
Hubungan antara pria dengan pria berbeda dengan hubungan antara pria dengan wanita.
Ketika pria dan wanita berinteraksi, banyak hal yang sering terjadi secara alami dan pelan-pelan terasa. Sedangkan, tipe interaksi antara pria ialah teman baru yang sudah dikenal lama, bahkan rela berkorban demi teman baru.
Damian menganggap Alex sebagai ketua yang bijaksana, sedangkan Alex merasa Damian adalah orang yang berbakat.
Karena Damian sudah bersabar selama bertahun-tahun, dan juga diam-diam mengembangkan kekuatan ekonominya menjadi kuat. Meskipun dia masih tidak dapat bersaing dengan Richard sekarang, tapi kemampuannya kini juga tidak dapat diremehkan.
Setidaknya, Richard perlu mengorbankan banyak hal untuk bisa menghancurkan PT. Makmur.
Damian saat ini telah mendapatkan bantuan dari Alex, jadi dia akan menjadi semakin kuat. Kini dia bukan lagi hanya kuat dalam segi perekonomian karena dukungan dari PT. Atish, tapi juga kuat dalam segi bela diri karena adanya bantuan dari Alex dan Andi. Sehingga Damian memiliki kepercayaan diri dalam urusan balas dendam, oleh karena itu dia bersedia membantu Alex tanpa syarat.
Damian mengeluarkan setumpuk dokumen dari tas kerjanya, lalu berkata “Tuan Alex, ini semua adalah dokumen penting, saham serta laporan keuangan PT. Makmur. Asalkan kamu tanda tangan, maka PT. Makmur akan secara resmi bergabung dengan PT. Atish.”
Selesai bicara, dia mengeluarkan pena untuk membubuhi namanya sendiri di setiap lembar dokumen tanpa ragu.
Sejujurnya, Marvel dan Markus sampai saat ini masih merasa bahwa gurunya tengah melakukan taruhan besar.
Setelah selesai tanda tangan, Damian segera mendorong setumpuk dokumen tersebut ke hadapan Erika, “Bu Erika, silakan dilihat dulu.”
Erika melihat ke arah Alex dan bertanya, “Beneran mau menggabungkan PT. Makmur dengan perusahaan kita?”
Alex mengangguk, “Sekarang, Kak Damian sangat mempercayai kita, jadi kita harus menggabungkannya! Yang terpenting adalah setelah kamu dan Friska membantu Kak Damian mengatasi masalah kantor cabang, kalian masih perlu melakukan hal lain, jadi tempat ini pastinya akan diserahkan pada Kak Damian, Markus dan Marvel.”
“Hah?” Marvel dan saudaranya baru tahu bahwa apa yang dikatakan Alex tidak main-main ketika mendengar Alex berkata begitu! Dia memang tidak begitu mementingkan perusahaan di sini.
“Ok, aku ngerti.” Kemampuan Erika saat ini juga sudah meningkat banyak.
Awalnya dia juga sangat cemas ketika tiba di Medan, dia bahkan merasa tidak mampu bersaing dengan Kennedy. Tapi sekarang, Kennedy telah dikalahkan dan tidak berani menantang PT. Atish lagi.
Sekarang PT. Atish bukan hanya berkembang pesat di kota Medan, tapi juga membuka cabang baru di Timur Laut. Ini sama seperti yang dikatakan Erika, ‘perkembangan pesat yang gila’!
Kecepatan pertumbuhan Erika dalam proses perkembangan PT. Atish yang gila ini memang cukup cepat.
Dia kemudian berdiri dan tersenyum pada Damian sambil berkata, “Kak Damian, karena kamu dan Alex sudah membuat keputusan, maka aku tentu saja akan menyambut kedatanganmu dengan baik! Tapi, kamu, Marvel dan Markus harus mempelajari manajemen perusahaan selama beberapa waktu belakangan. Kalau perkembangannya cepat, tapi manajemen nggak bisa mengikuti, maka akan mudah terjadi masalah banyak, jadi kuharap Kak Damian nggak menganggap remeh masalah ini.”
Damian berkata, “Kakak ipar, tenang saja. Marvel dan Markus adalah orang yang berbakat dalam manajemen. Meskipun aku lebih hebat daripada mereka dalam urusan bela diri, tapi manajemen perusahaan mereka lebih hebat dariku. Sekarang, Marvel sudah menjadi pengusaha termuda di Tomohon yang mana berada di urutan nomor dua setelah Richard. Tentu saja, kemampuannya belum bisa dibandingkan dengan Richard.”
