
Dia ingin tahu siapa yang telah melakukan pembunuhan ini dan hanya ada dua orang di keluarga Bazel yang mungkin bisa melakukan hal seperti itu. Satu adalah Sinarwa dan satunya lagi adalah orang pintar itu.
Meskipun dia tahu tindakan ini terlalu brutal dan tidak bermoral, terkadang suatu hal tidak bisa dianggap sesederhana itu. Kalau seseorang dalam keluarga Bazel menginginkan akhir dari keluarga Bazel itu sendiri, semuanya akan masuk akal.
Dia pergi ke rumah keluarga Bazel terlebih dahulu.
Kali ini bahkan tidak perlu meminta izin kepada penjaga pintu. Dia hanya menerobos masuk dan tidak ada yang berani menghentikannya.
Di lobi keluarga Bazel, Harry duduk di atas kursi kepala keluarga. Tentu saja dia tahu tentang pembunuhan Erika, tetapi dia tidak tahu siapa yang melakukan hal yang begitu kotor.
Ditambah lagi, orang itu melemparkannya ke keluarga Bazel.
Ini benar-benar bernyali besar, 'kan?
Akan tetapi, dia juga tahu bahwa sekarang bukan waktunya untuk menebak siapa dalangnya. Dia tahu Alex pasti akan datang mencarinya.
Yang harus dia lakukan adalah menjelaskan hal-hal ini kepada Alex dengan jelas.
Alex berjalan ke arah lobi. Pada saat ini, Steven sedang menatap Alex dengan wajah muram. Alex ini benar-benar terlalu kasar sampai menerobos masuk tanpa menyapa.
Di mana sopan santunnya?
Bagaimana mungkin keluarga Bazel yang merupakan keluarga besar bisa menerima penghinaan seperti itu?
Jadi wajar saja Steven tidak senang, tetapi karena Harry tidak memintanya untuk bertarung, dia hanya bisa berdiri di belakang Harry terlebih dahulu.
Harry menatap Alex dan berkata dengan acuh, "Apakah kamu percaya padaku kalau kubilang masalah ini nggak ada hubungannya dengan keluarga Bazel?"
Alex tertawa. "Apakah kamu pikir aku akan percaya? Sekarang keluarga Bazel yang melawan PT. Atish. Siapa lagi yang melakukan hal semacam ini kalau bukan keluarga Bazel?"
Harry berkata dengan datar, "Terlalu rendah kalau keluarga Bazel menggunakan taktik seperti itu untuk membuatmu marah. Bagaimanapun juga, kami memiliki cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu."
Yang Harry katakan tidak salah. Hal semacam ini hanya memprovokasi Alex, bukan mencelakainya.
Harry bisa melihat dengan jelas kalau masalah ini benar-benar dirancang dengan bagus dan dimainkan dengan luar biasa. Keluarga Bazel, mereka tidak bisa berkata apa-apa.
Alex hanya menatap Harry dengan dingin. Dia ingin membunuh Harry terlebih dahulu terlepas dari semua itu. Kalau keluarga Bazel tidak memiliki pemimpin, kekacauan akan terjadi dan seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara pun akan berada di ambang kehancuran.
Harry melanjutkan, "Aku juga nggak mungkin melakukan hal seperti itu."
Alex berkata dengan nada dingin, "Kenapa nggak mungkin? Saat itu kamu juga pernah bilang Erika adalah kelemahanku. Bukankah ini saat yang tepat untuk menyerang kelemahanku?"
Harry pun tahu keluarga Bazel telah melakukan kesalahan dan sudah tidak bisa ditebus, tetapi dia juga tahu dia harus menjelaskannya kepada Alex sekarang. Kalau tidak, Alex akan langsung memulai pertarungan di dalam lobi ini. Dia tidak yakin bisa melarikan diri.
Jadi yang harus dia lakukan sekarang adalah menenangkan emosi Alex.
Dia menatap Alex. "Pikirkan sendiri. Kalau aku memang pelakunya, aku nggak akan membuka pintu dan membiarkanmu masuk tanpa hambatan."
Alex berkata dengan wajah dingin, "Sengaja membuat celah untuk menarik lawan."
Harry berkata dengan nada mencemooh, "Kalau begitu, taktik ini benar-benar nggak terlalu pintar, 'kan?"
Dia hanya ingin menyingkirkan orang-orang yang mencurigakan.
Setelah mengetahui hal ini, akhirnya dia merasa lebih tenang dan berkata dengan datar, "Kalau kamu yakin aku bukan pelakunya, silakan tinggalkan tempat ini. Keluarga Bazel nggak menyambutmu."
