
Puluhan penjaga penjara mengarahkan senjatanya ke Alex, Kepala penjara berkata: "Alex! Kamu telah melakukan banyak hal baik untuk kami dengan menangkap si mesum dan menyelesaikan kasus narkoba. Namun, kami tidak bisa membiarkanmu membawanya. Jika kamu ingin membawanya, maka perlu tanda tangan dan perintah langsung dari Inspektur kami."
Alex melihat arlojinya. Waktu terlalu mepet. Dia dengan sabar berkata, "Semuanya, aku tidak punya waktu lagi. Aku mohon untuk segera membiarkanku lewat."
Kepala penjara menggelengkan kepalanya dengan tegas, "Maaf. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi."
Melihat Alex hendak lewat dengan paksa, kepala penjara mengangkat tangannya, seketika puluhan senjata diarahkan ke Alex. Selama Alex berani melangkah maju, mereka akan menembak secara acak.
Edward menyeringai: "Benar-benar menyenangkan. Alex, apa yang bisa kamu lakukan meskipun hebat bertarung? Tidakkah sama saja tidak punya cara untuk menyelamatkan istrimu sekarang? Kakak iparku menangkap istrimu. Jika kamu hebat, sana selamatkan dia."
Alex mengerutkan alisnya.
Jika Alex menyerang secara paksa, para polisi ini benar-benar tidak akan bisa menghentikannya, tapi sangat sulit bagi Alex untuk menerobos pengepungan dengan Edward yang tidak bisa berjalan. Jika tidak hati-hati, bisa saja terkena peluru.
Meskipun tubuhnya dapat menghadang senjata yang agak kecil, tapi menghadapi begitu banyak pistol, senapan mesin, dan senapan sniper yang tak terhitung jumlahnya di lantai atas, dia benar-benar tidak yakin dapat mengeluarkan Edward secara utuh.
“Tunggu, jangan tembak.” Nova berteriak.
"Inspektur Gilang sudah datang."
Para penjaga penjara segera memberi jalan saat melihat Inspektur
Gilang dan Nova berlari masuk.
Inspektur Gilang dan Nova mendatangi Alex. Inspektur Gilang berkata, "Alex, Nova telah memberitahuku tentang situasimu. Erika sekarang ada di tangan penculik. Aku dapat memahami perasaanmu. Aku bisa tidak meminta pertanggung jawabanmu atas masalah hari ini karena kamu telah berkali-kali membantu kami. Dan membantu menyelamatkan istrimu dengan cara lain. Syaratnya adalah kamu harus menyerah akan tindakan yang tidak sesuai dengan hukum ini. "
Alex tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya, "Inspektur Gilang, terima kasih atas kebaikanmu. Aku tidak bisa, karena istriku sedang menungguku untuk menyelamatkannya. Aku harus membawa Edward hari ini. Aku berjanji akan membawa Edward kembali. Kumohon. Percayalah padaku. "
Ekspresi wajah Inspektur Gilang sangat serius. Setelah pertimbangan singkat, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Alex, aku tidak bisa menyetujui permintaanmu. Aku harap kamu segera menghentikan tindakanmu, jika tidak, polisi akan memperlakukanmu sebagai tersangka kriminal perampokan. "
Nova juga berkata: "Alex, berhentilah, kita bisa pikirkan cara lain."
Tatapan mata Alex sangat tegas, dia meraih Edward dengan satu tangan, dan menyentuh pinggangnya dengan tangan lainnya, Dia masih membawa pistol yang diberikan Friska saat pertempuran di Pulau Pari. Jika para polisi ini benar-benar tidak menyerah, Alex tidak akan punya pilihan selain keluar paksa. Paling buruk yaitu setelah membawa Edward dan menukarnya dengan Erika, dia tidak akan kembali lagi.
Singkatnya, dia tidak boleh membiarkan Erika mati, dia sudah tidak punya pilihan.
Nova memahami pikiran Alex, dia paling tidak mau melihat adegan Alex berkelahi dengan pihak polisi, tidak peduli siapa yang meninggal, dia tetap tidak bisa terima dengan akhirnya.
Ekspresi Inspektur Gilang juga menjadi tegang, dan salah satu tangannya terangkat tinggi. Selama tangan ini diturunkan, maka para penjaga penjara akan menembakkan semua senjata mereka ke Alex.
Suasananya sangat tegang, dan tragedi akan segera terjadi.
Tiba-tiba, Nova mengeluarkan pistolnya, dan mengarahkan tepat di kepala Inspektur Gilang!
"Inspektur, maafkan aku. Sekarang aku memohon untuk segera melepaskan Alex dan membiarkan dia membawa Edward untuk ditukar dengan Erika."
Inspektur Gilang terkejut, dia berteriak pada Nova: "Kapten Ardiansyah, apa kamu gila?"
