
Alex tersenyum dan berkata, "Itulah yang kubicarakan. Kalau kamu bekerja sama denganku, kita bisa menjatuhkan keluarga Bazel. Kamu pun nggak perlu memikirkan keluarga Bazel kalau ingin memulai bisnis di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kamu bisa melakukan apa pun yang ingin kamu lakukan tanpa berhubungan dengan keluarga Bazel."
Si gendut tersenyum kecut setelah mendengar ini. "Meskipun aku biasanya nggak suka intrik, aku masih tahu banyak hal. Sekarang keluarga Bazel masih menjadi bos di Provinsi Sulawesi Tenggara. Meskipun PT. Atish sedang mengawasi, menurut dugaanku, PT. Atish baru saja melewati kesulitan dan diperkirakan akan semakin membaik, tapi ini hanya karena mereka nggak menemui kesulitan nyata."
Alex menganggukkan kepalanya setelah mendengar ini. "Yang kamu katakan itu benar. Saat ini PT. Atish masih belum menemui kesulitan. Semuanya berjalan lancar setelah datang ke Provinsi Sulawesi Tenggara."
Si gendut selalu merasa Alex selalu memutarbalikkan ucapannya, tetapi dia tidak peduli tentang itu. Dia tidak akan terlalu memikirkannya dan tentu saja tidak ingin melawan keluarga Bazel.
Setelah melihat ekspresi si gendut, Alex langsung tersenyum dan berkata, "Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Tapi kalau kamu percaya padaku, bekerjasamalah denganku dan kita akan menjatuhkan keluarga Bazel bersama-sama."
Si gendut menggelengkan kepalanya dan berkata, "Lupakan saja, orang sepertiku nggak memiliki ambisi besar. Kalau kamu memintaku melakukan hal sebesar itu, aku masih nggak akan terbiasa melakukannya. Lagi pula seperti yang kamu tahu, ayahku hanya ingin aku menjadi pengawas kecil di PT. Ferion. Begitu saatnya tiba, aku akan dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi dan menikah, kemudian menjalani hidup tenang."
Alex menatap si gendut dengan sangat serius, "Aku tahu kamu bukan orang seperti itu. Kalau memang benar, kamu pasti sudah lama duduk di posisi seperti itu dan bukan masih berjuang dan meragukan dirimu sendiri seperti sekarang."
Si gendut menatap Alex dengan bingung, sementara Alex berkata sambil tersenyum, "Aku bisa melihat kamu memiliki keinginan untuk menciptakan perubahan. Karena itu, kenapa nggak bekerja sama denganku? Berada di PT. Atish nggak akan membuatmu malu, 'kan?
Si gendut menggertakkan gigi dan berkata, "Biarkan aku memikirkannya. Sekarang aku lelah dan ingin pulang."
Alex menyerahkan kartu namanya kepada si gendut sebelum mengantarnya pulang.
Setelah menyelesaikan hal-hal ini, Alex kembali ke rumah dan melihat Erika sudah menyiapkan makanan yang sudah dingin dan Erika sedang tidur di sofa.
Alex menggendong Erika kembali ke kamarnya dan memakan makanan yang Erika masak untuknya.
Meski agak asin, Alex tetap memakan semuanya.
Setelah Amel mengumpulkan semua bukti dan pengakuan, dia langsung pergi ke PT. Mega. Saat ini Anwar sedang duduk di kantor. Begitu mendengar Morgan dan lainnya telah dikirim ke penjara, Anwar tahu kedatangan mereka pasti melibatkan insiden saat itu.
Akan tetapi, dia tidak pernah menyangka Amel yang akan datang untuk menangkapnya.
Tentu saja, Anwar tahu Amel telah bekerja dengan menyamar selama ini. Apa yang bisa luput dari pengawasan keluarga Bazel di Provinsi Sulawesi Tenggara?
"Amel, aku nggak menyangka orang yang mengundangku adalah kamu," Anwar berkata sambil tersenyum.
Amel hanya menatap Anwar dengan acuh, "Apakah kamu tahu kenapa aku datang menemuimu kali ini?"
Anwar menganggukkan kepalanya dan berkata, "Bagaimana mungkin aku nggak tahu? Tentu saja karena masalah anakku yang diancam dan diintimidasi oleh Alex di pesta itu, 'kan?"
