
Alex berkata dengan datar: "Hotel kami memiliki peralatan pemantauan yang ketat. Kamu datang atau tidak akan jelas nanti setelah memeriksa rekaman cctv.."
Rendy sangat gugup mengingat kebohongannya akan segera ketahuan, dia berbalik untuk meminta pendapat Mega. Akan tetapi, saat dia berbalik, sebuah jarum beracun yang sangat tipis terbang dan menusuk ke lehernya. Racun ganas pada jarum racun menghambat saluran pernapasannya segera setelah menyentuh darah, Rendy terjatuh ke lantai, badannya kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa.
Galih berteriak: "Alex, kamu ingin menutup mulutnya, hah?”
Gery menjadi semakin marah, dan melambai: "Saudara-saudara, hajar dia!"
Gery kembali menyerang, pertarungan antar kedua belah pihak kembali berlanjut, tiga tembakan yang Nova lepaskan juga tidak dapat menghentikan situasi.
Tepat pada saat ini, Gery tiba-tiba menjerit dan terkapar.
Ketika semua orang melihatnya, sebuah pisau telah tertancap di dada Gery, pisau itu menembus jantung, dia kejang-kejang sebentar sebelum akhirnya mati.
Semua anggota keluarga Sutiono tercengang atas kematian Gery, mereka tidak berani bertarung lagi dan segera menghampirinya.
Alex berkata kepada Nova: "Kapten, situasinya agak buruk. Gery meninggal di hotel kami. Kita harus segera memeriksa rekaman cctv untuk melihat siapa yang membunuh Gery. Aku dapat menjamin bahwa itu pasti bukan orangku."
Sekarang, Nova juga sudah tidak tahu lagi siapa pembunuhnya, dia segera memerintahkan tim polisi untuk mengendalikan semua orang. Tidak ada yang diizinkan pergi tanpa izin.
Kemudian, Nova mengikuti Alex ke kantor keamanan dan mulai memeriksa rekaman cctv ketika Gery diserang pisau, dan melihatnya berulang kali, tetapi karena situasinya terlalu kacau pada saat itu, dia tetap saja tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana Gery meninggal.
Akhirnya, Nova berkata: "Alex, karena masalahnya telah terjadi, dan meskipun kematian Gery dan Erwin tidak ada hubungannya denganmu. Namun, kamu juga tidak bisa lepas dari kasus ini. Selama aku yang bertanggung jawab atas kasus ini, aku pasti akan menyelidikinya dengan jelas, tapi aku perlu waktu.”
Alex berkata: "Kalau begitu terima kasih banyak."
Meskipun masalah ini untuk sementara didamaikan oleh Nova, akan tetapi Alex khawatir kalau keluarga Sutiono tidak akan berdiam diri.
Dan benar saja, kekhawatiran Alex tidak meleset sama sekali, keesokan harinya masalah terjadi.
Di pagi hari berikutnya, Alex sedang berbicara dengan Hengky di ruangan kantornya di Hotel Emperor untuk membahas tentang perekrutan penjaga keamanan. Hengky sekarang adalah pemimpin bagian keamanan Hotel Emperor dan telah disibukan oleh urusan ini dalam beberapa hari terakhir. Benefit yang bisa didapatkan dari lowongan ini sangat tinggi, tetapi persyaratannya juga sangat tinggi. Alex menuntut agar anggota tim keamanan harus memiliki kualitas, dan bukan mereka yang tidak memiliki kemampuan bertarung.
Dalam sebulan terakhir, Hengky hanya merekrut 6 orang dengan gaji bulanan masing-masing lebih dari 10 juta, jumlah ini masih jauh dari jumlah yang ditentukan. Hengky berkata dengan tidak enak hati: "Kak, tidak ada masalah dengan pendidikan mereka, yang lulusan SMa sangat banyak, tetapi untuk kualifikasi bisa bela diri sangat sulit. Tidak banyak orang yang bisa hal ini sekarang, kamu kira mereka seperti kita-kita ini?”
Alex berkata: "Tidak ada yang sulit di dunia ini, yang ada hanya mau atau tidak. Kamu ini, cakupan target perekrutan mu terlalu kecil. Kamu cuma memasang iklan di Jakarta, tentu saja orang yang melihatnya juga tidak banyak. Gaji kita tidak rendah, kamu bisa pergi ke stasiun TV dan beberapa stasiun radio terdekat untuk memasang iklan."