Alex mengangkat bahu dan menatap Harry, "Aku juga nggak ingin bertemu denganmu. Tapi mengingat kamu sudah nggak punya banyak waktu, aku nggak akan terlalu berdebat denganmu lagi. Selamat tinggal."
Setelah mengatakan itu, Alex pergi ke luar. Dia sudah yakin Harry bukanlah pelakunya. Bagaimanapun juga, apa yang dikatakan Harry masuk akal. Setelah bertemu dengan Harry, dia terus memikirkan alasan apa yang membuat Harry membunuh Erika.
Kemudian dia menemukan bahwa Harry benar-benar akan melindungi Erika sebelum dia mati.
Karena setelah Erika mati, tidak akan ada lagi permainan untuk dimainkan dalam persaingan ini. Dia akan kehilangan peraturan permainan dan langsung memusnahkan seluruh keluarga Bazel.
Meskipun Harry tidak mau mengakuinya, inilah kenyataannya. Kemampuan Alex bukanlah sesuatu yang bisa dilawan oleh salah satu dari mereka. Ditambah lagi Alex adalah anggota Biro Red Shield.
Kalau Alex menggila, otomatis pihak dari Biro Red Shield tidak akan melindungi keluarga Bazel, melainkan akan menggunakan kekuatan Alex untuk memusnahkan mereka.
Setelah Alex keluar dari rumah keluarga Bazel, Harry mengetuk tongkatnya dan memberi tahu kepala pelayannya, "Pergi dan suruh Yohan dan Sinarwa kembali."
Di dalam kedai kopi di bawah Hotel Gana ada seorang pria gemuk yang sedang minum kopi dan bermain game dengan sangat santai.
Pria paruh baya ini sangat gemuk dan pakaian yang dia kenakan sangat kuno. Sekilas, orang lain akan mengira pria paruh baya ini adalah penjual sarapan.
Alex datang ke hadapan Ilody dan berkata tanpa daya, "Kumohon untuk tetap menjaga kesehatanmu dan kembali ke sosok lamamu, oke? Aku benar-benar nggak terbiasa melihat tubuh paman tua gemukmu ini."
Ilody menatap Alex dengan acuh, "Apakah kamu datang kepadaku untuk mengomentari penampilanku?"
Alex menggelengkan kepalanya. "Bukan itu masalahnya. Aku datang ke sini untuk memperbarui kontrak saat itu."
Ilody menganggukkan kepalanya dan berkata, "Aku tahu, tapi sekarang Windy House mengalami kenaikan harga. Akhir-akhir ini bisnis agak bagus, jadi pemilik gedung meminta kenaikan harga."
Alex berkata tanpa daya, "Walaupun harganya naik, aku nggak punya tenaga tambahan di Negara Indonesia. Ada banyak hal yang harus kulakukan, jadi keselamatan istriku akan terancam."
Ilody menganggukkan kepalanya. "Memang kekuatannya nggak cukup kalau cuma tim kecil Andi."
Alex hanya bisa mengangkat bahu setelah mendengar ini, "Aku nggak menyangka kalian cukup handal dalam mencari informasi. Ternyata kalian juga bisa mengetahui beberapa hal ini."
Ilody tersenyum. "Kalau hal-hal seperti ini pun nggak tahu, itu artinya kita terlalu bodoh. Bagaimanapun juga, informasi juga sangat penting bagi kita."
Alex tidak ingin membicarakan hal ini dengan Ilody dan memberinya kartu bank. "Aku tahu peraturanmu. Uangnya sudah ada di sini, tapi kuharap kamu akan mengutus seseorang secepat mungkin. Lagi pula, aku masih belum menemukan dalang yang menaruh kesumba."
Ilody menatap Alex dengan acuh dan berkata, "Sebenarnya ada seorang pria yang bahkan kamu si Komandan Gang Beruang Hitam nggak bisa menemukannya. Sepertinya orang itu bersembunyi dengan sangat baik."
Alex hanya mengangkat bahu mendengar ini, mengetahui Ilody hanya sedang menggodanya.
Akan tetapi, terserah deh. Dia bukan Komandan Gang Beruang Hitam lagi. Dia hanya ingin tetap berada di sisi Erika dan menjaganya dengan baik.
"Terserah padamu saja. Sebenarnya aku selalu ingin menjalani kehidupan yang mulus dengan istriku, tapi sayangnya segala macam masalah selalu muncul," Alex berkata dengan pasrah.