
Saat mengatakannya, suara Jasmin jadi tersendat-sendat, dia sepertinya sedang mengingat kembali trauma waktu itu.
Meskipun Alex punya sifat dingin dan kejam, tapi dia benar-benar tidak punya rasa permusuhan terhadap Jasmin. Karena, sebelum dia datang ke Medan, dia sudah melakukan penyelidikan, dan juga mengelompokan Jasmin sebagai orang yang ingin dia gunakannya, dia bahkan masih punya sebuah rencana besar. Jika berhasil menenggelamkan keluarga Mahari, maka dunia bawah tanah Medan perlu seorang pemimpin, pada waktu itu Alex sudah menganggap Jasmin sebagai kandidat yang paling cocok.
Setelah mendengar laporan yang akurat, Alex mengetahui kalau selama 5 tahun belakangan, Jasmin selalu berpikir keras untuk memperluas kekuasaannya di Medan dan mencoba untuk melawan keluarga Mahari, tapi sejarah keluarga Mahari sudah cukup lama, dan kekuasaannya terlalu besar. Hingga saat ini, usaha Jasmin hanya bisa dikatakan tidak mungkin akan menang, dia sama sekali tidak bisa menggoyahkan pohon besar yang kokoh seperti keluarga Mahari.
“Nona Jasmin, kalau kamu tulus, maka tolong bantu aku lakukan sesuatu.” Alex memilih untuk mempercayainya.
“Oke! Katakan saja, Tuan Alex.” Jasmin sudah melihat kehebatan Alex, dia tahu kekuatannya jauh di atas dirinya, jadi dia secara tak langsung menempatkan dirinya di posisi rendah.
Selain itu, itu artinya dia sudah mengakui Alex karena sudah memilih untuk muncul, serta menunjukkan ketulusannya pada Alex.
Alex berkata, “Tolong cari sebuah tempat yang tersembunyi untuk memudahkan Tuan Larry membantu menyembuhkan kedua rekanku. Selain itu, kamu juga perlu mengirim orang untuk mengantar Tuan Larry ke sana.”
“Oke, ngak masalah.” Jasmin menelpon seseorang, lalu memberitahunya secara singkat, sedangkan Alex menelpon Rega dan Martin untuk meminta mereka segera membawa Friska dan Hengky keluar dari rumah sakit dan diantar ke tempat yang telah ditentukan.
Rega dan Martin sudah sepenuhnya percaya pada Alex sejak awal, mereka langsung menjalankan perintahnya tanpa mempertanyakannya sedikitpun.
40 menit kemudian, Alex sampai di sebuah villa terpencil yang berada sekitar 30 an km dari tempat mereka tadi bersama Jasmin.
Tidak hanya itu, Jasmin juga sangat perhatian dengan menyuruh orang untuk membersihkan jejak mayat yang ada di villa Larry.
Alex mendengarnya perintahnya itu secara langsung, dan mengangguk diam-diam.
“Tuan Alex, silakan. Apa Anda puas dengan tempat ini?” Sosok ramping Jasmin berjalan di depan untuk menuntun jalan, para pengikutnya bersembunyi di tempat gelap yang ada di sekitar, jumlah mereka setidaknya belasan orang, dan tersebar di setiap sudut.
Jasmin sangat yakin kalau Alex mengetahui dengan jelas keberadaan para pengikutnya.
Bagi Jasmin, semakin hebat Alex, semakin senang dirinya. Karena, dia mempunyai partner yang hebat, jadi balas dendamnya juga akan semakin bisa terwujud.
Jasmin dapat merasakan pengakuan Alex terhadapnya, hatinya juga merasa sangat senang.
“Kak, siapa dia?” tanya seorang pria dengan nada yang tidak bersahabat.
Alex pun melihat seorang pria kekar yang cukup kuat sedang memelototinya.
Jasmin berkata, “Ini Tuan Alex, Keano, jaga sopan santunmu.”
Keano Malik memandangi Alex dari atas sampai bawah, begitu merasa Alex lebih pendek darinya, dia pun mendengus sinis, “Tuan Alex? Mau ngapain?”
“Keano! Tuan Alex ke sini untuk urusan penting! Cepat minggir!” perintah Jasmin dengan nada dingin.
“Iya.” jawab Keano, lalu mundur. Namun, tatapan matanya terhadap Alex masih tetap dipenuhi ketidaksukaan.
