
Anwar hanya tahu bahwa keluarga Bazel sepertinya masih belum mulai menyerang Alex, tetapi dia tidak tahu bahwa Alex dan keluarga Bazel sudah mulai berperang.
Anwar menatap Alex dengan sinis.
Namun, ekspresinya segera membeku setelah melihat Alex yang sudah tiba di hadapan Harry sambil tersenyum.
Semua orang sangat terkejut dan tidak tahu apa yang ingin dilakukan Alex. Pelelangan sudah akan dimulai, ini juga bukan saatnya Alex menjilat Harry, ’kan?
Hal ini hanya akan membuat Harry semakin membencinya.
Saat ini, seluruh ruangan menjadi hening. Semua orang membelalakkan mata dan menatap ke arah Alex.
Ekspresi Harry menjadi muram. Dia tidak menyangka bahwa Alex berani muncul di hadapannya seorang diri. Harry bertumpu pada tongkatnya dan mengatupkan mulut tanpa berbicara.
Alex menunjukkan seulas senyum dan berkata, “Aku rasa, kamu tahu alasan aku mencarimu, ’kan?”
“Aku benar-benar nggak tahu. Memangnya kamu mengenalku?” kata Harry dengan tenang.
“Tentu saja kenal. Siapa yang nggak kenal tua bangka keluarga Bazel. Hanya saja, aku jadi heran kenapa kamu bilang nggak mengenalku. Bagaimanapun juga, kita sudah pernah berinteraksi beberapa kali. Kalau kamu bilang nggak mengenalku, jangan-jangan matamu sudah kabur dan kamu sudah linglung?” kata Alex sambil tersenyum.
Pengusaha lainnya pun langsung terkejut. Ada beberapa pengusaha yang bahkan langsung panik karena mereka tahu apa akhir dari seseorang yang berani membuat keluarga Bazel marah.
Saat ini, mereka semua tidak berani berbicara dan bahkan juga tidak berani bernapas kuat-kuat.
Bagaimanapun juga, nasib mereka ada di tangan keluarga Bazel. Jika mereka menyinggung keluarga Bazel, keluarga Bazel bisa menghabisi mereka kapan pun dan di mana pun mereka berada.
Membuat mereka semua bangkrut merupakan hal yang sangat gampang bagi keluarga Bazel.
Hanya saja, mereka sama sekali tidak tahu apa identitas Alex dan kenapa dia berani bersikap begitu arogan di hadapan Harry.
“Bocah itu mungkin akan segera dihabisi nanti. Meskipun membunuh orang di tempat pelelangan akan membawa sial, keluarga Bazel juga nggak akan peduli.”
“Temperamen Tuan Harry nggak begitu bagus, mungkin sebentar lagi dia akan bertindak.”
Dalam sekejap, para pengusaha pun mulai berdiskusi secara pribadi. Mereka tentu saja memandang rendah Alex dan sebagian orang malah merasa bahwa Alex akan segera dihabisi oleh dua pengawal di samping Harry.
Lagi pula, mereka tahu seberapa hebat kedua pengawal yang ada di sisi Harry.
Saat ini, Harry hanya menatap Alex dengan tenang dan Alex juga tidak bermaksud untuk kembali ke kursinya.
Steven dan Tommy mengerutkan kening mereka dan perlahan-lahan mengepung Alex.
Alex hanya tersenyum sambil menatap Harry. “Asal kamu tahu, Zaen sudah dikalahkan. Apa kamu yakin ingin membiarkanku mengalahkan Steven juga? Kalau dia juga dikalahkan, kamu sudah nggak punya orang yang bisa melindungimu lagi.”
Harry hanya mengerutkan bibir dan langsung melambaikan tangannya sambil tersenyum, “Aku benar-benar nggak sangka kalau kamu begitu hebat. Aku akui kalau kamu memang punya kemampuan. Tapi apa kamu kira kamu bisa melawan keluarga Bazel dengan hanya mengandalkan kekerasan?”
Alex menggeleng. “Tentu saja tidak. Aku juga nggak pernah bilang kalau aku akan meruntuhkan keluarga Bazel hanya dengan kekerasan. Kamu masih terlalu memandang rendah aku. Memangnya kamu lupa statusku di PT. Atish?”
