
Kali ini, tubuh Alex membentur dinding, terpental kembali dan mengenai Agus. Alex yang tingginya hanya 180 cm kelihatan sangat kecil jika dibandingkan dengan dengan Agus yang tingginya hampir 2 meter.
Agus meraih kerah baju Alex dan menghinanya: “Kamu ingin menjadi penjaga keamanan dengan tubuh kecilmu ini? Enyahlah!” Agus melempar Alex dengan mudahnya.
Alex tergeletak di tanah dengan ekspresi menyeramkan, diperkirakan benturannya tidak ringan saat dia menabrak tembok tadi.
Meskipun Alex kalah, tapi dia adalah suaminya, jika bukan karena perkataannya tadi, mana mungkin Alex akan melawan Agus?
“Alex, apa kamu baik-baik saja?” Erika mendekat untuk membantu Alex, dia bertanya dengan mata memerah dan penuh rasa bersalah.
Alex menundukkan kepalanya dan bangkit, "Erika, aku baik-baik saja."
Clara juga terlihat kecewa, tetapi untungnya, dia memberi tahu pacarnya tepat waktu. Pacarnya Evan Purnomo sudah dalam perjalanan kemari.
Erika mengertakkan gigi dan berkata kepada Agus: "Agus, tidak hanya menghancurkan tempatku, kamu bahkan berani memukul orang! Sungguh keterlaluan!"
Agus tampak acuh tak acuh dan berkata dengan penuh kemenangan, "Aku benar-benar minta maaf, ini semua karena kamu telah menyinggung seseorang yang salah."
Erika berkata dengan marah: "Aku tidak percaya kalian bisa sehebat itu!"
Agus memandang Alex yang tergeletak dan berkata, "Kamu tepat sekali. Bos kami memang sehebat itu. Kamu hanya akan mati jika mencari masalah dengan kami. Aku akan memperingatimu secara resmi hari ini, kuberi waktu 3 hari lagi, jika kamu masih tidak mnjual hotel Emperor pada saatnya, maka tanggung sendiri resikonya! "
"Semuanya, ayo pergi!"
Melihat Agus pergi dengan penuh kemenangan, tubuh Erika gemetaran karena terlalu marah.
Alex berkata, "Erika, orang ini terlalu sombong, kurasa dia memang perlu dihajar!"
Clara yang berdiri di samping menatap kesal Alex, lalu berkata, "Kalau begitu hajar dia! Kak Erika akan menanggungnya jika dia jadi cacat setelah dipukuli!"
Alex tersenyum, "Sekarang ini sudah ada hukum, hotel ini juga penuh dengan cctv. Bukankah akan membuat masalah untuk Kak Erika mu jika aku memukulnya hingga cacat?"
Erika memandang Alex. Tampaknya cederanya tidak terlalu serius, kemudian bertanya, "Kamu terbanting begitu kuat tadi. Apa kamu benar-benar tidak apa-apa?"
Alex tersenyum dan berkata, "Memangnya apa yang bisa terjadi padaku?"
Erika mengangguk dan berkata, "Aku akan menelepon untuk meminta pengawal terbaik Perusahaan Jaya Shield datang lebih awal."
Alex tersenyum misterius, lalu berkata, "Erika, tidak perlu menunggu pengawal terbaik dari Perusahaan Jaya Shield datang. Agus tidak akan pernah membuat masalah di hotel kita lagi."
Erika berkata dengan kesal, "Kamu masih membual? Apa kamu tidak tahu seberapa parah kamu dihajar tadi?"
Alex berkata, "Erika, jangan terlalu mempercayai matamu. Terkadang, apa yang kamu lihat berbeda dari situasi sebenarnya. Karena aku telah secara resmi menjabat sebagai kepala keamanan hotel Emperor, otomatis aku akan memikul tugas penting ini. Jangankan semua orang di sini, bahkan tanaman dan pohon di sini pun tidak boleh ditindas begitu saja. Aku bukan orang yang peduli dengan prosesnya. Yang aku perhatikan adalah hasilnya. Aku jamin bahwa Agus tidak akan pernah datang membuat masalah lagi di hotel Emperor! "
Erika tercengang, "Apa maksudmu? Mungkinkah Agus ketakutan karena beberapa katamu?"
Alex mengedipkan mata, "Mungkin Agus tidak akan bangun dari tempat tidur selama sisa hidupnya."
Saat ini, terjadi banyak kekacauan di luar hotel Emperor.
"Kak Agus, silakan masuk ke mobil."
