
Jurus Gerik seperti jurus dari Sekte Kararo. Saat pedang menebas pasti ada energi yang mengembun di sekitar tubuh. Ini adalah jurus melindungi diri sendiri ketika menyerang. Meskipun serangan itu tidak mematikan, tapi bisa bertahan lama. Kalau Mark melakukan pertarungan lama dengan Gerik, Mark pasti bukan lawannya.
Mark juga tidak ingin bertarung lama dengan Gerik, karena dia tahu keunggulan sendiri dan kekurangan lawan, jadi sejak awal dia ingin mengakhiri pertarungan ini dalam waktu singkat.
“Bos benar-benar nggak perhatian padaku, bisa-bisanya pergi begitu saja. Bagaimana kalau aku mati di tangannya? Kalau aku mati, bos mana ada penembak jitu lagi!” Mark menghela napas.
Pisau di tangannya menusuk ke depan lagi. Kali ini, Mark sempat menghindari pedang yang hampir menusuk ke tubuhnya, lalu pisau di tangannya juga berhasil menusuk ke jantung Gerik.
Tubuh Mark seperti lumpur, sangat elastis, jadi setiap kali dia menghindari serangan lawan, tubuhnya akan menjadi bentuk yang luar biasa.
Bahkan bisa berbelok sampai 90 derajat. Kalau orang biasa yang melakukan ini, pinggangnya pasti sudah patah.
Ekspresi Gerik menjadi muram, satu tangannya meraih pergelangan tangan Mark. Tapi ini tindakan salah Gerik, karena tangan Mark seperti belut, tidak bisa dipegang, jadi pisau berhasil menusuk ke jantungnya.
“Ha!” seru Gerik. Ketika menginjak di tanah, tubuh mundur ke belakang.
Crit!
Setelah pisau Mark menusuk ke jantung Gerik, dia tahu tidak bisa menusuk semakin dalam, jadi dia menghindar ke samping, lalu darah itu pun memuncrat. Baju di dada Gerik sudah berlubang karena sayatan pisau, lukanya juga terlihat jelas dan darah terus mengalir.
Gerik membelalak mata. “Ini!”
Mark hanya tersenyum. “Sudah kubilang, meskipun aku hanya tersisa satu tangan, aku juga bisa membunuhmu, tapi kamu nggak percaya!”
Sebenarnya Mark tahu tadi dia berada dalam bahaya, tapi dia sedang mengambil risiko. Kalau dia tidak sempat menghindari serangan pedang itu, setengah tubuhnya pasti akan dipotong.
Dia benar-benar bertarung dengan nyawa.
Namun, efeknya sangat baik. Dia berhasil melukai Gerik, meski luka Gerik tidak begitu parah, tapi ini awal yang baik.
Wajah Gerik menjadi masam. “Jurus apa yang kamu pakai? Tubuhmu elastis seperti belut.”
Mark hanya tertawa. “Kamu tentu saja nggak tahu, donk. Dulu, ketika aku mempelajari jurus ini, aku juga terkejut, karena aku nggak menyangka tubuh orang bisa begitu elastis. Kalau kamu mau belajar, aku bisa mengajarimu asal kamu memanggilku guru dan bersujud padaku.”
Gerik memelototi Mark dengan marah, “Benar-benar bocah yang sombong, hari ini aku akan memperlihatkan kehebatanku!”
Begitu Gerik melangkah keluar, pedang panjang itu sudah diayunkan, pakaiannya juga berterbangan, seolah-olah ada angin yang meniup di dalam pakaian itu.
Setelah Gerik mengayunkan pedang panjangnya, Mark tidak bisa lagi mendekati Gerik, hanya bisa mundur.
“Sring!” Tiba-tiba Gerik menusuk ke depan, bahkan terdengar suara ledakan dari tubuhnya dan pedang panjang itu segera muncul di depan Mark.
Pupil mata Mark pun menyusut dan segera menghindar ke samping, sehingga pedang itu hanya berhasil menusuk tembus bahunya hingga ke mobil di sampingnya. Mobil itu pun ada lubang besar, sedangkan Gerik hanya menarik keluar pedangnya dan menatap Mark dengan dingin.
“Bisa-bisanya memaksaku untuk menggunakan jurus ini, kamu memang hebat. Selain itu, kemampuanmu pasti sudah mencapai Alam Grandmaster tingkat menengah. Tak disangka master Alam Grandmaster tingkat menengah sepertimu ingin bertarung dengan master Alam Grandmaster tingkat tinggi sepertiku. Kamu memang berani.”
