Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Melanggar Peraturan


Selanjutnya, Alex perlahan merobek seragam polisi Gala menjadi potongan kain, lalu mengikat sepasang tangan Gala dengan kain itu dengan teknik mengikat yang cerdik. Pada saat yang sama, dia juga mengikat sepasang kaki dan sepasang tangan Gala ke belakang punggung.


Alex menyelesaikan ini semua secara diam-diam, lalu kembali memejamkan matanya di tempat tidur.


Perkelahian di antara mereka berdua tidak mengeluarkan suara sedikit pun.


Sebenarnya ruang tahanan di sekitar dapat mendengarkan suara dari ruangan ini, tetapi di sini pastinya tidak ada yang mau ikut campur.


Alex kembali mempraktikkan tekniknya dengan tenang selama setengah jam, kemudian terdengar suara pintu besi terbuka.


Tak lama kemudian, seorang penjaga penjara mendekati ruang 109 sambil menyinari pintu dengan senter. Namun, dia merasa aneh saat melihat pintu besi itu terkunci, “Kak Gala, sudah selesai belum?”


Suara penjaga penjara itu sangat pelan, dia berkata sambil menyinari ke arah dalam, tapi tidak bisa melihat kondisi di dalam ruang.


“Kak Gala, kunciku masih di kamu, sini buka pintunya! Aku nggak bisa buka pintu tanpa kunci,” kata penjaga penjara dengan panik.


Setelah memanggil sebanyak tiga kali berturut-turut, penjaga penjara tersebut merasa ada yang tidak beres, “Kak Gala? Kak Gala? Jawab aku! Gimana dengan bocah itu?”


“Bung, Kak Gala-mu sedang tidur,” kata Alex dengan nada yang santai.


“Alex? Apa yang kamu katakan? Bagaimana Kak Gala bisa tidur?” Penjaga penjara itu terkejut, “Alex, apa yang kamu lakukan pada Kak Gala?”


Alex berkata, “Aku nggak melakukan apa-apa padanya, tapi dia tidur nyenyak saat ini. Oh ya, aku akan membuka pintu ketika Nova dari tim polisi kriminal datang ke sini. Kalau nggak, aku akan membunuh Kak Gala jika pintu dibuka secara paksa.”


“Apa? Da… dasar *******!” Penjaga penjara itu sangat marah, “Petugas, cepat kemari! Ada masalah di sini!”


Penjaga penjara berteriak beberapa kali, tapi tidak ada yang menjawabnya. Lalu, dia teringat bahwa dia sedang lembur sendirian malam ini dan sengaja meminta para rekannya pulang!


Kemudian, dia melompat dengan panik sambil meniup peluit!


Begitu suara peluit yang tajam berbunyi, seisi penjara tidak lagi sunyi.


Kedua penjaga penjara yang juga kebetulan sedang lembur segera mengambil pistol dan berlari ke sini.


“Ada apa? Apa yang terjadi? Gaston Polo, ngapain kamu tiup peluit polisi?”


Penjaga penjara bernama Gaston buru-buru berkata, “Cepat lihat, ada yang terjadi di ruang tahanan nomor 109!”


“Emangnya apa yang terjadi? Apa tahanan bunuh diri? Gaston, bisakah kamu tenang sedikit? Kamu ini penjaga penjara senior!” Terlihat jelas kalau jabatan kedua penjaga penjara itu sedikit lebih tinggi dari Gaston.


Gaston membawa kedua penjaga penjara tersebut ke depan ruang tahanan 109, “Aku nggak tahu, aku… Kak Gala masih ada di dalam.”


“Gaston, kamu ini bodoh sekali, bisa-bisanya mengunci Kak Gala di dalam! Dasar bodoh! Cepat buka, keluarkan Kak Gala.”


Namun, suara Alex tiba-tiba terdengar dari dalam ruangan, “Bukan Gaston  yang bodoh, tapi Kak Gala yang bodoh karena dia mengunci dirinya di dalam. Tapi, sekarang aku harus bertemu dengan Nova dari tim polisi kriminal agar bisa buka pintu. Jika kalian membuka pintu secara paksa, maka Kak Gala akan mati.”


Siapa yang tak kenal Kak Gala? Setahu mereka, Kak Gala sangat hebat dan tak terkalahkan! Bahkan sangat susah menemukan orang hebat yang bisa bersaing dengan Kak Gala di kota Tomohon!


Namun, Kak Gala sepertinya malah dikalahkan oleh pria yang sudah kelaparan setengah hari di dalam ruangan tahanan! Ini sungguh berada di luar dugaan mereka.


