Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Harus Menyelamatkan Diri


Khasim langsung tersenyum pada pemuda itu sembari berkata, “Tuan Sadrian tenang saja, aku akan segera mengusirnya keluar dari sini.”


Khasim pun mengulurkan tangannya dan meraih kerah Alex sambil berkata, “Anak muda, kamu ingin dipukul, ya? Apa kamu tidak dengar saat aku menyuruhmu untuk keluar? Kami semua adalah orang yang sangat berpengaruh di sini, tahu tidak? Mereka semua adalah tuan muda dari keluarga kaya, cukup dengan satu kata saja bisa membuatmu tidak bisa hidup di kota Kendari. Aku tidak tahu di mana kamu pernah bertemu denganku, tapi sekarang tolong cepat pergi dari sini!”


Alex terkekeh dan berkata, “Sepertinya kamu tidak begitu setia pada Slamet, itulah sebabnya kamu pergi keluar saat Slamet masih terbaring di rumah sakit.”


Raut wajah Khasim berubah setelah mendengar nama Tuan Muda Slamet. Dia pun teringat dengan pria yang bersama Geya itu, lalu bayangan di benaknya tumpang tindih dengan Alex dan langsung melongo dengan panik.


Dia bergegas melepaskan kerah Alex. Tetapi tepat saat dia akan menoleh untuk mengatakan sesuatu, tubuhnya didorong oleh Tuan Sadrian yang berkata dengan sinis, “Kamu adalah karyawan baru di sini, bukan? Karena kamu berani mengganggu kami, kamu harus siap untuk menerima hukuman. Jadi, sekarang lepas bajumu!”


Alex hanya menatap Tuan Sadrian dengan acuh sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Geya yang berada di sudut ruangan. Saat ini, dia hanya menundukkan kepala sambil terisak dan terlihat sangat menyedihkan.


Gerak-geriknya menunjukkan seolah semua orang yang ada di sini akan menindasnya.


Alex pun berteriak dengan datar padanya, “Geya, aku sudah di sini, apa kamu masih tidak ingin pergi karena sedang menunggu nasi untuk dimakan?”


Geya yang mendengar seseorang memanggilnya langsung bergidik ketakutan. Dia pun menatap Alex sambil menangis. Dia tidak pernah mengira Farraz memintanya kemari untuk bersosialisasi seperti ini.


Tuan Sadrian yang berada di samping melihat Alex telah mengabaikannya, diam-diam mengambil sebotol anggur dari meja, lalu mengangkat botol anggur itu dan menghantamkannya ke atas kepala Alex.


“Dasar sombong! Berani sekali kamu mengabaikanku!”


Tuan Sadrian tidak begitu kuat, juga tidak begitu cepat untuk menghantamkan botol anggur itu. Alex pun mencengkram pergelangan tangannya dengan mudah.


Raut wajah Tuan Sadrian berubah dan berkata, “Cepat lepaskan aku!”


Tentu saja Alex tidak akan mendengarkan permintaannya dan tetap melihat ke arah Geya.


Khasim langsung berkata, “Cepat lepaskan Tuan Sadrian! Apa kamu tidak tahu siapa dia? Dia adalah Tuan Muda Ketiga dari Keluarga Guntur. Kalau kamu berani melakukan sesuatu padanya, Keluarga Guntur tidak akan pernah mengampunimu!”


Alex pun berkata dengan nada mencibir, “Keluarga Guntur? Siapa yang lebih kuat di antara Keluarga Guntur, PT. Mega dan Keluarga Bazel?”


Khasim langsung terdiam mendengarnya.


Akan tetapi, saat dia akan mengatakan sesuatu, Alex telah menghantamkan botol anggur yang ada di tangan Tuan Sadrian ke atas kepalanya sendiri.


Prang!


Botol anggur itu langsung pecah diiringi dengan suara teriakan kesakitan. Seluruh ruangan menjadi sunyi, sehingga semua orang bisa mendengar teriakan Tuan Sadrian.


Semua orang menatap Alex dengan kagum. Entah dari mana Alex bisa mendapatkan keberanian untuk menyerang Tuan Sadrian.


Saat itulah, Khasim baru mengerti apa yang Alex katakan tadi. Dia sudah mengalahkan Farraz dan tidak takut untuk menyinggung anggota Keluarga Guntur lainnya. Lagi pula, bagi Keluarga Bazel, Keluarga Guntur ini hanya sebuah keluarga kecil.