Agus masuk ke mobil dengan penuh kemenangan saat pintu mobil dibuka oleh seorang anak buahnya. Tapi siapa sangka, kaki ini begitu berat sampai dia tidak bisa mengangkatnya, "Sial, apa-apaan ini, kenapa kakiku mati rasa? "
"Kak Agus, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu belum puas tadi? Haruskah kita kembali untuk membereskan penjaga keamanan itu?"
Agus menggelengkan kepalanya, saat ingin mengangkat kakinya, dia malah memuntahkan darah ke tubuh anak buahnya yang membuka pintu mobil. etelah itu, Agus merasakan pandangannya gelap dan jatuh ke tanah.
Anak buah yang membukakan pintu itu sangat ketakutan, "Kak Agus, ada apa denganmu?"
Erika yang baru saja keluar jadi terkejut, "Agus muntah darah dan pingsan? Dia benar-benar tidak akan membuat masalah lagi akhir-akhir ini? Apakah Alex menggunakan sihir?"
Agus terluka dan jatuh ke tanah. Anak buahnya yang lain ketakutan. Mereka mendekat untuk membantu Agus dan bertanya apa yang sedang terjadi. Ada yang menelepon ambulans, dan ada yang menelepon polisi.
Pacar Clara, Evan, adalah seorang AKP di kantor polisi, tepat sekali dia bertugas hari ini. Awalnya dia menerima telepon dari Clara untuk menangani seseorang yang membuat masalah di hotel Emperor. Tapi siapa sangka, keadaan di sini mengalami perubahan dramatis, Agus, seorang gangster di kota Jakarta malah muntah darah dan pingsan tanpa sebab.
Evan menerobos kerumunan, saat melihat Agus yang berlumuran darah, dia bertanya, "Bukankah ini Agus Saputra? Mengapa dia pingsan?"
Tidak ada seorang pun dari sekelompok anak buah Agus yang tahu penyebab Agus muntah darah. Agus baru saja memukul Alex dengan penuh tenaga. Awalnya dia akan kembali dengan penuh kemenangan, tapi siapa sangka bahwa keadaan tiba-tiba berubah, Kak Agus muntah darah dan terluka parah.
Agus dan Alex berkelahi, kak Agus yang terus memukuli Alex, dan penjaga keamanan itu tidak melawan. Seharusnya bukan penjaga keamanan itu yang melukai kak Agus. Mungkinkah kak Agus dehidrasi? Tidak ada satupun dari mereka yang bisa menjelaskan penyebabnya.
Salah satu dari mereka berkata: "Kak Agus menderita penyakit jantung bawaan. Apa mungkin penyakitnya kambuh?"
Evan berkata: “Kalau begitu berhentilah membuang waktu, segera bawa ke rumah sakit.” Saat dia sedang berkata, ambulance dari rumah sakit datang, semuanya memindahkan Agus ke dalam mobil.
Setelah selesai mengurus Agus, Evan mendatangi Erika, "Kak Erika. Apakah kamu baik-baik saja?"
Erika bertanya-tanya, mengapa Agus tiba-tiba muntah darah?
Meskipun Agus dan Alex memiliki konflik, tapi mereka juga tidak melihat Alex memukul Agus. Tiba-tiba, dia teringat dengan apa yang dikatakan Alex, "Aku adalah Alex, penjaga keamanan hotel Emperor! Siapa pun yang berani membuat masalah di sini berarti tidak menghormatiku, ia akan menyesalinya seumur hidup!"
Suamiku ini sungguh kejam!
Tidak ada waktu untuk memikirkannya, Erika berkata kepada Evan: "Evan, terima kasih atas bantuanmu. Untungnya, kami disini semuanya baik-baik saja."
Evan tersenyum, "Baguslah kalau begitu."
Setelah Evan pergi, Erika meminta Clara untuk membereskan restoran, kemudian dia membawa Alex ke kantornya.
Dia melihat Alex dari atas ke bawah, "Alex! Kamu yang memukul Agus?"
Alex menggaruk kepalanya dan berkata, "Mengapa kamu mengatakan jika aku yang melakukannya?"
Erika mengerutkan kening, "Sepertinya aku tidak melihatmu mengambil tindakan apa pun. Entah itu perbuatanmu atau bukan, kita sudah berada dalam masalah besar sekarang. Agus memiliki latar belakang yang rumit di kota Jakarta. Dia pasti akan membalas dendam pada kita karena hal ini. Aku harus meminta pengawal terbaik dari Perusahaan Jaya Shield datang secepatnya. "