
“Setelah masalah Farraz berlalu, kalian akan tahu bahwa keluarga Bazel masih keluarga yang kejam itu, hanya saja kita selalu menunggu waktu yang tepat!” Sinarwa berdiri, lalu berjalan keluar.
Mayat masih diletakkan di dalam aula.
Pertempuran yang sengit akan dimulai.
Mobil Alex terus melaju ke depan, tapi ketika berada di jalan tol malah terjadi kemacetan lalu lintas.
Saat ini, Ruby yang duduk di samping pengemudi sangat panik sambil melihat kendaraan di sekitar, lalu mencondongkan tubuh ke arah Alex.
Alex menghiburnya, “Jangan khawatir, ada aku di sini, nggak akan terjadi apa-apa.”
Bang!
Pada saat ini, tiba-tiba sebuah palu jatuh di bagian depan mobil Alex, sehingga menghancurkan kaca depan mobil Alex.
Palu di tangan pria itu digunakan untuk mengetuk tembok di lokasi kontraksi, jadi kekuatannya sangat kuat.
Ketika Alex melihat pria paruh baya yang kekar itu mengangkat palunya untuk memukul bagian depan mobil lagi, dia pun segera menginjak pedal gas. Mobil langsung melaju ke depan dan menabrak pria paruh baya itu.
Selain itu, menjebak pria paruh baya di antara mobilnya dan mobil di depan, sepasang kakinya pasti sudah patah.
Tak lama kemudian, terdengar teriakan histeris, tapi pria ini masih bersikeras memukul mobilnya dengan palu.
Alex membuka pintu, kemudian berkata pada Ruby, “Kamu ke sisiku, aku akan melindungimu.”
Ruby mengangguk. Setelah Alex turun dari mobil, dia melihat sekitar sudah ada yang berjalan ke arahnya dengan memegang pistol.
Pisau bedah yang di tangan Alex masih ada tiga, tapi sekarang dia tidak bisa melempar ketiga pisau bedah ini. Karena setelah melempar, dia tidak ada senjata lagi.
Yang dibutuhkannya saat ini adalah pistol.
Kalau mau melindungi Ruby, dia perlu pistol. Kalau hanya dia sendiri, dia bisa menggunakan trik tiba-tiba muncul dan hilang untuk membunuh semua musuh itu.
Namun, sekarang tidak bisa.
Alex hanya tersenyum dingin. “Apa kalian kira aku nggak menyiapkan hadiah besar untuk kalian?”
Pembunuh di sekitar sudah menyiapkan pistol mereka, lalu mereka terus menembak ke mobil Alex sampai kaca mobil pecah, bahkan ada banyak peluru yang masuk.
Selain itu, ban juga pecah
Alex tentu saja bisa menebak apa yang mereka pikirkan. Harus menghancurkan mobilnya dulu, dengan begitu dia tidak akan bisa kabur. Kalau dia ingin melarikan diri, dia hanya bisa berjalan tiga kilometer ke depan untuk keluar dari terowongan.
Ini sangat fatal bagi Alex dan Ruby, karena mereka tidak tahu ada berapa banyak musuh yang ada di terowongan ini.
Musuh dapat menyerang dari samping kapan saja.
Justru karena itu, dia tahu kengerian di dalam. Yang paling penting adalah memastikan keselamatan Ruby.
“Mereka sungguh gila, bisa-bisanya demi Farraz melakukan pertarungan yang begitu besar.” Meskipun Alex tahu keluarga Bazel akan menyerang, dia tidak bisa menebak kalau keluarga Bazel akan melakukan hal begitu gila hanya demi menghadang Ruby tidak ke pengadilan.
Ruby tidak pernah melihat adegan seperti ini, jadi dia hanya bisa berjongkok sambil memegang kepala.
Alex menarik Ruby bersembunyi di balik truk. Alex tahu musuh sedang pelan-pelan mendekat kemari.
Setelah berpikir, Alex memasukkan Ruby ke kolong truk, sedangkan dirinya melompat ke atas truk.
Ketika kedua pembunuh tiba di depan truk, mereka melihat sekeliling dengan bingung. Setelah jongkok, mereka baru melihat Ruby bersembunyi di kolong truk.
