
Pak Olga menggelengkan kepala sambil tersenyum, “Jenderal Roselline, kamu bisa terus memimpin pertempuran. Keselamatan seorang pejuang tua sepertiku ngak akan mempengaruhi instruksimu.”
“Satu menit lagi! Semua pasukan yang ikut serta dalam pencarian segera pergi dari posisi kalian! Cepat! Ini adalah perintah!” teriak Roselline lewat komunikator.
“Baik!” Para pasukan sebenarnya tahu betapa bahayanya misi pencarian ini, bahkan mereka tahu betul mereka juga mungkin akan diledakkan menjadi abu meskipun meninggalkan area pencarian!
Namun, mereka adalah pasukan negara, juga pelindung negara! Mereka tidak punya hak untuk memilih bubar terlebih dahulu. Mereka hanya bisa menyerahkan keselamatan kepada para warga! ini adalah janji dan obsesi mereka!
Jika para pasukan yang bertanggung jawab atas pencarian gugur, maka Roselline lebih baik mati bersama mereka!
Drrrr! Tiga unit helikopter terbang dari arah laut menuju ke pelabuhan baru dengan cepat.
“Alex, apa semua bomnya sudah diatasi?” Roselline bertanya pada Alex melalui komunikator.
“Jenderal Roselline tenang saja, bom sudah dilempar ke dalam laut!” jawab Alex.
Roselline berkata, “Helikopter kalian boleh menjauh dari pelabuhan baru. Kemungkinan ada bom di sini.”
Alex berkata, “Saudaraku masih di sana, jadi aku harus kembali!”
Pilot itu berkata keras, “Benar! Teman seperjuangan kami juga ada di sana, kami harus berjuang dengan mereka!”
Andi juga ikut berseru, “Benar! Saudaraku masih ada di sana, aku harus kembali!”
Kematian sebenarnya tidak mengerikan, mereka lebih rela mati bersama!
Jarum jam terus bergerak menuju ke angka 12!
Ketiga unit helikopter mendarat perlahan di posisi semula.
Lima, empat, tiga, dua, satu!
Helikopter mendarat! Alex, Andi dan satu petugas polisi turun dari helikopter!
Jantung Roselline hampir berhenti berdetak pada saat terakhir!
Dia bingung sejenak! Apa? Apa yang terjadi? Kok ngak meledak?
“Berhasil!” teriak Pak Olga!
Roselline seketika merasa lega, “Jangan senang dulu, teruskan pencarian, jangan lewatkan satu pun hal mencurigakan!”
“Siap!” jawab para pasukan dengan serentak, kemudian kembali ke medan perang masing-masing.
Apa hebatnya ancaman kematian? Mereka sejak awal adalah pasukan yang siap berkorban untuk negara kapan saja!
Setelah puluhan menit berlalu, tiba-tiba terdengar suara gelombang air besar di kejauhan laut sana dan kapal besar di pelabuhan sekitar juga terkena hantaman dari gelombang air.
Sebenarnya Alex dan Andi sangat gugup dari tadi, karena mereka berdua tahu waktu yang ditentukan pada tiga bom itu akan meledak tepat pada waktu 00.10!
Waktu berlalu dengan normal pada jam 00.10. Sepuluh detik kemudian, Alex dan Andi saling menatap dan baru merasa lega: Menang!
Pada pukul 00.00, Monster mengejek ketika melihat semua orang begitu gugup, tapi dia ingat waktu ledakannya. Setelah sepuluh menit berlalu, dia pun merasa panik karena tidak mendengar suara ledakan: Apa-apaan ini? Apakah mereka telah membereskan semua bom? Bagaimana mungkin?!
Beberapa menit berlalu kembali, mereka kembali menemukan beberapa bom nirkabel, tapi suasana di seluruh pelabuhan baru sangat tenang, tampaknya kualitas para pasukan militer sangat baik.
Pukul 00.30, Roselline menatap ke arah Alex, lalu mereka berkomunikasi lewat tatapan, Alex berkata, “Sudah berakhir!”