Zarif telah memberi tahu Anwar tentang kejadian ini kemarin setelah dia pulang.
Anwar tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ini. "Tiga belas tahun yang lalu. Kamu berbicara kepadaku tentang kasus dari 13 tahun yang lalu. Kamu harus tahu kalau kasus itu nggak ada hubungannya denganku. Kuakui saat itu PT. Mega masih berkembang, tapi meskipun demikian, kamu nggak bisa bilang kalau aku menyuap mereka berdua, 'kan?"
Amel mengeluarkan sebuah buku. "Ini adalah tagihan mereka. Ada bukti kalau kamu memberi mereka uang yang tertulis dengan jelas di atasnya."
Anwar hanya tertawa sinis. "Amel kurasa kamu kebingungan. Apa kamu bisa menggunakan barang seperti itu sebagai bukti? Hal semacam ini bisa ditulis oleh siapa saja."
Amel menggertakkan giginya dan berkata, "Meski begitu, kami tetap nggak bisa mengabaikan pernyataan Morgan dan Trevor. Kamu ini hanya dicurigai, tapi tolong ikut dengan kami."
Anwar menatap Amel dengan cermat. "Amel, kamu pikir sekarang keluarga Bazel nggak lagi berpengaruh padamu, 'kan? Itu sebabnya kamu bisa menyerang perusahaan yang bekerja sama dengan keluarga Bazel dengan sesuka hati dan mengabaikan hukum."
Amel menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku nggak tahu apa yang kamu bicarakan. Semua yang kulakukan sesuai dengan hukum. Kalau kamu nggak percaya, kamu bisa menuntutku. Tapi, sekarang kamu harus kembali bersamaku dan bekerja sama dengan penyelidikan kami!"
Anwar benar-benar tidak menyangka Amel akan mendatanginya untuk sesuatu yang terjadi 13 tahun yang lalu, mengetahui kasus 13 tahun yang lalu telah lama ditutup dan semua hasilnya sesuai dengan keinginan mereka.
Dia tidak menyangka hal itu akan diungkit lagi dalam 13 tahun ini. Kalau Amel tidak menyebutkannya, Anwar akan lupa ada hal seperti itu.
Akan tetapi dia tahu, selama dia tidak mengatakan apa-apa, pihak lain tidak akan bisa melakukan apapun padanya apa pun caranya. Itu sudah terjadi lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Semua bukti telah terbakar. 13 tahun yang lalu atasan mengirim seseorang untuk menyelidiki, tetapi tidak ada yang bisa diselidiki. Apakah sekarang ada yang bisa diselidiki setelah 13 tahun berlalu?
Anwar sama sekali tidak panik. Lagi pula, dia sendiri sadar akan situasi saat ini. Selama dia mengatupkan giginya, tidak akan ada tuduhan yang mengarah padanya.
"Nggak masalah kalau kamu ingin aku bekerja sama dengan investigasimu. Tapi setidaknya ini adalah kerja sama dengan investigasi dan bukan dibawa pergi oleh kamu seperti seorang tahanan, jadi tolong jangan memborgolku."
Anwar menatap Amel dengan datar, sementara Amel menganggukkan kepalanya dan menyetujui hal ini.
Hanya setelah Anwar menjelaskan semuanya, dia mengikuti Amel keluar dari PT. Mega.
Saat ini, PT. Mega dikelola oleh Zarif untuk sementara waktu karena Slamet masih di rumah sakit dan belum dipulangkan, juga masih menjalani perawatan. Maka dari itu, saat ini hanya Zarif yang bisa bertindak.
Manajemen perusahaan otomatis diserahkan kepada Zarif.
Alex sedang duduk di bangku kantor. Dia sudah mengetahui berita tentang Anwar telah dibawa pergi. "Sekarang Zarif memegang PT. Mega sendirian. Pergi dan selidiki kelemahan apa yang dimiliki Zarif. Aku akan menyerahkan masalah ini kepadamu, Davin."
Davin pergi dengan sangat bahagia karena dia tahu semuanya berjalan ke arah yang baik. Tidak peduli itu keluarga Bazel atau PT. Mega.
Selama mereka terus bekerja keras, mereka pasti akan dapat mengalahkan keluarga Bazel dan PT. Mega. Hanya dengan begitu, PT. Atish akan mendapatkan posisi di Provinsi Sulawesi Tenggara.