
“Tinju Rajawali?” Alex mengetahuinya hanya dengan sekali lihat, “Ketua Jasmin, sepertinya kamu memang mendapatkan warisan asli Tinju Rajawali, sungguh ngak mudah bisa menguasainya sampai tahap seperti ini.”
“Jeli sekali.” Jasmin mengangguk, lalu berkata, “Mulailah!”
Alex berbeda dengan yang lain, dia mempersilahkan Jasmin, “Mulailah, ladies first.”
“Oke.” Jasmin melangkah maju perlahan, langkahnya tampak lambat, tapi sebenarnya cepat, sebuah tinju dilayangkan ke badan Alex.
Alex menghindar ke kiri dan kanan, gerakannya sungguh luar biasa cepat, hanya dalam sekejap, 50 jurus telah dilayangkan.
Para murid Aliran Rajawali yang berada di sekeliling hanya bisa menyaksikannya dari kejauhan dengan sembunyi-sembunyi, dan yang mereka lihat adalah Alex sama sekali tidak menyerang balik setelah diserang bertubi-tubi oleh Jasmin dengan puluhan jurus, dan yang paling menakjubkan adalah sama sekali tidak terlihat jejak jurus yang berantakan, melainkan terlihat sangat santai.
Para murid ini pernah menyaksikan adu tangan antara Jasmin dan Keano, meskipun Keano punya kemampuan hebat sejak lahir, ditambah dengan bakatnya dalam hal bela diri, namun saat diserang bertubi-tubi oleh Jasmin, dia juga akan terlihat kalang kabut.
Tidak perlu diragukan lagi, Tuan Alex pasti menunjukkan kekuatan aslinya saat mengalahkan Keano dalam satu jurus tanpa adanya unsur tipu daya.
“Hyaaa!” Jasmin melayangkan Tinju Rajawali semaksimal mungkin, seiring dengan teriakannya, suara angin perlahan terdengar, suara hentakan keras juga tak hentinya terdengar di udara, dapat dirasakan betapa kuatnya pukulan ini.
Namun, Alex selalu bisa menghindari setiap jurusnya dengan cara yang pintar dan sederhana sehingga membuatnya tidak bisa melangsungkan kemauannya.
Meskipun saat dia melayangkan tinju bertubi-tubi, Alex tetap saja bisa menghindarinya dengan mudah.
Jasmin sungguh tidak tahan lagi, dia melompat keluar dari arena dan berteriak, "Serang balik! Jangan diam aja! Kenapa ngak nyerang balik?"
Melihat bos mereka sudah menggila, sebenarnya para murid sudah tidak berani menyaksikannya, siapapun di antara mereka tahu jelas kalau bos nya ini tidak bisa dihentikan kalau sudah menggila.
Namun, tepat di saat mereka menutup mata dan merasa Alex akan apes, malah terdengar sederetan suara teriakan.
Saat membuka mata, yang dilihat mereka adalah gerakan keduanya yang masih saja lincah dan cepat, kecepatan gerakan mereka sungguh di luar akal sehat, membuat mulut mereka semua yang menonton menganga lebar.
Belum pernah mereka melihat bos mereka bertemu lawan yang segini seriusnya! Ini lebih seru daripada adegan bela diri di dalam drama!
Setelah bertarung 30 menit lagi, Jasmin yang saat ini sudah dibasahi oleh keringat, luaran pakaian olahraga di sekujur tubuhnya sudah meninggalkan bekas keringat.
Sedangkan Alex yang juga mengenakan pakaian olahraga masih saja terlihat santai, meskipun kecepatannya tidak berkurang sedikitpun, tapi dia juga tidak terlihat kelelahan.
Syut! Jasmin melompat keluar dari arena, lalu berkata terengah-engah, “Ka… kamu keterlaluan!” Setelah mengatakannya, Jasmin langsung berbalik dan pergi, pakaian olahraga yang dikenakannya sudah lengket di tubuh.
Alex membuka kedua tangannya, lalu berkata, “Aku sudah berbelas kasih, kok jadi keterlaluan? Isi hati wanita memang tidak bisa ditebak.”
Jasmin kembali ke kamarnya dan segera melepaskan pakaian olahraga yang sudah basah oleh keringat, lalu bergegas mandi air panas. Saat mandi, dia melihat tubuhnya dan menggertakan gigi, “Hei Alex, kamu buta ya? Emangnya aku kurang cantik? Kok kamu bisa ngak punya reaksi gitu sama aku? Kamu kira, aku ngak tahu kalau kamu sengaja ngalah? Keterlaluan!”
