Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Perkelahian Sengit


Orang-orang ini berteriak dengan keras ketika mereka menyerbu, tetapi mereka dipukuli segera setelah mendekat. Tidak sedikit dari mereka yang langsung babak belur.


Saat melihat darah, banyak orang yang ketakutan, bahkan ada yang langsung berbalik dan bertabrakan dengan yang menyerang maju sehingga menimbulkan kekacauan.


Meskipun Devan memiliki banyak orang, tapi sama sekali tidak mendominasi. Dalam formasi keamanan hotel Emperor, ada ahli seperti Alex, Martin dan Rega, yang menghadang lawan mati-matian. Melihat seseorang bergegas ke arah pintu, bisa dipastikan lawannya akan tergeletak ke tanah hanya dengan tusukan pelan oleh Alex.


Hengky yang terkepung bahkan lebih galak, dia menjatuhkan tujuh hingga delapan orang tanpa usaha sama sekali.


Di awal perkelahian sengit, penjaga keamanan hotel Emperor sangat takut tidak bisa menghalangi mereka. Tetapi setelah bertarung, barulah mereka menyadari bahwa pihaknya lebih unggul. Selain itu, melihat Hengky menghadapi begitu banyak orang sendirian, dan berjaga di bagian terdepan. Orang kuat semacam ini cukup untuk meningkatkan kemauan bertarung para penjaga keamanan.


“Selemah ini bahkan berani bertarung denganku?” Hengky meraih seorang pria kurus yang hanya sekitar 50 kg dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


"Datanglah lagi setelah berlatih!” Hengky melempar orang itu keluar, dan langsung menjatuhkan enam orang lainnya.


Pihak lawan kembali kacau.


"Semuanya, hajar habis-habisan sekumpulan pengecut ini.” Hengky berteriak. Dengan adanya dorongan dari Hengky, penjaga keamanan hotel Emperor menjadi semakin kuat. Segera, jumlah orang di pihak lawan yang dipukuli hingga tidak bisa berkelahi lagi meningkat menjadi 60 hingga 70 orang. Sedangkan untuk hotel Emperor, dari belasan penjaga, hanya satu hingga dua orang yang terkena luka ringan.


Kedua penjaga yang terluka ini, meskipun mereka terlihat menyedihkan, yang satu dipukuli oleh tongkat di dahi dan yang satunya tergores pisau di lengan, tetapi mereka tidak berpikir untuk melarikan diri. Setelah ini, Presdir Buana masih akan memberikan bonus yang sesuai. Cedera seperti ini tidak ada apa-apanya!


Kali ini Hengky sepenuhnya mematuhi perintah Alex dalam memukuli orang. Saat memukuli orang, tenaga yang dikeluarkan harus akurat, dengan begitu setiap kalinya pasti akan patah tulang. Apalagi, setiap kalinya hanyalah satu pukulan! Ini membuat pihak lain kalah besar.


Alex sendiri juga tidak perlu terlalu lelah, dia hanya membantu Rega dan Martin menjaga pintu. Untuk bagian depan, sudah ada petarung hebat seperti Hengky yang cukup untuk menahan serangan lawan.


Panji Tantra yang memimpin pertempuran melihat bahwa pihak mereka sama sekali tidak unggul, selain banyak yang terluka, bahkan pintu lawan juga tidak bisa diterobos.


Fikri yang sedang marah besar melemparkan tongkat besi di tangannya ke arah Alex.


Alex menyamping sehingga tongkat besi itu tidak mengenainya. Saat tongkat besi itu mengenai kaca, brak, pintu kaca yang besar itu hancur. Kaca-kaca yang pecah berserakan di lantai. Di dalam hotel, tidak ada pelanggan yang terluka karena semua orang telah menjauh dari pintu, tetapi mereka terkejut oleh suara keras yang datang tiba-tiba. Beberapa tamu wanita yang memang sudah sangat gugup sejak awal, bahkan sampai berteriak.


Beberapa pelanggan bertanya dengan cemas: "10 menit sudah lewat sejak menelpon polisi, mengapa mereka masih belum datang?"


Alex berkata: "Ada begitu banyak orang di luar, mobil polisi mungkin tidak bisa masuk. Tidak masalah, sebentar lagi juga orang-orang ini akan diam."


Setelah beberapa saat, beberapa penghuni dan staf hotel berkumpul karena penasaran, mereka menyaksikan pertempuran di luar dari balik jendela, dan mereka sangat mengagumi Alex dan para penjaga keamanan. Kemudian berbisik: "Penjaga keamanan hotel Emperor kita memang hebat, belasan dari mereka melawan ratusan."


Mendengar apresiasi tersebut, para penjaga keamaan kembali bersemangat.


