Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Nggak Tahu Sangat Berbahaya


Setelah memikirkannya sebentar, Bos Farhan mengangkat tangannya sambil berkata pada Alex, “Kami yang sudah ceroboh. Kamu jangan khawatir, orang yang datang nanti pasti adalah orang terhebat di PT. Mega.”


Alex melambaikan tangan, “Oke. Kalau kalian nggak ada urusan lagi, silahkan pergi. Aku masih mau sarapan.”


Geya sangat kaget sampai membelalakkan matanya. Dia tidak menyangka Alex bisa begitu cepat menyelesaikan hal ini.


Harus diketahui, sekarang ada ratusan orang yang mengepung tempat ini.


Bahkan ratusan orang ini harus bubar sebelum menyerang?


Jadi, ngapain mereka datang? Apa hanya untuk melihat Alex?


Hal semacam ini benar-benar tidak dapat dipahami olehnya, dia bahkan tidak tahu apa yang dilakukan Bos Farhan.


Para preman di samping Bos Farhan pun tercengang, entah kenapa Bos Farhan mengaku kalah. Harus diketahui, kalau mereka semua belum turun tangan.


Meskipun mereka sudah melihat kemampuan Alex sangat hebat ketika melawan Bos Farhan, tapi Alex juga bukannya tidak mengerahkan tenaga sama sekali. Sedangkan mereka juga telah bertarung dengan banyak orang seperti itu, tapi tak ada yang mampu menahan serangan mereka.


Jadi Owen yang di sisi Bos Farhan pun tidak senang. “Bos Farhan, apa kamu membiarkan dia pergi begitu saja? Kalau hal ini tersebar, mau taruh di mana wajah kita? Selain itu, ada ratusan saudara di tempat ini, meskipun dia hebat, juga tetap bukan lawan kita!”


Bos Farhan mengerutkan dahinya sambil melirik Owen, sedangkan Owen terlihat tidak mengaku kalah. Meskipun jabatan Bos Farhan di PT. Mega lebih tinggi darinya, dia bukanlah preman biasa, dia memiliki lima hingga enam puluh bawahan.


Jadi, ketika dia mendengar Bos Farhan menyerah, dia baru berani membuka mulut.


Kalau dia hanya preman biasa, bagaimana mungkin dia berani bertindak seperti ini?


Saat ini, dia melihat Alex dengan tidak senang, “Bocah, sekarang aku memberimu satu kesempatan, berlutut di depan kami untuk bunuh diri. Lalu, aku akan melepaskan wanita yang ada di belakangmu.”


Owen sangat angkuh. “Wanita di sebelah Geya adalah anak buahmu, kan? Kalau kamu nggak melaksanakan hal yang kami katakan, anak buahmu akan sengsara.”


Preman di sekitar bersorak senang setelah mendengar perkataan Owen. Sebenarnya tadi mereka merasa sangat kecewa dengan tindakan Bos Farhan.


Mereka kira Bos Farhan akan mengalahkan Alex, tapi hasilnya sangat mengecewakan. Bisa-bisanya Bos Farhan mengaku kalah, ini hasil yang tidak ingin dilihat mereka.


Sedangkan tindakan Owen saat ini telah menjunjung ekspektasi mereka semua. Tidak peduli siapa itu Alex, yang penting dia harus berlutut di depan mereka.


Alex hanya tersenyum dengan mata yang menyipit sambil melihat orang-orang ini, namun Owen malah tidak merasakan bahaya yang tersembunyi.


Saat ini, ekspresi Bos Farhan sangat masam. Dia kira kali ini bisa langsung pergi, lalu mencari orang hebat datang kemari.


Tapi, dia tidak menyangka si Owen ini sangat bodoh dan percaya kalau mereka bisa mengalahkan Alex.


Dia saja tidak berani memikirkan hal ini.


Kalau Alex memiliki kemampuan seni bela diri internal, dia setidaknya bisa mengalahkah 30 sampai 40 preman dalam sekali serangan.


Setelah mendengar ini, Alex menyimpan senyumnya sambil menatap Owen dengan tatapan ingin membunuh. “Apakah kamu tahu apa yang terjadi pada orang terakhir yang mengancamku seperti ini?”


