Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 536 Trik Menipu yang Hebat


Namun, saat mereka sudah bisa memandang ke arah tempat persembunyian Alex dengan jelas, mereka baru menyadari bahwa Alex sudah menghilang!


“Ada apa ini?” Sekelompok pengawal itu tidak tahu apa yang sudah terjadi.


Bahkan para penembak runduk juga kebingungan. Mereka dari tadi membidik ke arah tempat persembunyian Alex, jadi mereka seharusnya akan segera tahu jika Alex keluar.


“Apakah penembak runduk mengetahui situasinya?” tanya seorang pengawal.


“Sama sekali nggak. Kami belum melihatnya keluar. Coba periksa lagi dengan teliti! Saat ini, langit sudah sangat gelap. Wajar saja kalau kalian nggak dapat melihatnya dengan jelas!” jelas seorang penembak runduk.


Belasan pengawal itu pun kebingungan. Mereka berjalan maju dan memeriksa tempat itu lagi. Ada seorang pengawal yang datang ke tepi tembok dan melihat Alex sedang bergantung di dinding dengan bertumpu pada belati yang ditancapkannya ke dinding.


Dia membelalakkan matanya dan baru hendak berbicara. Namun, Alex langsung kembali naik dan melayangkan sebuah pukulan mematikan ke arah jantung pengawal itu. Kemudian, dia berguling di lantai dan berhenti di tengah para pengawal itu.


Gerakan Alex sangat cepat dan setiap tinju yang dilayangkannya juga sangat mematikan. Para pengawal itu bahkan tidak bisa melawan, seolah-olah pistol mitraliur di tangan mereka hanyalah mainan dan sama sekali tidak berguna.


Sementara para penembak runduk itu juga sama sekali tidak bisa menyerang karena para pengawal itu sudah masuk ke tempat persembunyian Alex.


Namun, beberapa menit kemudian, Alex melempar keluar satu demi satu pengawal yang sudah dihabisinya.


Semua penembak runduk pun sangat terkejut, “Lawan kita sangat hebat. Sebaiknya kita menyuruh para ahli di Keluarga Bazel untuk bertindak! Kalau nggak, kita nggak akan bisa menghadapinya.”


Para penembak runduk sangat jelas akan situasinya. Mereka sudah dipermainkan oleh Alex. Bahkan di bawah serangan para penembak runduk dan pengawal yang bersenjata, Alex juga tetap bisa menghabisi semua pengawal yang bersenjata itu dengan santai. Hal ini sudah cukup menunjukkan seberapa luar biasa kemampuan Alex.


Hanya saja, tetap ada pengawal yang datang ke atap itu. Saat mereka sampai di tempat persembunyian Alex, mereka pun terkejut.


“Dia sudah hilang lagi!” Seorang pengawal berkata dengan cepat.


“Coba lihat ke tepi tembok. Ingat, jangan masuk ke titik buta kami!” kata seorang penembak runduk dengan serius.


Para pengawal itu cepat-cepat pergi ke tepi tembok. Namun kali ini, Alex tidak berada di sana.


“Mana mungkin dia lenyap begitu saja?” Pengawal itu sangat penasaran. Mereka mencari ke sekeliling tetapi tetap tidak menemukan Alex.


Pada akhirnya, mereka menyerah dan membawa mayat beberapa pengawal itu turun.


Namun, saat mereka memasuki tangga, sesosok mayat tiba-tiba bergerak dan merebut pistol mitraliur dari tangan seorang pengawal. Kemudian, dia tidak berhenti menembak ke arah pengawal-pengawal itu.


Terdengar jeritan dari arah tangga. Penembak runduk tahu sudah terjadi sesuatu pada para pengawal itu, tetapi mereka juga tidak bisa melihat apa yang sebenarnya sudah terjadi.


“Ada apa? Bicaralah!” tanya penembak runduk dengan cemas.


Namun, tidak ada yang menjawab lantaran mereka semua sudah mati. Seluruh tangga berlumuran darah, sedangkan Alex melepaskan baju pengawal sambil tersenyum.


Tadi, saat dia melempar keluar mayat para pengawal, dia juga melepaskan baju salah seorang pengawal dan memakainya. Kemudian, dia sendiri juga melompat keluar bagaikan dilempar orang. Alhasil, dia berhasil mengelabui semua penembak runduk.


Saat ini, Alex hanya tertawa dan langsung berjalan turun.


“Aneh sekali! Memangnya pihak lawan masih punya teman yang lain?” Seorang penembak runduk yang bernama Jordi melepaskan headset yang dipakainya dengan kesal dan berjalan turun dengan senapan runduknya. Dia ingin melihat apa yang sebenarnya sudah terjadi.