Roselline menganggukkan kepala, “Oke!” Kemudian, Roselline memberi perintah untuk mengakhiri operasi, tapi tidak mengizinkan warga kembali. Dia terus mengerahkan polisi untuk menemukan sisa bom agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Situasi ini berlanjut sampai sore hari berikutnya, dan barulah Pak Olga memberi perintah untuk mengakhiri operasi! Warga yang dievakuasi akhirnya bisa pulang!
Banyak warga yang tidak tahu kebenaran, jadi mereka mengeluh karena merasa polisi terlalu memperbesar masalah sampai mengusir mereka dari rumah yang mana mempengaruhi istirahat dan waktu santai mereka…
Jam 15.00 di hari kedua, di kantor kepolisian Kota Medan, Pak Olga berdiri dan memberi hormat pada Roselline, “Jenderal Roselline, terima kasih padamu dan rekan-rekan seperjuanganmu yang telah membasmi para ******* tersebut. Kalau tidak, akan terjadi masalah besar pada kota Medan! Sekali lagi terima kasih banyak!”
Roselline menggelengkan kepala, “Mereka bukan rekan seperjuanganku.”
“Hm?” Pak Olga tercengang.
Roselline menggelengkan kepala, “Bukan, tapi bisa dikatakan iya. Bagaimanapun tadi malam aku berjuang bersamanya!”
Pak Olga tersenyum pahit, “Jenderal Roselline, apa kamu bercanda?! Jika Alex bukan rekan seperjuanganmu, mengapa kamu berusaha keras membelanya? Kamu juga tahu kalau dia telah membunuh puluhan orang! Jika dia bukan rekan seperjuanganmu, apakah kamu ngak takut aku akan menangkapnya sekarang dan memberi hukuman padanya?”
Roselline tersenyum, “Dia memang pernah membunuh orang, tapi orang-orang itu adalah bajingan! Semalam, dia telah menyelamatkan ratusan ribu nyawa, sedangkan semua ini adalah warga baik di kota Medan. Apakah dia tidak bisa menebus kesalahannya dengan ini?”
Pak Olga berkata, “Karena Jenderal Roselline telah berkata begitu, maka aku tentu saja juga sependapat. Menurutku, Pak Daniel pasti juga berpikir demikian.”
Roselline menganggukkan kepala, “Iya, terima kasih Pak Olga.”
Malamnya, Roselline mengajak Herman, Alex, Andi dan lainnya pergi makan secara rahasia. Sebelum datang, Roselline telah memperkenalkan kepada Herman tentang Alex dan rekan seperjuangan yang berpartisipasi dalam operasi untuk melindungi pelabuhan baru tadi malam, dia juga menjelaskan kepada Herman bahwa Andi dan yang lainnya perlu diberi status baru. Mereka bisa dianggap sebagai pensiunan tentara daerah militer kota Medan, jadi mereka hanya perlu membuat sertifikat pensiun saja.
Herman tentu saja tidak setuju pada awalnya, kemudian Roselline langsung mengatakan rahasia itu: Alex Gunawan adalah Komandan Gang Beruang Hitam, sedangkan Andi adalah raja kekuatan Gang Beruang Hitam!
Herman sengaja bertanya kepada Pak Olga mengenai situasi tadi malam, setelahnya dia baru tahu bahwa Roselline rupanya telah melakukan operasi besar tadi malam!
Herman sangat bingung, “Jenderal Roselline, kamu kira tentaraku ngak berguna ya? Mengapa tadi malam kamu ngak memberi tahu pihak militer tentang hal itu? Mengapa juga ngak menggunakan kekuatan tim militer?”
Roselline berkata, “Pak Herman, ngak ada anggota Alex yang terluka tadi malam. Jika Anda mengirim pasukan ke sana, aku khawatir mereka terlalu muda dan rentan menjadi korban!”
Herman sangat marah, “Jenderal Roselline, terus terang saja, kamu memandang rendah pasukan khusus militer kota Medan, kan? Kamu kira pasukan khusus terhebat di seluruh Medan cuma Pasukan Khusus Red Shield doang?”
Roselline berkata, “Meskipun Pasukan Khusus Red Shield sangat hebat, tapi ngak sehebat Gang Beruang Hitam.”