
Saat Alex dan Erika sampai di luar dan baru saja tiba di samping mobil BMW X5, Alex tiba-tiba berkata, “Aku saja yang nyetir, Ka.”
Erika lumayan banyak minum tadi, jadi dia menurut saja untuk duduk di kursi samping pengemudi.
Alex melihat 2 orang anak muda mengikuti mereka secara diam-diam dengan motor masing-masing dari kaca spion tengah.
Dia menghela nafas dan berkata, “Entah kemanapun kita pergi pasti akan ada orang bodoh seperti ini.”
Erika meminta maaf, “Maaf, kamu jadi disudutkan di acara reuniku.”
Alex menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat wajah cantiknya, lalu berkata, “Kamu selamanya tidak perlu mengucapkan kata maaf pada pasanganmu. Tenang saja, aku benar-benar tidak tersinggung dengan semut kecil seperti Charles. Awalnya aku mau menahannya, tapi dia sudah keterlaluan, jadi ya aku akuisisi saja perusahaannya.
Erika berkata, “Kamu jangan mengakuisisi perusahaannya hanya karena marah padanya.”
“Tentu saja tidak. PT. Atish masih punya sedikit kegunaan kok. Sudah, kamu tenang saja, aku tidak akan sembarangan membuat keputusan.” kata Alex penuh percaya diri.
Saat keduanya berhenti di sebuah hotel bisnis untuk reservasi kamar, 2 orang pemuda bermotor tersebut juga memarkirkan motor mereka dan mengawasi di sekitar.
Alex tidak memperdulikan mereka, karena setelah dirinya dan Erika masuk ke dalam hotel, mereka tidak keluar lagi.
“Aneh! Tuan Charles, Anda meminta kami mengawasi Alex dan Erika, tapi sejak kemarin sore mereka masuk ke hotel hingga sekarang, mereka tidak pernah keluar lagi.”
Charles juga bertanya-tanya dalam hati, Mereka tidak mungkin menikmati hidup sampai lupa diri. Kok bisa tidak keluar seharian? Jangan-jangan terjadi sesuatu?
Namun, dia tetap memerintahkan, “Awasi terus! Cari cara untuk membuat masalah dengan mereka begitu mereka keluar, paling bagus lagi kalau polisi menangkap mereka agar mereka tidak punya waktu untuk melakukan hal lain.”
Ini adalah rencana Charles, meskipun Alex memang punya kemampuan, tapi mengakuisisi PT. Atish pasti perlu waktu dan juga pengumpulan dana, mana bisa semudah itu? Akan kubuat kamu tidak punya waktu!
Tentu saja demi keamanan, Charles juga sudah menelpon Ayahnya untuk menanyakan kabar, setelah memastikan tidak ada perubahan yang terjadi pada Perusahaan, barulah Charles tenang.
Pada sore hari, Alex dan Erika akhirnya keluar. Dandanan Erika sangat sederhana, dia mengenakan pakaian santai, dan Alex juga memakai celana jeans dan kaos putih, keduanya berjalan ke arah jalanan.
“Lapor Tuan muda, target sudah keluar!”
“Bagus, ikuti mereka! Jangan lupa laporkan posisi kalian setiap saat.” Charles kegirangan mendengarnya, “Hahaha, baguslah kalau kalian keluar! Medan ini wilayahku.”
Alex merasa ada 2 orang yang mengikuti mereka sebelum berjalan jauh dari hotel, selain itu jarak mereka juga tidak sampai 10 meter.
Alex tidak mempercepat langkah karena ada Erika, jadi dia berbisik, “Ada yang mengikuti kita, sepertinya suruhan Charles.”
Erika mengerutkan kening dan berkata, “Kurang ajar si Charles! Bisa-bisanya dia pakai cara kotor.”
Alex berkata, “Jangan menoleh ke belakang, terus jalan ke depan.”
“Uhm.” keduanya terlihat memasuki sebuah mall dengan santai.
Kedua pemuda itu mengikuti mereka ke dalam mall, jarak di antara mereka semakin dekat, karena orang-orang di dalam mall juga banyak, jadi kedua pemuda tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk menyembunyikan keberadaan mereka.
Di deretan rak produk di dalam sebuah supermarket, Alex yang sedari tadi mondar-mandir tiba-tiba menarik tangan Erika dan memegang Erika dengan cepat.