Ekspresi Nova sangat serius, "Inspektur, aku tidak gila. Jika kamu tidak memberi perintah, aku benar-benar berani menembak."
Melihat Inspektur Gilang masih merenung, Nova kembali berkata: "Aku akan tinggal sebagai sandera. Jika Alex tidak kembali, atau dia tidak dapat kembali dengan Edward, aku akan menanggung semua konsekuensinya! Bahkan jika harus mendekam di penjara seumur hidup, Pak, aku juga harus bertaruh untuk kali ini. "
Inspektur Gilang bertanya: "Begitu percayanya kamu padanya?"
Inspektur Gilang akhirnya berkompromi dan melambaikan tangannya, "Biarkan Alex pergi."
Nova memperhatikan Alex pergi, matanya sudah basah, dia berteriak: "Alex, kamu harus hidup!"
Alex tidak menoleh ke belakang, dia membawa Edward keluar dari penjara. Setelah masuk ke dalam mobil, dia segera melaju penuh ke Pulau Pari.
Di jalan, Alex menelepon nomor telepon penculik, tetapi pihak lain tidak menjawabnya. Tampaknya penculik wanita itu punya sedikit amarah juga. Alex menutup telepon dan mengendarai mobil langsung ke pantai.
Setelah menunggu 20 menit lagi, sekarang sudah pukul 18.30, ponsel Alex berdering tepat waktu.
Penculik wanita itu bertanya dengan suara serak: "Alex, apa Edward telah dikeluarkan?"
Alex menyerahkan telepon kepada Edward. Edward berkata dengan gembira, "Kak, cepat selamatkan aku."
Penculik wanita berkata: "Alex, kamu benar-benar hebat juga. Polisi tidak mengikutimu dari belakang, kan?"
Alex berkata, "Sama sekali tidak. Aku sudah memperhatikan ke belakang saat mengemudi, dan memastikan tidak ada yang mengikuti. Di mana istriku? Aku ingin berbicara dengannya."
Segera, suara Erika terdengar dari telepon pihak lain, "Alex, jangan datang, mereka akan membunuhmu ..."
Sebelum Alex dapat berbicara dengan Erika, suara Erika sudah tidak terdengar lagi, dan penculik wanita itu berkata, "Alex, jangan main-main denganku. 5 menit kemudian, speedboat akan menjemputmu. Bawa Edward ke speedboat terlebih dahulu, kemudian aku akan memberitahumu detail untuk bertukar sandera. "
Alex hanya dapat mengikuti katanya sekarang, "Oke. Aku akan mengikuti katamu, tetapi aku juga memperingatkanmu untuk tidak menyentuh istriku, jika tidak, kamu juga hanya bisa mengambil mayat Edward."
Lima menit kemudian, sebuah yacht abu-abu keperakan datang perlahan. Dua orang di dalamnya mengamati tempat Alex dengan teropong selama beberapa saat, dan kemudian perahu itu pun menepi.
"Kamu Alex? Naik perahu kami jika mau menyelamatkan istrimu."
Alex membawa Edward naik speedboat, dan speedboat tersebut dengan cepat berlayar ke laut.
Alex membedakan arah layar, speedboat ini seharusnya tidak menuju Pulau Pari. Kemana mereka akan pergi? Dimana Erika?
Speedboat melaju sekitar satu jam, dan langit sudah gelap, di sekelilingnya adalah lautan luas dan tidak ada bayangan perahu apapun, apalagi Erika.
Alex tidak bisa bersabar lagi, "Di mana Erika sekarang?"
Pria mengemudikan kapal berkata, "Tunggu saja dengan sabar. Sebentar lagi kalian pasti akan bertemu."
Alex berpikir dalam hati: "Penculik wanita ini terlalu licik. Ketika di rumah sakit, dia bisa membawa Erika dari pandanganku saat aku tidak memperhatikan. Untuk pertukaran sandera juga dilakukan di laut yang luas. Bahkan jika pihak polisi menggunakan teknologi pelacakan, khawatirnya juga sudah kehilangan jejaknya sejak awal. "
Alex tidak bertanya lagi, dia membiarkan speedboat terus bergerak maju di laut.
Sekitar satu jam kemudian, sebuah kapal kargo seberat 10.000 ton muncul di depan, dan speedboat berhenti di sisi kiri kapal tersebut.
Tak lama kemudian, tangga diturunkan dari kapal kargo, "Alex, sudah sampai. Kamu bisa naik dulu. Serahkan saja Tuan Edward pada kami."
Alex berkata, "Aku tidak akan memberikannya kepada kalian sampai aku melihat istriku."
Alex masih tetap mengangkat Edward dengan tangannya dan menaiki kapal kargo dengan tangga.
Saat menaiki sisi kapal, ada lebih dari 20 pria kokoh bersenjata segera mengepungnya.