Damian menatap Marvel, lalu Marvel tiba-tiba berdiri, “Bu Erika, sebenarnya aku sudah mempertimbangkan hal ini untuk waktu yang sangat lama. Kebetulan di Tomohon sedang mencari mitra kerja sama untuk membangun jalan tol sepanjang 200 kilometer. Pemerintah akan menginvestasikan dana sebesar 38 triliun, sedangkan kami sendiri juga butuh pinjaman banyak dari bank untuk melakukan proyek ini, selain itu Richard bertekad untuk mengerjakan proyek ini.”
“Hm? Kalau gitu kita harus mendapatkannya!” Friska tiba-tiba menjadi penuh semangat, “Kita harus memenangkan proyek konstruksi jalan tol ini dengan berbagai cara!”
Marvel mengangguk dan melanjutkan, “Kini Stadion Tomohon juga sedang membuka tender. Pembangunan stadion kali ini memiliki standar yang sama dengan Asian Games, jadi dengan standar yang begitu tinggi, maka kualitas materialnya juga harus sangat baik, mulai dari listrik, elektronik sampai pembangunan berstandar Go Green. Semua konsep ini harus setara dengan kualitas mendunia dan total investasi negara adalah 130 triliun! Namun, PT. Makmur nggak berniat untuk ikut dalam tender ini.”
“Ah? Kenapa?” tanya Erika keheranan.
“Sebenarnya alasannya sangat simpel, kami hanya punya dua kekurangan. Pertama dalah dana, dengan kemampuan PT. Makmur sudah sangat baik jika bisa mendapatkan proyek jalan tol. Bisa dikatakan PT. Makmur nggak bisa melakukan dua proyek sekaligus. Kedua karena kemampuan teknis, jika kami ingin berpartisipasi dalam tender stadion, maka kami harus bekerja sama dengan perusahaan internasional terkemuka dalam komunikasi, elektronik, bangunan serta desain. Tapi, PT. Makmur… hanyalah perusahaan kecil dari sebuah wilayah kecil.”
Marvel berkata dengan jujur dan dia kembali melanjutkan, “Jika ada satu perusahaan di kota ini yang berhasil mendapatkan proyek ini, maka itu pasti perusahaan Richard.”
“Salah!” Alex menepuk meja, “Marvel, jika aku bekerja dengan beberapa perusahaan ini, apa kamu ada kepercayaan diri bisa mendapatkan proyek ini?”
Selesai bicara, Alex menulis beberapa nama perusahaan terkenal berstandar internasional pada selembar kertas.
Marvel berdiri dengan kaget, “Tuan Alex! Asal salah satu dari perusahaan ini bergabung, maka kami yakin bisa mendapatkan proyek ini! Tapi, setelah mendapatkan proyek ini, kita perlu membayar uang muka yang banyak! Saat ini, kita nggak bisa menyelesaikan masalah dana.”
Tak! Andi menjentikkan jarinya dan tersenyum bodoh, “Cuma masalah uang doang. Kenapa nggak bisa diatasi? Aku akan tanggung jawab atas hal ini.”
Marvel berkata, “Tuan Andi, ini bukan investasi 600 miliar atau 1 triliun! Meskipun kami bisa meminjam 60 triliun hingga 100 triliun, tapi jarak dengan dana uang muka yang sebesar 400 triliun masih sangat jauh. Anda sebaiknya jangan asal bicara.”
Andi berkata, “Meskipun aku nggak ada uang sebanyak itu, tapi aku bisa membantu kalian mengumpulkan 10 miliar dolar AS. Gimana?”
“Hah? Tentu saja boleh! Boleh banget malah!” Marvel kegirangan sampai ingin melompat, “Dengan adanya 10 miliar dolar AS, maka kita bisa membayar uang muka untuk dua proyek!”
Andi tersenyum, “Selain itu nggak ada bunga dan bisa digunakan sesukamu.”
Damian yang mendengar ini merasa bingung dan kaget: Bisa-bisanyanya saudara Tuan Alex mengeluarkan dana 10 miliar dolar AS segampang itu?! Lagi bercanda ya?!
Alex berkata, “Kalau gitu, Andi, kamu yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan uang itu kemari dan uang itu harus dikumpulkan sebelum tender kedua proyek ini dimulai. Bisa nggak?”
Andi tertawa, “Bos, bisakah kamu menghilangkan kata ‘nggak’?! Kamu hanya perlu memberiku nomor rekening dan aku akan mengirimnya dalam lima hari!”