Alex tidak akan paham kalau kesengajaannya untuk mengalah akan menjadi keterlaluan di mulut Jasmin.
“Tuan Alex!” panggil seorang murid dengan hormat dan berdiri tegap saat Alex lewat di sampingnya.
Mereka semua tahu, kalau Jasmin menyukai tuan Alex, maka cepat atau lambat dia pasti akan menjadi wanitanya, mengenai istri sah atau bukan, tidak ada yang peduli, yang penting Jasmin bersedia!
Alex mengangguk dan memasuki kamarnya, dia melanjutkan latihannya agar bisa menguasai Kitab Aliran Elang secepat mungkin, apapun yang terjadi, dia ingin menyelamatkan Friska dan Hengky dengan kemampuannya sendiri!
2 hari telah berlalu, tapi Jasmin tampak tidak kesal sama sekali dengan tuan Alex, dia masih saja melayani konsumsi Alex secara pribadi.
“Oke, aku akan membawamu ke sana.” Jasmin segera berjalan di depan, lalu berkata, “Tuan Alex, kamu sudah bisa menyembuhkan Friska?”
Alex berkata, “Apapun itu, aku akan mencobanya.”
Mata Jasmin berkedip karena bingung, “Tuan Alex, ini baru 3 hari, apa mungkin Anda sudah menguasai Kitab Aliran Elang?”
Alex menjawab, “Aku sudah lumayan tahu mengenai ilmunya, kuharap bisa bermanfaat.”
Saat sampai di depan kasur Friska, Alex melihat dengan jelas warna wajah Friska yang jelas semakin gelap dan kulitnya yang juga seperti agak kering meskipun dia belum koma dalam waktu yang lama dan diberi asupan glukosa setiap harinya.
Hati Alex terasa sakit, dia berkata dalam hati, Fris, apa aku telat? Maaf ya.
Dia memegang kedua tangan Friska dan segera mengerahkan seuntai tenaga dalam yang kuat untuknya.
Untuk menghindari Friska terluka karenanya, Alex mengendalikan jumlah tenaga dalam yang diberikannya.
Setelah lewat lebih dari 30 menit, wajah yang tadinya pucat sepertinya telah sedikit membaik.
Jasmin yang sedari tadi berada di sebelah juga segera mengeluarkan senyumannya, “Tuan Alex, aku rasa wajah Friska sudah membaik, apa sudah berhasil?”
Alex menggelengkan kepala, “Aku hanya membantunya memulihkan kondisi fisik, ini hal dasar untuk penyembuhannya.’
Kemudian, Alex mengambil secarik kertas dan sebuah pen, dan mulai menulis dengan bantuan ilmu yang cukup.
Setelah selesai menulis 2 lembar, Alex pun menghela napas.
“Tuan Alex, jangan gugup, Anda pasti bisa.” ujar Jasmin menyemangati.
Setelah serangkaian hal yang dilakukan, 2 lembar kertas yang ditulis oleh Alex tadi seketika terbakar di tangannya, kemudian Alex memutar tangan dan mengarahkannya ke dalam tubuh Friska!
Syut! Alex sendiri bisa melihat dengan jelas seuntai tenaga yang disembunyikannya di dalam kertas itu, serta yang dikeluarkannya langsung menyatu dengan sempurna dan masuk ke dalam tubuh Friska!
“Hahaha, harusnya sudah ngak apa-apa.” ucap Alex dalam hati,, tapi dia tetap menatap Friska dengan gugup, terutama sepasang mata indah Friska, dia berharap sepasang mata yang telah terpejam hampir 10 hari itu dapat berkedut sebentar, atau lebih baik lagi jika bisa terbuka!
Jasmin yang berada di sebelah juga mulai memegang tangannya sendiri sambil menatap wajah cantik Friska sambil menahan nafas.
Keduanya menatap selama 10 menit hingga penglihatan mereka jadi sedikit kabur.
“Tuan Alex! Kayaknya tadi matanya bergerak!” ujar Jasmin semangat dan berdiri seketika.
Alex menyeringai, “Mungkin kamu salah lihat, kok aku ngak lihat?”
Jasmin berkata dengan semangat, “Aku yakin, mataku ngak salah lihat kok! Beneran, coba lihat baik-baik!”
Dan benar saja, belum 1 menit berlalu mata Friska memang berkedut, hati Alex yang tadinya digantung, akhirnya bisa kembali tenang!
“Ya Tuhan! Friska, akhirnya kamu bangun juga! Bikin panik aja beberapa hari ini.”
Jarang sekali Jasmin bisa melihat tampak Alex seperti sekarang ini, jadi dia tak tahan untuk tidak melihatnya lebih lama.