut.”


“Uhm. Komandan Alex, aku suka sikap membualmu.” Roselline tiba-tiba tersenyum dan menjadi menawan dalam seketika.


Alex melamun sejenak, lalu berkata, “Ternyata kamu secantik ini toh.”


Roselline seketika berekspresi dingin, “Kamu ngak menyadarinya sebelumnya?”


Alex berkata, “Sebelumnya aku hanya tahu kalau Roselline sangat galak.”


“Kurang ajar” Roselline menghampirinya dan ingin menendangnya.


Alex menghalanginya dengan lutut. Tepat pada saat ini, sebuah truk terpal besar yang menyamar sebagai truk sipil berhenti di depan halaman.


Mereka berdua berhenti berkelahi dan datang ke luar halaman bersama-sama.


“Lapor Jenderal Roselline, kami sudah mengantar senjatanya kemari sesuai dengan permintaan Anda, silakan diperiksa.” Seorang kapten berseragam militer memberi hormat kepada Roselline yang berdiri di luar halaman.


“Cepat masuk! Siapa yang menyruuh kalian memakai seragam militer? Sungguh bodoh!” Roselline marah besar, “Emangnya kalian ngak punya pakaian biasa?”


“Em, Jenderal Roselline, maaf, ini semua salahku.” Orang itu lekas masuk ke dalam halaman dan menyingkir ke samping.


Alex masuk ke posisi pengemudi untuk mengemudikan truk ke bagian yang tersembunyi, kemudian dia masuk ke dalam truk untuk memilih senjata, lalu melemparkannya ke dalam melalui dinding.


Dari kejauhan, Alex seperti warga biasa yang sedang menurunkan barang, hanya saja sikapnya menurunkan barang agak kasar.


Kapten itu hampir muntah darah ketika melihat Alex menurunkan senjata berkualitas tinggi dengan kasar: Tidak bisakah kamu lembut sedikit?


Tetapi dia juga tahu bahwa Alex hanya bisa menggunakan cara begini untuk menurunkan barang agar tidak menarik perhatian orang lain.