Hengky menepuk keningnya, "Oh iya, kak Alex memang hebat, kenapa aku tidak kepikiran. Oke, aku akan melakukannya sekarang."
Hengky kembali tak lama setelah dia keluar, kali ini dia tampak panik, "Kak, gawat."
Alex mengerutkan kening, "Jangan panik, bicara perlahan, ada apa?"
Hengky berkata: "Ada banyak orang di lantai dasar, mereka menangkap Presdir."
Hengky berkata: "Aku sudah bertanya, tetapi mereka tidak mau bilang, katanya sednag menjalankan tugas."
Alex berpikir di dalam hatinya, sepertinya keluarga Sutiono sudah turun tangan. Sudah lama aku dengar keluarga Sutiono punya kenalan baik di kalangan militer maupun politik.
Alex berkata, "Ayo, kita turun."
Keduanya buru-buru naik lift ke lantai dasar, dan yang mereka lihat adalah Erika hendak dibawa pergi oleh selusin tentara.
Alex berteriak, "Tunggu."
Para prajurit menghentikan langkah mereka ketika mendengar teriakan itu, salah satu petugas berbalik untuk melihat Alex, "Apa teriak-teriak?"
Alex berjalan menghampiri dan menatapnya. Orang itu tampaknya adalah seorang Mayor karena terdapat satu bintang di bahunya. Alex bertanya, "Maaf,pak, mengapa kalian menangkap Presdir kami?"
Mayor itu berkata: "Kami sedang melakukan tugas militer."
Alex bertanya lagi, "Dari mana?"
Mayor itu berkata: "Dari provinsi, mengapa kamu begitu banyak pertanyaan? Kamu juga akan kubawa nanti kalau tidak bisa diam."
Alex berkata, "Atas dasar apa kamu menangkapku? Berikan alasannya."
Sang mayor berkata: "Menghalangi tugas militer adalah alasannya. Tangkap dan bawa dia."
Alex sangat marah sehingga alisnya ikut berkerut, lalu ia berkata, "Menangkapku? Coba saja kalau berani. Kuberitahu ya, hotelku punya kamera cctv, para petugas militer menangkap orang tanpa alasan juga melanggar hukum."
Mayor tidak menyangka Alex lebih hebat darinya, dia memandang Alex beberapa kali dan bertanya, "Siapa namamu?"
Erika buru-buru mengedipkan mata pada Alex. Ternyata orang-orang ini datang untuk menangkap Alex. Erika baru saja memberitahu mereka bahwa Alex tidak ada di rumah. Karena Erika adalah perwakilan hukum pihak hotel, maka dari itu mereka menangkapnya agar bisa membuat laporan.
Sayangnya Erika terlambat selangkah, Alex berkata, "Aku Alex."
Begitu mendengarnya, Mayor itu membelalakan mata, "Kamu Alex? Bisa-bisanya bilang kamu tidak di rumah, kamulah yang kami cari. Tangkap dia."
Belasan tentara segera mengepung Alex, Alex langsung paham bahwa markas mereka pasti datang untuk perkara keluarga Sutiono. Karena pihak kepolisian tidak dapat diandalkan, makanya mereka langsung menggunakan pihak militer, keluarga Sutiono benar-benar luar biasa.
Alex membuka matanya untuk melihat para prajurit ini, lalu bertanya, "Kalian dikirim oleh distrik militer provinsi, kan. Kalian tidak bisa mengundang orang seperti ini. Benar-benar tidak sopan."
Mayor tidak menyangka Alex sangat temperamental. Dia masih berbicara dan tertawa ketika ditunjuk oleh begitu banyak senjata. Sebelumnya, dia tahu kalau Alex adalah seorang konglomerat. Menurut pendapatnya, seberapa kaya pun konglomerat, mereka juga tidak akan berani bertentangan dengan pihak militer, dan akan tunduk. Tapi dia tidak menyangka Alex bukanlah orang seperti itu.
Alex berkata: "Maaf, aku masih ada urusan yang harus dilakukan sekarang. Kalian tidak punya hak untuk menangkapku, kalau mau tangkap, hubungi pihak kepolisian setempat."