Alex menggaruk-garuk kepalanya dan berkata dengan sangat angkuh, “Aku juga merasa begitu. Tapi kamu pasti sudah salah paham terhadap kemampuan PT. Atish. Kehebatan kami nggak ditentukan oleh wilayah. Meskipun di tempat ini, PT. Atish juga tetap bisa meruntuhkan keluarga Bazel.”
Begitu Alex selesai berbicara, pengusaha di sekeliling langsung gempar. Saat ini, mereka juga baru mengetahui status Alex yang sebenarnya.
Alex ternyata adalah orang dari PT. Atish. Itu artunya PT. Atish akhirnya sudah berpikir untuk bertindak di tempat ini.
Namun, baru berapa lama PT. Atish mengakuisisi Provinsi Sulawesi Utara? Bagi pengusaha lainnya, PT. Atish tidak mungkin bisa melakukan ekspansi ke dua provinsi dalam waktu sesingkat ini.
Kerugian dari hal itu sangatlah besar dan tidak mungkin bisa tercapai. Melakukan ekspansi membutuhkan dana yang sangat besar. PT. Atish sudah menggunakan semua dana mereka di Provinsi Sulawesi Utara, bagaimana mungkin mereka masih punya dana lebih yang bisa mengalir ke tempat ini?
Hanya saja, pengusaha-pengusaha itu memang sudah tahu bahwa Alex adalah orang PT. Atish. Mereka hanya merasa terkejut mendengar kata-kata Alex.
Lagi pula, ada beberapa orang yang mencium bau perselisihan. PT. Atish berencana untuk melawan keluarga Bazel!
Namun, keluarga Bazel adalah pemegang kendali, sedangkan PT. Atish hanyalah usaha yang baru masuk ke tempat ini. Meskipun PT. Atish sangat hebat, mereka juga sama sekali tidak memiliki keuntungan karena pihak resmi juga berada di sisi keluarga Bazel.
Mereka semua tahu mengenai hal ini.
Jadi, mereka tidak begitu optimis mengenai PT. Atish yang ingin melawan keluarga Bazel.
Menurut pemikiran mereka, PT. Atish tidak mungkin bisa mengalahkan keluarga Bazel!
Alex seenaknya menarik sebuah kursi, lalu melambaikan tangan pada Davin. Davin pada dasarnya sudah sangat terkejut akan tindakan Alex. Saat Alex melambaikan tangan padanya, dia menyadari bahwa semua pengusaha pun memandang ke arahnya sehingga dia langsung menjadi sedikit gugup.
Meskipun Davin adalah kapten tim penyerang PT. Atish, dia juga selalu bekerja di balik layar selama ini. Oleh karena itu, dia sama sekali tidak mempunyai pengalaman apa pun dalam menghadapi keadaan seperti ini.
Namun, Davin juga tetap menghampiri Alex.
Alex menepuk-nepuk kursi di sampingnya dan berkata, “Duduk saja di sini. Kita bahkan nggak bisa melihat jelas juru lelang cantik dari belakang.”
Saat ini, seorang juru lelang berambut pirang yang rambutnya dibuat berombak besar baru saja menaiki panggung. Dia sangat senang karena pelelangan kali ini pasti akan mencapai angka yang sangat tinggi. Hal ini tentu saja merupakan kehormatan dalam kariernya.
Hanya saja, dia langsung terkejut saat melihat Alex yang duduk di samping Harry. Dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.
Perlu diketahui bahwa saat mereka mengatur tempat duduk, Harry sudah ditempatkan di posisi terbaik. Lagi pula, baris pertama pasti tidak ada orang lainnya.
Namun, kenapa tiba-tiba ada tempat duduk lebih?
Dari tadi, juru lelang itu terus memikirkan berapa banyak uang yang akan dikeluarkan Harry untuk memperebutkan tanah ini. Dia juga tahu bahwa asalkan Harry membuka mulut, acara lelang ini juga akan langsung berakhir.
Alasannya karena tidak ada orang yang berani bersaing dengan Harry.
Juru lelang itu tidak mengetahui situasinya, tetapi acara lelang tetap harus dilanjutkan.
Acara lelang kali ini hanyalah untuk melelang sebidang tanah dan tidak ada barang-barang lelang lainnya lagi. Namun, tanah ini sudah cukup untuk mendukung seluruh acara lelang.