Setelah mengetahui hal ini, Khasim hanya ingin meninggalkan tempat ini, tetapi dia tahu tentang nasib Slamet yang masih di unit perawatan intensif dan belum bangun sampai sekarang.


Dia tahu kalau Alex tidak akan segan untuk menyerang.


Saat ini, Tuan Sadrian menutupi dahinya dengan kedua tangan sambil terus berguling di atas lantai. Meskipun dahi adalah bagian kepala yang sangat keras, Tuan Sadrian hanyalah seorang tuan muda dari keluarga kaya sombong dan angkuh yang tidak pernah terluka dalam hidupnya. Jadi, dahinya pun langsung berdarah setelah dipukul oleh Alex dengan menggunakan botol anggur.


Sekarang dia hanya merasa seperti akan meregang nyawa dengan darah segar mengalir di seluruh wajahnya.


Alex pun berkata kepada Geya yang terlihat ketakutan dan tidak berani untuk berdiri, “Aku di sini untuk menyelamatkanmu. Tapi pada akhirnya, untuk bisa selamat, kamu harus menyelamatkan dirimu sendiri. Kalau kamu menyerah untuk bertahan hidup, aku akan pergi dari sini sekarang juga dan membiarkanmu berjuang sendiri.”


Dia merasa sangat yakin terhadap Geya meskipun mereka berdua bukan teman. Kalau dia adalah temannya, dia pasti akan langsung berbalik pergi dari sini dan tidak akan melakukan hal seperti ini.


Ada beberapa orang yang tidak layak diselamatkan.


Hanya Friska yang begitu baik masih berbicara dengan Geya berulang kali.


Geya hanya menggigit bibirnya saat Alex menatapnya dengan acuh. Saat ini, pria yang berada di samping Geya berdiri dan mendekatinya untuk menjambak rambut panjangnya.


Pria itu tersenyum sambil berkata, “Farraz sudah menyetujui kami untuk melakukan ini padamu. Apa kamu pikir bisa melarikan diri? Kami akan langsung memberitahu Farraz kalau kamu meninggalkan tempat ini sekarang. Jangan salahkan kami kalau kami berbuat jahat padamu.”


Khasim hanya merasa suasana di sini semakin menakutkan saja dan ingin segera pergi dari tempat ini.


Dia berdiri di samping Alex dan merasakan aura pembunuh dari Alex.


Alex meraih sepotong kaca di tangan dan menatap pria itu dengan tatapan sengit, “Aku menyuruhnya untuk kemari, apa maksudmu menghalanginya? Apa kamu pikir bisa bertarung lebih baik daripada Tuan Sadrian yang terbaring di atas lantai itu?”


Adit tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Anak muda, aku tidak tahu dari mana kamu berasal, tapi lihat semua orang yang ada di ruangan ini. Mana ada yang berani angkat bicara di kota Kendari? Kami cukup berpengaruh di antara kaum muda kota Kendari. Apa kamu tahu kenapa demikian? Karena kami adalah pemimpin generasi pemuda di kota Kendari. Kalau berani menyentuh kami, jangankan kota Kendari, kamu tidak akan bisa keluar dari Club Sky ini!”


Dia hanya ingin membawa Geya pergi dari sini dan tidak begitu peduli dengan masalah lainnya.


 “Kuberi kamu tiga detik untuk melepaskan Geya. Setelah tiga detik berlalu, akan kupatahkan tanganmu,” kata Alex dengan datar.


Adit malah semakin menjadi-jadi dan langsung menyeret Geya ke tengah ruangan dengan menarik rambutnya.


 Alex menghitung sampai tiga dalam hatinya. Dia melihat Adit tidak hanya tidak membiarkan Geya pergi, tetapi malah semakin menjadi-jadi, sehingga dia pun langsung melemparkan kaca ke arah tangannya.


Kaca itu melesat seperti pisau yang dilemparkan dengan cepat dan menyayat pergelangan tangan Adit, menyebabkan urat nadinya langsung terpotong dengan sangat rapi.


Darah pun seketika tiada hentinya menyembur keluar dari pergelangan tangannya. Para wanita di seluruh ruangan langsung berkumpul ke satu sisi dengan panik.


Mereka belum pernah melihat hal semacam ini sebelumnya dan belum pernah melihat orang yang begitu berani menyerang Adit dan yang lainnya.


Pemandangan mengerikan yang terjadi di hadapan mereka ini membuat mereka sadar, kali ini Adit dan yang lainnya telah memprovokasi orang yang sangat kejam. Orang ini jelas akan terus bersikap kejam terhadap mereka sampai akhir.