Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bucin Sekali


“Pewaris Athena Grup bermarga Santo?” gumam Alex sambil menyusut di samping kursi pengemudi.


“Wajar sekali kok! Athena Grup dibangun oleh Ibu Nando, Nikita Athena, sedangkan ayah Nando bermarga Santo.” Nova menjelaskan, “Oh ya, kita juga pernah menghajar ibu Nando.”


Alex menghela napas, “Ibu dan anak sama saja, tampaknya Nando sudah mengambil keuntungan dari teman baikmu, tapi wanita matrek sepertinya juga setidaknya sudah mendapat mobil sport sebagai kompensasi.”


Nova berkata, “Prestasi Cherish sangat baik ketika SMA! Tapi benar-benar nggak kusangka dia bisa jadian dengan pria cabul setelah tamat kuliah.”


“Tiba-tiba saja aku merasa teman baikmu belum tentu bisa mendapatkan mobil sport itu.” Alex tiba-tiba mengatakan topik itu karena dia melihat pengawal Nando sedang mengikuti mereka melalui kaca spion.


“Hm? Maksudmu?” Nova mengerti apa yang dimaksud Alex. Tadi Nando bisa berbuat begitu di hadapannya dan Alex, maka Nando juga bisa merebut kembali mobil sport itu dan hal ini nggak usah diragukan lagi.


Alex berkata, “Menurutku, kita akan segera bertemu lagi dengan Nando, kamu bisa bertanya padanya saat itu.”


Nova menganggukkan kepala, “Iya, aku benar-benar meremehkannya jika dia benar-benar meminta balik mobil sport itu!”


Alex merentangkan tangannya, “Mobil sport setidaknya seharga miliaran, sedangkan Nando adalah orang yang ingin mendapat banyak keuntungan, jadi dia sudah cukup baik padanya jika membiarkannya mengemudi beberapa hari.”


“Hmm! Aku hanya kesal saja.” Nova sangat kesal.


“Kamu carikan aku hotel di depan sana, lalu hentikan mobil di depan hotel,” kata Alex.


“Em? Kamu mau ikut aku ke hotel?” Nova pun berdebar sambil menatap mata Alex dengan penuh harapan.


Sedangkan Alex mengabaikannya dan menatap kaca spion, “Pengawal Nando akan segera menyusul, maka tuan muda itu juga akan segera tiba. Saat itu, kamu bisa bertanya padanya.”


Sebenarnya persepsi Alex sangat luar biasa dan dia dapat melihat jelas setiap gerakan Nova!


Namun, perasaan Alex pada Nova hanya sekedar rasa bersalah, jadi dia sungguh nggak berani terus mempertahankan hubungan dekat dengannya lagi seperti dulu.


“Oh.” Meskipun sangat kecewa, tapi Nova lekas memarkir mobil di depan hotel, kemudian ikut Alex masuk ke dalam hotel.


“Tetap di sini 5 menit, lalu kita keluar bersama,” kata Alex tanpa menolehkan kepala.


“Oke.” Nova sangat mahir dalam tindakan semacam ini.


Benar saja, 5 menit kemudian, mereka berdua melihat pengawal Nando begitu keluar dari hotel. Pengawal itu juga memarkir mobilnya di samping mobil Nova dan sedang menelepon.


Alex menyamping dan mereka berdua bersembunyi. Tiga menit kemudian, Nando pun tiba.


Selain itu, Nando memang mengendarai mobil sport merah itu!


Nando langsung berjalan ke arah hotel dan diikuti oleh empat pengawal setelah turun dari mobil.


Nando tiba-tiba melihat Alex dan Nova ketika dia berjalan masuk ke hotel dengan sombong.


“Apa kalian sedang mencari kami?” Tanya Alex sambil menatap Nando dengan acuh tak acuh.


“Ah? Kamu… Nona Nova! Aku ke sini untuk mencarimu!” Nando seperti lalat yang melihat darah, dia langsung berjalan menghampiri Nova dan menarik tangannya begitu melihatnya.


