Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Ulang Tahun Pernikahan


Roselline mengangguk. Permainan yang sepertinya telah berakhir ini, baru saja dimulai. Alex memberi dirinya sebuah soal, "Komandan, aku mengerti, maksudmu, jika suatu hari nanti, bola hitam ini dipukul ke dalam lobang olehku, maka kamu akan setuju untuk datang ke Red Shield untuk menjadi asistenku?"


Alex tersenyum, "Kapten Rose sangat cerdas, dan juga seorang jenius dalam segi bela diri. Suatu hari nanti kamu pasti bisa melampauiku. Pada saat itu, bukan tidak mungkin bagi kita untuk membicarakannya."


Roselline tersenyum tipis, "Komandan, suatu hari nanti aku pasti akan mengalahkanmu dalam permainan ini."


"Kalau tidak ada masalah lagi, aku akan pergi!"


Alex meninggalkan vila itu dan kembali ke mobil, dia segera menelpon Nova. Nova sedang menangani kasus Devan di kantor. Mendengar Alex bertanya padanya, dia tersenyum, "Roselline adalah guruku, aku belajar semua itu darinya."


Alex bertanya: "Kamu memberitahunya identitasku?"


Nova berkata: "Aku tidak mengatakannya. Dia sendiri yang datang setelah mengetahuinya. Alex, jangan asal nuduh. Red Shield tidak mungkin tidak tahu dengan tindakanmu yang menggemparkan Jakarta, jika aku tidak berbicara begitu banyak hal baik tentangmu, aku khawatir guruku mungkin sudah membawamu pergi sejak awal. Ngomong-ngomong, apa rencanamu kedepannya? Apa kamu akan menyetujui persyaratan guru?"


“Baiklah, kita bicarakan lagi ini nanti. Apa yang kamu lakukan sekarang? Kasus Devan belum selesai?” Tanya Alex, dia sangat peduli dengan kasus Devan. Orang ini terlalu gila, Alex berharap bisa menghukumnya lebih awal dan mengakhiri hidupnya yang penuh dosa.


Nova berkata: "Kasusnya sedikit sulit. Sekarang anak ini tidak mengakuinya. Meskipun ada bukti di dalam mobil, tapi dia bersikeras bahwa dia tidak melakukannya. Namun, aku punya petunjuk penting di sini."


Alex bertanya: "Petunjuk apa?"


Nova berkata: "Malam itu, ada dua orang lain yang melakukannya dengan Devan. Salah satunya adalah Zaine yang mati dan yang lainnya bernama Elno. Menurut penyelidikan ulang kami, Elno lah yang membeli alat peledak. Dia menghilang setelah menyerahkannya kepada Devan. Kami sudah pergi ke rumahnya, tetapi dia telah menghilang beberapa hari yang lalu."


Alex berkata: "Sepertinya Elno adalah intinya. Jika bisa menemukannya, Devan mau tak mau harus mengakuinya."


Nova berkata: "Ya. Aku sudah mengirim lebih banyak orang untuk mencari keberadaan Elno."


Pada tanggal 10 Oktober, Erika menyambut hari paling cerah dalam hidupnya, dia menaiki Bugatti Chiron dan pindah ke rumah mewah senilai lebih dari 400 miliar, dan menjamu para kerabat dan teman di rumah.


Lasmi dari keluarga Buana sangat senang. Dia meraih tangan Erika dan berkata, "Erika. Aku tidak mengerti apa yang kakekmu katakan sebelum kematiannya sampai hari ini. Kakekmu benar-benar memilih suami yang baik untukmu."


Erika tersenyum, "Nek, kami telah menyiapkan kamar paling nyaman di rumah ini untukmu. Anda akan tinggal di sini mulai sekarang."


Saras sedang menjamu tamu di luar. Atas undangannya, semua anggota keluarga Saras datang. Siska membelai permukaan logam khusus Bugatti Chiron dengan tangannya, dan berkata dengan iri: "Kak, mobil ini sangat indah. Ini setidaknya 8 miliar, kan ?"


Saras terkekeh, "Dek, kamu benar-benar kampungan. Apa kamu tahu mobil apa ini? Bugatti Chiron edisi terbatas dunia hanya ada 8 unit di dunia. Harga mobil ini 100 miliar!"


Siska terkejut habis-habisan, "Ya Tuhan, 1 mobil 100 miliar, kak, berapa banyak uang yang dimiliki menantumu?"


Saras berkata dengan bangga: "Aku tidak tahu berapa pastinya. Yang jelas, semua keluarga kaya di Jakarta tidak sebanding dengannya."


Siska berseru: "Hebat sekali! Waktu itu aku bahkan menertawakannya. Kak, menurutmu Alex akan membenciku tidak?"


Saras berkata, "Tentu saja tidak. Kamu adalah bibi Erika dan juga bibinya. Alex sangat berbakti. Dia mengundang kalian sekeluarga ke sini hari ini. Jika kalian punya kesulitan, sebutkan saja nanti. Dia pasti akan membantumu."


Siska bertanya: "Benarkah?"


Saras berkata, "Untuk apa aku berbohong padamu."


Leni dan Rino menghampiri, Saras memberi tahu mereka: "Alex berjanji padaku akan memenuhi 1 permintaan khusus setiap keluarga yang hadir. Tentu saja, kalian juga jangan keterlaluan. Misalnya, kamu Rino, bukankah kamu dan Indah berencana untuk membuka klinik kecantikan? Aku sarankan untuk tidak meminta investasi terlalu banyak. 11 miliar sudah lebih dari cukup."


Rino terkejut, “Kak, yang kamu katakan itu benar? Alex akan menginvestasikan 11 miliar untuk kami sekaligus?” Rino berpikir bahwa jika dia bisa meminjam 2 miliar dari Alex, dia sudah sangat puas. Tapi siapa sangka, Saras justru menjanjikan 11 miliar. Namun, dia tidak mendengarkan ini dari mulut Alex sendiri, jadi dia masih tidak percaya.


Akhirnya, segera setelah perjamuan dimulai, Rino sepenuhnya percaya. Alex secara resmi berjanji bahwa semua kerabat dan teman yang datang untuk menghadiri ulang tahun pertama pernikahannya dengan Erika hari ini akan menerima sponsor bisnis atau dana pensiun.


Rino berkata bahwa dia ingin membuka klinik kecantikan dan membutuhkan investasi dan sponsor Alex. Alex segera mentransfernya 13 miliar. "Paman, jika tidak cukup, kamu bisa memintanya pada Erika. Tapi kamu harus ingat untuk berhenti berjudi, jika tidak, jangan harap bisa meminjam sepeser pun dariku lagi."


Rino sangat bersyukur, "Alex, aku berjanji untuk tidak berjudi lagi. Aku akan bekerja keras dengan bibimu."


Alex tertawa dan berkata kepada Indah: "Bi, dia sendiri yang menjanjikannya. Nantinya kamu akan bertanggung jawab untuk mengelola uang dan mengawasinya."


Indah juga sangat senang, "Alex, terima kasih atas sponsormu. Kami pasti akan bekerja keras dan tidak akan mempermalukanmu!"