
Namun, Ruby juga masih khawatir. Bagaimanapun juga, dia tahu bahwa tidak ada orang yang bisa melawan keluarga Bazel di tempat ini. Orang yang berani memprovokasi keluarga Bazel pada akhirnya akan dibunuh.
Di tempat ini, keluarga Bazel adalah raja. Mereka bahkan bisa melakukan apa pun tanpa memedulikan pihak pemerintah. Sering kali, perintah dari pemerintah akan berhenti di tempat ini lantaran keluarga Bazel selalu menghalanginya.
Alex tentu mengetahui hal itu, makanya dia dan anggota Biro Red Shield baru datang ke tempat ini. Tujuannya adalah untuk membantu pihak pemerintah agar bisa menghadapi keluarga Bazel dengan lebih lancar.
“Sekarang, kita sudah mempunyai saksi dan bukti, lalu yang tersisa hanyalah menyuruh pengadilan untuk menangkap Farrel,” kata Alex.
Roselline mengangguk, “Aku akan mengatur hal itu. Kamu hanya perlu tinggal di sini dan melindungi Ruby dengan tenang.”
Alex melihat ke sekeliling, “Tempat ini tentu saja sangat aman. Aku bahkan nggak perlu tinggal di sini. Ruby akan benar-benar dalam bahaya saat meninggalkan markas militer ini. Sebelum sampai ke pengadilan, pasti akan ada banyak orang yang menghalanginya.”
Roselline juga tahu bahwa bukan hanya keluarga Bazel, tetapi orang-orang yang mempunyai hubungan erat dengan keluarga Bazel juga akan memikirkan segala cara untuk mencegah tindakan mereka. Hanya saja, Roselline sama sekali tidak khawatir tentang hal itu.
Selama Alex berada di tempat ini, keselamatan Ruby pasti akan terjamin. Meskipun setelah meninggalkan markas militer, Alex juga pasti bisa menjamin keselamatan Ruby.
Setelah selesai berunding dengan Alex, Roselline pun langsung meninggalkan markas militer.
Farrel sedang duduk di dalam Club Sky dengan ekspresi yang terlihat sangat muram. Saat mendengar laporan dari bawahannya, dia merasa semakin gelisah.
“Aku sudah menyuruh kalian untuk menghabisi wanita itu, kenapa kalian malah membiarkannya kabur?” Wajah Farrel dipenuhi dengan amarah saat menatap pengawal yang berlutut di hadapannya itu.
Pengawal itu juga sangat tidak berdaya. Bagaimanapun juga, dia tahu bahwa ini bukanlah salahnya seorang diri. Siapa yang menduga bahwa Ruby sanggup menahannya dan akhirnya melompat keluar dari mobil. Mereka semua berpikir bahwa Ruby sudah pingsan lantaran apa yang mereka perbuat pada Ruby sangatlah kejam.
Namun, Ruby malah berhasil melewatinya tanpa bersuara sehingga hal ini pun terjadi. Mereka juga tidak menginginkan akhir seperti ini!
Farrel langsung menghantam asbak di tangannya ke dahi pengawal itu sehingga darah segar langsung mengalir keluar. Namun, pengawal itu hanya meringis sekali tanpa berani melakukan tindakan lainnya.
Farrel menarik napas panjang, “Gara-gara satu kesalahanmu, aku jadi harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga dalam masalah ini! Sekarang, mereka jadi bisa menggunakan hal ini untuk menghadapiku! Itu semua gara-gara kamu! Kamu memang pantas mati!”
Pengawal itu buru-buru berkata, “Aku nggak sengaja! Kami benar-benar nggak menduga bahwa gadis itu masih belum pingsan dan malah langsung melompat ke dalam sungai.”
Farrel melambaikan tangannya, “Aku nggak ingin mendengar omong kosongmu lagi! Saat ini, tugasmu sudah gagal dan kamu malah menyusahkanku. Bagaimana aku harus menghukummu, ya? Kalau kamu masih sadar diri, kamu bisa bertindak sendiri. Aku juga nggak ingin menyia-nyiakan waktu lagi. Aku masih perlu memperbaiki kesalahan kalian!”
Tepat di saat itu, sekelompok orang tiba-tiba masuk ke dalam Club Sky. Belasan orang ini mengenakan setelan jas dan menggantung kartu yang menuliskan pengadilan di leher mereka. Ternyata mereka adalah pegawai dari pengadilan yang datang untuk menangkap Farrel.