Namun, pupil mata mereka menyusut karena mereka tidak melihat Alex bersama Ruby. Sekarang Ruby sudah hilang, ini menyatakan Alex sedang mencari kesempatan untuk menyerang.
Ini adalah senapan tiruan, dibuat secara pribadi, jadi pembuatannya tidak mulus.
Namun, ini bisa digunakan secara normal, tapi akan sering terjadi kemacetan ketika mau menembak.
Saat ini, Alex juga tidak bisa peduli begitu banyak, karena dia tidak ada senjata apa pun. Kalau dia masih tidak menyukai senjata ini, maka tidak ada senjata yang bisa digunakan lagi.
Dia menarik Ruby keluar, kemudian berkata, “Ikut aku, jangan berpisah denganku. Aku akan di depanmu untuk membunuh semua musuh itu.”
Ruby mengangguk. Meskipun tatapannya penuh dengan ketakutan dan tahu di sekitar penuh dengan bahaya, dia juga tidak menyerah.
Ruby takut sampai dia akan berteriak ketika Alex membunuh orang, dia tidak bisa menerima hal yang sedang dialami.
Ini benar-benar seperti mimpi.
Alex hanya berekspresi serius sambil berjalan ke depan, sedangkan Ruby mengikut di belakangnya dengan takut sambil melihat ke sekeliling.
Pemilik mobil sudah kabur ketika mendengar suara tembakan.
Seketika, terowongan ini menjadi rusuh.
Di dalam kerusuhan ini, pembunuh itu masih saja mencari kesempatan untuk membunuh Alex. Ketika tiba di celah mobil, seorang pembunuh mengangkat senjatanya dan menunjuk ke arah Alex, tapi respons Alex lebih cepat.
Alex langsung menembak pembunuh itu.
Suara tembakan bergema di dalam terowongan dengan disertai suara jeritan.
Alex segera membawa Ruby berjalan maju. Tiba-tiba Alex memeluk Ruby untuk bersembunyi ke mobil di samping.
Ada musuh yang menembak dari belakang.
Peluru itu terbang melewati tubuh Alex dan Ruby, akhirnya mendarat di tembok.
Alex menarik Ruby berjalan ke depan dari sisi lain. Alex menekan kepala Ruby sambil tersenyum. “Sekarang kamu harus berjalan dengan membungkukkan tubuh, juga nggak boleh menoleh.”
Ruby menatap Alex dengan penasaran, tapi Alex hanya tersenyum, “Bala bantuanku sudah tiba.”
Leo diam-diam menyayat leher pembunuh yang memegang pistol itu, lalu dia berjalan ke depan dengan diam-diam. Ketika dia berencana untuk turun tangan lagi, sosok familiar muncul di sisinya dan memukulnya.
“Bocah, waktu itu aku nggak membunuhmu, kali ini apa kamu kira bisa hidup dengan selamat?” Bego berekspresi angkuh.
Leo tidak menyangka kalau Alam Grandmaster seperti Bego akan ikut dalam aksi mengepung Alex.
Hanya saja mereka tidak menduga.
Kalau Bego sudah datang, Wilie itu pasti juga datang.
Bahkan ada kemungkinan kalau Roselline juga ikut beraksi!
Leo menyeka darah di sudut mulut dengan ekspresi muram, lalu mengangkat pisau di tangan dan menyerang Bego.
Sedangkan Bego hanya menunjukkan ekspresi meremehkan. “Meskipun orang Biro Red Shield sangat hebat dalam berbagai bidang, kamu bukanlah orang yang berbakat dalam seni bela diri. Tugasmu hanya membunuh orang secara diam-diam, jadi ada penelitian terhadap trik membunuh seperti itu. Hanya saja, trik ini terlihat lemah!”
Leo tidak banyak berbicara, dia hanya mendengar Bego berbicara, tapi kakinya sudah bergerak.
Meskipun dia tahu kemampuan lawan sangat kuat, bahkan tidak bisa dilawan diri sendiri, tapi perintah yang diberi kapten adalah membunuh semua musuh yang menghalang Alex pergi ke pengadilan.
Jadi, dia harus melaksanakan tugasnya!
Meskipun harus mengorbankan nyawa sendiri, dia juga tidak ragu, karena ini adalah konsep yang diterapkan oleh Biro Red Shield.