
Awan gelap di langit menutupi cahaya bintang dan bulan sepenuhnya. Angin laut juga menjadi semakin kencang. Hal itu memberikan manfaat yang sangat besar bagi Alex dan Roselline untuk berjalan maju dalam persembunyian.
Perjalanan di sepanjang jalan itu sangat sempit, jadi Alex dan Roselline berjalan hampir berdampingan. Tiba-tiba, bayangan kedua orang itu berpisah ke kedua sisi dalam waktu bersamaan dan terlihat sangat serempak.
Ternyata ada dua orang penjaga rahasia di jalan gunung di depan.
Kewaspadaan kedua penjaga rahasia ini cukup tinggi. Satu di antaranya sedang terlelap dan yang satu lagi sedang membuka lebar matanya untuk mengamati satu-satunya jalan di gunung ini.
Keduanya bersenjata lengkap, karena mereka sudah siap untuk melakukan tindakan pada jam 12 malam. Oleh karena itu, tidak boleh terjadi masalah apapun saat ini.
Alex yang kebetulan berada di sisi dinding tebing menggunakan persepsinya. Setelah menyelidiki situasi di depan, dia langsung mengambil tindakan dan memanjat dinding tebing.
Roselline yang merasakan gerakan Alex juga segera merendahkan badan dan bergerak maju dengan cepat!
Penjaga rahasia yang sedang membuka lebar matanya itu merasa ada sedikit bayangan kabur di depan matanya, lalu dia mengedipkan matanya dengan kuat. Dia berpikir bahwa dia mungkin sudah terlalu gugup sehingga pandangannya menjadi kabur.
Dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, lalu kembali bersembunyi di posisinya untuk terus mengamati situasi.
Namun, tepat di saat dia tersenyum, senyumnya pun membeku di wajahnya!
Lehernya terasa dingin. Ternyata ada seseorang yang melompat turun dari atas dan menahannya sembari memotong pembuluh darah di lehernya dengan belati.
“Ukh...” Penjaga rahasia tersebut mencoba bersuara untuk memperingati temannya. Tetapi saat dia melihat ke arah temannya, dia melihat sebuah sosok ramping lainnya dan tubuh temannya juga terjatuh dengan lunglai!
Sungguh memalukan! Dia harus mati begitu saja tanpa sempat memperingatkan temannya? Kematiannya sungguh tidak berarti. Penjaga rahasia tersebut mati dengan penyesalan yang mendalam.
Kemudian, Roselline memberi Alex gerakan ‘OK’ dengan tangannya. Lalu, dua siluet itu berjalan berdampingan, seperti dua naga yang sedang berterbangan.
Di depan mereka adalah lereng landai halaman kecil di tengah gunung itu. Mereka berdua berhenti di persimpangan pada saat yang bersamaan.
Andi dan yang lainnya masih berada lebih dari 100 meter di belakang mereka.
Rupanya, di pintu keluar jalan gunung ini, masih ada dua orang penjaga rahasia yang sedang bersembunyi. Mereka menggenggam senapan ringan dan terus menatap ke arah jalan gunung ini.
Alex memberi isyarat kepada Roselline, artinya: Aku akan membereskan yang di sebelah kanan, kamu bereskan yang di sebelah kiri.
Roselline menganggukkan kepala. Mereka berdua membungkukkan tubuh mereka bersama-sama sampai hampir menyentuh tanah dan merangkak maju perlahan.
Setelah merangkak maju sekitar 6 meter, salah satu penjaga rahasia itu menggumamkan sesuatu.
Roselline dan Alex bergerak hampir bersamaan dan bergegas menyerang dua penjaga rahasia yang berada 4 meter jauhnya bagaikan angin topan.
Bahkan pasukan perang elit yang terlatih pun tidak dapat membayangkan orang seperti apa yang berani menerjang ke depan senjata mereka secara langsung?!
Jika mereka menarik pelatuknya, maka kedua orang ini akan segera menjadi sarang lebah!
Namun, sudah terlambat saat mereka menyadarinya! Penglihatan mereka juga sangat terpengaruh karena angin laut. Mereka baru terkejut dan menyadarinya ketika Alex dan Roselline sudah berjarak 2 meter di depan mereka!
Tetapi mereka hanya sempat mengangkat sedikit senapan ringan mereka, wusss wusss! Kedua belati melayang pada saat yang bersamaan dan menusuk tenggorokan mereka dengan akurasi yang tak tertandingi.
Siluet Alex dan Roselline tiba-tiba berhenti dan berdiri di samping target masing-masing, sedangkan pelatuk pengaman senapan ringan di tangan kedua penjaga rahasia di depan mereka sudah dikunci!
Meskipun kedua penjaga rahasia yang di ambang kematian itu menggerakkan jari telunjuk mereka dan menarik pelatuknya, mereka juga tidak akan bisa menembakkan peluru.
Roselline menyadari bahwa Alex menggunakan cara yang sama seperti dirinya, dan hal ini lagi-lagi membuatnya terkagum: Pengalaman kejam seperti apa yang sudah membuat Alex menjadi begitu hebat?