Perkelahian menjadi semakin sengit, tongkat-tongkat berterbangan, suara teriakan tanpa henti. Lebih dari 100 orang dari 800 orang yang dibawa Devan gugur dalam waktu kurang dari 30 menit, dan jumlah penjaga keamanan hotel Emperor yang terluka juga meningkat menjadi lima orang, mereka dibawa ke dalam hotel oleh staf untuk dirawat. Oleh karena itu, pertahanan menjadi lemah.


Fikri memerintahkan anak buahnya, "Cepat masuk. Ada celah di bagian timur. Cepat!"


Devan duduk dengan tenang di dalam mobil pada awalnya, tetapi setelah sekian lama, dia tidak bisa duduk diam lagi.


Tepat saat ini, seseorang secara diam-diam melapor ke Devan, "Presdir, polisi ada di sini. Orang-orang kita sudang menghadangnya di luar, tapi kiranya tidak akan bertahan lama."


Devan seketika menjadi cemas, "Panji!"


“Presdir, kami di sini.” Panji membungkuk.


Devan berkata: "Panji, tidak ada waktu lagi. Kamu juga sudah melihat situasinya. Jika masih tidak mengambil tindakan, maka akan jadi hal buruk jika polisi masuk. Setelah urusannya beres, masing-masing dari kalian bertiga akan mendapat bonus 2 miliar. "


"Terima kasih, Presdir Utama! Anda bisa lihat bahwa mereka sudah tidak bisa menahannya lagi. Orang-orang kita bisa menerobos ke dalam kapan saja. Aku akan segera membawa orang untuk membunuh Alex."


Devan menggosok tangannya, "Terima kasih atas kerja kerasmu, pastikan untuk membunuhnya."


Ketiganya berkumpul untuk berdiskusi, Bagas Tantra berkata: "Beberapa penjaga keamanan hotel Emperor itu hebat juga. Kerugian kita lumayan besar. Ayo masuk dan hancurkan hotel Emperor!"


Panji berkata: "Kak Fikri, kak Bagas, apakah kalian berdua melihatnya? Orang yang memegang pipa besi di depan ekskavator sungguh sulit dikalahkan. Dia menjatuhkan setiap orang dalam setiap pukulan. Kita tidak bisa hanya menargetkan Alex, tapi juga harus berhati-hati dengan yang lain. "


Bagas mengamuk: "Kita tidak mengenalnya, siapa itu? Dia memang kuat. Namun, sekuat apa pun dia, juga tidak dapat melawan bayang orang! Aku akan memanfaatkan kekacauan nanti untuk membunuhnya. "


Dengan tatapan galak, Bagas mencabut sebuah pisau dari pinggangnya, "Aku akan pergi membunuhnya sekarang."


Awalnya, semuanya berada di bawah kendali Alex. Tapi siapa sangka bahwa pada saat kritis, muncul seorang pria kulit hitam yang bertubuh besar dari belakang orang-orang Devan. Orang ini lebih kuat dari Hengky.


Pada saat ini, Andi melewati hotel dan melihat bosnya dikepung!


Dia merebut sebuah pipa besi dan memukul orang-orang itu. Hengky masih bisa memukul orang dengan logika, tetapi tidak dengan Andi. Apalagi, ilmu bela diri Andi jauh lebih baik daripada Hengky.


"Beraninya para bajingan ini mengepung bosku, benar-benar cari mati!" Andi bergegas menyerang dengan pipa besi di tangannya.


Begitu selesai bicara, dia melihat pria kulit hitam yang bertubuh besar muncul dari belakang. Andi mengangkat pipa besi di tangannya. Dalam situasi ini, yang dilihat bukanlah jurus, melainkan siapa yang lebih kuat. Andi memukul dengan kejam dengan pipa besi di tanganny, dan mengalahkan 4 hingga 5 orang sekaligus! Semuanya bahkan terluka parah.


Andi memukul sambil berteriak, “Nak, hari ini kakek akan mengajari kalian caranya berkelahi.” Andi berteriak, lalu maju selangkah demi selangkah dengan pipa besi di tangannya. Semua orang yang berada di tempatnya berdiri jatuh tergeletak.


Bagas bergegas menyerang dengan pisau di tangannya, lalu berteriak: "Bertahanlah, serang dia! Pukul dia! Bunuh pria besar ini!"


Para bawahan yang melihat Bagas datang, seketika menjadi bersemangat, mereka bergegas menyerbu Andi. Tongkat dan pisau di tangan mereka diayunkan dengan cepat, sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.


Andi mencibir, menghadapi begitu banyak senjata yang menyerangnya, dia tidak panik sama sekali, pipa besi di tangannya tetap menyerang dengan akurat.