Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 609 Tak Kenal


Tentu saja Leon dan kelompoknya sangat bingung. Bukankah Alex adalah pekerja sementara? Kenapa sekarang dia maju? Bukankah ini hanya mencari mati?


Seketika mereka semua sangat bingung.


Satu-satunya orang yang bisa mengenal Alex di seluruh tempat diperkirakan hanya Zarif dan Paman Vega.


Status anak-anak muda lainnya terlalu rendah, jadi tidak mungkin mereka bisa mengenali seseorang seperti Alex yang berdiri di status setinggi itu.


Tuan Muda Greg berdiri dan bertanya dengan sangat kesal, "Siapa kamu?"


Alex berkata dengan datar, "Namaku Alex."


"Alex? Aku belum pernah mendengar tentangmu. Kamu bukan orang yang terkenal di Provinsi Sulawesi Tenggara, ‘'kan? Bocah, kamu harus berhati-hati. Mereka yang berstatus lebih tinggi saja nggak bersuara. Kamu pikir kamu ini siapa?"


Setelah Tuan Muda Greg selesai berbicara, meskipun Zarif ingin maju untuk menghentikannya, tetapi Alex selalu melirik ke arahnya begitu dia ingin maju. Tatapan seperti itu membuatnya sangat tidak berdaya dan sama sekali tidak berani bergerak.


Alex hanya menatap Tuan Muda Greg sambil tersenyum. "Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Kurasa kamu bukan dari sisi Provinsi Sulawesi Tenggara ini, 'kan?"


Tuan Muda Greg tertawa. "Tentu saja nggak. Aku anak bungsu ketiga dari keluarga Eugene. Apakah kamu tahu keluarga Eugene dari Kota Bandung?"


Alex menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu benar-benar sesuatu yang belum pernah kudengar. Aku nggak terlalu tertarik untuk mencari tahu keluarga yang terlalu kecil."


Senyuman Tuan Muda Greg membeku. Awalnya mengira Alex akan mundur dengan gentar. Bagaimanapun juga, keluarga Eugene adalah keluarga besar di Kota Bandung. Kalau harus dibandingkan, statusnya mirip dengan keluarga Bazel saat ini.


Karena itulah Tuan Muda Greg sangat bangga pada dirinya sendiri setelah menyebutkan keluarga Eugene, tetapi dia tidak menyangka Alex akan memberinya balasan seperti itu.


Dia ingin menghajar Alex sampai mati di tempat.


Dia menunjuk ke arah Alex sementara Alex berkata dengan datar, "Baiklah, aku juga nggak tertarik untuk mendengarkan apa yang kamu katakan. Aku akan membawa kedua orang ini keluar dari sini. Apa ada yang keberatan?"


Alex sedang berbicara tentang si gendut dan Zarif. Tentu saja orang-orang di sekitar tidak keberatan. Mereka masih bingung tentang situasinya. Bagaimana mereka bisa merasa keberatan?


Tuan Muda Greg tentu saja keberatan. Dia menunjuk ke arah Alex dan berkata dengan marah, "Bajingan, kamu benar-benar mencari mati! Beraninya kamu meremehkan keluarga Eugene!"


Alex hanya mengangkat bahunya dan berkata, "Bukankah ini hal yang wajar? Apakah salahnya nggak tahu tentang keluarga Eugene? Atau apakah keluarga Eugene adalah raja surga yang harus kuketahui?"


Tuan Muda Greg berkata dengan marah, "Beraninya kau menghina keluarga Eugene, cari mati!"


Setelah dia selesai berbicara, dia menoleh ke pengawal di sampingnya dan berkata, "Hajar dia sampai mati!"


Alex hanya mengangkat bahunya. Saat ini Zarif bergegas maju dan menahan Tuan Muda Greg. Dia benar-benar tidak berani membiarkan Tuan Muda Greg melakukan apa pun pada Alex.


Bagaimanapun, kekuatan Alex ada di sini. Kalau mereka benar-benar bertarung, dia dan Tuan Muda Greg jelas bukan lawan Alex.


Tuan Muda Greg mengernyitkan dahi dan bertanya dengan marah, "Apa kamu ini sedang mencoba melindunginya?"


Tuan Muda Zarif berkata sambil tersenyum pahit, "Aku nggak melindunginya. Aku melindungimu. Dia itu sangat kuat."


Tuan Muda Greg berkata sambil mendengus, "Jauh lebih kuat dari pengawalku, 'kan?"