Tidak hanya itu, dia juga menyadari bahwa kemampuan Alex sepertinya telah melampaui dirinya, entah itu dari segi gerakan tubuh maupun keahliannya!
Mungkin saja Alex dilahirkan dengan bakat khusus di bidang ini, jika tidak, bagaimana mungkin dia bisa dibandingkan dengan Roselline yang rajin berlatih?
Setelah empat orang terbunuh, seharusnya masih ada enam belas orang yang tersisa.
Siut! Roselline berbelok ke kiri dan Alex ke kanan dengan tujuan yang sama yaitu menuju ke samping halaman kecil untuk mengepung musuh. Kerja sama mereka berdua sangat sempurna.
Roselline merasa bahwa dalam pertempuran kali ini, suasana hatinya sangat tenang, seperti bertarung berdampingan dengan orang yang dicintainya dulu! Hatinya terasa sakit saat memikirkan hal itu.
Zzz zzz, alat komunikator di pergelangan tangan Roselline, Alex beserta Andi dan yang lainnya bergetar ringan.
Semua orang segera bersembunyi untuk mengamati pesan pada alat komunikator di pergelangan tangan mereka.
Rupanya itu adalah informasi yang didapatkan oleh Mark, si penembak jitu melalui pengamatan dari lensa pengamatnya.
Di sekitar dinding halaman kecil terdapat 4 orang penjaga yang bersembunyi di dalam kegelapan.
Di halaman kecil, ada 12 orang yang sedang rapat dan berkumpul di satu ruangan.
Penempatan seperti ini menunjukkan kewaspadaan Monster, sang ahli perang khusus.
Saat bertempur di negara asing, tidak boleh ada sedikit pun kelalaian. Jika tidak, maka akan berakibat fatal.
“Semuanya, saat ini tepat jam 10 dan masih ada waktu 2 jam sebelum operasi kita. Tapi kita membutuhkan waktu setengah jam untuk mencapai pelabuhan baru. Jadi, aku harus menjelaskan dengan jelas mengenai rencana operasi kita sekarang juga. Tim pertama, kalian bertanggung jawab untuk memasang bom di sepanjang jalan. Tepat pada jam 11, semua bom sudah harus selesai dipasang dan kalian harus bersiap untuk berangkat.”
“Baik!”
“Tim kedua, kalian bertanggung jawab untuk menyelidiki jalan di depan. Saat menghadapi perlawanan, langsung saja bunuh di tempat dan bersembunyilah.”
“Baik!”
“Tim ketiga, kalian bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan tim lainnya dan menyiapkan kendaraan untuk evakuasi. Pada pukul 12.30 malam, kita sudah harus evakuasi dan pada saat yang sama, jadikan pelabuhan baru menjadi kembang api yang indah!”
“Baik!”
“Aku, Javier dan Jason bertanggung jawab atas pengendalian seluruh operasi, dan juga mengkoordinasikan semua tindakan tim. Apakah kalian semua sudah mengerti?"
“Mengerti!”
“Operasi ini ngak boleh gagal. Atau, kita akan sangat malu untuk kembali ke negara kita dan semuanya harus bunuh diri dengan membelah perut!”
“Baik!”
Monster merasa sangat puas terhadap para prajurit di depannya yang sudah menerima pendidikan militer yang ketat dari dirinya, “Mulai dari sekarang, kita sudah memasuki situasi siap perang. Keberadaan kita di sini adalah rahasia militer yang mutlak dan ngak ada orang yang mengetahuinya. Jadi, kita seharusnya masih aman untuk saat ini. Tentu saja, penjaga di luar juga akan memastikan keselamatan kita.”
Dia berkata dengan serius, “Masih ada sisa waktu 50 menit, kalian istirahatlah di tempat!”
Hal yang dimaksud dengan istirahat di tempat sebenarnya hanyalah beristirahat dengan berbaring atau duduk sekenanya. Itu adalah hal yang sangat lumrah bagi anggota pasukan khusus.
Benar saja, setelah menerima perintah, orang-orang ini segera bersandar di tempat, lalu memejamkan mata dan memasuki keadaan istirahat.
Dor! Beberapa menit kemudian, terdengar suara tembakan yang memecahkan keheningan langit malam!
Rupanya, saat Roselline menyerbu masuk ke dalam dinding halaman, ada seorang penjaga rahasia yang menyadarinya dan bersiap untuk menembak. Tapi pada akhirnya, Mark si penembak jitu yang menyadarinya terlebih dahulu dan menembak mati orang itu dengan satu tembakan. Serangan dadakan itu pun resmi dimulai.
“Bangun! Ada serangan musuh!” Sebagai seorang pemimpin, Monster tentunya adalah orang yang paling waspada. Seni bela dirinya juga adalah yang paling kuat.
“Ada apa ini?”
“Apa yang telah terjadi?”
“Apa sudah mau berangkat?”
Orang yang masih linglung malah berpikir kalau sudah waktunya untuk berangkat.