“Alex, kamu jangan sembarangan ya! Apa yang terjadi pada Kak Gala?” Gaston sangat panik.


“Kak Gala kalian terikat erat, tapi posturnya sangat jelek.” Alex berkata dengan santai, “Namun, kalian nggak mungkin bisa mengeluarkannya sekarang. Aku harus bertemu dengan Nova dari tim polisi kriminal dulu sebelum melepaskannya, atau kalian jangan berharap bisa masuk.”


Mereka bertiga lagi-lagi dikejutkan oleh perkataan Alex: Ternyata bocah ini adalah orang hebat, dia masih bisa sesantai itu setelah mengikat Kak Gala! Hebat banget ini orang?


Kemudian, Gaston menelpon atasannya, “Pak Joko, gawat! Terjadi masalah di ruang tahanan…”


“Jangan panik, katakan pelan-pelan! Sebenarnya apa yang terjadi?” Saat ini, Pak Joko dan Rayzan sedang bersenang-senang dengan dua orang wanita cantik, jadi dia sangat kesal karena gangguan Gaston.


“Pak Joko, begini, Kak Gala datang ke pusat penahanan, kemudian dia sekarang…” Bahasa Gaston sedikit membingungkan karena saking paniknya, tapi setidaknya dia telah menjelaskan masalah yang terjadi.


“Apa? Kak Gala diikat bocah itu? Bagaimana mungkin?” Joko tercengang, “Kalian selamatkan Kak Gala dulu! Dasar bodoh!”


Gaston berkata, “Pak Joko, coba Anda pikirkan dulu. Bocah itu saja dapat mengikat Kak Gala dengan mudah, jadi sehebat apa dia sebenarnya?! Kami nggak berani masuk!”


“Omong kosong! Bukankah kalian ada pistol? Emang dia bisa melawan pistol?” teriak Joko kesal.


“Bukan gitu! Pak Joko, Kak Gala masih di dalam, jika kami menembak ke dalam, gimana nanti kalau melukai Kak Gala?” kata Gaston serba salah.


“Em, dasar bodoh! Kemampuan untuk menghadapi keadaan darurat saja nggak punya! Benar-benar bodoh, bodoh sampai nggak ada obatnya!” Joko memaki mereka, lalu melepaskan wanita cantik yan ada di pelukannya dengan enggan, “Baiklah, aku akan ke sana sekarang!”


Dua puluh menit kemudian, Joko tiba di pusat penahanan. Saat ini, penjaga pusat penahanan sudah berjaga waspada di luar ruang tahanan dan bersiap untuk masuk kapan saja.


Joko memarahi mereka, “Ngapain kalian jaga di sini? Kembali ke posisi masing-masing!”


Seorang penjaga tercengang, “Pak, ada yang bikin ulah!”


“Bikin ulah? Aku akan memeriksanya, kalian kembali ke posisi masing-masing saja!” kata Joko sambil berjalan ke dalam dengan sangat percaya diri.


Begitu tiba di pintu ruang tahanan nomor 109, Joko langsung memarahi Gaston, kemudian dia berdiri di depan ruang tahanan dna berkata, “Alex, aku adalah Joko selaku pimpinan pusat penahanan. Kuharap kamu segera melepaskan Gala yang ada di dalam, atau kami akan menyerang secara paksa! Begitu mereka menyerang, maka kamu pasti akan mati!”


Alex malah berkata dengan acuh tak acuh, “Pak Joko, apa kamu kira aku nggak tahu kalau kamu bersekongkol dengan Kak Gala untuk membuat bukti palsu kematianku di ruang tahanan? Sekarang aku ingin kamu menghubungi Nova dari tim polisi kriminal, lalu menyuruhnya ke sini, dengan begitu aku akan melepaskan Gala. Ini sudah keputusan yang nggak bisa diganggu gugat! Kalau kalian hebat, maka kalian serang saja. Aku ingin lihat siapa yang mati duluan, aku atau Gala!”


“Kamu! Keterlaluan sekali kamu! Alex, kamu harus memahami statusmu saat ini, kamu ini tersangka!” Teriak Joko dengan marah sambil mengeluarkan pistolnya, tetapi di dalam terlalu gelap sehingga dia nggak berani asal menembak.


Alex berkata, “Panggil Nova kemari! Aku ingin melaporkan informasi penting padanya.”


Namun, Joko nggak bersedia memanggil Nova ke sini karena dia yang secara pribadi membiarkan Gala masuk ke pusat penahanan, dan perbuatan ini merupakan pelanggaran peraturan yang sangat fatal!