Saat dia turun dari gedungnya, Alex sudah meninggalkan gedung yang ditempatinya tadi.


Alex sudah mencapai tujuannya, jadi dia juga sudah tidak perlu tetap tinggal di atas.


Saat Jordi naik ke tangga, dia melihat semua pengawal itu sudah mati mengenaskan. Wajahnya menjadi muram, tetapi dia masih tidak tahu apa sebenarnya yang sudah terjadi.


Namun, tidak lama kemudian, dia menyadari bahwa jumlah mayatnya tidak sesuai dan ternyata kurang satu!!!


“Si bajingan itu! Ternyata dia sudah berpura-pura menjadi mayat!!!” Jordi mengambil senapan runduknya dan berlari ke bawah.


Cara Alex ini benar-benar sangat luar biasa dan membuat Jordi merasa bahwa dirinya sangat tolol. Lagi pula, orang seberani apa yang berani menggunakan cara seperti ini?


Tadi, para penembak runduk sedang mengawasi atap itu. Jika mereka menemukan Alex yang sedang bersandiwara menjadi mayat, mereka pasti akan langsung menembaknya. Jadi, cara ini benar-benar sangat berbahaya. Namun, pihak lawan malah berani menggunakan cara ini. Hal ini benar-benar mengubah pandangan Jordi.


Setelah mengetahui hal itu, semua penembak jitu membelalakkan mata mereka. Ini adalah pertama kalinya mereka bertemu dengan orang yang berani menggunakan cara yang begitu membahayakan nyawa.


Penyamaran Alex tadi benar-benar sangat sempurna!!!


Mereka malah merasa sangat kagum pada Alex. Meskipun Alex adalah musuh mereka, kekuatan dan keberanian yang ditunjukkan Alex benar-benar membuat mereka merasa sangat kagum.


Di dalam ruang tamu Keluarga Bazel, Harry, pemegang kendali Keluarga Bazel terlihat tenang. Dia bertopang pada tongkatnya dan berkata, “Mereka hanyalah beberapa pencuri, kenapa kalian begitu ketakutan? Apakah karena Keluarga Bazel sudah lama tidak menghadapi rintangan?”


Anggota Keluarga Bazel yang lain tidak berbicara dan hanya menunduk. Mereka memang sedikit ketakutan.


Dari kecil sampai besar, mereka hanya pernah mengalami situasi di mana orang luar menerobos masuk ke Kediaman Bazel sekali. Sebelumnya, salah seorang tokoh dari 4 Raja Dunia yang merupakan bagian dari organisasi internasional pernah datang ke Kediaman Bazel. Namun pada akhirnya, Keluarga Bazel berhasil mengusirnya.


Saat itu, semua orang di Keluarga Bazel sudah merasakan kehebatan Gang Beruang Hitam. Mereka juga tahu bahwa ada beberapa kekuatan internasional yang jauh lebih hebat dari mereka.


Namun, saat ini, pertahanan Keluarga Bazel juga sudah lebih kuat dari sebelumnya. Setelah kedatangan Andi, Keluarga Bazel sudah meningkatkan pertahanan Kediaman Bazel. Oleh karena itu, Andi tidak mungkin bisa menyelinap masuk segampang dulu.


Wajah Farrel dipenuhi kepanikan, dia jelas sudah trauma. Saat ada musuh yang menyelinap ke Kediaman Bazel, dia selalu berpikir bahwa Andi datang mencarinya lagi. Lagi pula, dia baru bertemu dengan Andi lagi akhir-akhir ini, yaitu di pekarangan Aston sebelumnya.


“Kalian semua, pergilah tidur! Beberapa pencuri itu akan segera dimusnahkan,” kata Harry dengan tenang,


Setelah mendengar kata-kata itu, semua orang Keluarga Bazel baru menunduk dan kembali ke kamar masing-masing.


Namun, seluruh tubuh Farrel gemetar. Dia jelas-jelas sudah mendapatkan pukulan yang besar. Harry bersuara lagi, “Farrel, tinggallah di sini. Ada yang ingin aku bicarakan padamu.”


Farrel menatap Harry dengan kebingungan, tetapi dia juga berhenti berjalan keluar.


Setelah semua orang sudah keluar, Harry baru berkata dengan tenang, “Aku tahu kamu sudah trauma karena perbuatan Andi. Tapi, sebagai orang Keluarga Bazel, kamu harus keluar dari trauma itu. Meskipun Andi adalah salah seorang 4 Raja Dunia dari Gang Beruang Hitam, dia juga nggak akan berani bertindak seenaknya di Negara Indonesia.”


Farrel mengangguk, tetapi hanya dia sendiri yang tahu apakah kata-kata itu sudah masuk ke hatinya.