Nova menarik kembali tangannya dan menatap Nando dengan waspada, “Nando, katakan yang jujur. Apakah kamu meminta balik mobil sport yang diberikan kepada Cherish?”


Nando memberinya kunci mobil setelah selesai berbicara.


Plak! Nova menampar Nando karena terlalu emosi!


Kepala terasa pusing akibat pukulan keras, dia juga memuntahkan darah bersama dengan satu gigi!


Nando sangat marah, dia memberi perintah kejam dengan tidak jelas, “Sialan! Pukul dia! Pukul pria brensek ini sampai cacat, lalu bawa ceweknya!”


Ada beberapa orang di sekitar yang melihat situasi ini, tapi mereka segera bersembunyi dan tidak berani mendekat.


Keempat pengawal tidak mengatakan apa-apa, mereka masing-masing mengeluarkan senjata kecil sambil mengepung ke arah Alex, sedangkan Nova diabaikan.


Alex sama sekali tidak memandang mereka, sedangkan Nova sudah menyerang ke sana dan menendang mereka!


Dalam waktu kurang dari satu menit, keempat pengawal sudah dikalahkan oleh Nova!


“Eh? Woi nggak tau malu, maju kalau berani! Jangan jadi pengecut yang hanya bisa mengandalkan wanita!” teriak Nando dari samping.


Srh! Nova langsung berdiri di depannya, “Hei bajingan, kamu sudah menodai Cherish, dan masih saja meminta balik mobil sport, benar-benar nggak tahu malu! Berikan kunci mobilnya padaku!”


Plak plak, bagaimanapun Nova juga termasuk master dalam hal bela diri, jadi dia tidak perlu banyak tenaga untuk memukul Nando si pria cabul ini.


Nando sangat pusing karena dipukulinya dan menyerahkan kunci mobil padanya, “Iya iya, nona aku akan memberi mobil sport ini padamu!”


Nova menerima kunci mobil, lalu mengusir lima orang itu, kemudian menatap Alex dengan bangga, “Gimana? Aku merebut satu mobil sport!”


“Kamu sebaiknya menelepon teman baikmu dan mengembalikan mobil sport ini padanya,” ujar Alex sambil mengangkat bahu.


“Halo Cherish. Di mana kamu? Jangan menangis lagi, aku sudah merebut mobil sport itu dari tangan Nando! Kamu kemari saja untuk mengendarai mobilnya, aku akan segera mengirim lokasinya padamu.” Nova merasa dirinya sangat hebat saat ini.


Cherish benar-benar sulit percaya, karena dia tahu Nando sudah tidak setia dan sudah bosan padanya ketika merebut kunci mobil itu dari tangannya! Cherish nggak bisa menyinggung tuan muda kaya sepertinya dan dia juga takut ketika melihat empat pengawal perkasa itu.


Sekarang, Nova membantunya merebut kembali mobil sport itu? Dia sangat percaya pada Nova, kemudian segera memanggil taksi dan menuju ke tempat Nova.


Belasan menit kemudian, dia tiba di depan hotel, dan langsung melihat mobil sport merah yang telah dikendarai selama satu bulan setelah turun dari taksi.


Cherish sangat antusias dan lekas berlari ke sana, “Nova, ba… bagaimana kamu bisa merebut mobil ini dari tangan Nando?”


Nova ingin mengatakan bahwa ini mobil pemberian Nando si pria cabul.


Tapi ucapan yang sudah mau dikatakan berubah menjadi, “Pria ini memang cabul, jadi aku memukulnya, lalu dia memberikan mobil sport padaku.”


Dia ini sedang menjaga martabat Cherish, nggak ingin dia terlalu sedih.


“Memukulnya?” Cherish merasa sulit percaya karena Nando membawa empat pengawal!


“Apa Nando berdiri di sana dan membiarkanmu memukulnya? Apa dia begitu tergila-gila padamu?” ucap Cherish sambil menangis!