Owen tertawa. “Aku nggak peduli dengan nasib orang itu. Sekarang aku bilang dulu, kalau kamu tidak menuruti perintahku, maka aku nggak akan sungkan padamu!”


“Oh iya, sekarang aku memberimu kesempatan lagi. Kalau kamu melakukan sesuai apa yang kami bilang, aku bisa melepaskan anak buah di sampingmu. Kalau kamu melanggarnya, maka jangan menyalahkanku berbuat kejam!”


“Bocah! Apa kamu kira dirimu sangat hebat? Kamu itu bukan apa-apa di depan ratusan saudaraku!”


“Hahaha, jangan bilang begitu, nanti dia takut sampai kencing di celana!”


Seketika, semua preman pun menjadi antusias.


Ekspresi Bos Farhan pun berubah, lalu segera melihat ke arah Owen. “Apa kamu benar-benar nggak mau mendengar perintahku?”


Owen tertawa. “Bos Farhan, sekarang aku masih memanggilmu seperti ini karena kekuatanmu sangat hebat. Tapi, apa karena pengaruh umur? Kok semakin penakut sih, bahkan mulai takut bertarung dengan bocah ini. Aku sekarang bahkan bingung bagaimana kamu menyelesaikan misi-misi itu?”


Saat ini, Bos Farhan sangat marah, tapi dia tahu tidak perlu bersitegang dengan saudara sendiri, karena akan sangat memalukan!


Akhirnya, dia berdehem, lalu memberi hormat pada Alex. “Apa yang akan terjadi pada mereka, bukan urusanku lagi. Aku pamit dulu.”


Alex hanya mengangguk.


Sedangkan Owen mengangkat parang di tangannya, lalu menunjuk ke arah Alex. “Bocah, kamu bisa menakuti seorang pengecut, tapi nggak bisa menakutiku! Di belakangku ada banyak saudara, apa aku akan takut padamu?”


Alex berbalik badan dan melihat ke arah Friska dan Geya. “Adegan nanti akan mengerikan. Kalau kalian nggak ingin lihat, boleh pulang dulu. Setelah aku menyelesaikan masalah di sini, aku akan mencari kalian.”


Meskipun Friska tidak takut dan dirinya tak sehebat Alex, tapi dia juga tidak lemah karena sering berlatih. Malah bisa mengalahkan preman itu bila mereka menyerangnya, jadi, kemampuan seni bela dirinya cukup hebat.


Tapi, karena memikirkan ada Geya di sini, jadi dia memilih untuk naik ke atas menunggu Alex menyelesaikan masalah ini.


Friska berjalan ke atas, tapi Owen malah tidak senang. “Siapa yang menyuruhmu pergi dari sini, apa aku ada menyetujuimu pergi dari sini?”


Saat ini, Alex hanya menatap Owen dengan dingin dan aura ingin membunuh. “Berikutnya adalah pertarungan antara kita. Bukankah kamu bilang kamu ada ratusan saudara? Tempat ini nggak luas, mari kita keluar, dengan begitu peluang kalian menang lebih besar.”


Owen berpikir sejenak, lalu dengan sombong berkata, “Kalau kamu ingin mati, aku akan mengabulkannya. Apa kamu kira dirimu sendiri bisa mengalahkan kami? Benar-benar mimpi!”


Preman di sekitarnya juga mendukung Owen, sehingga suara bising itu bergema di sekitar. Sedangkan orang-orang di kejauhan sangat bingung, karena tidak tahu apa yang terjadi pada Hotel Snow.


Sedangkan orang-orang yang datang makan ke Hotel Snow pun melihat Alex dan Owen dengan kaget.


Tentu saja mereka tahu tentang PT. Mega, tapi mereka tidak mengenal Alex, juga tidak tahu bagaimana Alex menyinggung PT. Mega.


“Apa kamu sudah dengar tentang kejadian kemarin malam? Kemarin malam Tuan Finn dipukul orang misterius hingga masuk rumah sakit, sepertinya sekarang masih koma.”