Pengawal Tuan Muda Greg juga perlahan berjalan maju. Mereka terlihat kuat dan berotot dengan tubuh penuh urat.


Alex mengangkat bahunya dan berkata, "Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu, nggak akan memakan banyak waktu. Sikapmu ini benar-benar nggak layak untuk kutangani secara pribadi."


Meskipun Zarif tahu bahwa Alex merendahkan dirinya, dia juga tahu seberapa tinggi status Alex sekarang dan itu benar-benar bukan sesuatu yang bisa dihadapi oleh tuan muda seperti mereka.


PT. Atish telah mengambil alih keluarga Bazel dan PT. Mega hanya merupakan mitra dari keluarga Bazel, belum dalam posisi untuk bersaing dengan keluarga Bazel. Maka dari itu, mereka masih tidak sebaik PT. Atish.


Zarif mengetahui semua ini. Itulah sebabnya dia tidak berani membiarkan Tuan Muda Greg melawan Alex. Meskipun keluarga Eugene sangat kuat, tetap saja kekuasaan mereka sebatas di Kota Bandung. Ini adalah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Tuan Muda Greg hanya di sini untuk bermain.


Alex menatap Tuan Muda Greg sambil tersenyum, "Sepertinya kamu sangat nggak terima, tapi Zarif memang benar dalam hal melindungimu. Kalau kamu menyerang, takutnya aku akan membuatmu lumpuh."


Wajah Zarif memucat setelah mendengar ini dan buru-buru berteriak, "Alex, beraninya kamu!"


Pada titik ini, semua orang yang hadir masih bingung. Kok mereka melihat Zarif takut pada Alex? Akan tetapi, siapa Alex ini?


Setelah tinggal di Provinsi Sulawesi Tenggara begitu lama, mereka sama sekali tidak mengenal Alex dan yakin tidak ada seorang tuan muda yang bernama Alex di Provinsi Sulawesi Tenggara.


Karena itulah semua orang yang hadir bingung.


Saat ini, Tuan Muda Greg sama sekali tidak percaya pada hal ini. Dia menatap Zarif yang menghentikannya dengan marah, "Nggak masalah kalau kamu ini pecundang. Apa kamu pikir aku sama denganmu? Kamu dan kakakmu benar-benar berbeda. Tadi aku sudah menaruh sedikit harapan, tapi sekarang aku tahu kamu dan kakakmu benar-benar jauh berbeda."


Dia mendorong Zarif pergi begitu selesai berbicara, lalu menunjuk ke arah Alex, "Ah Biao, singkirkan dia!"


Pengawal ini sepertinya sudah terbiasa dengan hal semacam ini dan langsung bergegas maju sambil menghantamkan tinjunya ke Alex.


Semua orang mendengus dengan sinis. Bagaimanapun juga, menyinggung Zarif pasti akan berakhir dengan sesuatu yang lebih serius daripada memotong tangan.


Mereka tidak pernah membayangkan akan ada seseorang yang begitu ceroboh untuk melawan Zarif dan Tuan Muda Greg.


Riwayatnya pasti sudah tamat!


Semua orang tidak mengedipkan mata demi melihat sosok Alex yang jatuh ke tanah oleh pengawalnya.


Akan tetapi detik berikutnya, kedua mata mereka terbelalak lebar.


Mereka melihat Alex menendang pengawal itu hingga melayang ke belakang dan mundur tiga atau empat meter sebelum menghancurkan sebuah meja.


Gerakan Alex ini membuat semua orang tercengang, termasuk si gendut yang berdiri di sampingnya yang pada awalnya juga mengira Alex sudah tamat.


Tidak disangka, ternyata Alex sekuat itu.


Dia tidak berani memercayainya. Kalau dia sehebat itu, untuk apa dia pergi ke PT. Ferion untuk wawancara?


Bos besar mana pun pasti menginginkannya, 'kan?


Alex menatap Tuan Muda Greg dengan acuh, sementara wajah Tuan Muda Greg berubah setelah melihat pengawalnya dihajar begitu saja. Hanya saja wajahnya terlihat suram dan sama sekali tidak panik, jadi sepertinya dia masih memiliki dukungan lain yang bisa diandalkan.


Tentu saja Alex mengetahui hal ini, jadi dia juga waspada terhadap situasi di sekitarnya.


Dia melihat sekeliling dan langsung menyadari ada seorang petarung Alam Grandmaster yang bersembunyi di antara mereka dan sepertinya mendekati sisinya.