Mark hanya tertawa. “Apa aku perlu merasa terhormat, bagaimanapun juga aku sudah pernah bertarung melawan master Alam Grandmaster tingkat tinggi sepertimu?”
Gerik mencibir. “Kali ini kematianmu akan berarti, karena bisa mati di tanganku!”
Ekspresi Gerik menjadi masam. “Apa kamu masih ingin membunuhku? Bagaimana kamu bisa membunuhku?!”
Mark menunjukkan pisau di tangannya pada Gerik, kemudian berkata dengan senyum, “Bunuh dengan begini, loh.”
Tiba-tiba dia menyerang dengan cepat. Tangan kanannya sudah luka parah, tapi dia sendiri kidal, jadi tidak mempengaruhi pertarungannya.
Gerik berseru, “Kurang ajar, mati saja kamu!”
Gerik melambaikan pedang panjangnya lagi, kali ini Mark sudah menyerang ke depan, bahkan mengadang serangan pedang Gerik dengan pisau. Pedang itu melintas bayangan pedang, sedangkan pisau Mark sudah mengadang semua serangan Gerik.
Ekspresi Gerik semakin masam. Gerik tahu tadi dia masih bisa menyiksa Mark, tapi Mark yang saat ini sudah sanggup menghindari semua serangannya.
Peningkatan kekuatan ini membuatnya sangat bingung, dia tidak mengerti kenapa Mark bisa berubah menjadi orang yang berbeda dalam waktu singkat.
Apa Mark yang tadi terus menyembunyikan kemampuan sebenarnya?
Tapi, bukankah cara begini sangat kejam pada diri sendiri?
Tadi, dia hampir saja mematahkan tangan Mark, tapi dia masih ada kemampuan tersembunyi. Bukankah ini sangat keterlaluan?
“Apa tadi kamu terus menyembunyikan kemampuan sebenarnya?” Gerik berekspresi masam, bahkan tidak mengerti kenapa Mark harus begitu.
Mark hanya tertawa. “Tentu saja, kemampuanku tidak begitu lemah, aku saja malu untuk mengatakan hal ini. Bisa melawan orang hebat sepertimu, aku merasa sangat terhormat. Tapi kalau aku bisa membunuhmu, aku akan lebih merasa terhormat.”
Gerik mendengus, “Jadi, kenapa kekuatanmu sekarang berbeda dengan yang tadi?”
Mark mengangkat bahunya. “Ini kamu nggak akan tahu, sebenarnya aku ada kebiasaan. Kalau kekuatan musuh semakin kuat, kemampuanku akan semakin kuat. Nggak boleh dibilang semakin kuat, hanya bisa dibilang semakin nggak takut mati.”
Gerik mendengus. “Tapi itu semua hanya cara licik, bukan cara yang benar. Aku akan membiarkanmu mati di bawah pedangku!”
Mark berkata dengan tak berdaya, “Kalau kamu ada kemampuan begitu, kamu boleh mencobanya. Lagian aku tetap akan di sini, kalau kamu nggak bisa membunuhku, aku akan membunuhmu.”
Gerik hanya mendengus, lalu menyerang Mark lagi.
Kali ini, serangan Mark berubah menjadi sengit. Pisau di tangannya tidak digunakan untuk mengadang lagi, dia mulai mencoba menggunakan cara saling menyakiti. Selain itu, Gerik berada dalam keadaan pasif.
Meskipun tangan dan lengannya tidak lagi bisa bergerak, Mark hanya menunjukkan ekspresi meremehkan, tidak ada rasa khawatir, seolah-olah hidup dan mati itu sudah ditakdirkan.
Bagi Gerik, ekspresi Mark ini sangat percaya diri dengan kekuatannya sendiri.
Di terowongan terus-menerus menggemakan suara kedua senjata yang saling bertabrakan, seperti suara gerimis yang jatuh ke seng. Mereka berdua tidak menarik napas, karena sedang menunggu satu sama lain lengah.
Sedangkan Gerik masih sangat terkejut, dia tidak mengerti kenapa Mark bisa semakin hebat, meski luka di tubuh Mark sudah sangat banyak.
Sekujur tubuh penuh dengan darah, terlihat sangat mengerikan, tapi Mark seperti tidak melihat darah itu.
Sedangkan Gerik yang melihat itu merasa takut, juga tidak tahu apa yang sedang terjadi.