“Eh! Eh eh!” kedua pemuda tersebut awalnya ingin menabrak Erika, tapi alhasil Erika malah ditarik tiba-tiba oleh Alex dari tempat semula, dan membuat mereka kehilangan target.
“Ada apa?” seorang sales tiba-tiba datang memeriksa, “Apa apa kalian ini? Kenapa menabrak rak kami?”
Seorang pemuda bersusah payah bangkit dan menendang sebungkus makanan, lalu menunjuk Alex dan Erika dengan marah sembari berkata, “Ini gara-gara mereka! Mereka menabrak kami.”
Saat Erika hendak melawan, Alex malah menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis, dia memberi kode pada Erika untuk tidak membantah.
Seorang pemuda lainnya juga bangkit dan menuduh Alex serta Erika yang mendorong mereka.
Alex juga tidak membantah, dia berdiri diam menonton akting mereka.
Meskipun sales tersebut curiga, tapi dia sama sekali tidak melihat dengan jelas, jadi dia tidak berani membuat keputusan. Oleh karena itu, dia menghampiri Alex dan bertanya dengan sopan, “Tuan, apa yang terjadi barusan?”
Alex berkata, “Tadi kami lagi keliling, terus mereka tiba-tiba menabrak rak, kami saja kaget.”
“Bohong! Jelas-jelas kalian yang menabrak kami!” seorang pemuda terus menuduh Alex.
“Saya manager di supermarket ini, kalian berdua telah menabrak rak produk kami hingga berantakan, sesuai dengan peraturan supermarket kami, kalian perlu membayar denda sebesar 1 juta rupiah, mohon kerjasamanya.” seorang pemuda dengan name tag Manager berkata dengan sopan kepada kedua pemuda tersebut.
“Atas dasar apa kamu bilang kami yang menabrak? Mereka tuh yang nabrak kami, makanya kami bisa menabrak rak!” ucap kedua pemuda tersebut.
Manager supermarket berjalan menghampiri Alex, dan Alex berkata sambil tersenyum, “Mereka memfitnah kami, kamu akan tahu kebenarannya kalau melihat kembali rekaman cctv.”
Manager tersebut meminta 4 orang satpam untuk mengawasi Alex, Erika dan kedua pria tersebut, serta menggunakan walkie talkie untuk meminta penjaga di ruang pengawasan melihat kembali rekaman cctv di tempat ini.
Kedua pemuda tersebut hendak kabur melihat situasi yang tidak menguntungkan.
Tapi, baru saja salah satunya berbalik badan, pergelangannya langsung ditangkap oleh Alex, “Hei bung, habis nabrak rak orang tidak boleh lari.”
Kedua pemuda tersebut tidak berdaya, mereka hanya bisa mengeluarkan ponsel dan mentransfer denda 1 juta kepada pihak supermarket dan juga diusir keluar oleh satpam.
Erika sedari tadi tersenyum, “Hahaha, sial banget dua penguntit itu.”
Alex juga tertawa dan berkata, “Itu namanya kerugian untuk keselamatan.”
Setelah mendengar tentang kejadian tersebut, Charles mengamuk dan memarahi kedua pemuda itu, “Dasar gobl*k! Hal mudah gitu saja tidak becus, bahkan kena denda 1 juta?! Bodoh! Benar-benar bodoh! Awasi terus mereka! Suruh orang tikam pria itu! Aku tak percaya dia bisa menghindarinya!”
Alex dan Erika berkeliling hingga ke food street, di sore hari ada banyak kios di tempat ini, jumlah orangnya apalagi.
Erika tidak tahu akan ada bahaya dengan Alex di sisinya, dia langsung duduk di depan sebuah kios dan memesan bakmi.
Alex tiba-tiba merasa pandangan di hadapannya menjadi gelap, seorang pria kekar menerjang langsung ke arah Alex.
Saat Alex hendak menghindar, dia tiba-tiba jadi waspada, rupanya ada seorang pemuda berpakaian olahraga yang memegang pisau hendak menikam punggungnya dari belakang!
Huh! Dengan kemampuan Alex, dia tentu saja tidak peduli dengan serangan dua ekor ikan teri ini, dia justru sengaja mundur setengah langkah.
Pemuda berpakaian olahraga tiba-tiba kegirangan dalam hati, “Nak, bukannya mengelak, malah mundur, kamu yang memintanya ya!
Kemudian, pemuda tersebut bergegas menikam punggung Alex, tapi dia malah menutup mata karena takut!