“Kak Keano, Kakak sepertinya punya maksud sama si Tuan Alex.” kata seorang pengikut dengan suara pelan.
“Emang dia siapa?” Keano mengerucutkan bibirnya, lalu berkata, “Lihat saja gimana aku kasih pelajaran ke dia nanti.”
Pada saat ini, ada yang sedang membawa masuk Larry dengan tandu, Keano mendekat ke sana dan melihatnya, “Wah! Larry?! Akhirnya kamu jatuh juga ke tangan kami. Cepat, ikat dia, potong jadi 8 bagian, mau aku jadikan hatinya jadi cemilan!”
“Ada apa?” Alex segera menyadarinya, dia buru-buru berbalik dan kembali dengan cepat.
Jasmin juga menyadarinya, ”Keano! Jangan sembarangan kamu! Larry ditangkap oleh Tuan Alex, dia masih berguna!”
Keano berteriak, “Kak! Ibuku dibuat gila oleh kertasnya itu, pada akhirnya dia bunuh diri, aku tidak akan membiarkannya hidup! Aku harus membunuhnya!”
“Lepaskan dia!” teriak Jasmin dan Alex bersamaan.
Yang berbeda adalah, Alex sangat cepat, dia sudah berada di hadapan Keano dalam sekejap mata.
Keano yang sudah mencengkram bahu Larry dan hendak mematahkan leher Larry, tiba-tiba merasakan tangannya kesemutan, dan Larry terlepas dari genggamannya!
Kemudian, dia melihat dengan matanya sendiri bahwa Larry sudah berada di tangan Tuan Alex.
“Kamu…” Rasa kesemutan di lengannya masih ada, Keano terkejut dalam hati, hebat sekali Tuan Alex?
“Beraninya kamu main curang?” Keano tidak lagi memperdulikan rasa sakit di lengannya, dia melangkah maju dan melontarkan sebuah tinju ke punggung Alex.
“Hentikan!” Jasmin terkejut, dia tahu meskipun Keano agak ceroboh, tapi dia rajin belajar bela diri, bakatnya dalam bela diri sangat tinggi. Di umurnya yang masih muda, dia sudah melampaui tingkat master. Kekuatan tinjunya ini setidaknya ada sekitar ribuan kilogram, mau sehebat apapun Alex, pasti juga akan terluka parah jika terkena pukulannya ini.
Apalagi, Alex juga memegang Larry yang tidak bisa bergerak di tangannya, pasti akan kesulitan bergerak.
Namun, dia sudah tidak sempat menghentikan Keano! Dia tidak bisa berbuat apa-apa melihat kesalahpahaman yang akan segera terjadi.
“Sembunyi hei!” Jasmin panik sampai menghentakkan kakinya melihat Alex yang sepertinya tidak menyadari pukulan Keano.
Tepat saat tinju Keano akan mendarat di punggung Alex, Jasmin merasa tubuh Alex bergerak!
Sungguh menakjubkan!
Yang dilakukan Alex hanyalah membungkuk sedikit dan mundur 2 langkah pada waktu bersamaan, dia menggunakan seluruh tubuhnya untuk menabrak Keano yang bertubuh kekar!
“Ukh!” Tinju Keano melintas melewati bahu kanan Alex, lengannya masih terlentang di atas bahu lawan, tapi tubuhnya bergetar!
Tubuh kekar Keano yang terkena pukulan keras membatu di tempat, dia merasa aliran darah di dalam dadanya bergejolak hebat, dan kepalanya terasa pusing!
Sedangkan yang dilihat para pengikut lain adalah, saat tinju Keano hendak mengenai Alex, Alex hanya menghentikan langkah majunya sebentar, kemudian kembali berjalan maju, Larry juga tetap berada di tangannya.
“Huft! Baguslah!” Jasmin melihat dengan jelas gerakan luar biasa Alex, terutama dia merasa kalau Alex tidak melukai Keano, seketika saja dia jadi tenang.
Keano yang terpaku di tempat berhasil meredakan gejolak di dalam dadanya untuk waktu yang cukup lama, dua kali dia turun tangan, dan dua kali juga gagal. Kali kedua dia bahkan diserang oleh lawan di saat lawan sama sekali tidak punya persiapan. Keano segera mengerti, perbedaannya dengan Tuan Alex sungguh sangat jauh!
“Kak, mobil dari rumah sakit sudah tiba.” lapor seorang pengikut yang masuk.
“Cepat suruh mereka masuk!” perintah Jasmin.