Setelah orang-orang ini tiba, pengawal yang ada di sekeliling juga menerjang ke arah mereka dan mengepung belasan orang itu.
Farrel membelalakkan matanya, “Cepat sekali! Tapi, apa kalian kira aku akan ikut dengan kalian?”
Gibson menatap Farrel dengan acuh tak acuh. Sebagai penanggung jawab operasi kali ini, dia tentu saja harus membawa Farrel kembali bersamanya untuk menyelesaikan tugasnya. Namun, setelah melihat pengawal di sekelilingnya, dia tahu bahwa hal ini tidak akan mudah untuk diselesaikan.
Gibson tersenyum, “Kamu boleh menolak, tapi coba pikir apa yang akan terjadi selanjutnya.”
Farrel menatap Gibson dengan dingin, “Memangnya kamu bisa apa? Dengar, aku nggak akan pernah menginjakkan kaki ke pusat penahanan kalian!”
Farrel paling membenci pusat penahanan. Terutama setelah Andi mengurungnya dengan paksa di sana sebelumnya, dia jadi sangat membenci pusat penahanan, seolah-olah dia akan mati setelah masuk ke dalam.
Farrel berkata dengan dingin, “Aku mempunyai dua puluhan pengawal di tempat ini sekarang. Selain pengawal-pengawal ini, aku juga membawa 2 orang master. Jadi, apa kalian rasa kalian bisa menangkapku secara paksa?”
Farrel sama sekali tidak khawatir tentang hal itu karena dia tahu bahwa dirinya mempunyai kekuasaan di Club Sky. Belasan orang itu sama sekali tidak mampu mengalahkan pengawalnya.
Gibson juga mengerti akan situasinya, tetapi dia tetap terlihat sangat tenang, “Aku tentu saja nggak akan menggunakan cara paksa. Tapi, itu nggak berarti orang lain nggak akan melakukannya.”
Farrel mencibir, “Aku nggak percaya ada orang yang berani menyentuhku!”
Gibson hanya meletakkan surat perintah penangkapan itu ke atas meja, “Terserah kamu mau ikut atau nggak, toh aku sudah memohon bantuan militer. Kalau kamu nggak berencana untuk mengikutiku pergi, pasukan tentara akan langsung datang ke tempat ini. Saat itu, aku benar-benar nggak tahu apa yang akan terjadi pada Sky Club.”
Ekspresi Farrel langsung berubah. Dia berkata dengan terkejut, “Apa?! Bantuan militer? Bagaimana mungkin hal ini …. Pihak militer nggak pernah ikut campur atas masalah di dalam kota!”
Wajah Gibson dipenuhi senyum, “Aku tahu. Kalau hanya kami yang memohon, rekan militer pasti nggak akan menyetujuinya. Tapi kamu nggak tahu kalau orang pemerintah sudah datang dan meminta bantuan pihak militer, ‘kan? Saat ini, aku masih menggunakan cara sesuai hukum. Tapi, para tentara itu nggak akan berbuat seperti itu. Mereka hanya tahu untuk menerima dan menjalankan perintah.”
Farrel langsung ketakutan karena dia tahu kalau pasukan tentara dari pihak militer benar-benar datang, keluarga Bazel juga tidak akan berani melawan mereka. Bagaimanapun juga, perbandingan antara kedua pihak terlampau jauh.
Keluarga Bazel bisa berbuat seenaknya lantaran mereka tahu bahwa pihak militer biasanya tidak akan mengurusi hal dalam kota. Lagi pula, pihak pemerintah juga tidak akan menggunakan kekuatan militer segampang itu. Namun, ada apa ini sekarang?
Farrel langsung bimbang lantaran tidak tahu apakah dia harus mengikuti Gibson meninggalkan tempat ini. Namun, dia juga tahu jika dia tidak pergi sekarang, mereka juga tidak akan bisa melawan pasukan tentara yang akan datang.
Hadrian mendekati Farrel dan berkata dengan waspada, “Bagaimana kalau kamu ikut mereka pergi saja? Kami akan langsung melaporkannya pada keluarga Bazel. Mereka pasti tahu tindakan apa yang harus diambil.”
Ekspresi Farrel menjadi muram. Dia merasa sangat tidak rela, tetapi juga tahu bahwa dirinya tidak mempunyai pilihan lain.